
" ada apa bunda ?" tanya ricko.
" tangan nya bergerak ... lihatlah itu ..." tunjuk bunda yang memang benar jari telunjuk edward sedikit demi sedikit bergerak.
ricko mendekatinya dan dia memeriksa kedua bola mata terlebih dahulu selanjutkan dia memeriksa keadaan edward menggunakan stetoskopnya.
" ayah sudah melewati masa kritisnya " ungkap ricko.
" benarkah ?" bunda mendengar seakan tak percaya akan ucapan ricko mata nya menatap nanar kedepan.
semua orang yang berada di luar pun masuk setelah mendengar semuanya. aidan memeluk bunda yang akan menangis itu.
" bunda jangan menangis semuanya sudah kembali membaik ... " ucap aidan.
sedikit demi edward berusaha membuka matanya, ricko menarik tangan nita dan mengajaknya ke dekat ranjang sebelah edward.
" Hani ..." gumam edward pelan
bunda segera mendekatinya dan memegang tangannya dengan erat " aku disini edward... aku disini " balas bunda.
" dimana nita ...?" lirihnya.
" dia ada disini " jawab bunda.
edward menoleh ke arah sebelah , dia tersenyum kecil melihatnya. tangannya berusaha ingin menggapai nita.
" nita ... paman ..." gumamnya.
" ayah " sebutnya.
semua orang nampak terkejut dan bengong melihatnya , bagaimana tidak nita tidak pernah mengatakan hal itu sebelumnya.
" siapa ? kau memanggil paman apa tadi ?" tanyanya lagi.
" ayah " sebut nita lagi.
" apa aku tidak salah dengar nak ..." ujarnya .
" ayah " ucap nita lagi kali ini dia sudah meneteskan air matanya. tangannya berusaha meraih tangan edward.
" kau memanggilku ayah " lirih edward.
" maaf ... maafkan aku " ucap nita.
edwward tersenyum sembari menggelengkan kepalanya
" nak kau tidak salah , ayah senang sekali kau memanggilku begitu " kata edward .
" jangan menangis ... " edward menghapus air mata di pipi nita.
" hiks...hiks "
" ricko katakan pada istrimu untuk tidak menangisi ayahnya , dia akan mendengarkan suaminya bukan " kata edward.
ricko tersenyum dan mengentuh bahu nita " aku membuatmu menunggu hanya untuk mendengarkan kata itu dari mulutku "
" kau ayahku ... jangan pergi dari ku , dari hidup kami hiks "
" tidak akan nak " jawab edward.
" bisa bantu ayah untuk duduk ?" tanya edward.
" ayah tidak boleh bangun , kondisi ayah masih lemah " ujar nita.
" ayah sudah sembuh karena putri ayah yang menanganinya " timpal edward.
" tidak apa sayang , ayo ayah aku bantu " kata ricko.
nita dan ricko pun membantu edward untuk duduk sebelum itu dibelakangnya di beri ganjalan bantal agar terasa nyaman.
" kemarilah .." pinta edwward.
__ADS_1
" ada apa ayah ?" tanya nita yang mendekati edward itu.
" ayah ingin memelukmu , boleh kan "
tanpa berpikir panjang nita mengangukkan kepalanya , lalu dia mendekati dirinya dan memeluk edward, edward memeluknya dengan lembut dan tangannya mengusao usap rambut nita.
" ayah sangat senang karena putri ayah sudah menerima ayah sekarang. kau putriku satu - satunya ... " ucap edward.
" apa ini yang dinamakan pelukan hangat dari seorang ayah untuk putrinya ... rasanya sangat nyaman dan hangat sekali , juga... seperti aku baru terlahir di dunia ini dengan cinta yang berlimpah dari ayah " ucap nita dalam hati matanya tak pernah berhenti mengeluarkan air mata.
" aku menyesal kenapa baru sekarang aku bisa merasakan ini , ayah edward akan menjadi ayahku yang seutuhnya mulai sekarang aku berjanji akan menjadikanmu sebagai cinta pertama untuk seorang anak perempuan dalam hidupku ... " sambungnya.
bunda yang melihat itu sangat bahagia dan terharu , pemandangan ini tidak pernah dilihat sebelumnya. bukan hanya bunda tapi juga semua orang.
" ayah ... kau harus istirahat yang banyak sekarang agar crpat pulih " kata nita yang melepaskan pelukan itu.
" hmm baiklah putri ayah " ujar edward seraya mengangukkan kepalanya.
" nathan ... aidan , bagaimana kabar kalian berdua , kalian sudah menjaga bunda dengan baik kan .."
" tentu saja ayah , setiap hari aku kesini menjenguk ayah dan bunda " saut aidan.
" baik ayah " timpal nathan.
nita melirik ke arah jam tangannya , dia teringat sekarang sudah waktunya pemeriksaan akhir untuk pasiennya hari ini .
" maaf ... aku harus kembali bekerja sekarang " ujar nita.
" sekarang ? apa ada operasi ?" tanya edward.
" tidak ayah , ini waktunya pemeriksaan akhir sebelum pulang " jawab nita.
" baiklah sayang , pergilah dulu " ujar bunda.
" iya nak " timpal edward.
" Ricko aku turun dulu " pamitnya.
nita segera pergi dari sana , dan menutup pintunya. dan didalam semuanya sangat senang akhirnya keadaaan sudah kembali seperti semula.
" apa kabarmu ?" tanya edward pada hani.
" aku baik . kaulah yang harus aku tanyakan " jawab hani.
