
" dasar wanita sialannnn" teriak celine saat ia melihat foto nita sedang makan bersama adi.
" kau selalu merebut apa yang aku ingikan, aku akan membunuhmu nitaaa" dia mengobrak-abrik segala hal yang ada didepannya.
satria langsung masuk mendengar suara pecahan dari ruangan celine.
" bu kau harus tenang , jangan seperti ini" kata satria.
" kau siapa? bukan urusanmu keluarlah aku ingin membunuhnya sekarang juga" bentak celine.
" dia tidak bisa kendalikan lagi" gumam satria.
" bu anda harus tenang kita bisa membicarakan ini baik-baik. jika kau marah kau tidak bisa memikirkan sesuatu" ujar satria yang berusaha menenangkan celine.
" kau benar..aku harus tenang, aku harus tenang agar bisa membuat rencana yang bagus" kata celine seraya tersenyum.
" dia sudah menderita ini sangat lama. bahkan mungkin dia sudah menyadari itu" pikir satria.
***
" hachu" ricko bersin-bersin sedari tadi, nita menyadari kalau ricko mungkin sedang kena flue.
dia pun memasak sup agar ricko bisa menerima vitamin dari sayur sayuran itu. dia memasak menu yang dapat membuat kekebalan tubuh.
" hachu" bersin ricko lagi.
" ricko aku bawa makanan kesana ya " kata nita.
" iya sayang" jawab ricko
dengan senang hati nita menyajikan makan malam untuk ricko di meja kecil depan tv. karena ricko sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya jadi dia tidak bisa menundanya.
" ricko makanlah dulu, nanti baru disambung" ujar nita.
" iya" ricko pun menutup laptopnya lalu menatap masakan nita, dia tersenyum dan memandang nita.
" hachu"
" ricko kau demam?" nita duduk disebelah ricko mengecek suhu tubuhnya.
" tapi tidak panas, apa kau menyimpan obat flu?" tanya nita.
ricko menggelengkan kepalanya. nita sedikit berpikir lalu dia kembali ke atas kamarnya.
" tunggu ya" nita meninggalkan ricko sendirian, entah apa yang ia ambil tak selang lama dia pun turun kembali.
" tunggu disini sebentar aku akan pergi ke apotik sebentar" kata nita yang mengambil kunci mobil.
" sayang tidak perlu, aku tidak apa-apa jangan keluar sendirian aku khawatir" ujar ricko.
" tidak ricko! tidak lama. aku khawatir kalau nanti flu mu makin parah sebentar saja ya. kau makan saja dulu ya" telak nita.
" baiklah tapi hati-hati" ucap ricko.
" hmm" nita segera keluar sendirian menggunakan mobil ricko.
sedangkan didalam ricko memakan masakan nita tapi dia merasa pahit memakan apapun mulutnya terasa pahit. mungkin ini efek kehujanan.
drtttt....drttt
ricko segera mengangkat telponnya itu.
" iya satria" kata ricko
📱 " jaga istrimu dengan baik, mungkin celine sedang merencakan sesuatu, tadi siang dia begitu marah hingga melemparkan semua barang didalam kantornya. dia selalu menyebut kalau ingin membunuh istrimu. " jelas satria.
__ADS_1
" apa ? lalu apa lagi?" tanya ricko yang mulai khWatir itu.
📱 " dia benar-benar menderita hypomania , aku rasa penyakit itu sudah ada semenjak ia kecil. mungkin penyakitnya itu tidak bisa disembuhkan" jawab satria .
" baiklah terima kasih " ucap ricko, ia langsung menutup telponnya.
ia merasa khwatir dan gelisah karena nita sedang diluar sendirian. dia terus mondar-mandir menelpon nita pun handphonenya ditinggal.
...
" terima kasih" ucap nita saat ia menerima bungkusan obat ricko.
ia segera keluar dari apotik dan menaiki mobilnya. ditengah-tengah perjalanan itu dia seakan menyadari kalau ada yang mengikutinya. dia melirik ke arah kaca spion mobil. hingga ia mengebutkan mobilnya.
dua orang pesepeda motor itu juga mengebut seperti mengikuti nita dari belakang.
" nita kau harus tenang jangan gegabah" ucapnya.
tinn...tinnnn
nita menghidupkan agar para mobil didepannya memberikan ruang untuknya lebih mengebut , hingga beberapa menit dia telah sampai dirumah. dia menaik turunkan deru nafasnya.
" siapa mereka ? kenapa mengikuti ku terus?" gumamnya
dia pun turun dari mobil secepatnya ia masuk , dia takut kalau 2 orang itu mungkin akan mengikutinya.
" sayang kau baik-baik saja" ricko langsung memeluk nita dengan kuat.
" aku takut terjadi sesuatu" gumam ricko.
