Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
dokter hanya perantara


__ADS_3

" dokter ricko perkenalkan ini para dokter magang tahun ini, keenam anak ini akan menjadi muridmu sekarang. semuanya aku serahkan pada dokter ricko" kata dokter alex.


" hmm tidak masalah" kata ricko.


" sekarang kalian boleh mengikuti dokter ricko " ujar dokter alex


" iya dok terima kasih" ucap mereka serempak.


" baiklah semuanya ikut denganku , aku akan memperlihatkan rumah sakit ini" ajak ricko.


para anak magang itu segera mengikuti ricko, dengan telaten dan teliti ricko menjelaskan tentang rumah sakit itu.


...


disisi lain nita kedatangan seorang pasien laki-laki yang berlumuran darah, dia beserta suster lainnya mendorong brankar itu dengan cepat lalu masuk kedalam ruangan ICU. saat dia akan masuk seseorang menarik jubah nya lalu dia menoleh.


" tolong selamatkan ayahku dokter. aku tidak punya siapa-siapa lagi aku mohon" kata anak itu yang kira-kira berusia 17 tahun dia masih memakai pakaian SMA.


" aku akan menanganinya " kata nita.


" aku percayakan ayahku padamu" kata anak itu.


" hmm" nita menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam sebelum itu dia menutup pintu kamar.


dia membersihkan darah yang ada di kepala pasien dan suster membantunya membuka pakaian pasien itu.


" suster siapkan 2 kantong darah, apa sudah ditanya golongan darahnya?" tanya nita yang masih sibuk membersihkan darah.


" golongan darah pasien B dokter, hanya ada 1 kantong saat ini" jawab suster.


" cepat hubungi bank darah kita memerlukan nya sekarang" perintah nita.


" baik dok" segera suster bernama Loli itu pergi.


" suster dina berikan aku jarum infus" pinta nita.


" baik dokter"


nita memasangkan jarum infus di tangan pasien , namun tiba-tiba tubuh pasien kejang-kejang. " dokter " kata suster dina yang panik itu.


" ambil defribrilator " kata nita.


" ini dok"


nita segera menempelan benda itu ke area dada pasien hingga berulang kali, namun detak jantung pasien terus melemah . dia tidak menyerah dia terus memacukan alat itu di area dada dan perut pasien agar menemukan detak jantung pasien.


tutttttt


" dokter .... pasien tidak bisa diselematkan" kata suster.


tubuh nita berubah menjadi kaku , matanya menatap pasien itu dengan mata yang berkaca-kaca dia mengingat anak nya yang mempercayakan ayahnya pada dirinya. namun dirinya tidak bisa menyelamatkan pasien ini.


" tidak kita harus mencoba nya lagi" nita kembali menempelkan alat itu di perut , namun hasilnya tetap sama. pasien sudah tidak bisa diselamatkan lagi.


brak

__ADS_1


" dokter di bank darah juga sedang kosong" kata suster loli.


suster dian menggelengkan kepalanya dia memberi isyarat kalau pasien sudah tidak bisa diselamatkan.


" beri tahu anaknya" kata suster dian.


" apa? kenapa dengan ayahku? ayah....ayah..." anak itu mengguncang tubuh ayahnya yang sudah tiada itu.


" ayah bangunnnn kau tidak bisa pergi seperti ini. kau tidak bisa meninggalkan aku. dokter aku sudah mempercayakan ayahku padamu kenapa kau tidak bisa menolongnyaaaa" anak itu mengguncang tubuh nita.


" mmaaaf aku tidak bisa menyelamatkannya" kata nita yang masih shock itu , tubuhnya seperti tidak bisa bergerak dia baru pertama kali mendapati pasien yang meninggal di tangannya.


" kau bukan dokter... kau tidak bisa menyelamatkan ayahku. apa kau tau hanya dia yang aku punya kau sudah memisahkan aku dengannya" teriak anak itu yang kemudian menangis.


" ayahhh bangunlah sebentar lagi kau akan mengambil surat kelulusanku. siapa yang akan mewakiliku nanti hikss...hikss.. ayah" isak anak itu.


nita menghapus air matanya yang terjatuh membasahi pipinya itu, dia pun mendekati anak itu saat dia menyentuh pundak nya anak itu segera menipisnya lalu memandang nita seperti dia yang membunuh ayahnya.


" kau bilang kau seorang dokter ha ? lalu kenapa ...kenapa kau tidak bisa nenyelamatkan satu nyawa saja. kau itu bukan dokter tapi malaikat maut kau merebut nyawa ayahku " tegas anak itu.


" nona ini bukan salah dokter " kata suster itu.


" bukan salahnya ? lalu salah siapa? kalian ? kalian seorang suster tidak tau apa apa. hiksss ..hiksss ayah " anak itu memeluk jasad ayahnya.


dia suster itu segera menarik tubuh anak itu yang bajunya berlumuran darah kena darah ayahnya sendiri. nita memandangi jenazah itu lalu dia menutupi wajahnya dengan kain.


