
" sayang apa kau baik-baik saja" tanya ricko.
nita pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia tidak sedih karena tidak mendapatkan bagian harta dari ayahnya. tapi yang membuatnya sedih kenapa ayahnya tidak pernah melihatnya sebagai seorang putri.
ricko sangat memahami betul watak istrinya, saat sedih tidak mau menceritakan pada siapapun. dia mengelus tangannya sebagai tanda kalau dia akan terus bersama nita walau keadaan apapun.
setelah menempuh jarak penerbangan berjam-jam mereka pun sampai di kota new york, mereka langsung naik taksi untuk datang ke rumah ayahnya ricko.
tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di sebuah rumah yang bergaya modern namun tetap bernuansa amerika
" ini rumahnya , memang tidak terlalu besar karena hanya ada ayah dan nenek " ujar ricko.
" tapi ini sangat indah gayanya juga sangat elegan " timpal nita.
" ayo masuk" ajak ricko.
lalu ricko menekan bel beberapa kali , dan akhrinya pintu itu terbuka , seorang wanita paruh baya dan berambut putih membukanya.
" cucu eyang" ujar wanita tua itu lalu memeluk ricko yang langsung dibalas juga oleh ricko.
" apa kabar eyang?" tanya ricko.
" nenek sehat , oh ya apa dia menantu eyang?" tanya eyang saat melihat nita.
nita pun tersenyum " halo nek , saya nita istrinya ricko " ujarnya.
" jangan sungkan sini ayo peluk eyang" ujarnya.
dengan senang hati nita pun memeluk eyang.
" ayo masuk nenek akan buatkan minum untuk kalian" ujar eyang.
" masuklah aku akan bawa kopernya " kata ricko.
nita pun mengangguk lalu berjalan bersama eyang yang menggandeng tangannya sedari tadi.
" disini sangat sepi nak, tidak seperti di indonesia disana orangnya banyak jadi nenek selalu menjahit dan membantu memasak bersama emily " ujar eyang.
" dimana ayah eyang?" tanya nita.
" ayah mertua mu sedang bekerja sekitar 3 jam lagi pulang , ayo duduk eyang akan buatkan minuman" ujar eyang.
" aku akan membantu eyang, eyang tidak perlu sungkan aku akan menganggap ini seperti rumahku sendiri" kata nita yang berdiri itu.
" hmm eyang suka sekali wanita seperti mu nak, tidak salah jika ricko tergila-gila pada menantu cantikku ini" puji eyang.
" terima kasih eyang tapi aku juga beruntung karena dicintai oleh ricko " kata nita.
" hmm melihatmu yang berbicara seperti ini eyang jadi teringat suami nenek " ujar eyang seraya tersenyum.
" eh maaf nek bukan maksud ku...."
" kenapa minta maaf , kau tidak salah. ayo kita kedapur" ajak eyang.
sesampainya di dapur eyang membuka lemari es dan mengambil buah-buahan, sedangkan nita ia mengambil gelas yang tertata rapi di meja.
" eyang kenapa eyang tidak tinggal di indonesia saja?" tanya nita.
" eyang juga ingin nak, tapi suami eyang kakeknya ricko dimakamkan disini jadi eyang tidak mau jauh karena eyang sudah berwasiat kalau eyang meninggal nanti mau dimakamkan disebelah kakek ricko" jawab eyang.
" kakek beruntung sekali karena dicintai wanita yang cantik, setia dan juga sangat mencintai kakek. kakek akan bahagia jika melihat ini" ujar nita.
eyang tersenyum sambil memblender buah-buahan.
" kalian juga harus saling mencintai ya, kalau bertengkar jangan suka menyebut kata cerai itu tidak baik. karena memang pernikahan itu selalu ada saja kesalahpahaman namun salah satu dari kita harus meredamnya karena kalau sudah tidak ada lagi kita akan merindukan orang itu" nasihan eyang dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
" iya eyang terima kasih untuk nasihatnya" ucap nita.
