
" cukup... hentikan semuanya" teriak adi nugraha.
" kau .... berhentilah untuk mencari masalah tidakkah kau puas selalu mencari masalah untuk kami?" tanya ayah.
" apa yang kau katakan " tanya bunda pada ayah.
" ayah ini hanya kesalah pahaman " ujar ricko.
" jangan membela nya lagi , dia selalu manja. kakakmu hanya bercanda tapi kau bersikap berlebihan " jelas ayah.
" ayah sudahlah aku juga salah " aidan berusaha menengahi ayah dan adiknya itu.
" berhentilah mencari masalah kau sudah menikah ingat statusmu sekarang" tegas ayah.
" dan ingatlah ayah kau juga sudah menikah ingat hubunganmu dengan kami kau menghi....."
plak
sebuah tamparan mendarat di pipi nita , ayah menamparkan untuk yang ke 3 kalinya didalam hidupnya.
" ayahhh" teriak ricko.
semua orang terkejut atas apa yang terjadi, kenapa masalah bisa jadi sebesar ini sekarang.
" sayang " panggil ricko pada nita yang masih memegang pipinya yang terasa sangat sakit itu.
" adi nugraha " teriak bunda
untuk pertama kalinya ia teriak dengan nama suaminya membuat anak- anak serta menantu dan juga pelayan disana sangat terkejut.
bunda yang terkenal karena sifat lemah dan lembutnya itu kini berubah menjadi wanita yang tegas.
" sekali lagi kau memukul putriku. aku terus melihatmu menyalahkan dirinya , tapi kau selalu merasa orang paling benar" teriak bunda.
" dia sudah besar tapi tidak bisa mengendalikan ucapannya " jawab ayah.
" ayah kau tidak perlu melakukan itu, kenapa sampai memukul adikku? " tanya nathan.
" kenapa kau selalu menyalahkan adikku , ada apa dengannya ayah? tidakkah aku sendirian yang hanya merasakan ini?" tanya aidan.
semua orang membela nita yang hanya diam sambil terus mengeluarkan air matanya , ricko pun terus memeluk istrinya.
" kenapa kau melahirkan anak seperti itu?" tanya adi pada bunda hani.
plakkk
tamparan bun mendarat di pipi kanan adi nurgraha , kembali semua orang terkejut medengar ucapan ayah dan juga tindakan bunda.
" kenapa kau bertanya? dia putriku juga putrimu kau menginginkan anak perempuan dari ku maka aku mengabulkannya . tapi sekarang kau tanya kenapa aku melahirkan dia ? " tunjuk bunda pada nita.
" dia karunia yang tuhan berikan untukku, sekalipun kau tidak senang karena memiliki putri sepertinya tapi bagiku dia putri satu satuku yang akan selalu aku cintai juga kedua putraku yang sangat aku sayang lebih dari siapapun juga" tegas bunda.
ayah hanya mendengar ucapanya bunda lalu pergi entah kemana tanpa menjawab pertanyaan bunda.
bunda menarik nafas panjang lalu menghampiri putrinya yang sedang dipeluk suaminya itu.
" anakku , jangan menangis " ucapnya.
" ayahmu mungkin sedang merasa kesal karena pekerjaan" sambung bunda lagi.
" dek .... kakak minta maaf ya , tidak seharusnya kakak mengucapkan itu tadi" ujar aidan penuh dengan penyesalan.
__ADS_1
" bibi tolong ambilkan air hangat untuk mengompresnya" perintah bunda .
" baik bunda" jawab bi ina lalu segera ia pergi kedapur.
" ayo sayang duduk dulu" ujar ricko.
" aku mau pulang" ucap nita .
" sayang hujan begitu deras , hari mulai malam menginaplah ya besok baru pulang" ujar bunda.
" ricko aku mau pulang" ujar nita lagi.
" sayang tidak maukah mendengarkan bunda kali ini?" tanya bunda.
" ini bunda" bibi menyodorkan satu mangkuk air hangat kuku dan juga handuk putih.
" ayo sayang duduk" ucap ricko lalu nita menurutinya.
ia pun segera mengompres pipi yang terkena tamparan itu, dengan perlahan ricko mengompresnya .
" apa sakit sayang?" tanya ricko.
" sangat sakit . tapi rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit bunda" pikirnya .
" sudah aku mau tidur" nita berdiri dan berjalan menuju kamarnya sendirian.
rickopun ikut berdiri lalu menatap bunda, bunda memberi kode agar menantunya itu mengikuti anaknya.
didalam kamar nita langsung tidur begitu saja, ricko menghampiri istrinya sesaat kemudian air matanya pun jatuh setetes.
baru kali ini ia menangis karena seorang perempuan. wanita yang ia sayangi dan cintai dipukul oleh ayahnya sendiri.
pukul 1 malam nita merasa sangat haus , ia bangun lalu menatap ricko yang telah tertidur lelap . ia pun segera berangkat dan berjalan pelan agar ricko tidak terbangun.
di turun ke lantai bawah menuju dapur lalu ia lihat seorang laki-laki duduk di bawah dapur sedang melamun.
