Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
jangan menyiksa dirimu


__ADS_3

hingga pukul 6 sore barulah nita selesai memeriksa keadaan pasien , saat akan menuju keruangannya dilihatnya ricko sudah berdiri di depan pintunya.


" sayang apa sudah selesai ? kalau sudah kita pulang dulu ya " ujar ricko.


" bunda sendirian disini " ucapnya pelan.


" ya ... bunda menyuruh kita pulang, jangan khawatir ada dokter yang akan bertugas menjaga ayah. kau pasti lelah sayang ... kau juga belum makan jangan menyiksa dirimu sendiri , aku tidak menyukainya "


" anak - anak menunggu kita dirumah " sambung Ricko lagi.


akhirnya nita mengerti dia mengangukkan kepalanya , ricko menggandeng tangannya lalu mengajaknya masuk kedalam ruangannya untuk berbenah diri.


***


setelah sampai dirumah , Ricko dan nita mengurus anak - anak terlebih dahulu karena ini sudah jam 8 malam waktunya untuk anak - anak tidur.


ricko membacakan dongeng untuk keduanya , sedangkan nita membereskan pakaian dilemari anak - anak. sesekali ricko memperhatikan nita yang sedari tadi hanya diam saja itu.


sudah cukup lama dia mendongeng hingga anak-anak tertidur lelap. dia bangkit dari kasur itu dan menyelimuti keduanya tak lupa memberikan ciuman di kening.


" anak - anak sudah tidur , ikutlah denganku kekamar " kata ricko.


" sebentar lagi selesai kau duluan saja " jawab nita yang masih merapikan pakaian itu.


" aku menunggumu "


ricko langsung keluar dari kamar anak - anak setelah mengatakan itu , sebelum menuju kekamar dia turun ke lantai bawah dulu kakinya menuju kedapur dia membuka kulkas mencari sesuatu disana.


dia mengeluarkan dua mangkuk ice cream , untuk menghibur nita butuh sesuatu yang ia sukai. dia kembali keatas dan kemudian menunggu nita disana .


ceklek


" kemarilah " ujar ricko yang duduk di sofa menepuk - nepuk sofa kosong disebelahnya.


nita menuruti perkataan ricko dan duduk disebelahnya, tangan ricko mengusap - usap kepala nita dengan lembut dan menaruhnya di bahunya.


" ini ... mari kita makan ice cream sudah lama bukan kita tidak menikmatinya berdua saja "


ricko memberikan ice cream dan nita menerimanya dia tidak bisa menolak soal ice cream. ricko tersenyum menanggapinya.


" kau sangat menyayangi ayah ..."


" Ricko ..." gumamnya.


" ya , aku tau. matamu memperlihatkan semuanya, tenang saja ... ayah akan baik - baik saja , putrinya yang mengobatinya dia akan cepat sembuh "


" kau mengatakan ini hanya untuk membuat hatiku senang saja, benturan yang sangat keras membuatnya kritis aku tidak tau kapan akan siuman. kemungkinan besar dia akan kehilangan ingatannya "


" bagaimana dengan bunda nanti , bunda sangat mencintainya " ucapannya dengan menahan isak tangis.


" kita hanya mendiagnosis , semua yang terjadi dintentukan oleh nya. mari kita tunggu sebentar lagi " ricko menarik nita kedalam pelukannya.


dia juga sangat sedih melihat hal seperti ini lagi, dia pernah hampir kehilangan nita orang yang sangat dia cintai dua kali sangat sakit rasanya dia bisa merasakan bagaimana keadaaan bunda dan nita sekarang.


***


hari - hari mereka sudah dilalui dengan harapan dan kata " menunggu " pada waktu. berharap edward akan segera bangun dari kritisnya.

__ADS_1


sudah 5 hari tapi belum juga siuman , setiap hari secara bergantian semua orang menengoknya. dan kini nita tengah memeriksa keadaan edward tetapi semua orang menunggu didepan tidak boleh ada yang masuk ke dalam ruangan.


hanya satu orang saja itupun hanya bunda biasanya. sekarang bunda ada didepan bersama aidan dan tiara. setelah memeriksa nita keluar dan menatap bunda.


" sayang apa ada perkembangan hari ini ?" tanya bunda yang matanya menunjukkan penuh harap.


nita menggelengkan kepalanya " masih sama " jawabnya.


" bunda sabar ya , aku yakin ayah akan sembuh untuk kita semua " kata tiara yang menenangkan bunda.


" iya nak "


" aku masih ada operasi aku pergi dulu " kata nita.


" iya " balas aidan.


setelah itu bunda masuk kedalam sendirian dan duduk di kursi sebelah brankar. sedangkan tiara dan aidan menunggu diluar mereka hanya bisa melihatnya lewat kaca saja.


tiara memperhatikan wajah aidan yang terlihat murung , dia menggapai tangannya dan mencium nya.


" mau sholat ?" tanya tiara.


aidan mengangukkan kepalanya tiara senang mendengarnya dan segera membawa aidan mencari sebuah mushola.


dan disisi lain saat ricko akan lewat dia bisa melihat nita yang sangat sibuk dengan pasienya selama beberapa hari ini dia menyibukkan diri pada pasien agar tidak mudah ingat akan kesedihannya.


