
didalam ruangannya ricko tengah mencari berkas di susunan rak bukunya , beberapa kali dia mencari berkas tapi belum ketemu. lalu beralih ke rak sebelahnya dan membuka spring file berwarna hitam.
" ini dia " gumamnya , lalu dia segera kembali untuk duduk di kursinya.
" permisi dokter , ini tanda tangan dari pihak keluarga kemarin . mereka sudah setuju untuk operasi " kata suster wanita yang masuk.
ricko segera menerima surat itu dan melihatnya " baiklah aku akan membuatkan jadwalnya " ujar ricko.
" baik dokter , saya permisi " pamitnya.
" iya "
dia kemudian kembali fokus pada berkas yang di cari kemudian mengetiknya di dalam komputer.
tak lama nita pun masuk keruanganya karena sudah tidak ada konsultasi pasien lagi dia sangat bosan kebetulan ricko pun tidak ada jadwal operasi jadi dia bisa bertemu.
" ehh sayang ada apa ?" tanya ricko yang menyadari sang istri masuk kedalam ruangannya
" hari ini tidak ada jadwal operasi kan ?" tanya nita yang berdiri di sebelah ricko.
" tidak ada " jawab ricko.
" ada apa ? mau mengajakku berbelanja ?" tanya ricko.
dengan perlahan nita merangkul ricko dari belakang , ricko merasa aneh dan curiga pada nita dia tidak biasanya seperti ini.
" sayang tumben sekali manja seperti ini " ujar ricko.
" apa istrimu tidak boleh manja pada suaminya " gumam nita .
" hmm tidak , aku sangat senang. tapi aneh saja " balas ricko dan mengusap tangan nita yang ada di lehernya.
" eh ini laporan pasienmu ya ? kenapa ada janin apa dia sedang mengandung ?" tanya nita yang melihat hasil ketikan ricko di layar komputer.
" iya pasien ini sedang mengandung 3 bulan tapi dia sudah lama mengidap tumor otak "
" apa dia akan baik-baik saja ?"
" aku hanya bisa berusaha sayang apapun hasilnya nanti aku bisa melihatnya setelah operasi nanti "
" sayang aku ingat beberapa hari yang lalu suaminya mengatakan kalau istrinya ini sangat manja dan juga penakut. karena usia kehamilannya masih muda dia sering mengantuk dan mudah lelah apa dulu saat mengandung kau merasakan itu sayang ? karena aku pikit kau dulu tidak seperti itu" tanya ricko.
" mengantuk ? mudah lelah ?" gumam nita.
dia sedikit berpikir dan mengingat saat dulu dia mengandung " tidak , aku hanya sering mual seperti biasanya saja "
" mengantuk dan mudah lelah , kenapa aku akhir-akhir ini merasakan hal itu" pikirnya
" ah tidak mungkin" ucapnya.
" sayang ada apa ? ada yang ingin dikatakan?" tanya ricko.
" hehe tidak hanya asal bicara saja " kekeh nita.
****
__ADS_1
" tiara aku nitip ini ya tolong fotokopikan 5 rangkap " pinta teman yang duduk disebelahnya.
" oke " dia menerima berkas itu lalu pergi ke tempat mesin fotocopy.
disana dia mengoperasikan alat itu , dan dia bisa melihat aktivitas aidan karena sekarang kantor aidan dikelilingi oleh kaca yang seperti menyatu dengan pegawainya.
dia tersenyum dengan mata yang berbinar , lalu aidan pun tak sengaja melihat tiara yang meliriknya.
seketika dia menjadi salah tingkah, kadang-kadang dia sangat kaku berada di dekat tiara. dia sudah mencintai tiara tapi dirinya masih belum mengerti.
begitu pula dengan tiara matanya menunjukkan rasa cinta kepada aidan setiap mereka bertemu. harus dia akui aidan laki-laki yang tidak pernah memandang rendah wanita.
namun dia belum mengetahu masa lalu aidan akankah dia menerima itu atau tidak.
***
di sepanjang lorong rumah sakit , nita memasukkan kedua tangannya di dalam kantong jas putihnya dia terus memikirkan apa yang ricko katakan tadi.
semua yang disebutkan ricko sama persis apa yang sedang dia rasakan saat ini, namun sebelumnya dia juga pernah seperti ini tapi itu dulu sebelum dia dan ricko dekat seperti ini.
dia masih belum siap jika harus hamil lagi , dia masih memikirkan anak-anak yang baru berusia 1 tahun . tidak mungkin untuknya hamil lagi di usia anak nya itu.
" iya terima kasih, nanti dokumen kelahirannya kau berikan pada orang tuanya " kata dokter rania yang sedang berbicara dengan.
nita melirik ke arah dokter rania ketika mendengar suaranya, dia seorang dokter kebidanan ingin dia bertanya tapi dia ragu sekali.
