
ricko sedang akan bersiap-siap pulang sekarang, namun dia masih harus menyelesaikan laporan nya terlebih dahulu. tiba-tiba dia teringat nita ia pun mengambil handohonya lalu mengetik pesan disana.
" sayang" ketiknya
📱 " iya kenapa" yang langsung dibalas nita.
"*sedang apa? aku merindukanmu coba foto aku ingin lihat sedang apa? " ketik ricko.
📱* "aku malas berfoto aku lagi tiduran saja " balas nita.
" ayolah sayang sekali saja" ketik ricko.
📱 " ish.. iya aku akan mengirimnya" balas nita.
" kenapa istriku sangat imut ?" goda ricko.
📱 " perutku sakit, bisakah kau belikan aku minuman pereda nyeri haid?" tanya nita.
" sayang jangan minum itu terus, nanti aku minta dokter edward meresepkannya ya , sebentar lagi aku pulang dah sayang aku mencintaimu"
dia tersenyum melihat kebucinanya sendiri pada nita , nita hanya membaca pesannya saja. ia terus memandangi nita itu.
" bucin teruuus" ledek dokter chandra.
" tidak seperti kau selalu mengejek istrimu" ujar ricko.
" tidak ada warna hidup kalau tidak mengejek istri karena kau tau? sangat menantang sekali karena kalau dia sudah marah wah apapun yang dia pegang akan retak " ujar chandra.
" apalagi saat membujuknya untuk meminta jatah " sambungnya lagi.
" bukan urusanku" kata ricko yang fokus mengetik.
" dimana dokter edward?" tanya ricko.
" dia ada diruanganya memangnya kenapa ? kau punya masalah dengan " matanya melirik kearah bawah ricko.
melihat penghapus yang ada didepannya ricko langsung melempar itu pada chandra. chandra terkekeh saat menjahili ricko.
" aku ingin meminta obat untuk nyeri haid" kata ricko.
" astaga ricko kau benar-benar budak cinta sekarang" ejek dr. chandra lagi.
***
xiaoqi bermain di taman belakang sendirian, di kolam dekat kolam renang itu ada gazebo besar , disana ia duduk sendirian sembari makam camilan.
" kenapa kak aidan begitu sih" pikirnya.
" aku kan jadi kepikiran terus " katanya lagi.
" xiaoqi kenapa kau sendirian?" tanya ibunya yang baru datang.
" lihat makanan mu banyak sekali , kau tidak malu ya sama keluarga ini" jelas ibunya.
" hmm iya bagaimana lagi bu. kalau aku sedang marah aku hanya mau makan...makan dan makan terus" kata xiaoqi.
" memangnya kau kenapa marah tidak jelas begitu?" tanya ruam xing.
" ibu bagaimana kalau aku mencintai orang yang berbeda dengan kita?" tanya nya.
" beda ? apa kau menyukai binatang nak? alien ? atau goblin?" tanya ibunya.
" eh ibu bukan itu maksudku dari segi kepercayaan" jelas xiaoqi.
" kau menyukai siapa memang?" selidik ruan.
__ADS_1
" ehehe adalah bu , aku kan bertanya dulu" kekeh nya.
" tergantung siapa orangnya, kalau menurut ibu dia cocok untukmu siapapun dia ibu akan terima. tapi kalau seperti yi bo kemarin awas saja ibu akan pulang lagi nanti" ancam ruan.
" tidak ibu itukan pas aku masih buta karena cinta" jelas nya.
" baguslah semenjak kau disini kau jadi lebih sedikit dewasa... sudahlah ayo temani ibu berkemas untuk pindah" ujar ruan.
dari belakang xiaoqi melihat aidan yang sedang menyemir sepatunya seorang diri. dia ingin mendekati aidan tapi ada ibunya.
" ibu aku mau menanyakan sesuatu dulu ya pada kak aidan ibu duluan saja" kata xiaoqi yang langsung kabur sebelum ibunya sempat menoleh kearahnya.
" anak itu dasar " desis ruan.
