
tidak kau harus menuruti ku , kau tau kan sayang kalau menolak suami itu dosa" ancam ricko .
" huft baiklah" nita pasrah juga.
sebelum itu ricko berdiri untuk mengunci pintu juga menutup rapat beserta hordeng jendela itu , setelah dipastikan aman dia pun kembali mendekati nita.
deg..deg..deg
" kenapa hatiku berdegup sih , padahal kan aku sudah pernah bersamanya " umpat nita dalam hatinya.
perlahan-lahan ricko membuka ikatan kancing baju rumah sakit nita , nita sangat kaku sekali ricko tersenyum mendapati istrinya itu sangat gemas sekali.
setelah baju itu terbuka masih ada tank top yang harus dia lepas . " angkat tangannya" perintah ricko.
perlahan-lahan nita mengangkat tangannya , ia menutup mata . benar-benar memalukan pikirnya.
tank top terlepas sempurna dari tubuhnya hanya tersisa bra berwarna hitam itu , dia masih menutup matanya dan tangannya ia silangkan didepan dadanya.
" sayang bagaimana aku bisa mengelap tubuhmu kalah ditutupi" ujar ricko.
" lakukan saja sebisamu cepatlah " jawab nita cepat.
ricko tidak lagi mendengarkan nita dia mengalihkan tangan yang menganggu matanya untuk melihat sesuatu dibalik itu , nita terperanjat saat tangannya terbuka begitu saja.
ia membuka satu matanya dan melihat ricko sedang menatapnya " jangan menatapku seperti itu aku malu" gumam nita.
" iya ...iya baiklah" kekeh ricko seraya tersenyum.
" buka matamu sayang " perintah ricko.
nita memberanikan diri untuk membuka matanya , dia berusaha menghilangkan rasa gugupnya. matanya tak heni menatap aktivitas ricko yang sedang mengelap tangan kanannya terlebih dahulu.
" ricko" gumam nita.
"hmm" ricko hanya berdemem karena dia sedang fokus mengelap tangan nita.
" kenapa kau lambat sekali, dicepatkan saja" kata nita.
" kenapa sayang? aku hanya ingin melatih keterampilan tanganku agar nanti saat mengelap di bagian yang lain jadi lebih terampil " jelas ricko.
" mana ada latihan seperti itu, kau modus kan " tuduh nita.
" kalau iya kenapa?" tanya ricko.
" ish tidak boleh jangan mesum " ujar nita.
tangan ricko berpindah kesebelah tangan kiri nita " aku hanya mesum denganmu sayang" jawab ricko santai.
" sama saja tidak boleh , kau harus melatih matamu itu " kata nita.
" ck ricko kalau mengelap tangan matamu jangan menghadap kedepan " nita memutarkan wajah ricko yang sedang menatap dadanya.
" aku tidak tau sayang kenapa kepalaku suka belok sendiri" ujar ricko.
" dasar pria mesum" umpat nita seraya tersenyum.
setelah bagian tangan selesai saatnya ricko mengelap bagian yang terus dia lihat itu, perlahan-lahan dia mengelap area dada hingga leher , lalu turun kebagian perut yang terkena peluru itu masih ada perbannya dia sangat hati-hati saat mengelap bagian itu.
" ricko lama sekali cepatlah bagian belakang belum" gerutu nita.
" sabar sayang sebentar lagi" ujar ricko .
setelah selesai dia berdiri dan mengelap bagian punggung istrinya , dia merasa kalau ikatan bra itu menggangu hingga tanpa izin nita dia melepasnya membuat nita terkejut.
" itu sangat mengganggu ku jadi aku lepas" ujar ricko.
__ADS_1
nita hanya diam saja , sedangkan ricko dia langsung on saat melihat punggung putih dan mulus itu , dari tadi dia menahan gairah itu. dia menggerakkan kakinya agar tidak terlalu ketara.
sunguh dirinya sangat lucu saat menahan itu, nita merasa aneh kenapa kain yang ricko pegang tidak lagi terlalu menempel di punggungnya.
" sayang ganti saja bajunya sini aku bantu" ricko mengambil baju ganti yang dibawakan bunda tadi siang.
setelah rapi ricko menaruh wadah itu di kamar mandi dan kembali menghampiri nita.
" kau kenapa ? seperti menahan sesuatu ? mau BAB?" tanya nita.
" sayang diamlah" ujar ricko dengan pelan.
" iya katakan dulu kenapa ? aku jadi takut" kata nita.
" aku menahan diriku untuk tidak menyerangmu" kata ricko yang menatap nita dengan sendu.
nita menahan tawanya dia tau kalau ricko pasti sedang menahan gairahnya.
" hanya mengelap saja kau sudah seperti " ujarnya sambil menggelengkan kepalanya.
" apa kau tau sayang berapa lama aku menahan ini ? coba ingat semenjak datang bulan hingga sekarang itu 12 hari aku tidak menyentuhmu" kata ricko.
" terus " kata nita seperti tanpa dosa itu.
" terus setelah kau sembuh aku akan menghitung nya dengan hitungan jam yang biasa kita lakukan dikali dengan berapa hari aku berpuasa " ujar ricko.