" nita kau harus berani" ucapnya dalam hati.
" dokter Nita ada apa ? kenapa berdiri saja ?" tanya dojter rania ramah.
" hmm tidak kok , oh iya ... apa dokter sedang menangani pasien ?" tanya nita .
" oh begitu , kalau begitu silahkan dokter " ujar nita.
" ya baiklah saya permisi dokter " balas dokter rania.
nita pun tersenyum dan dia kembali melanjutkan jalannya .
didepan mobilnya ricko menunggu nita , ini sudah jam pulang tapi nita belum keluar juga. 5 menit kemudian saat dia ingin menelpon tiba-tiba saja nita keluar dan sedang berjalan menuju kearahnya.
dia pun tersenyum melihat cara istrinya yang berjalan dan tersenyum itu.
" maaf aku membuatmu menunggu" kata nita.
" tidak masalah ayo kita pulang " ajak ricko.
ricko pun membukakan pintu mobil untuk nita lalu mentupnya setelah nita masuk. dan dia segera berlari ke pintu mobil sopir dan dia melajukan mobilnya.
***
sesampainya dirumah karena tadi mereka sudah menjemput anak-anak , dia pun pergi untuk membuatkan bubur dulu di dapur. sedangkan ricko ada didalam kamar sedang bermain dengan anak - anak.
nita membawa 2 mangkuk dan 1 cangkir dalam nampan itu , dan membawanya kedalam kamarnya. dia belum sempat mandi dan mengurus anaknya terlebih dahulu.
" ricko mandilah biar aku yang mengurus anak anak" kata nita dan menaruh nampan itu di dekat nakas.
__ADS_1
" hmm baiklah aku tidak lama " lalu ricko berdiri dan masuk kedalam kamar mandi.
nita duduk di ranjang dan menggapai kedua anaknya untuk duduk didekat nya mereka berdua sedang bermain kerincingan.
" sayang makan dulu ya " ujar nita.
lalu dia menyuapi satu - satu anaknya. dan memberinya minum setelah makan. sambil menyuapi dia mengajak anaknya bermain juga sambil tertawa.
" aaa buka mulutnya sayang ini yang terkahir " ujarnya.
revano langsung membuka mulutnya dan mengunyah bubur itu , nita pun tersenyum dan mengelus kepalanya.
" pintar sekali anak mama , sayang apa kau sedang poop" kata nita yang melirkk arah rivani yang duduk diam mantap itu.
dia mengecek kedalam pampersnya " astaga sayang baru selesai makan langsung poop , sini kita ganti " ujarnya kemudian menggendong rivani.
ceklek
ricko baru saja selesai mandi dan melihat nita menggendong rivani " sayang mau kemana? " tanya ricko yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya dan mengelap rambutnya yang basah.
" dia sedang poop tolong jaga vano sebentar ya " jawab nita lalu dia membawanya kedalam kamar mandi.
" vano kau sedang apa nak ?" tanya ricko dia ikut duduk memainkan mainan revano.
" pa" ucap vano.
" pa " vano mengucapkannya sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang sedang tumbuh itu
ricko tersenyum mendengarnya , dan menarik vano untuk duduk kedalam pangkuannya " iya sayang papa disini , mau apa hmm " ujar nya.
" pa "
" hmm mau ini " ricko memberikannya mainan boneka kecil milik vani.
" hoam " vano menguap
" ngantuk ya , sini papa gendong " dia pun berdiri dan menggendong vano sambil menggusap punggung nya revano tampak anteng dengan papanya dan tak lama langsung memejamkan matanya.
" Ricko dia tertidur " kata nita yang keluar dari kamar mandi.
" benarkah ? " dia melirik sekilas dan ternyata benar dia pun keluar dari kamar nya menuju kekamar sebelah dan menidurkan vano di dalam box.
sedangkan nita masih berkutik dengan rivani mengganti pakaiannya yang basah akibat poop tadi jadi nita membilas seluruh tubuh vani.
"hoam " begitu juga dengan rivani yang mengantuk .
" anak mama ngantuk juga ya , sabar ya mama ganti dulu bajunya baru tidur "
" sayang sini biar aku saja , mandilah dan bersihkan diri " kata ricko.
" baiklah "
ricko masih belum memakai pakaian dia hanya mengenakan handuk di pinggangnya dan menggantikan nita untuk menidurkan vani.
dia menimang dan mengelus punggungnya tak butuh waktu lama dia juga tertidur akhirnya ricko menidurkannya di dalam box bayi .
__ADS_1
dia pun kembali kekamar , saat akan memilih baju didalam lemari , dia melihat pantulan dari kaca memperlihatkan isi tas nita seperti ada benda kotak berwarna biru disana.
dia menghampirinya dan mengambilnya " tespack " gumamnya.