***
" adittt" teriak celine didalam sebuah rumah.
" adiiiiit" teriaknya lagi.
" ada apa ?" tanya seorang pria ia menatap celine dengan dingin.
" kau sudah tidak membutuhkan aku ya ? selalu saja menghindar dariku. aku merindukanmu sayang" peluk celine pada adit dengan sangat manja.
dia adit , seorang dosen di salah satu universitas jakarta, dia pacarnya celine. sudah 2 tahun menjalin hubungan dengan celine.
" mau kamu apa celine? kau marah-marah di tempat umum menunduhku yang tidak-tidak dan sekarang kau seperti tidak ada masalah denganku?" tegas adit.
raut muka celine langsung berubah yang tadinya sangat senang menjadi marah.
" kau tidak tau diri. dasar pria sama saja suka membuang wanita sesukanya, aku akan membunuhmu " teriak celine.
" ck celine apa kau punya masalah pada dirimu? kau suka berubah-ubah sifat kadang baik, marah kadang juga tersenyum sendiri lalu tertawa kemudian menangis. aku tidak mengerti lagi padamu , aku sudah lelah menghadapimu " tegas adit walaupun dia marah tapi tetap tidak melakukan apapun atau kekerasa pada celine karena dia seorang dosen dia memahami etika untuk meghargai perbedaaan antara laki-laki dan perempuan.
" aku tidak mau putus" teriak celine.
" kau itu milikku sayang hiks..hikss.. jangan tinggalkan aku seperti ayahku tolong hiks..hiks.." isaknya lalu terduduk di lantai.
adit tidak kuasa untuk berdiam diri, melihat itu dia langsung menghampiri celine yang tengah menangis itu.
" celine jangan begini.. ayo berdiri" ujar adit ia berbicara sangat lembut.
" celine maaf ... aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita. aku lelah menghadapi tingkahmu yang sering kali berubah itu. aku juga punya pekerjaan punya tanggung jawab bukan hanya dirimu saja yang harus aku pedulikan" jelas adit.
" kau jahat... kau jahat aditt kenapa kau tidak mau menerima ku ha ?" teriak celine.
" aku menerima mu... selama ini aku menerima segala kekuranganmu. tapi rasanya kau tidak pernah mengerti aku , kita sudahi disini" ujar adit lalu ia pergi keluar rumah meninggalkan celine sendirian yang menangis itu.
***
aidan sedang berada di restoran sendirian , karena ia lembur ia terlanjur lapar jadi makan diluar. ia terus menikmati makanannya.
" aidan" panggil seseorang
aidan pun berhenti makan, lalu menatap kedepan , ia tidak bergeming hanya menatapnya , berdirilah ayah yang berpakaian rapi sepertinya habis bekerja.
" ayah" ucapnya.
" apa kabar?" tanya adi.
" apa boleh ayah duduk disini?" tanya adi lagi.
" hmm duduklah" jawab aidan.
" apa kabarmu? " tanya adi.
" aku baik" jawab aidan singkat.
" bukankah ayah pindah ke kalimantan. kenapa ayah kembali kesini?" tanya aidan.
" disana ayah tidak bisa melakukan sesuatu seperti disini. jadi ayah pindah kesini" jawab adi.
" bagaimana keadaaan dirumah? apa baik-baik saja? nathan dan bundamu?" tanya adi.
" kami baik! bahkan lebih baik dari sebelumnya" tegas aidan namun ia mengucapkan dengan nada yang pelan namun seperti tombak yang menusuk hati.
" maaf karena ayah..."
" ayah jika aku boleh mengatakan sesuatu , sebaiknya ayah menjauh dari keluarga kami. bunda sudah bahagia sekarang. juga nita dia sudah sangat bahagia tanpa mu yang selalu menyakitinya. jangan datang lagi ayah jangan memberikan masalah pada bunda maupun nita karena satu anak ayah itu kami bermasalah" jelas aidan yang memotong ucapan ayah.
