Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
suami ku si vacum cleaner


__ADS_3

" nita" ucap ayahnya walaupun tidak terdengar tapi dari gerakan mulutnya dapat dilihat kalau dia menyebut nama nita.


nita pun berbalik untuk pergi secepatnya adi mengejarnya dan memegang tangannya.


" tunggu" kata adi.


" ayah belum makan. mau temani ayah?" tanya adi.


***


didalam restoran itu , adi sudah selesai makan sedangkan nita ia masih makan spaghettinya tanpa berbicara. kecuali adi ia terus menatap nita. mungkin kah dia bersalah karena telah menyia-nyiakan putrinya itu ? entahlah hanya dia yang tau.


" apa kau baik-baik saja?" tanya adi.


nita berhenti memakan spaghetti itu lalu menatap adi matanya sangat nanar baru kali ini dia dapat berhadapan dengan jelas mata mereka bertemu.


" katakan ada apa? kalau tidak aku harus pulang" ujar nita.


" ayah hanya ingin tau kabarmu apa kau baik-baik saja?" tanya adi.


" baik? apa ayah tidak lihat ? atau pura-pura tidak lihat? ayah... kau bisa melihatnya dengan jelas kalau aku tidak baik. " jelas nita.


" maafkan ayah nak" kata adi.


" nak? maaf ? apa ayah yakin aku itu putrimu? bukankah ayah sendiri yang bilang kalau bukan karena bunda sangat menyayangi ayah tidak akan mau menerimaku karena ayah meragukan aku. kau juga telah menyesal menyuruhku pulang " kata nita bibir nya bergetar saat ia mengucapkannya.


" ayah minta maaf atas perbuatan celine dan ay...."


" celine ...celine selalu saja celine.apa ayah pernah memandangku selama 2 menit saja. tidak pernah ayah dimatamu hanya ada celine dan kakak, aku merasa iri pada mereka bertiga. tapi untuk apa? kalau aku iri apa ayah akan menyayangiku juga ? tidak! tidak akan pernah ayah" tegas nita.


karena restoran itu sangat sepi maka tidak ada yang mellihatnya marah kecuali para pelayan dan kasir yang bertugas.


" tapi sekarang aku tidak butuh ayah lagi, ada suamiku yang menyayangiku sama seperti seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya. untuk itu aku berterima kasih karena telah menikahkanku dengan pria itu " sambung nita lagi.


setelah mengucapkan itu dia mengambil tasnya lalu bergegas keluar meninggalkan adi sendirian disana.


****


disepanjang jalanan yang sudah gelap itu air matanya tidak berhenti keluar dia mengelap air matanya seorang diri. dia berhenti dibawah pepohonan yang ada bangkunya dia duduk disana sendirian.


" aku merindukanmu ricko" ucapnya.


" kalau ada dirinya aku pasti tidak boleh menangis" gumamnya.


sementara itu fahri sedang melewati jalanan dia baru pulang dari rumah sakit lalu saat dijalan dia melihat nita seorang diri, dia berhenti di pinggir jalan lalu turun. sejenak ia diam dulu untuk mengamati nita hingga ia berani untuk menghampirinya.


" nita" panggilnya.


nita segera menoleh " dokter" ucapnya.


fahripun duduk disebelah nita " kenapa duduk sendirian disini?" tanya fahri.


" aku..hanya sedang ingin berjalan-jalan saja" jawab nita seraya tersenyum palsu.


" yakin? aku tidak melihatnya seperti itu" kata fahri.


" iya yakin " jawab nita lagi.


" ayo aku antar pulang ini sudah malam , transjakarta juga mungkin sudah tidak lewat lagi" tawar fahri.

__ADS_1


" tidak dok nanti aku pulang sendiri saja" tolak nita.


" ayolah aku mengantarmu sebagai teman dan juga rekan kerja" kata fahri lagi.


" tapi dok"


" ayo nanti ricko menunggumu dirumah" kata fahri yang menarik tangan nita untuk berdiri menuju mobilnya.


didalam mobil itu hanya ada keheningan saja sekilas fahri melirik ke arah nita yang menyenderkan kepalanya dan menatap keluar jendela.


" apa kau punya masalah dengan ricko?" tanya fahri.


" tidak ada " jawab nita.


" lalu kemana dia? tidak menjemputmu inikan sudah malam" kata fahri.


" dia sedang keluar kota ada pakerjaan dadakan" ujar nita.


" tapi dia tidak seharusnya membiarkanmu seorang diri di jalanan seperti ini dia tidak bertanggung jawab" kata fahri yang sedikit agak membesarkan suaranya.


nita mengangkat kepalanya lalu menatap fahri.


" dokter! aku tau bagaimana profesinya dan juga kehidupannya, aku istrinya dia suamiku. dia akan melarangku kalau tau aku keluar sendirian dia orang yang paling sangat mengkhawatirkanku daripada siapapun. tolong jangan katakan hal yang tidak baik tentangnya dihadapanku karena aku tau dia seperti apa" bela nita untuk ricko.


" kau sangat mencintainya" kata fahri.


" hmm aku sangat mencintainya hingga mungkin aku tidak ingin berpisah dengannya" ucap nita.


