Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
aura ketampanan suamiku


__ADS_3

sehabis dari makam kedua orang itu langsung menuju keperusahaan masing- masing tapi sebelum itu edward mengantar hani terlebih dahulu lalu kemudian dia pergi ke perusahaannya.


sesampainya di kantor dia melangkahkan kakinya kedalam dan banyak karyawan menundukkan kepalanya ketika dia lewat sebagai tanda hormat mereka.


" tolong nanti sampaikan pada manager Putra untuk datang ke ruanganku" pinta edward yang masih berjalan beriringan dengan sekretarisnya.


" baik pak " jawab sekretarisnya itu.


***


nita sedang menghangatkan masakan yang bunda buatkan untuknya, sesekali memperhatikan ricko yang sedang mengurus anak - anak di ruang keluarga itu.


dia tersenyum betapa bahagia dan bersyukurnya dia memiliki keluarga kecil yang lengkap dan bahagia seperti saat ini.


dia menggelung rambutnya menyisakan poni poni panjang di pinggir wajahnya , lalu mengangkat hasil masakan yang telah dia panaskan dan menatanya di meja makan.


" sekarang waktunya anak-anak yang makan " ucapnya lalu membuat bubur bayi khusus dengan porsi lumayan banyak karena dibuat jadi satu mangkuk saja.


setelah selesai dia membawanya keruang keluarga itu .


" mama....mama " ucap vani yang senang dia tau mamanya datang.


" mama disini , ayo kita makan dulu ya " nita pun duduk dihadapan vani. melihat nita yang mengurus anaknya seperti itu ricko sangat senang dia jarang sekali melihat pemandangan seperti ini bagaimana nita menjadi sosok orang tua yang mengurus anak bayi.


" ricko dekatkan vano aku akan menyuapinya juga "


ricko pun mengubah tempat duduk vano " aaaaa buka mulutnya .... anak pintar " kata nita yang menyuapi vano itu.


" mam...ma " ucap vano sambil memakan buburnya.


" iya sayang " nita mengelus pipi vano dan mengelap bubur yang tertinggal di pipi vano.


" ricko makanlah dulu aku sudah menghangatkan lauknya "


" nanti saja aku ingin makan denganmu "


" aku masih lama , aku masih harus menidurkan anak - anak baru makan. aaaa.... iya pintar nya anak mama "


" tidak apa , sini aku bantu " ricko mengambil mangkuk bubur itu dan bergantian menyuapi anak - anak.


bubur itu habis dalam waktu singkat , kini ricko dan nita sama - sama menggendong buah hati mereka , dengan perlahan dan tenang mereka seperti mengayunkannya.


tak butuh waktu lama keduanya sudah tertidur pulas , nita sangat hati - hati ketika menaruh vani kedalam box bayi begitu juga dengan ricko. setelah itu mereka keluar bersama untuk mengisi perut yang sudah sangat lapar itu.


dimeja makan itu keduanya makan dengan tenang , namun tak lama suara bel berbunyi. mereka merasa aneh dan bingung tidak seperti biasanya rumah ada tamu.


" aku yang akan membukanya " kata nita , ricko membiarkan nita membuka pintu itu . nita berjalan menuju ke pintu dan dia membukanya .


" siapa ?" tanyanya.


pria itu berbalik dan kemudian menatap nita dengan senyuman " hai " katanya.


nita mematung melihatnya , bagaimana pria ini tahu alamatnya bukannya dia hanya baru bertemu sekali. melihat nita yang melamun itu wendy memegang bahu nita dan tersenyum " apa kabarmu?" tanyanya.


" sayang siapa tam .... kau " ricko terkejut karena yang datang adalah wendy, namun yang lebih membuat dia terkejut lagi tangan wendy menyentuh bahu nita istrinya.


" lepaskan bahumu " ricko menghempaskan kedua tangan wendy dari bahu nita , membuat lamunan nita terbuyarkan.

__ADS_1


" eh ricko itu aku ... aku tidak "


ricko menarik tangan nita agar berdiri lebih dekatnya , sedangkan wendy tersenyum dia sangat lucu melihat bagaimana ketakutan ricko.


" darimana kau tau alamatku ? " selidik ricko.


" aku ? mudah saja kau kan dokter populer " jawab wendy santai. nita tidak menyangka kalau ricko mengenal wendy dia bertanya - tanya dalam pikirannya sendiri bagaimana ricko bisa mengenal wendy dan apa hubungan mereka.


" sayang masuklah " ucap ricko.


" tapi ric"


" aku bilang masuk " ucap ricko dengan suara yang agak meninggi ricko lagi, nita pun menuruti ucapan ricko dan segera masuk kedalam.


ricko melihat bagaimana nita masuk kedalam dengan wajah yang bertanya - tanya dan mungkin juga kesal karena merasa sudah di bentak.


" kau terlalu keras padanya. apa yang ingin kau takuti padaku ? mengambilnya ? he kau takut sekali " ejek wendy.


" sudah aku bilang jangan bertemu dengannya , jika kau ingin mengatakan sesuatu maka temui aku tapi bukan dirumah " tegas ricko.


" ricko ... apa kau membencinku ? " tanya wendy.


" benci ? aku tidak membencimu. tapi aku kecewa padamu"


" aku tau kau akan marah dan kecewa tapi aku sungguh menyesal aku sudah tidak seperti dulu yang akan merebut semua punyamu lagi. sebenarnya ... tujuan ku kemari hanya ingin meminta maaf , sekaligus ingin menemui nita " jelas wendy lagi.


" untuk apa kau menemuinya percuma saja karena dia tidak akan mengingatmu"


" tapi kenapa apa dia sakit ?" tanya wendy yang penasaran itu.


