Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Gombalan Manis


__ADS_3

di rumah mereka ricko sedang menyiapkan makan malam, dia mengupas sayur dan memotongnya. sedangkan nita dia tidak diperbolehkan oleh ricko untuk menyentuh masakan , dia hanya duduk di meja makan sambil memakan buah.


" ricko bagaimana kalau kita mengundang teman dirumah sakit, katanya mereka ingin bertamu disini lagi pula kita kan belum pernah sama sekali mengajak mereka " ujar nita.


" baiklah bagaimana besok malam saja ? setelah pulang kerja kita ke supermarket membeli bahan makanan ?" tanya ricko.


" oke "


" sayang mau makan apa?" tanya ricko.


" hmm terserah apapun yang kau buat aku akan memakannya " jawab nita.


" aku tadi beli susu untuk ibu hamil nanti diminum sebelum tidur aku akan membuatnya " ujar ricko.


" iya sayang " balas nita.


tak lama masakan pun jadi ricko telah menyajikan masakannya di meja makan.


" ricko kau duduk saja aku yang akan melayanimu " kata nita yang berdiri dari duduknya.


" tidak sayang " tolak ricko.


" tidak...tidak kali ini biarkan aku yang melayanimu, aku istrimu biarkan aku melakukannya " nita memaksa ricko untuk duduk di meja makan , ricko hanya pasrah dibuatnya.


nita menyajikan nasi dan lauk pauk " terima kasih " ucap ricko seraya tersenyum.


" iya " balas nita.


nita pun ikut duduk lalu mereka makan bersama ditengah-tengah makan ricko memperhatikan wajah nita yang sedang fokus makan itu, nita merasa aneh kenapa ricko terus memperhatikannya.


" ricko apa ada yang salah denganku?" tanya nita.


" aku hanya sedang membayangkan perut itu akan membesar karena bayiku " jawab ricko.


" ini bayiku juga " ujar nita.


" iya...iya itu bayi kita " kata ricko yang mengalah itu..


***


aidan berada dikamar nya habis mandi dia memaksi kaos biasa untuk tidur namun dia masih belum bisa tidur entah apa yang dia pikirkan. berulang kali dia mengecek ponselnya.


" kenapa dia tidak membalas pesanku" gerutunya.


dia memejamkan matanya diranjang namun perkataan nita terus berngiang di telinganya , dia terus mendalami perasaanya ada ada dengannya dan juga hatinya.


" apa aku benar mencintainya ?" pikir aidan.


" kalau dilihat dia memang cantik, baik, mandiri dan polos " ucap aidan.


" tidak...tidak aidan dia itu seumuran adikmu mana mungkin kau menyukainya " gumamnya.


tok ..tok...tok


" masuk" ucapnya


" aidan dimana kau menyimpan berkas proyek laporan grup Huan ?" tanya bunda.


" oh ini ada di tasku bun " jawab aidan lalu membuka tas kantornya dan memilih berkas.


" bunda belum tidur ini sudah malam " kata aidan.


" sebentar lagi bunda mau menyusun laporan lalu tidur " balas bunda.


" ini bun" aidan memberikannya pada bunda.


" hmm terima kasih , kau tidurlah ini sudah malam besok harus bekerja"


" iya bunda selamat malam " ucap aidan


" selamat malam nak " balas bunda.

__ADS_1


" bunda benar aku harus tidur kepalaku sudah pusing memikirkan perusahaan " ujarnya.


***


keesokan harinya


nita sedang memeriksa pasien di setiap kamar pasiennya karena itu sudah menjadi aktivitas langganannya setiap pagi.


" dokter bagaiamana keadaan pacar saya apa sudah boleh pulang?" tanya seorang pria.


" dari hasil pemeriksaan semuanya sudah baik , namun pasien harus menjaga pola makan , besok boleh pulang " jawab nita.


" baik dokter terima kasih" ucap orang itu .


"sama-sama, ayo sus" kata nita yang kemudian keluar dari kamar pasien.


saat keluar dia langsung berpapasan dengan ricko " ricko " ucapnya.


" sayang "


" mau periksa pasien ya ?" tanya nita.


" sudah baru saja selesai , sekarang mau praktek " jawab ricko.


" baiklah lanjutkan aku juga ada praktek " kata nita.


" jaga diri jangan terlalu lelah ingat anak kita " ucap ricko lembut.


" hmm aku akan mengingatnya " balas nita.


nita pun pergi begitu juga dengan ricko mereka berjalan berlawanan arah


" dokter jadi kapan kami diundang?" tanya loli.


" kata ricko hari sabtu saja bagaimana , malam minggu kalau mau sore ini kami akan belanja" jawab nita.


" malam minggu itu bagus semua pasti mau aku akan memberitahu mereka " ujar loli yang penuh semangat.


" iya dokter hati-hati turun tangganya "


nita terus berjalan menuju ke lantai bawah menggunakan tangga biasa saja , ini sudah waktunya memberikan pengobatan kepada pasien rawat jalan.


" dokter nita pasien sudah banyak menunggu sebaiknya segera ke ruangan " kata dokter lain.


" iya ini mau kesana " ujar nita.