" kak aidan?" panggilnya.
" dek" aidan segera menatap nita , lalu nita duduk disamping aidan.
" maaf kak , tidak seharusnya aku berteriak seperti itu" ucap nita dengan penuh penyesalan.
" sudahlah . seharusnya kakak yang meminta maaf karena kakak ayah menamparmu." jelas aidan lalu mengelus pipi adiknya dengan rasa sayang.
" pasti sangat sakit" ujar aidan.
" tidak kak , aku sudah 3 kali jadi aku tidak merasakan apapun" jelas nita dengan senyuman kecil diwajahnya.
" masih saja tersenyum, maaf ya" aidan pun memeluk adiknya dan dibalas nita mereka saling meminta maaf dan menyesali tindakan mereka.
begitulah kehidupan kakak adik itu, bertengkar tapi kemudian saling meminta maaf dan berpelukan.
" ucapan ayah tadi jangan didengarkan , dia memang seperti itu . sebenarnya kakak tidak terlalu suka dengan sifat ayah akhir-akhir ini" jelas aidan lalu kembali bersandar di bawah lemari dapur bersama nita.
" dek , kakak tau pasti kau dan ayah ada sesuatu yang kalian sembunyikan . tapi kakak tidak tau kakak pikir hanya kakak atau semua orang menyadarinya tapi hanya diam" titah aidan.
" bisakah kau ceritakan padaku?" tanya aidan.
" kakak" panggil nita, aidan pun menoleh.
" aku akan memberi tahu kakak jika waktunya tepat nanti" sambungnya.
__ADS_1
" baiklah, kakak menunggu itu" ucap aidan
mereka pun tersenyum dan duduk bersama hingga waktu terus berlanjut mereka saling tertidur di bawah lantai.
keesokan paginya bi inah menemukan dua kakak beradik itu masih tertidur dalam keadaan kepala nita berada di bahu kakaknya begitu kepala aidan yang menjatuhkan kepalanya di kepala adiknya.
bi inah hanya tersenyum melihat keduanya" aku baru melihat keluarga yang seperti ini, saling bertengkar namun tak selang beberapa jam mereka pun saling memeluk menyadari kesalahan masing-masing , bunda beruntung memiliki anak-anak seperti ini " gumamnya.
lalu ia memanggil semua orang untuk melihat itu.
disisi lain ricko terbangun dan tidak melihat istrinya disampingnya lalu segera turun untuk mencarinya.
" lihatlah kedua orang ini, bertengkar dan tidur seperti habis dihukum" ucap nathan yang melihat pemandangan itu .
lalu ia keluarkan handphonenya" tidak bisa aku lewatkan begitu saja harus aku abadikan dan bagiku di grup keluarga" pikirnya.
cekrek..... cekrek
ia mengambil beberapa foto lalu dari belakang bunda, ricko, iren dan inah mendatangi dapur.
" sayang apa yang kau lakukan?" tanya iren pada nathan.
" tuh" nathan menunjukkan tangannya pada kedua kakak adik itu.
" anakku " gumam bunda.
" lihatlah mereka tidak bisa bertengkar , anak-anakku selalu seperti ini, saling merasa bersalah dan menghukum diri sendiri" ucap bunda.
" sayang ayo bangun ini sudah pagi" bunda menepuk bahu kedua anaknya itu.
" kami masih mengantuk bangunkan 5 menit lagi bunda " jawab aidan dengan suara yang serak.
" sayang ini sudah jam 12 loh" ucap bunda.
" kak jam 12 , kau janji hari ini membawaku ke mall kan bangunlah" ucap nita dalam tidurnya.
" kau selalu ingat saat aku akan mentraktirmu, sebentar lagi" jawab aidan yang juga masih dalam tidurnya.
semua orang tersenyum menahan tawanya melihat kedua orang itu.
" ada apa ini?" tanya adi yang baru datang melihat kerumunan orang didapur.
tapi tidak ada seorang pun yang menjawabnya dan ia lihat kedua anaknya sedang tidur di lantai. didalam hatinya ada rasa kasihan juga menyesali perbuatannya pada putrinya saat melihatnya tertidur pulas seperti itu.
" ricko bawalah ke sofa dan baringkan istrimu disana" ujar bunda.
" baik bunda" ricko mulai memisahkan keduanya hingga mengangkat nita ke sofa dan menidurkannya disana.
bi inah sudah menyiapkan selimut dan memberikannya pada ricko, segera ricko menyelimuti istrinya itu.
sedangkan aidan mengulet karena terada ada yang mengganggunya ia buka perlahan matanya dan begitu banyak orang melihatnya disana.
" kenapa kalian melihatku" tanyanya dan segera bangun.
" dimana adik semalam dia...."
" disana " tunjuk nathan.
" baguslah kepalanya kecil tapi berat bahuku pegal karena tindihannya " gumamnya sambil mengurut urut bahunya.
" sudah -sudah kalian mandilah dan makan pagi" ujar bunda.
__ADS_1