Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Baiklah aku akan pergi


__ADS_3

jam 6 sore nita sudah pulang dia baru saja memarkirkan mobilnya. dia langsung masuk ke dalam rumah namun sangat sepi , dia melihat ruangan kerja ricko sedang kosong.


dia sangat haus dan beralih ke dapur mengambil air dingin. setelah itu dia bergegas ke lantai atas menuju kekamarnya. namun setelah dikamar dia tidak menemukan ricko , karena dia sangat lelah dia duduk di ranjang dan menutup matanya.


ceklek


pintu pun terbuka ternyata ricko baru pulang dari olahraga sorenya , dia mendapati nita yang tertidur dia tak tega lalu merebahkan tubuhnya dan menyelimutinya.


sedangkan ricko dia masuk kedalam kamar mandi. setelah selesai dia masih melihat istrinya tertidur lelap dia terus menatapnya.


drttdrtt..drtttt


ponsel nita berdering karena ada disebelahnya dia mengangkat tanpa melihat siapa yang menelpon.


" halo"


" ....."


" besok ? " dia membuka matanya.


" yasudah " sambungnya.


dia segera menutup telpon itu, ternyata ada ricko yang memperhatikannya di dekat arah kamar mandi.


" kenapa kau melihatku seperti itu ? jangan membuatku takut dengan wajahmu" gerutu nita.


" ricko ... apa yang kau lakukan kau seperti vampire yang di film-film" sambungnya.


" kau takut padaku?" tanya ricko dingin.


" dengan mukamu yang dingin seperti itu bagaimana aku tidak takut" jawab nya.


ricko berjalan ke arah , nita menelan ludahnya karena takut akan raut wajah ricko. " ricko ini dirimu kan ? jangan buat aku takut dengan mu " gumam nita yang sedikit ketakutan itu.


" kau akan pergi kemana?" tanya ricko dingin.


" pergi apa ? " tanya nita.


" aku kan sudah pulang " sambung nita.


" kau tidak mau mengatakan sesuatu padaku ? " tanya ricko lagi.


" aaaku belum ada " jawab nita.


" sudahlah kau membuatku takut , dan ya besok aku tidak bekerja lagi " ujar nita yang kemudian masuk kedalam kamar mandi.


" kenapa ?" tanya ricko dengan suara keras.


tapi nita tidak terlalu mendengar karena suara gemercik air shower itu. sedangkan ricko ia sudah bingung apalagi yang harus dia lakukan sekarang.


***


keesokan harinya , ricko telah rapi dengan setelan kemejanya , dan nita juga telah rapi dengan dress selutut berwarna hitam. dan sekarang mereka sudah berada di meja makan menikmati sarapan pagi.


" ricko aku mau mengatakan sesuatu " ucap nita.


" hmm"


" kenapa kau berubah seperti ini ? malam kemarin kau terlihat sepeerti biasa lalu kenapa paginya kau seperti orang lain?" tanya nita.


" menurutmu ? aku harus apa ? " tanya ricko.


" jangan seperti itu nanti menyesal kalau sedang tidak bersamaku" jawab nita.


" memangnya mau kemana ? tidak akan pergi jauh kan ? apa mungkin mau pergi keluar negeri meninggalkan aku ?"

__ADS_1


uhuk...uhuk..


nita langsung tersedak mendengar itu ricko segera memberikannya air putih.


" lihat sudah hampir jam 8 kau akan terlambat nanti " ujar nita.


" aku tidak perlu absen " jawab ricko.


" kalau begitu kau masih punya waktu sekarang, dengarkan aku "


" sebenarnya yang mendapatkan kualifikasi ke jerman itu adalah aku " kata nita dengan pelan.


ricko menatapnya biasa saja " kau mau pergi ? aku tidak tau apa yang harus aku katakan padamu kali ini. berulang kali aku mengatakan aku tidak mau kau hilang lagi, tapi jika kau mau pergi dan mengejar impianmu aku tidak akan melarangmu. aku tidak akan merampas impianmu " jawab ricko kemudian pergi meninggalkan nita di meja makan sendirian.


" kau membiarkan aku tanpa mencegahnya " pikir nita.


" apa kau benar ingin aku pergi ?" tanya nita ketika ricko akan keluar rumah.


ricko memejamkan matanya untuk mengatur emosinya , dan berbalik ke arah nita. " bukankah kau pernah bilang dulu kalau kau tidak mau aku melarangmu " ujar ricko.


" walaupun aku melarangmu mungkin kau tidak akan mendengarkan aku, jadi ... walaupun aku tidak ingin kau pergi aku harus apa ? aku tidak mau membuatmu tertekan "


" baiklah ! aku akan pergi " jawab nita


" sudahlah aku mau berangkat " sambungnya dan keluar dari rumah.


" aku bahkan belum mengatakan hal lainnya " pikir nita.


***


siang harinya ricko tengah makan dikantin seorang diri, walau dia tidak nafsu makan dia terus memaksa agar mendatkan suplemen dari makanan.


dari kejauhan dokter chandra datang menemaninya makan.


" kau sedang memikirkan istrimu ya ?" tanya chandra.


" aku mengerti bagaimana perasaanmu. kau bisa bicarakan baik-baik dengannya dan buatlah pengertian padanya " sambungnya .