" 2 dikali 12 astaga tidak-tidak 24 jam " memikirkan itu membuatnya menggelengkan kepalanya.
***
hari ini nita sudah diperbolehkan pulang kerumah sekarang dia sudah ada kamarnya. ricko juga sedang izin tidak masuk bekerja selama 3 hari untuk menemani istrinya.
dibawah bunda dan iren sedang memasak sesuatu untuk semua orang karena dirumah itu sedang ada nathan, aidan dan iren. bayinya tidak diajak karena sedang tidur.
" iya nak karena nita tidak suka kalau ada yang berantakan " sahut bunda.
" bunda masak apa ?" tanya nita yang turun bersama ricko.
" sayang kenapa turun istirahat saja , bukan sedang memasakan kesukaanmu. ricko tolong bicara padanya untuk duduk dan istirahat saja" kata bunda.
" bunda aku sudah bosan tidur terus "
" lihat bunda istriku selalu menolak " timpal ricko.
" ricko jangan mengadu" saut nita.
" dek kenapa kau masih memanggil ricko namanya kau harus memanggilnya dengan romantis iya kan bunda" iren berusaha menggoda nita.
" iya kan ricko ?" tanya iren.
" sayang coba sebutkan apa saja panggilan romantis biar adik nanti memilih" teriak iren.
" darling ?" ujar nathan.
" honey ?" timpal aidan.
" hmm bobo " saut iren.
" eh suamiku" kata bunda.
" astaga tidak ada yang bagus , panggilan apa itu seperti anak smp saja. ricko juga tidak masalah kalau aku panggil namanya" kata nita.
" kata siapa ? kau pernah tanya?" saut aidan dari depan.
" ish menyaut saja" umpat nita.
__ADS_1
" tidak kak jangan menggoda istriku lagi, panggilan apapun itu untukku tidak masalah yang terpenting siapa aku dalam hidupnya" kata ricko.
prok....prok...prokk
" bravo...bravo" kata aidan yang menepuk tangannya.
" kau memang seperti ku ricko tidak suka yang alay alay tidak seperti orang yang disebelahku ini sangat kuno" ledek aidan.
" biarin itukan panggilan cinta untuk kakak iparmu iya kan sweety ? " nathan mengedipkan matanya sebelah kearah istrinya.
" yes darling" timpal iren.
" oh my god telingaku"umpat aidan.
***
dimeja makan rumanhnya adi sedang makan sendirian disana, dirinya merasa benar-benar kesepian hidup seorang diri begini membuat nya sadar apa arti seorang istri juga anak.
dia melepaskan kacamatanya dan mengelap butiran air mata yang ada dipelupuk matanya.
" tuan pengacara sukma datang " ujar sekretarisnya.
" suruh masuk " kata adi.
dia memakai kembali kacamatanya lalu berjalan ke arah ruang tamu untuk bertemu pengacara itu.
" selamat malam di" ucap sukma.
" selamat malam , maaf aku jadi merepotkanmu " balas adi.
" tidak masalah aku juga tidak punya pekerjaan lain lagi. dan ya keputusan apa yang ingin kau ubah ?" tanya sukma.
" cabut semua fasilitas yang sudah keberikan untuk celine dan karina , aku akan membagi semua hartaku untuk anak-anakku " jawab adi.
" baguslah kau sudah menyadari kesalahanmu. selama ini aku ingin bicara tapi aku pikir saat karina berada di dekatmu kau mungkin tidak mau melawannya " kata sukma.
" setelah aku kembali padanya aku tidak pernah bersamanya , memang tinggal satu rumah namun aku berada di kamar yang berbeda" jelas adi.
" kau mencintai hani?" tanya sukma.
" sudah terlambat , dia sudah membenciku" kata adi
" jangan menyerah adi. aku tau hani wanita berhati lembut dia akan luluh ketika dia merasa kalau kau benar-benar menyesal. lagipula anak-anak kalian sudah dewasa semua " timpal sukma.
" hmm aku akan berusaha untuk mengambil hatinya lagi" kata adi.
***
hani sedang berada di hotel untuk menandatangani perjanjian kerja sama bersama perusahaan PK GROUP walaupun sudah beralih ke aidan. namun aidan tetap menyuruh bundanya untuk mengambil keputusan kantor.
" terima kasih bu semoga hubungan bisnis ini dapat menguntungkan kita" ucap direktur itu.
" sama-sama. saya permisi dulu kalau begitu" kata hani.
hani pun pergi dari ruangan pertemuan yang sudah dipesan itu. dia berjalan menatap kedepan. hingga di ambang pintu dia menabrak seorang laki-laki yang memakai jas berwarna cream dan juga kacamata hitam.
" oh maafkan aku" ucap hani.
pria itu membuka kacamatanya dan menatap hani. keduanya merasa seperti tidak asing lagi.
" hani"
" edward "
duh siapa ya pria tampan itu ? yuk ikuti terus kisahnya janga lupa berikan komentar terbaik kalian, like dan juga vote 🤗
__ADS_1