" terima kasih karena sudah menawarkan tumpangannya dok , hati hati dijalan" kata nita saat dia menyadari kalau sudah sampai di depan rumahnya.


fahri pun mengangguk , nita keluar dari mobil fahri dan dari belakang mobil ricko sudah melihat nita yang keluar dari mobil fahri.


turunlah ricko dari sana , dia tersenyum menatap ricko sedangkan wajah ricko hanya biasa saja dia sangat cemburu melihatnya.


" kenapa cepat sekali bukannya katamu besok baru pulang? " tanya nita.


" aku khawatir nanti istriku ditemani orang lain daripada aku " jawab ricko.


" maksudmu ? sudahlah ayo masuk" kata nita.


didalam rumah ricko masih terus menatap nita yang sedang mengambil minuman itu, dirinya benar-benar kesal dan cemburu bukannya disambut dengan baik dia malah melihat istrinya diantar pulang oleh orang yang mencintainya.


" kenapa baru pulang di jam seperti ini?" tanya ricko.


" oh itu aku pulang jam 6 tapi tadi aku bertemu ayah " jawab nita.


" lalu ? " tanya fahri lagi.


" lalu aku pulang jam 8 , aku sedang duduk menunggu bus tapi dr. fahri menawarkan untuk mengantarku pulang" jelas nita.


ricko menarik nita kedalam pelukannya hingga tubuh mereka saling bersentuhan.


" ricko" kata nita.


" aku tidak suka hal itu, jangan lakukan lagi"


" iya aku juga sudah menolak tapi bus sepertinya sudah tidak lewat jadi ya sudah aku ikut saja" bela nita .


" pokoknya jangan aku tidak mau kau dekat-dekat. dia masih mengharapkanmu lain kali kau bisa menguhubungi kak aidan atau aku" gerutu ricko.

__ADS_1


" bagaimana kalau kau seperti tadi? sedang diluar kota" tanya nita.


" aku akan menyuruh handi untuk menjemputmu sayang" jawab ricko.


" baiklah sekarang lepaskan aku mau mandi tubuhku sudah lengket" kata nita.


" lengket ? sepertinya tidak masih wangi juga" ricko mengendua tubuh nita dan menggerayangi punggungnya.


" kau tidak merasa karena tubuhku bukan milikmu , sudah ya aku mau mandi" ujar nita.


" eits..aku harus meralatnya. tubuhmu milikku apapun yang ada pada dirimu , baik tubuhmu atau (dia menatap kearah dua gundukan itu) "


" ish iya iya aku paham maksudnya sekarang lepaskan aku mau mandi" berontak nita.


" mandi bersama" tegas ricko.


" hey tidak bisa aku masih datang bulan" tolak nita.


" yasudah tapi nanti beritahu aku kalau sudah selesai" tegas ricko.


" kenapa memangnya ?" tanya nita.


" kita mencicil anak" jawab ricko.


nita terkekeh mendengar nya "cup" ricko mengecup bibir nita.


" hey kau ini seperti vacum cleaner saja" kata nita.


" aku sangat merindukanmu sayang" ujar ricko dengan suara yang serak ia pun mencium nita dan ********** terus-terusan.


beberapa menit berciuman nita sudah kehabisan nafas ia segera memukul dada ricko yang langsung dilepaskan ricko.


" kenapa teknik ciumanmu tidak meningkat juga hmm" kata ricko yang matanya terus menatap wajah nita.


" kau..kau ahli sekali seperti orang yang berpengalaman atau jangan jangan kau pernah ya dengan orang lain ayo ngaku" nita pun cemberut itu membuat ricko sangat gemas lalu menarik hidung mancung istrinya.


" sayang mana mungkin aku melakukan itu pada orang lain, ciuman pertamaku hanya untukmu" jelas ricko.


" aku tidak yakin , aku saja waktu dicium ra..."


nita menghentikan kata-katanya bisa gawat kalau ricko sudah marah .


nita tersenyum kaku dihadapan ricko, sedangkan ricko wajahnya jangan ditanyo dingin sempurna seperti di kutub utara.


" maaf" ujar nita.


" maaf ya aku keceplosan" sambung nita lagi.


" aku sangat marah karena mendengar itu bahwa ciuman pertamamu bukan untukku. tapi yang paling penting aku yang mengambil apa yang paling kau jaga seumur hidupmu" ujar ricko.


" iya..iya lagipula waktu itu aku bukannya sengaja , dia menarikku secara paksa lalu mencium ku begitu saja. karena kejadian itu juga ayah memaksaku menikah denganmu kalau tidak kita mungkin tidak akan seperti ini" kata nita.


" walaupun kau tidak tau tapi aku tau aku akan terus mengejar mu , sekalipun diujung dunia aku akan mengejarmu" ujar ricko yang tak mau kalah.


" kalau aku sudah menikah bagaimana?" tanya nita.


" bisa bercerai. aku yakin tidak ada laki-laki yang sangat mencintaimu kecuali aku. jadi aku akan merebutmu" jawab ricko.


" dasar vacum cleaner mau menang terus" kekeh nita.

__ADS_1


" tapi kau suka kan?" tanya ricko lagi.


__ADS_2