__ADS_1
" ayah sangat menyayangi celine, kau dan anak anak ayah yang lainnya...ayah hanya bingung atas situasi dan kondisi yang sedang ayah hadapi" ujar adi.
" tapi ayah tidak seperti itu, karena kalau ayah menyayangi semua anak-anak ayah, maka adikku tidak akan pernah mendapatkan perilaku yang tidak adil" kata aidan.
" apa yang harus ayah lakukan celine begitu keras kepala " ujar adi.
" ayah seharusnya tegas pada celine, apa ayah akan diam saat anak ayah terluka karena anak lainnya ? orang tua bisa menghukum anaknya agar ia menyadari kesalahannya"
" sebelum aku pergi dengarkan ini ayah...ayah akan menyesal karena sudah menelantarkan bunda dan adik, ayah harus tau kalau celine lah yang mendorong nita hingga masuk rumah sakit. juga ayah harus tau celine datang kerumah dan mengancam kami , tolong jaga dia sebelum aku membuangnya kedalam penjara" tegas aidan.
lalu ia pergi meninggalkan adi sendirian , sedangkan adi ia merenungi semua perkataan anaknya. bahkan anaknya sendiri bisa lebih dewasa darinya. dia merada seperti pecundang yang takut pada keadaan.
***
New York
eyang dan nita sedang menyajikan makan malam dibantu oleh emily pembantu rumah tangga mereka. berbagai makanan seefood tersaji disana.
setelah selesai nita duduk disebelah ricko lalu mengambil nasi untuk ricko.
" apa cukup?" tanya nita.
" hmm sedikit lagi" jawab ricko.
nitapun menambhkan lagi nasi nya lalu mengambilkan udang dan mendekatkan wadah berisi kepiting kesukaan ricko.
" makanlah yang kenyang nak , kalau ada yang kurang biacara saja nanti eyang belikan" kata eyang.
" ibu kalau dengan ricko saja semua dibelikan, kau tau ricko eyangmu kalau ayah minta sedikit saja katanya ayah sudah tua tidak baik makan terlalu banyak" ujar ayah ricko.
nita dan ricko tersenyum mendengarnya , lalu ricko memberikan udangnya pada ayahnya.
" ayah hari ini makanlah banyak karena setelah aku pulang sudah dipastikan ayah tidak bisa mendapatkan makanan seperti ini" ujar ricko.
" lihatlah nita mereka berdua juaranys kerja sama " ujar eyang.
" iya eyang tapi aku sangat senang melihatnya" kata nita.
" kenapa nak ? apa ayah mu disana hanya terus berkerja?" tanya eyang.
" hmm tidak eyang" jawab nita.
" lalu? kenapa kau berbicara seolah kau tidak pernah seperti itu, cobalah dekati ayahmu pasti nanti tidak sungkan" kata nenek.
ricko dan ayah melirik ke nita karena mereka tau bagaimana hubungan keduanya.
" eyang sudahlah jangan bicarakan itu" ujar ricko.
" hmm rugiloh kalau tidak dekat dengan ayah , nenek dulu sangat dekat sampai-sampai tidak mau jauh " ujar eyang.
entah kenapa nita merasa salah tingkah dia merasa aneh seperti asing mendengar itu, ia hanya menunduk lalu tersenyum menguatkan diri.
" sayang" genggam ricko pada tangan nita.
" eh " nita segera melirik dan tersenyum ke wajah ricko.
" aku sudah kenyang ... aku kekamar dulu ya " kata nita lalu ia berdiri dan pergi.
ayah mertunya dan ricko menatapnya saja, karena eyang tidak tau jadi dia seperti tidak ada yang bermasalah dalam ucapannya.
" eyang ... ricko harap eyang tidak bicara seperti tadi pada istriku. " ujar ricko.
" kenapa nak? apa ada yang salah?" tanya eyang.
" aku pergi dulu ayah mau menemani istriku" pamit ricko.
" iya nak kau harus menenangkannya" kata ayah.
__ADS_1
" ibu... ibu jangan bicara seperti itu " ujar ayah.