***


" maaf apa kau pemilik restoran ini ?" tanya seorang pemuda yang berpakaian rapi pada xiaoqi.


" iya benar ada apa ?" tanya xiaoqi.


" perkenalkan nama saya Andrean Situhombing saya sangat suka dengan nuansa restoran ini apa saya bisa meminta nomor mu ? jika ayahku berminat apa bisa kita bekerja sama membangun cabang yang lain ?" tanya pria.


" oh iya boleh , ini kartu nama ku boleh sekali aku sangat senang jika memang ada cabang lain " ujar xiaoqi


" terima kasih hmm sepertinya kau bukan orang sini dari namamu seperti orang china " kata pria itu.


" ya namaku Xing Xiaoqi saya berasal dari china kebetulan teman saya tinggal diindonesia jadi saya menetap disini "


" oh begitu baiklah saya permisi nanti saya hubungi lagi "


" iya " ujar xiaoqi.


dia meloncat gembira ketika tau ada orang yang senang dengan restorannya dan berniat untuk menjadi mitra bisni usaha , dari sebrang jalan ada aidan yang melihatnya bertingkah seperti anak kecil yang akan mendapatkan hadiah itu , tanpa dia sadari dia tersenyum melihatnya.


" dia sangat bahagia sekali" gumam aidan.


sedangkan di dalam mobil pria itu tersenyum ketika memandangi kartu nama itu ".cantik" gumamnya .


" pak apa kita pulang kerumah ?" tanya sopirnya.

__ADS_1


" hmm pelan-pelan saja keselamatan adalah hal yang utama" kata andrean.


" xiaoqi" panggil aidan .


" kak aidan " gumamnya.


" kakak mau makan ya ? ayo sini masuk aku akan menyiapkannya khusus hari ini gratis tenang saja " kata xiaoqi.


" kau sudah makan ?" tanya aidan


xiaoqi segera menggelengkan kepalanya.


" kalau begitu buatlah dua porsi dan makanlah denganku" ujar aidan.


" benarkah? aku suka sekali baiklah aku akan menyiapkannya "


makanan pun disiapkan oleh xiaoqi sendiria , dia sudah senang dengan kabar dari andrean tadi ditambah aidan yang mengajak makan bersama dia merasakan double kesenangan malam ini.


" sudahlah aku bisa sendiri kau duduklah saja" kata aidan yang melihat xiaoqi sedang menyiapkan makannanya.


" jangan ditolak ini kebaikanku " ujar xiaoqi.


aidan tak lagi bersuara dia hanya mengikuti apa yang xiaoqi inginkan.


" apa kakak pulang kerja ?" tanyanya.


" hmm " aidan menganggukkan kepalanya.


" kau kenapa tadi menari-nari seperti itu ?"


" oh itu tadi ada orang yang menawarkanku untuk menjadi koleganya dan membangun cabang baru "


" oh begitu " aidan kembali memakan makanannya.


***


Beberapa bulan kemudian


usia kandungan nita kini telah menginjak 7 bulan , perutnya sudah semakin besar dia keluar dari ruang walk in closet yang telah rapi mengenakan dress selutut dia sudah siap untuk bekerja.


ricko juga sama mendengar suara langkah istrinya dia berpaling menengok ke belakang dan tersenyum memandangi wanita tercantiknya itu.


" sudah selesai?" tanya ricko.


" iya apa aku bagus memakai ini? aku tidak bisa memakai jeans lagi maupun celana jadi aku pakai ini saja " dia melihat tubuhnya di kaca rias.


dari belakang ricko melingkarkan perutnya di tangan nita dan mengelus perut itu " apapun yang istriku pakai , sangat bagus dan cocok " lirihnya.


nita memegang pipi ricko sebelah kanan " kenapa pipi mu semakin berisi kau menggemuk sekarang " kekeh nita.


" itu karena aku sangat bahagia , dan juga istriku selalu memenuhi kebutuhanku "


" apa ini gombalan di pagi hari ?"


ricko menggelengkan wajahnya dan melihat pantulan tubuh mereka berdua di kaca.


" 2 bulan lagi kita akan berempat, aku tidak sabar untuk melihatnya kedunia ini dengan senyuman kecil dan suara tangisannya " ujar ricko.


sebelumnya ricko dan nita telah mengecek ultra sonography atau yang sering dikenal dengan sebutan USG anak mereka ada dua sudah pasti kembar, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.


tiba-tiba nita merasakan bayi nya menendang dia tersenyum.


" ricko apa kau merasakannya ?" tanya nita.


" iya bayi kita menendang " ujar ricko , dia melepaskan pelukan nya dan berjongkok di depan perut nita.


" anak papa dengarnya apa yang papa katakan ? cepatlah lahir papa sudah sangat ingin melihatmu nak " ujar ricko yang mendekatkan bibirnya di depan perut nita.


" iya papa " saut nita


" cup " ricko mengecup perut nita lalu berdiri dan mencium bibir nita sekilas.

__ADS_1


" satu bulan lagi aku akan bicara dengan dokter alex dan membuatkan surat cuti kelahiran selama 3 bulan "


__ADS_2