" bukan urusanmu , sebaiknya masa lalu itu lupakan saja. aku akan bicara pada ayah agar dia memberikan perusahaan atas namaku untukmu"


" membuatmu kehilangan gadis itu, maaf itu semua salahku. aku memang egois waktu itu. pada awalnya aku bermaksud untuk mencarinya menjelaskan semuanya tetapi aku malu ... aku malu padamu "


" wendy kau tau betapa aku menyukai gadis kecil itu sampai hari dimana aku kehilangannya selama bertahun-tahun. kau membuat semuanya menjadi kacau, tapi tidak apa. pada akhirnya aku tetap memilikinya. sebaiknya kau pulang ke Amerika dan temui eyang "


" hmm aku akan pulang " jawab wendy yang tak bisa berkata-kata lagi itu. ricko segera masuk kedalam rumah dan mengunci pintu rumah. wendy hanya mendesah pasrah dia mengusap wajahnya tapi dia tidak akan menyerah dia harus bertemu nita dan menjelaskan semuanya.


***


didalam rumah nita sedang duduk si sofa sambil mengetik sesuatu di laptop itu. dari belakang ricko bisa melihat bagaimana wajah nita yang berubah karena dia sedikit membentak nya tadi.


tapi dia tidak ingin nita menemui wendy karena suatu alasan sendiri. menurutnya biarlah semua itu terkubur dan sekarang hanya ada dia dan nita sudah menjadi satu tidak ada lagi yang akan menghalangi mereka.


dia pun berjalan perlahan lalu dari belakang sofa dia menciumi rambut nita yang dia gelung itu.


" sayang kau lagi apa ?" tanyanya lembut.


" mengetik" jawab nita singkat.


ricko tersenyum ketika mendengar nya sudah bukan hal baru lagi saat dia sedikit berteriak pada nita , nita akan merajuk padanya.


" kau marah hmm " gumam ricko yang masih menciumi rambut nita.


" tidak "


cup... cup

__ADS_1


ricko mengecup pipi sebelah kanan dan sebelah kiri , nita menjauhkan kepalanya dan mendekati laptop.


" tidak baik terlalu dekat dengan komputer matamu bisa rusak sayang " ujar ricko sambil berubah posisi dia mengelilingi sofa dan duduk di sebelah nita.


" sayang " panggil ricko lagi.


" hmm"


" maaf , aku tau tadi sedikit membentakmu" ucap ricko.


" jauhkan tanganmu dari pinggangku , aku tidak fokus " ricko pun menurutinya , tetapi dia malah mengambil laptop nita.


" ricko" nita menghadap wajah ricko lalu ricko mencium bibir nita , saat nita akan melepaskan ciuman itu tetapi tangan ricko mencegah nya dan malah menekannya.


" nghhgh lepas " gumam nita.


" maafkan dulu " pinta ricko.


" ish aku tidak bilang kalau kau salah sudahlah lepaskan aku tidak mau yang aneh aneh " gerutu nita yang berusaha melepaskam ciuman rikco.


ricko menyenderkan kepala nita di sofa dan dia menciumnya lagi , setelah puas dia memandangi wajah itu " maaf sudah membuatmu sakit hati. aku hanya tidak suka kau disentuh tadi " gumam ricko.


" kau mengenalnya?" tanya nita dan ricko langsung menganggukkan kepalanya.


" siapa dia ? aku seperti mengenal nama itu " tanya nita.


" orang yang membuatku berpisah denganmu " gumam ricko pelan.


" apa ? apa kau mengatakan sesuatu ?" tanya nita. ricko tidak menghiraukannya tetapi dia malah memainkan jarinya di bibir nita.


" tidak , lupakan dia hanya datang untuk menemui ku " kata ricko.


" ck baiklah , jauhkan tanganmu aku harus membuat proposal " nita mengambil tangan ricko dan menjauhkannya dari wajahnya. lalu dia mengambil lagi laptopnya yang berada di sebelah ricko.


" proposal apa ?" tanya ricko.


nita mendesah membuang nafas kasarnya ketika ricko menanyakan itu , laporan dia sudah menumpuk ditambah tugas proposal itu.


" semua dokter di departemen IGD dan Umum harus membuat proposal tentang operasi dan berbagai resiko nya " jawab nita pelan.


" sini aku saja yang buat "


" eh tidak" nita menarik lagi laptop yang sedang ditarik ricko.


" tidak apa tidak akan ada yang tau " ujar ricko.


" memang tidak ada yang tahu tapi coba pikir bagaimana kalau di tes jika bukan aku yang membuat bagaimana aku bisa paham "


" aku akan mengetiknya dan menjelaskannya tugasmu hanya memahami nya saja oke ? sini percaya padaku " ricko menarik laptop itu dan kali ini dibiarkan oleh nita.


" baiklah kau yang memaksa "


ricko pun mengerjakan tugas itu , sedangkan nita melihat bagaimana cara ricko mengerjakannya dan mengetiknya sedangkan dia memahami segala apa yang dibuat oleh ricko.


sesekali ricko menguap dan pindah posisi begitu juga dengan nita , sampai semuanya selesai kemudian ricko menjelaskannya lagi dengan fokus nita mempelajari dan memahami semuanya.


terselip senyuman dibibirnya " kau sangat tampan , pintar dan aura profesional mu bercahaya ketika menjelaskan padaku seperti ini " ucap nita dalam hati.

__ADS_1


" hmm aku wanita paling beruntung didunia ini, semuanya ada padamu. nita ... kau harus beryukur atas segala takdir yang tuhan berikan untukmu. ricko... aku berjanji akan selalu berada disisimu dalam setiap perjalanan hidupmu baik suka maupun duka. tuhan , terima kasih telah mengirimnya sebagai jodohku "


__ADS_2