" aku baik - baik saja , semua ini berkat kalian semua doa kalian semua doa anak - anak dan doamu "
***
malam harinya
nita dan ricko pulang setelah sebelumnya mampir ke ruangan ayah karena sudah malam dan anak - anak akan menunggu dirumah jadi mereka tidur di rumah bunda.
saat ini semuanya sedang makan malam di meja makan tanpa ada bunda dan ayah. anak - anak sudah tidur dan hanya tinggal orang dewasa saja yang masih sibuk dibawah.
" nita duduklah kau tidak perlu membantu kakak seharian bekerja pasti lelah kan " kata irene.
" tidak apa kak " jawab nita.
" iya nita . ada kakak juga disini duduklah " timpal tiara.
" tidak masalah kak kalian juga lelah kan seharian ini datang kerumah sakit dan menjaga anak - anak "
" itu bukan masalah besar kami menyukainya. iya kan tiara " ujar irene.
" iya kak " balas tiara.
" nyonya ini sup nya , apa ada yang lain lagi ? " tanya bi ina yang membawa wadah berisi sup itu.
" ini sudah cukup bi , sebaiknya bibi juga makan " ujar irene.
" iya nyonya bibi permisi dulu "
__ADS_1
" ini sudah rapi ayo kita makan " ujar irene.
nita dan tiara pun duduk disebelah suaminya masing - masing. mereka mengambil apapun yang mereka ingin makan.
semuanya makan dengan tenang dan hikmat , tidak ada yang berbicara sedikitpun di meja makan makan itu. hingga selesai , setelah dibersihkan oleh ke 3 perempuan itu semuanya kembali ke kamar masing - masing.
" kakak ke kamar ya , tiara , nita selamat malam " ucap irene.
" iya kak selamat malam " jawab tiara.
" nita kakak juga kekamar ya " sambung tiara.
" iya kak selamat malam semuanya " ucap nita.
nita pun berniata untuk naik keatas karena sudah tidak ada pekerjaaan lagi , dia juga yakin ricko pasti menunggunya dibawah. jadi dia menaiki tangga untuk menuju kekamarnya.
" sayang aku pikir masih lama " kata ricko yang baru muncul dari balik pintu kamar nya.
" sudah tidak ada kerjaan jadi aku menemuimu " jawab nita.
" anak - anak tidur nyenyak sekali , padahal aku masih ingin bermain dengan mereka " kata ricko.
" biarkan mereka istirahat , ayo kekamar ... " ajak nita.
" ini baru jam 9 malam , ayo kita ke taman sebentar mencari angin segar "
" hmm boleh "
mereka turun bersama dengan bergandengan tangan , ricko tak pernah sedikitpun untuk melepaskan tangan itu.
" wah kau benar disini sangat sejuk angin nya tidak terlalu menusuk sampai ke tulang "
" ayo duduk disana " tunjuk ricko pada sebuah bangku dekat air mancur itu.
keduanya berjalan lagi sampai ke bangku itu , dan duduk bersama , ricko menarik nita untuk duduk sangat dekat dengannya dan menyenderkan kepala nita di dada bidangnya.
mereka terus menikmati angin malam nan sejuk itu , dedaunan yang runtuh dari pepohonan yang menjulang tinggi dan lampu halaman yang terang dan warna dari lampu dari air mancur itu membuat keduanya sangat terhanyut.
" ricko boleh aku tanya ?"
" katakan "
" bagaimana perasaanmu sekarang ?"
" perasaanku ... ehmm sangat bahagia. sangat bahagia hingga rasanya aku ingin waktu berhenti disini "
nita tersenyum manis mendengarnya " kenapa kau ingin waktu berhenti ?" tanya nita lagi.
" karena dirimu ... , aku ingin terus bersamamu untuk waktu yang lama " jawab ricko.
" kalau dirimu sayang ? bagaimana perasaanmu ?" tanya balik ricko.
" beryukur. aku bersyukur memiliki mu dan semuanya "
" ada anak - anak kita , ada bunda , ada kakak , dan sekarang... ada ayah"
" sekarang impianku hanya ada satu , aku ingin kita hidup untuk terus saling mengasihi dan saling mempercayai. semenjak aku mengatakan aku mencintaimu , mulai saat itulah aku menyerahkan semua kepercayaanku padamu. tetapi ... rasa kepercayaan itu tidak lebih besar dari rasa cintaku " ungkapnya dengan tulus
" ricko... " ucap nita lagi dia menegakkan kepalanya dan menatap lekat wajah ricko begitu pun sebaliknya.
" ya " ujar ricko lembut
" tahukah kau , kalau selama ini aku sudah berpikir salah. aku berpikir aku jatuh cinta padamu saat kita sudah menikah dan mulai hidup bersama. tetapi nyatanya aku sudah meletakkan hatiku pada hatimu saat kita masih kecil dulu. ricko ... tetaplah bersamaku untuk selamanya "
ungkapnya dengan mata yang berkaca - kaca.
" sayang ... hatiku dan hatimu sudah menjadi satu , aku juga sama sepertimu bahkan , aku sudah menaruh hatiku pada mu saat pertama kali bertemu. cinta kita akan selalu menjadi sejarah untuk kita , cerita kita tidak akan pernah sebuah khayalan saja tetapi sebuah kenyataan yang sangat membahagiakan untuk kita ... " ungkap balik ricko.
ricko mendekatkan wajahnya ke wajah nita , nita memejamkan kedua matanya karena tau ricko akan menciumnya. bibir ricko semakin dekat dengan nya tetapi sebelum mencium nita ricko menatap lekat wajah seseorang yang amat sangat ia cintai itu sembari tanganya mengelus lembut bibir pink tipis itu.
" aku mencintaimu ... keyla Anita Nugraha " ucapnya dan segera mencium bibir yang lembut itu.
__ADS_1
dibawah sinar rembulan yang terang itu dicap sebagai saksi rasa cinta mereka berdua , mereka terus berciuman dengan lembut dan penuh rasa cinta.