...


nita sedang terguncang saat ini, kata-kata anak itu terus teringiang-ngiang di kepalanya. saat ini dia berada di atap rumah sakit seorang diri berdiri di pinggiran pagar , tangannya mencengkram kuat.


sementara itu ricko sedang mencari nita , sebelumnya mereka sudah janjian untuk makan sianh bersama bersama. namun dari tadi dia keliling namun tidak menemukan sosok istrinya .


dia melihat suster yang sering bersama istrinya lalu bertanya kepadanya suster dian langsung mengatakan apa yang terjadi , dan sekarang ricko tau apa yang terjadi dan dia mengerti dimana istrinya sekarang.


dia pun berlari menggunakan tangga darurat karena lift sedang penuh. dia khawatir jika nanti istrinya merasa itu semua kesalahannya dan membuat dirinya terguncang.


" sayang" gumamnya yang melihat nita berjongkok dan menangis.


" sayang " ricko berlari menghampiri nita dan berjongkok. nita memandangi wajah ricko. lalu dia kembali menangis


" jangan menangis" ricko membantu nita berdiri dan memeluknya.


" jangan menangis hmm itu bukanlah salahmu sayang" ujar ricko yang menenangkan nita.


" anak itu mempercayakan ayahnya padaku. tapi aku tidak bisa menyelamatkan nyawanya, aku membuat anak itu menjadi seorang yatim hiks..hikss" isak nita


" tenang lah sekarang lihat aku " kata ricko yang melepaskan pelukan itu dia menggengam kedua bahu nita.


" lihat mataku " tegas ricko.


perlahan-lahan nita menatap mata ricko hingga kedua bola matanya bertemu.


" kita seorang dokter ! tugas kita memang menyelamatkan pasien tapi kita hanya perantara saja. yang menyelamatkan dan mematikan itu hanya tuhan. kau sudah berusaha semaksimal mungkin, aku mengerti pertama kali aku juga seperti ini. tapi sayang ... kita tidak boleh lemah untuk itu, memang ada satu nyawa yang pergi. tapi coba lihat pintu kamar lainnya, ada begitu banyak nyawa yang harus kita selamatkan didalamnya"


" kita sudah bersumpah untuk menyelamatkan setiap nyawa yang bisa kita selamatkan. namun jika masih tidak bisa itu berarti takdirnya. sekarang jangan sedih kau harus tetap bekerja untuk nyawa yang lainnya " jelas ricko.

__ADS_1


" tapi anak itu ricko...dia sangat sedih " gumam nita.


" kita berdua akan bicara padanya" ujar ricko.


....


ricko dan nita keduanya melihat anak itu yang menangis di taman rumah sakit seorang diri mungkin dia tidak punya keluarga lagi. nita dan ricko menghampiri anak itu.


" minumlah" ricko menjulurkan air mineral kepadanya


anak itu menatap ricko lalu memandang tidak suka kearah nita.


" kau marah dengan dokter ini?" tanya ricko.


" aku benci dengannya" jawab anak itu.


" siapa namamu?" tanya ricko.


" Alia "


" umurmu?"


" 17"


" hmm berarti sebentar lagi akan lulus sekolah" kata ricko.


" apa aku boleh duduk disini?" tanya ricko.


" hmm"


" alia " panggil nita.


anak itu tidak menjawabnya , ricko menatap istrinya yang dia tau kalau istrinya sedang sedih.


" dia istriku" kata ricko.


" kau pengadu" ucap anak itu yang dittujukan untuk nita.


" aku tau kau sangat sedih. tapi maaf kan aku, kondisi ayahmu memang sudah parah semenjak datang kesini. aku hanya bisa melakukan semua yang aku bisa tapi..."


" diamlah aku tidak mau mendengarmu" ketus anak itu.


" aku benar-benar minta maaf. namun ini ... aku menemukan kertas ini di kantung baju ayahmu" nita memberikan sebuah kertas kecil berwarna kuning itu kepada alia.


" apa ini?" dia segera mengambil lalu membuka untuk dia baca.


" kau sudah baca kan?" tanya ricko


" ayah hiks...hikss" alia menangis setelah membaca itu.


" jadi ini bukanlah kesalahan siapapun, kau boleh menangis sepuasnya tapi kau harus melakukan kewajibanmu sebagai seorang anak untuk yang terakhir kalinya. dia akan tenang setelah kau melakukannya" kata ricko.


" tapi aku tidak punya siapa-siapa. aku tidak bisa melakukannya sendiri" gumam anak itu.


" ada kami. kami berdua akan membantumu" saut nita.

__ADS_1


anak itu menaatap nita dengan sendu tatapannya berubah ketika dia tadi membaca surat ayahnya " maaf, aku sudah membuatmu sedih" ucap anak itu.


__ADS_2