Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
fahri merindukan nita


__ADS_3

" akhh" nita meringis saat kepalanya tiba-tiba terasa sangat sakit.


" kenapa sangat sakit " gumamnya , ia terus menahan kepalanya dengan kedua tangannya.


" ahhh" ringisnya lagi.


" tahan nita tahan, ini pasti efek dari operasi itu" gumamnya lagi.


ricko kembali dari apotik rumah sakit dan saat ia akan menuju kekamar istrinya ia lihat bunda dan kak aidan datang bersama, ia pun menyapanya.


" bunda" panggilnya.


bunda yang kenal akan suara itu pun langsung mencarinya dan tersenyum pada ricko , begitu pun dengan aidan.


" nak apa kau tidak bekerja?" tanya bunda.


" aku mengambil cuti " jawab ricko.


" oh iya apa nita sudah bangun?" tanya aidan.


" aku sudah menyuapinya tadi kak dan baru saja mengambil obat " jawab aidan.


" yasudah ayo kita masuk" ujar bunda.


ricko pun menganggukkan kepalanya dan mereka bertiga akhirnya berjalan bersama.


saat diluar pintu kamar mereka bertiga mendengar rintihan nita , ricko dan yang lainnya langsung khawatir dan segera masuk begitu saja.


betapa terkejutnya mereka karena melihat nita yang meringis menahan sakit kepalanya.


" sayang tidurlah dulu aku akan memeriksanya" ujar ricko lalu ia bantu nita untuk berbaring di ranjang.


" dek apa sangat sakit?" tanya aidan yang sangat khawatir itu.


" putriku " ucap bunda dengan raut muka sedih, siapa orang tua yang tidak sedih saat melihat anakknya kesakitan seperti itu


ricko memeriksannya lalu ia memberikan suntikan agar istrinya itu merasa tidak sakit lagi.


" aku akan menyuruh dr. melika untuk memeriksa hasil CT scannya" ujar ricko


" apa sudah tidak sakit lagi? " tanya ricko.


" hmm , mungkin hanya efek operasi saja" jawab nita yang mulai tenang itu.


" sayang apa sangat sakit?" tanya bunda yang duduk di samping nya itu.


" tidak bunda , hanya tiba-tiba merasa pusing saja. bunda tidak perlu khawatir ya aku baik-baik saja" jawab nita dengan senyuman.


" bagaimana kami tidak khawatir , kau kesakitan seperti itu " pungkas aidan.


" kakak takut ya? biasanya kakak selalu mengocehiku" ejek nita.


" is menyebalkan" ujar aidan , lalu ia duduk di sofa dan memakan buah-buahan.


" ricko membeli itu untukku, jika kakak menghabiskannya maka aku akan meminta bayaran 2 kali lipat" ketus nita.


" dasar pelit ricko saja tidak marah " remeh aidan.


" aidan " ujar bunda dengan nada memperingati.

__ADS_1


" iya bunda aku tahu" aidan pun menaruh buah apel itu dengan kesal.


nita tersenyum melihatnya , entah kenapa ia sangat suka melihat kakaknya itu merasa kesal.


" kakak ayolah jangan kesal. aku punya 2 es krim rasa mint di kulkas " ujar nita.


" benarkah? oh kau sangat cantik hari ini" aidan segera berlari ke arah kulkas dan langsung membukanya.


bunda tersenyum melihatnya begitu pun ricko.


" hmm ini sangat enak " ujar aidan yang memakan es krim itu.


" sayang apa sakitnya benar-benar sudah hilang?" tanya ricko lagi.


" percayalah ini sudah tidak sakit lagi"jawab nita.


" sayang jika ada sesuatu maka beri tahu pada kami, jangan memendam nya sendiri ya ... bunda tidak mau putriku ini merasa terbebani " ucap bunda.


" iya bunda " nita menganggukkan kepalanya.


" bunda ingin mengatakan sesuatu sayang" ujar bunda lagi.


" apa ?' tanya nita.


bunda menarik nafas panjang lalu membelai rambut putrinya itu dan tersenyum padanya.


" bunda sudah memutuskan untuk bercerai" ucap bunda.


nita hanya melongo mendengarnya , ia merasa itu benar-benar sangat asing.


" bercerai? " ujar ricko yang sama terkejutnya.


" hmm lagi pula untuk apa bunda mempertahankan ini, aku tidak keberatan dan kak nathan juga pasti akan menyetujui ini" jawab aidan yang merasa sangat santai sambil memakan es krimnya itu.


" apa bunda yakin? apa bunda sudah bertemu dengan ayah? siapa yang ayah pilih? " tanya nita dengan begitu banyak pertanyaan.


" bunda hanya ingin hidup bunda merasa tenang, bersama kalian saja membuat bunda sangat bahagia. bunda tidak perlu yang lainnya nak" jawab bunda.


" hmm jika sudah yakin dengan itu ... maka aku ikut keputusan bunda saja" ujar nita dengan suara yang sedikit lemah.


ricko yang paham akan keadaan istrinya itu tau jika nita sangat sedih , ia tidak siap dengan perpisahan orang tuanya. ia pun menggenggam tangan istrinya memberikan kekuatan agar istrinya tetap tegar menjalani semua realita kehidupan ini.


