
ditengah tengah perjalanan rupanya nita tertidur pulas, kantuknya mengalahkan rasa laparnya hingga ricko datang ke outlet ayam chicken untuk membeli nya agar istrinya tidak perlu memasak lagi.
ia berhentikan mobil tepat didepan outlet itu dan membuka selt belt nya.
" tunggu disini ya" ujar dengan pelan menatap istrinya yang sedamg tertidur pulas itu.
hingga akhirnya ia berhasil membelinya dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.
sesampainya di rumah mereka, nita belum juga bangun mungkin karena kelelahan. akhirnya ricko pun memutuskan untuk menggendong istrinya yang kecil itu.
" saat kau tidur pun masih cantik" gumam ricko.
hingga nita terbangun masih dalam keadaan di gendong oleh ricko.
" ricko " ujarnya dengan suara serak khas orang baru bangun.
" kita makan dulu ya baru tidur" ujar ricko lalu mendudukan istrinya di sofa kamar mereka.
" tunggu disini aku akan membawa makanan nya" sambungnya lagi.
nita melirik arah jarum jam yang ternyata masih jam 9 malam, ia menguap lalu ingin kekamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.
didalam kamar mandi ia melihat wajahnya di kaca.
" apa sangat jelas diwajahku jika aku takut?" pikirnya.
" sayang apa kau dikamar mandi?" teriak ricko dari luar.
" iya sebentar lagi" jawab nita dari dalam kamar mandi.
ia pun segera menggosok giginya hingga selesai ia pun keluar.
" ayo kita makan , aku hanya membeli ini saja apa kau mau yang lain?" tanya ricko.
" tidak usah ini sudah lebih dari cukup" jawab nita lalunduduk disamping ricko.
" aaaaa" ricko mengangkat sendoknya kedepan mulut istrinya.
" sekali saja aku ingin" pinta ricko.
nitapun akhirnya mau membuka mulut nya ia memakan dari suapan ricko, sejenak ia teringat saat kecil dulu.
..." *buka mulutmu aku akan menyuapimu" ujar anak lakilaki itu....
" baiklah tapi kau juga makan ya" jawab nita kecil itu.
" aku janji jika kau mau makan ini aku akan selalu menemani mu " ujar anak itu.
" baiklah kalau begitu setiap hari kau harus menyuapi ku agar kau selalu ada bersamaku" pinta nita kecil.
" baik lah tuan putri aaaaa" anak itupun menyuapkan makanan pada mulut nita.
akhirnya mereka saling menyuapi makanan satu sama lain*.
...mengingat hal itu air matanya menetes ia ingat betapa bahagianya dia dulu saat anak kecil itu bersamanya....
tapi sekarang ia membencinya tapi jauh dalam lubuk hatinya ia ingin bertemu dengannya.
__ADS_1
" sayang kenapa ada apa? apa aku menyakitimu?" tanya ricko.
" hmm tidak hanya saja tadi kelilipan" pungkas nita.
" aku akan mengambil obat mata ya" ujar ricko.
" tidak usah, makanlah kau sangat lelah kan" nita memegang tangan ricko yang akan berdiri itu.
" baiklah aku akan makan sekarang" ujar ricko.
setelah selesai makan ricko membawa bekas makan mereka di dapur. setelah itu mencuci piringnya walaupun ia tahu tugas ini seharusnya kewajiban istrinya tapi baginya ini adalah hal kecil yang dia juga mampu untuk melakukannya tidak perlu merepotkan istrinya.
ia segera kembalo setelah mencuci piring dan masuk kekamar di lantai atas. ia melihat istrinya tidak ada di ranjang lalu mencarinya di kamar mandi tapi tidak ada juga, lalu ke walk in closet tapi tidak ada juga, hingga ia lihat jendela besarnya terbuka, itu tandanya istrinya ada di balkon.
ia pun menghampiri istrinya yang sedang berdiri di ujung pagar kaca yang sedang menatap langit.
" sayang" panggil ricko.
tapi nampaknya istrinya sedang melamun hingga ia tidak mendengar panggilan suaminya itu.
akhirnya ricko memeluk istrinya dari belakang dan menempatkan kepalanya di leher istrinya itu. nita pun tersadar lalu menoleh ke arah ricko.
" ada apa? bukankah ini sudah malam ?" tanya nita.
" seharusnya aku yang bertanya padamu sayang kenapa berdiri di sini sangat dingin" gumam ricko masih tetap posisi kepalanya di leher istrinya.
nita merasa aneh, merinding dan darah nya berdesir saat ricko bernafas dan juga berbicara ceruk leher nya.
" ricko lepaskan" ujarnya dengan pelan.
" sebentar saja sayang aku ingin seperti ini" gumam ricko sambil matanya terus terpejam.
" hmm" gumam ricko.
" bisakah kepalamu menjauh sedikit" ujar nita ia sangat aneh baru kali ini ia merasakan hal seperti ini.
" sayang bolehkah aku meminta hakku sekarang?" tanya ricko.