" tenang aku baik-baik saja" jawab nita.
" ayo duduklah kau harus minum obat, tunggu disini aku akan ambil air " kata nita yang sudah melepaskan pelukan ricko.
ricko merasa lega melihat istrinya sudah pulang, tapi rasa takutnya masih begitu besar.
" setelah minum obat kau harus tidur untuk istirahat " kata nita.
" makanlah dulu nanti kita keatas bersama" ujar ricko.
" hmm" nita mengangukkan kepalanya, dia melihat piring ricko yang sudah kosong lalu mengambilnya.
" sayang apa kau tidak jijik?" tanya ricko.
" apa kau punya penyakit menular ? tidak kan, lagipula kau suamiku bukan orang lain" jawab nita.
ricko tersenyum senang mendengarnya. hanya karena jawaban nita yang begitu sederhana mampu membuatnya merasa berbunga-bunga.
setelah makan selesai mereka sudah berada di kamar , ricko sudah tidur terlentang di kasur menunggu nita yang sedang menggosok gigi di dalam kamar mandi. setelah ia keluar nita mematikan lampunya lalu naik ke atas ranjang.
" sayang" panggil ricko.
" hmm"
" elus rambutku" pinta ricko.
" manja sekali. sini aku akan menidurkan mu" kata nita.
ricko merasa sangat nyaman berada dalam pelukan wanitanya, menempelkan kepalanya didada nita sedangkan nita ia mengusap usap rambut ricko.
" sayang" gumam ricko.
" hmm"
" aku mencintaimu" kata ricko.
__ADS_1
" aku juga mencintamu" balas nita.
ricko tersenyum simpul mendengarnya ia malah menveratkan pelukannya hingga wajahnya menempel tepat di depan kedua gundukan nita.
" sayang"
" hmm"
" belum selesai datang bulannya?" tanya ricko.
" belum ricko ini baru 5 hari belum benar-benar bersih" jawab nita.
" sayang"
" ricko tidurlah ini sudah malam, aku juga mengantuk" kata nita.
sungguh walau dalam keadaan demam pun ricko masih terus mengusili istrinya, chandra benar mengusili istri itu seperti kenakalan yang sangat indah.
keesokan paginya nita sudah berpakaian rapi , tetapi ricko belum bangun masih tetap tidur. nita memandangnya ia pun mendekati ricko mengecek suhu tubuhnya.
" panas sekali" gumamnya.
ia mengambil termometer dan menempelkannya ke telinga ricko
" 38 . dia demam " ujar nita.
dia turun kebawah untuk mengambilkan sarapan rikco , hari ini dia tidak akan membiarkan ricko bekerja.
" ricko...ricko" dia mengusap tangan ricko pelan.
" sayang" panggil nita dengan lembut.
" bangun dulu ayo sarapan. aku sudah membuatkan bubur ayam" jelas nita.
perlahan-lahan ricko membuka matanya pertama kali yang ia lihat adalah nita , ia pun tersenyum.
" kau demam tidak usah masuk ya , aku akan bicara dengan dokter alex" ujar nita.
ricko mengangukkan kepalanya " sarapan dulu ini aku suapi ya" nita mengambil bubur ia menyuapi ricko dengan penuh cinta dan rasa tanggung jawab sebagai seorang istri.
" yang terakhir" kata nita . ricko menurut dan membuka mulutnya , nita mengelap mulut ricko menggunakan tissue.
" nanti saat aku bekerja aku akan menelpon kakak aidan untuk menemani mu " jelas nita.
" aku tidak mau kau pergi" ucap ricko manja.
" ricko aku juga mau menemani mu. tapi dokter haryadi tidak masuk ibunya sakit jadi aku harus menggantikannya tidak ada dokter lagi" jelas nita.
" baiklah tapi berikan aku ciuman" ucap ricko.
" cup" nita mencium bibir ricko sekilas.
" aku berangkat dulu ya, nanti kakak datang. jangan turun tetaplah disini aku akan menanyakan kabarmu pada kakak" ujar nita.
" iya sayang hati-hati " ucap ricko.
" hmm" nita tersenyum lalu ia meninggalkan ricko, dia merasa bersalah karena lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan suaminya sndiri. tetapi dia sudah jadi mau menggantikan dokter haryadi hari ini karena ibunya sedang sakit jadi ia pulang kampung.
sementara di dalam kamar ricko terus mengingat kejadian tadi dimana istrinya sangat baik dan mengurusnya tanpa mengeluh. dia terus tersenyum sepanjang mengingatnya.
" aku makin mencintainy " ucap ricko.
diapun mengambil bingkai foto pernikahan meteka didekat nakas dan mengamatinya.
__ADS_1
" kau terlihat sangat cantik disini" pujinya.