
nita sudah bangun terlebih dulu pagi ini , sudah lama ia tidak berolahraga pagi , jadi pagi ini ia memutuskan untuk berkeliling di sekitaran perumahan.
dengan pakaian olahraga dan rambut yang ia kucir membuatnya lebih semangat untuk berlari, sedangkan ricko ia masih tidur di dalam kamar itu , lalu matanya perlahan-lahan terbuka saat meraba kasur kalau istrinya sudah tidak ada ditempatnya lagi.
" dimana dia" gumamnya.
" hoam" ia menguap karena ini masih sangat pagi , dia menuju kekamar mandi untuk mandi.
setelah selesai ia memakai pakaian biasa dan jaket lalu turun kebawah untuk mencari istrinya.
" ricko kau mencari adik?" tanya iren yang baru dari dapur dan membawa satu gelas air putih.
" eh iya kak , saat aku bangun dia sudah tidak ada" jawab ricko.
" pagi tadi kakak liat dia berolahraga , susul saja nanti ada apa-apa" ujar iren.
" hmm baik kak terima kasih" ucap ricko .
iapun segera turun ke tangga lalu ia berjalan kebawah dan menyusul istrinya itu, ia berlari kecil hingga ia melihat istrinya yang sedang berkeliling di lapangan , ia pun tersenyum dan akhirnya ikut untuk berolahraga pagi.
dia berlari dengan cepat agar dapat menyusul nita.
" ricko" ujar nita sambil berlari karena ricko sudah ada di sampingnya.
" kau tau aku disini? tanyanya lagi.
" kak iren yang memberi tahu " jawab ricko.
merekapun berlari bersama hingga beberapa putaran, lalu duduk di tengah tengah lapangan.
" bagaimana kalau hari ini kita berkencan" ujar ricko.
" berkencan?" gumam nita.
" hmm aku pikir kita tidak pernah jalan bersama kan ? ayo kita habiskan hari libur untuk berkencan" ajak ricko sambil memandangi wajah nita.
wajah nita yang putih dan mulus itu membuatnya semakain bercahaya saat dibawah sinar matahari begitu pun dengan bibir mungil berwarna pink itu, ricko tidak pernah berhenti menatapnya.
ricko mendekatkan wajahnya ke wajah nita perlahan-lahan , lalu saat nita akan menoleh wajah mereka saling bertabrakan hingga bibir mereka bertemu satu sama lain.
*deg....deg...deg...
..." kenapa jantungku berdegup sangat kencang" pikir nita....
...ricko masih menempelkan bibirnya disana lalu tangannyaia angkat dan mengelus pipi mulus istrinya itu....
" aku bisa mendengar detak jantungmu yang berdebar itu" gumam ricko.
nita pun terdiam , ia sangat malu karena ricko mendengarnya. ia segera mengalihkan wajahnya ke arah berlawanan. ia masih menetralisirkan jantungnya.
ricko hanya terkekeh saja " apa kau malu?" tanya ricko.
" itu.. itu hal biasa saat jantung kita berdebar sangat kencang itu artinya aku masih hidup, kalau sudah mati kan tidak mungkin masih berdetak" nita mengucapkan itu dengan salah tingkah.
entah apa yang ia katakan tetapi tujuan nya hanya untuk menghindari pertanyaan ricko.
" cup" ricko mencium pipi nita
__ADS_1
lalu nita menengoknya dan mengertukan dahinya .
" ricko ini diluar , orang orang akan menganggap apa nanti " gerutunya.
" heheh toh kita sudah menikah " ujar ricko.
" sudahlah ayo kita pulang nanti bunda mencari ku" ucap nita sambil berdiri.
ricko pun ikut berdiri dan akhirnya mereka pulang bersama.
disisi lain bi ina , bunda dan iren sudah menyiapkan sarapan pagi hari ini. menunya sangat banyak karena penghuninya bertambah jadi makanan pun harus tersaji banyak.
iren menata piring ke semua kursi lalu diikuti bunda yang menata makanan disana, dan bi inah membawakan air minum.
" apa adikmu belum pulang?" tanya bunda.
" belum bunda ricko juga menyusul mungkin mereka berolahraga bersama" jawab iren.
" nak , bagaimana menurutmu tentang pernikahan mereka?" tanya bunda lagi.
seketika iren menghentikan aktivitasnya .
" dari yang aku lihat hubungan keduanya sangat baik bunda. ricko sangat mencintai adik, dan nita juga sepertinya sudah menerima kehadiran ricko dan mulai menyukainya" jawab iren.
" kalau begitu bunda sangat bersyukur, dia tidak pernah merasakan kasih sayang yang penuh dari keluarga ini. jadi bunda memiliki banyak harapan pada ricko " ucap bunda.
" bunda jangan khawatir suatu saat nanti adik akan mencintai ricko sama seperti ricko yang mencintai adik " ujar iren.