" dokter nita seorang dokter pantang menyerah, aku beberapa kali melihatnya menolong seorang anak yang memohon padanya agar tidak terjadi sesuatu pada pasien nya. saat dokter lain sibuk mengejar prestasi di bidang non akademiknya dia malah sibuk berkutik dengan nyawa orang " kata dokter chandra yang juga sedang memperhatikan nita bersama ricko.


" dia berusaha untuk menepati sumpahnya sebagai seorang dokter , selain itu ... dia tidak akan membiarkan seorang anak kehilangan orang tua , ditangannya dia berusaha melakukan segala yang terbaik. baginya prestasi non akademik diluar rumah sakit tidak penting daripada pasiennya yang menunggu berjam - jam hanya untuk berkonsultasi dan mengobati saja " timpal ricko


" jagalah dia ... jangan sampai dia sibuk dengan pekerjaannya hingga lupa akan kesehatan diri sendiri "


" kata orang jodoh itu cerminan diri sendiri, sekarang aku paham lihatlah dirimu. Nita sangat sama denganmu , tidak peduli waktu yang dia habiskan yang hanya dipikirkan hanya pasien. kita sudah berteman dari masa kuliah hingga sekarang , aku senang kau mendapatkan seorang istri yang sama seperti mu "


" terima kasih ... kau juga beruntung mendapatkan istrimu " kata ricko seraya tersenyum. dokter chandra pun terkekeh mendengarnya.


***


saat di kantin nita makan sendirian di meja itu , tanpa sengaja ada aidan dan tiara yang lewat dan melihatnya jadi merekapun berhenti.


" kita temui dia " ujar aidan


tiara pun mengikuti suaminya , saat nita akan memasukkan makanan itu kedalam mulut ia melihat sepatu aidan dan menatapnya.


" kakak "


" ini makanan kucing ya , pantas saja tubuhmu tidak pernah besar " kata aidan.


" jangan mengganguku , ini makanan ku bilang saja mau mencicip "


" ah pintar sekali, tiara sayang ayo duduk mari kita lihat bagaimana kucing kecil ini menghabiskan nasinya "


tiara menarik kursi dan duduk di sebelah aidan , nita terus makan tanpa menghiraukan aidan dan tiara.


" jadi ini kantinya , bagus juga " ujar aidan yang memperhatikan diarea sekitar kantin.


" apa kak tiara sudah makan ? aku pesankan makanan nanti " tanya nita.

__ADS_1


" eh tidak usah terima kasih , tadi kakak sudah makan di restoran depan " jawab tiara.


" sayang " panggil ricko dari jarak 5 langkah saja dan mereka semua pun langsung menoleh.


" ricko duduklah disini dan makan disebelah kucingmu ini " ledek aidan.


" ini istriku kak dia bukan kucing " bela ricko yang kemudian duduk di sebelah nita dan menaruh nampan makananya di meja.


" sepertinya seorang dokter sangat sibuk hingga makan di jam seperti ini " ujar tiara karena memang ini audah jam 2 siang.


" tadi ada operasi dadakan sebentar jadi agak terlambat " saut ricko.


" oh begitu " tiara mengangukkan matanya.


" nita kenapa kau tidak memakan kacang panjang itu ? " tanya tiara.


" tidak kak " jawab nita.


" istriku alergi kacang - kacangan kak jadi tidak bisa memakannya " jelas ricko.


" kak tiara apa kak aidan tau makanan kesukaan dan makanan yang kakak tidak sukai ?" tanya nita.


" tanyakan saja pada orangnya langsung " tiara melirik ke aidan.


" aku ? hahhah tentu saja tau iya kan tiara , ehmm ... kau tidak suka makan kepiting iya kan "


" hmm salah " tiara menggelengkan kepalanya.


" apa yang benar ?" tanya aidan.


" cari tau sendiri " jawan tiara.


" kau lihat ricko perempuan memang seperti ini suka mencari masalah dengan para pria. kau tau tiara untuk saja aku sangat mencintai mu jadi tidak marah heheh " kekehnya.


ricko hanya tersenyum menanggapinya , sekarang nasi nita sudah habis dia berdiri dan membuat ricko menatapnya.


" sayang mau kemana ?" tanyanya.


" sebentar saja menaruh ini " jawab nita.


" tidak ada pasien konsultasi lagi siang ini , aku sudah mengalihkannya ke dokter obi tenang saja. kembalilah setelah menaruh piring itu " perintah ricko.


" baiklah "


***


Ricko , nita , aidan tiara mereka kembali bersama untuk menemui ayah mereka. tak disangka disana ada nathan dan juga irene yang duduk berdua di depan pintu kamar.


" kakak " panggil nita dan membuat nathan juga irene menoleh padanya.


" nita " ujar irene , nita menghampirinya dan irene memeluknya.


" maaf beberapa hari ini tidak bisa menemani bunda kakak ada... "


" kakak aku mengerti sudahlah , yang penting sekarang kakak ada disini " potong nita.


" nita ... nita " panggil bunda dari luar.

__ADS_1


mendengar teriakan itu membuat semua orang terkejut lalu nita dan ricko segera masuk kedalam.


__ADS_2