" iya aku dengar hari ini berangkatnya, jadwalnya dimajukan kasihan sekali dokter ricko " bisik para suster .


" iya pendidikan itu kan tidak lama " timpal yang lain.


chandra dan ricko mendengarnya " apa kau tau kapan istrimu berangkat ?" tanya chandra.


" tidak " jawab ricko.


" dokter ricko... kau tidak mengantar dokter nita kebandara ya ? hari ini dia berangkat apa kalian bertengkar karena ini?" kata suster loli beserta dian yang berlarian itu.


" hari ini " ucap chandra yang terkejut itu.


ricko berdiri ketika mendengar itu, dia segera berlari dan bergegas keluar dia menelpon nita hp nya berdering tapi tidak diangkat.


semua orang yang berada disana melihatnya berlarian seperti sedang mengejar sesuatu , dia menelpon nomor hp istrinya tapi hpnya mati.


dia mencari mobilnya dan mengemudikan mobilnya menuju ke bandara . lagi lagi dia harus berhadapan dengan takdir yang terus ingin memisahkan mereka berdua.


***


sesampainya di bandara dia berlari masuk kedalam melihat-lihat seluruh orang yang ada disana, matanya terus meneliti mencari sosok istrinya yang mungkin belum pergi menurutnya.


" aku mohon jangan pergi" ucapnya dalam hati.


" aku tidak pernah ingin kau pergi "


hingga malam hari dia disana menunggu nita tapi tidak ada , dia pulang dengan lesu menuju mobilnya. air matanya turun membasahi pipinya.

__ADS_1


" apa aku bukan suami yang baik untukmu " lirihnya.


dia sudah putus asa sekarang. pikirnya istrinya telah meninggalkannya , dia masuk kedalam mobil memakai sabuk pengamana dan meninggalkan bandara.


dia tidak tau harus kearah mana lagi yang dia tuju , pikirannya tak pernah berhenti pada nita hanya nita dan akan terus nita.


***


" eh nathan sudah pulang nak ?" tanya bunda .


" iya bunda sedikit malam karena ada beberapa pekerjaan yang harus disesaikan " jawab nathan.


" baiklah jangan terlalu lelah harus istirahat" balas bunda


" bunda aku sudah mengurus semua yang bunda perlukan untuk perusahaan ayah nanti. mulai besok bunda bisa meninjau langsung perusahaannya " jelas nathan.


" hmm apa menurutmu ini sudah tepat nak ? bunda sudah lama tidak melakukannya " tanya bunda.


" bunda ayo duduk dulu" ricko menggenggam tangan bunda dan mendudukkannya di sofa.


" bunda lihat rumah ini, lihat semuanya ini hasil usaha bunda, jangan ragu, usia memang memakan tubuh tapi akal dan pikiran tidak pernah bisa hilang diterpa usia, aku yakin bunda bisa " jelas nathan.


" baiklah kalau kau yakin , bunda akan melanjutkan sisanya dengan pikiran bunda "


nathan tersenyum lalu celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.


" ada apa nak kau cari sesuatu?" tanya bunda .


" aidan sudah pulang?" tanya nathan.


" belum memangnya kenapa?"


" bunda tau aku tadi lihat dia menemani temannya nita itu ke supermarket belanja banyak sekali bahan-bahan restoran"


" lalu ? kan bagus dia membantu xiaoqi "


" coba bunda pikir selama ini aidan mana pernah melakukan itu pada orang luar , apa dia menyukai nya ?"


" jika dia menyukainya itu bagus artinya dia masih punya hati " ujar bunda.


" tapi kan xiaoqi tidak seperti kita bunda?"


" memang benar xiaoqi memiliki kepercayaan yang berbeda , namun bunda tidak akan melarang nya jika mereka saling mencintai satu sama lain. bunda memberikan kebebasan untuk anak bunda mencintai siapapun. tapi harus ingat dengan konsekuensinya itu saja"


" xiaoqi juga anak yang baik, cantik, mandiri dan penuh semangat " sambung bunda.


" iya sih benar tapi aidan terlalu beruntung mendapatkan xiaoqi yang terlalu cantik itu "


" apa aku tidak cantik ?" kata iren dari belakang.


" eh sayang heheh tidak kok istriku sangat cantik" puji nathan.


" lihat bunda kalau ada aku saja dia mau bilang kalau tidak dia memuji wanita lain" gerutu iren.


bunda tersenyum " hukumlah suami yang seperti itu beri dia pelajaran " timpal bunda.


" bunda apa yang bunda lakukan seharusnya bunda menolongku "


" eh tidak ada ayo cepat ikut keatas" iren menjewer telinga nathan.


" i..iya sayang aduh sakit " rengek nathan.


***


ricko menepikan mobilnya di mini market , dia membeli minuman dingin dan membayarnya. dia ingin menenangkan diri dulu , lalu dia berjalan di sekitar sungai yang dekat dengan kota , dari sana dia bisa melihat jembatan dan banyak lampu yang menghiasinya.

__ADS_1


dia berdiri di batas pagar itu , melamun seorang diri mengingat kembali bagaimana bahagianya dia bersama nita dulu.


" Ricko "


__ADS_2