" wah makanannya sangat spesial sekali pagi ini " ujar nathan yang sudah rapi dengan kemejanya itu.
bunda dan istrinya hanya tersenyum lalu mereka juga ikut duduk .
" olahraga pagi " jawab nita.
" tidak mengajak kakak? jahat sekali" ucap nathan.
" ayolah kakak ... aku tau kakak susah sekali bangun pagi " ujar nita.
bunda dan iren tertawa mendengarnya " sudah sudah kalian mendilah lalu turun untuk makann " ucap bunda.
" baik bunda " ucap nita.
ricko dan nita pun naik ke atas kamar mereka
ceklek
ricko membuka pintu kamar itu lalu mengizinkan nita untuk masuk terlebih dahulu.
" kau mandi saja di kamar mandi nanti aku pinjam kamar mandi kakak saja " ujar nita.
" ayo mandi bersama" ucap ricko.
" apa? tidak tidak aku mandi di kamar kak aidan saja " ujar nita.
" apa kak aidan sudah turun tadi? itu berarti kak aidan belum siap kan" ujar ricko yang berusaha untuk mencegah nita.
" kalau begitu kamar kak nathan" ucap nita.
__ADS_1
" tidak baik masuk kedalam kamar orang lain apalagi orangnya sudah menikah " ujar ricko.
" sudah ayo masuk ayo ayo" ricko lansung menarik tangan nita ke dalam kamar.
" tapi aku tidak pernah seperti ini" tolak nita .
ricko menutup pintu kamar mandi itu lalu membuka pakaiannya, nita segera berbalik saat itu juga. ia sangat malu melihatnya.
" jangan buka celanamu" ucap nita.
lagi lagi ricko tidak mendengarkan nita dia buka celananya itu hingga ia hanya memakai celana boxer berwarna hitam saja.
" ayo berbalik" ricko memutar tubuh istrinya dan menghadapanya tetapi nita ia memejam kan matanya.
" aku tidak mau " tolak nita.
" ayo buka matamu" perintah ricko.
" ricko aku malu aku tidak pernah ...." mendengar itu ricko langsung saja membuka jaket istrinya itu , nita berusaha memberontak tapi ricko dengan cepat menariknya hingga nita hanya memakai kaos saja.
" ricko aku malu" gumamnya.
" ayo buka matanya kalau tidak aku akan membuka seluruh pakaianmu sekarang" ancam ricko.
mendengar itu nita menjadi sangat takut ia membuka sebelah matanya lalu ia menutup kembali saat matanya melihat tubuh putih dan atletis itu .
" aku tidak bisa melihat tubuh itu" ucap nita dalam hati.
tangan ricko sudah mulai menarik kaos yang nita pakai dengan cepat nita membuka kedua matanya lalu menundukkan kepalanya.
" ayo kita menghemat waktu dan juga aku ingin dimanjakan oleh istriku hari ini , aku akan menggosok tubuhmu dan gantian " jelas ricko.
" ricko" ujar nita.
ricko menghidupkan shower itu lalu mereka berdua terguyur air shower bersama hingga kaos nita pun basah.
mereka berdua saling berpandangan satu sama lain, melihat nita yang hanya diam itu tangan ricko pun mulai membuka kaos nita hingga berhasil dan tertinggal bra saja. nita masih tidak menyadari itu ia seperti dihipnotis oleh ketampanan ricko saat ini.
ricko tersenyum memandanginya, tubuh mulus istrinya dan wajah istrinya yang sangat sexy seperti ini.
" kau cantik" ucap ricko.
tangannya mulai meraih sabun itu lalu ia menggosokkan ke tubuh istrinya, hingga nita merasakan sesuatu menyentuh kulitnya , matanya melotot lalu ia memundurkan tubuhnya dan mentupi kedua payudaranya yang hanya menggunakan bra itu.
tetapi ricko tidak tinggal diam ia menarik nita kembali dan menggosok tubuh nita.
" ri...ricko biar aku saja, kau gosok tubuhmu dan aku akan melakukan sendiri" ujar nita.
" diam" ucap ricko dengan dingin.
ia ingin memanfaatkan momen itu untuk memandangi nita yang sangat sexy itu menurutnya , nita merasa sangat aneh saat tangan ricko mulai menyabuni perutnya hingga tangan ricko naik keatas meraba leher nita lalu ia tangannya ia arahkan ke punggung nita dan mencari kaitan bra lalu seketika ia membuka kaitan itu.
" ricko apa yang kau lakukan" ujar nita dengan rasa takut.
" diamlah aku tidak akan melakukan apapun" jawab ricko.
saat ricko akan menarik bra itu , tangan nita menghentikannya " aku akan menggosok tubuhmu" ucapnya padahal yang sebenarnya ia ingin menghindari sesuatu hal.
__ADS_1
ricko tersenyum mendengarnya lalu ia memberikan sabun itu dengannya .