" harus sampai kapan aku terus menunggumu, bukankah kita sudah menikah lebih dari 1 bulan" sambungnya lagi.
degg pertanyaan itu seakan-akan membuat nita kaku mengeras di atas kutub. pertanyaan inilah yang akan membuatnya bingung seribu bahasa. kewajibannya dipertanyakan sekarang.
" kenapa sayang? apa kau masih menunggu teman kecilmu itu? apa kau begitu ingin menikah dengannya?" tanya ricko kemudian melepaskan pelukannya.
" apa maksudmu?" tanya nita.
" kau bilang kau pernah berjanji pada seorang teman kecilmu kelak kalian akan menikah, lalu sekrang kita sudah menikah. akankah jika anak itu kembali kau akan menceraikanku dan berpaling ke teman kecilmu itu?" tanya ricko.
" aku... aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang. semua sudah terjadi begitu saja" jelas nita matanya berkaca-kaca menatap ricko.
" aku tidak pernah melupakan sedikit pun tentang anak itu. aku mengenal dirinya tapi aku tidak tau siapa namanya. andai aku dulu bertanya siapa dirinya mungkin sekarang aku akan mencarinya. menanyakan semua hal yang harus kupertanyakan."
nita pun kembali berbalik membelakangi ricko.
" tapi sekarang hidupku berubah aku sudah menikah denganmu. bunda pernah bilang saat aku bertanya kenapa dia sangat mencintai ayah, lalu bunda menjawab kami (bunda dan ayah) sudah menikah dan disaat ayahmu mengucapkan janji didepan semua orang saat itulah hidup kami selalu bersatu walaupun mungkin salah satu ada yang berkhianat tapi dalam pernikahan tetap harus saling terbuka, mengasihi dan mempercayakan hidupmu hanya untuk satu orang itu"
" walaupun anak itu kembali aku tetap tidak bisa dan akan mengingkari janjiku padanya karena pernikahan ini adalah jawabannya" ujar nita dengan nanar.
__ADS_1
" sayang" ujar ricko lalu memeluk istrinya.
" itu berarti kau memilihku?" tanya ricko.
" aku memilih pernikahan ini " jawab nita.
ricko menangis bahagia akhirnya penantiannya dan kesabarannya membuahkan hasil. walaupun ia masih belum memberi tahu kan semua kebenarannya.
" terima kasih karena telah memilihku" ujar ricko lalu ia mendekatkan wajahnya perlahan dan mencium bibir istrinya itu sedangkan nita hanya diam membiarkan ricko menciumnya.
( aku tau aku tidak pernah membuat seseorang bahagia atas apa yang kulakukan. tapi malam ini aku memutuskan untuk memilih dirinya dan pernikahan ini serta mengorbankan orang yang belum ku ketahui siapa namanya itu)
keesokan harinya nita sudah terbangun lebih dahulu ia melihat ricko masih tidur disampingnya.
" tunggulah hingga aku benar-benar siap" gumamnya.
lalu ia beranjak dari kasur dan masuk kedalam kamar mandi dan segera ia turun menyiapkan sarapan pagi untuk ricko dan dirinya.
disisi lain ricko sudah terbangun dikamar dan ternyata istrinya sudah bangun terlebih dahulu. ia pun menatap foto pernikahan mereka dan tersenyum betapa bahagianya ia hari ini.
" aku akan mengatakan yang sebenarnya hari ini" gumam ricko.
.........
" sayang " panggil ricko lalu memeluk istrinya yang sedang masak itu.
" kenapa wangi sekali aku tidak suka jika dokter fahri yang selalu ada bersamamu" ucapnya.
" sudahlah aku sedang memasak bagaimana jika kita telat hari ini aku memiliki banyak pasien " ujar nita.
" tidak apa-apa lagipula itu rumah sakitku" ucap ricko.
" rumah sakit ? milikmu?" tanya nita dengen penasaran.
" hmm tentu saja kau baru tau ya" goda ricko.
lalu ia duduk di meja makan sambil memotong apel.
" berarti dia sangat kaya " pikir nita.
" apa semua dokter dan staff tahu?" tanya nita sambil menaruh piring di meja makan.
" hanya dokter chandra dan ketua yang tau" jawab ricko.
" kenapa kau tidak mau memberitahu mereka?" tanya nita lagi.
" kepo ya?" goda ricko sambil mengedipkan matanya sebelah.
nita langsung membuat wajah aneh mendengarnya.
" oh iya sayang bagaimana jika kita bulan madu?" usul ricko.
" bulan madu?" tanya nita.
" iya.... jadi kita bisa berduaan saja menghabiskan waktu berdua dikamar bersama istri cantiku" ujar ricko.
" kita juga punya kamar , kenapa harus buang-buang uang untuk bulan madu hanya menghabiskan waktu dikamar" jelas nita.
__ADS_1
" untuk membuat anak" jawab ricko cepat.
" ha? anak?" nita melongo dan mengedipkan beberapa kali saat mendengar kata anak dari suaminya itu.