.....


didalam rumah mewah itu , adi duduk seorang diri di kamarnya. ia sudah pulang semenjak ia bertemu dengan istri dan anaknya tadi. dirinya merasa sangat sedih karena putranya sekarang tidak menyukainya.


semua hal yang dia lakukan adalah kesalahan besar, tidak ada yang membenarkan perselingkuhan siapapun itu. bagaimana mungkin ia hidup terus dengan membodohi istrinya.


" aku akan meminta maaf padanya dan mengatakan yang sejujurnya" gumamnya.


dinding kamar yang tinggi itu dapat ia lihat gambar anaknya dan foto keluarga itu, ia tatap foto berukuran besar yang memenuhi tembok kamarnya itu.


difoto itu semua orang terlihat sangat bahagia, ia tatap satu per satu anaknya, dimulai dari nathan, aidan dan berlanjut yang terkahir anak bungsunya yaitu putri yang selalu ia perlakukan buruk.


" maafkan ayah" gumamnya dan tak terasa air matanya menetes begitu saja.


dan berlanjut ia menatao foto istrinya itu yang tersenyum bahagia. ia mengingat semua momen saat bersama istrinya. istri yang selalu setia menemaninya saat ia benar-benar terpuruk. dan selalu menunjukkannya jalan saat ia berada di jalan yang gelap.


" seharusnya aku bersyukur , tapi karena keegoisanku, akulah yang salah" ucapnya lagi.

__ADS_1


.....


malam harinya saat ricko sedang mengambil hasil CT scannya , nita keluar sendirian tanpa kursi roda , ia berjalan sendiri menuju taman , dirinya ingin merasakan ketenangan memikirkan segala hal yang tengah ia hadapi.


walaupun malam itu angin berhembus kencang ia tidak peduli karena didalam ia merasa sangat sesak, melihat bangku kosong ia langsung duduk disana.


ia memperhatikan segala hal yang ada didepannya.


" alira jangan berlari sayang nanti kau jatuh" ujar seorang pria yang mengejar anak kecilnya itu.


" ayo kejar aku ayah" ucap anak itu.


" sayang jangan berlari jika kau jatuh ayah akan sedih" ujar laki-laki itu lagi.


" ada ayah yang akan mengobatiku, ayah kan menyayangiku" ucap anak perempuan itu.


" ayah sangat menyayangi mu nak, kemarilah" anak perempuan itu pun berlari dan memeluk ayahnya.


mereka berdua terlihat bahagia, nita tersenyum getir melihat adegan itu. kapan ia seperti itu? dia punya ayah tapi sekali pun ia tidak pernah merasakan kasih sayang ayahnya untuk dirinya.


dan sekarang saat ia sudah dewasa, ia masih tidak pernah mengalaminya saat ayahnya memeluknya dan memanggilnya dengan sebutan "anakku" .


" kapan aku merasakan itu" gumamnya.


" apa hanya aku yang tidak pernah melihat cinta untukku dimata ayahku sendiri?" gumamnya lagi.


" nita" panggil dr. fahri.


" eh doktet" nita segera melirik ke arah dokter fahri.


" kenapa kau memakai baju itu? dan kepalamu kenapa?" dokter fahri pun duduk di sebelah kursi nita lalu ia periksa kepala nita dengan sangat agresif.


" aku... aku hanya itu dokter" nita terbata-bata menjelaskannya , entah alasan apa yang harus dia buat.


" aku sangat mengkhawatirkanmu karena sudah satu minggu tidak masuk, aku bertanya pqda dr. alex dia bilang kau sakit, aku ingin menelpon mu tapi aku tidak bisa menghubungimu" jelas dokter fahri.


" sebenarnya aku jatuh dok jadi harus dirawat karena itulah aku meminta izin " jawab nita.


" jatuh? kenapa bisa seperti itu? apa sangat parah?" tanya dokter fahri lagi.


" doktet tenang saja aku sudah sembuh besok aku akan pulang" jawab nita lagi.


" syukurlah aku sangat lega saat tau keadaanmu. aku merindukanmu" pengakuan fahri itu membuat nita terkejut , apa dia tidak salah dengar? dokter fahri merindukannya.


" janngan sampai ricko mendengar ini dan dia bisa bisa menyelidiku lagi" ucap nita dalam hati.


" iya dokter terima kasih karena telah mengkhawatirkanku" ujar nita karena ia tidak tau lagi harus berbuat apa.


" dimana kamarmu ayo sekarang masuk disini sangat dingin itu tidak bagus untuk kesehatanmu" ucap fahri lagi.


" aku akan masuk sendiri dok. lagipula aku tidak pernah melihat dokter selarut ini masih bekerja mungkin dokter memilki banyak pasien lainnya , aku permisi dok" segera nita pergi meninggalkan fahri sendirian , sedangkan fahri hanya melihat kepergian wanita yang ia cintai itu.


" entah kapan aku bisa mengungkapkan semua ini" gumanya.


......


" sayang kau dari mana saja " ujar ricko yang baru menemukan istrinya itu, sedari tadi ia mencari istrinya tapi ia baru menemukan nya sekarang.


" aku mencari angin segar diluar , ayo cepat kita masuk aku sudah mengantuk" nita memegang tangan ricko dan mengajak ricko berjalan cepat menuju kamarnya.

__ADS_1


" sayang hati-hati jangan berjalan cepat nanti kepalanya pusing" ujar ricko.


" aku tidak peduli asalkan dokter fahri tidak melihat kita" pikir nita.


__ADS_2