" kakak aidan" ucap xiaoqi dengan semangat.
" ada apa?" tanya aidan ketus.
" ih ketus sekali kakak aidan itu tampan loh kalau lembut bicaranya" goda xiaoqi.
" aku sudah tampan dari lahir jadi jangan menggodaku" kata aidan.
xiaoqi duduk disebelah kursi aidan , ia menatapnya terus sembari tersenyum. " bukankah aku sudah bilang kau tidak boleh menyukaiku" kata aidan tanpa menoleh sedikit pun dia masih terus menyemir sepatunya.
" aku tidak bilang kalau aku suka kakak" cegah xiaoqi.
" hmm"
" kak " panggil xiaoqi.
" apa" gumam aidan.
" mau tidak temani aku ke beli kue" ujar nya.
" beli sendiri aku banyak kerjaan" tolak aidan.
" tidak mau" tolaknya lagi.
" ayolah kak , ibuku mau ulang tahun aku ingin yang terbaik untuknya" mohonnya lagi.
aidan melirik ke arah xiaoqi yang membuat wajah imut , ia segera mengalihkan pandanganya.
" ini demi ibumu saja" kata aidan.
" hehhe terima kakak aku menyayangimu" teriaknya.
***
adi tengah makan sendirian di meja makannya, menikmati makanan buatan pembantunya. terkadang ia ingat dulu sebelum bercerai walaupun ada pembantu tapi hani tetap memasak untuknya dan keluarganya. tidak pernah bermalas-malasan.
meja makan yang ramai akan candaan anak-anaknya. tapi sekarang tidak ada yang memperdulikannya lagi.
" ayah" kata celine yang baru pulang entah dari mana ia mengunakan pakaian sexy.
" kau dari mana?" tanyanya.
" biasa ayah aku pergi ke club" jawabnya santai.
" apa kau tau ayah tidak suka kalau wanita pergi ke club malam?" bentak adi.
celine yang tadinya sumrah wajahnya berubah menjadi kesal dan marah ia menatap adi tajam.
" kau itu perempuan celine , cobalah untuk menjadi wanita yang benar. kenapa kau tidak seperti nita ha? walaupun dia keras kepala tapi dia punya sopan santun" bentak adi.
prang
celine melemparkan gelas yang tadi adi minum hingga pecah.
__ADS_1
" celine" teriak adi.
" sekali saja kau sebut nama anak itu dihadapanku aku akan membunuhnya ayah" kata celine amarahnya sudah di ubun-ubun.
" dan kau tadi memujinya bukan? lalu kenapa kau dulu membencinya ha? sekarang saja kau membelanya. jangan pernah lagi membandingkan aku dengannya ayah atau aku akan menyakitinya" ancam celine.
" celine" teriak adi.
" hey ada apa ini?" karina baru keluar dari kamarnya menggunakan pakaian tidur sexy dan tangannya yang seperti habis sedang di beri warna.
" urus anakmu jaga sopan santunya" tegas adi.
" nak jangan seperti itu dia ayahmu" kata karina.
" dia bukan ayahku... dia bukan ayahkuuuu" teriak celine.
karina melotokan matanya lalu menutup mulut celine.
" sayang kau sedang marah ayo masuk ayo ayo lebih kau istirahat ya" tenang karina pada celine.
celine masuk sendirian dengan rasa masih yang masih membekas, sedangkan karina ia dekati adi untuk melakukan sesuatu.
" eh sepertinya dia sedang tidak baik hatinya kau jangan ambil hati ya" kata karina.
" itu hasil didikanmu karina kau yang bertanggung jawab" tegas adi.
***
hari yang cerah di kota jakarta , jalanan sedang tidak macet semua kendaraan berlalu lalang hingga para pejalan kaki dan pesepada.
nita sangat bersemangat karena hari ini ia sudah resmi menjadi seorang dokter , dis mendapati dirinya dicermin yang sudah rapi dengan kemeja dan celana jeans nya.
" kau sudah cantik sayang" kata ricko.
" hmm aku tau " kata nita.
" kita berangkat bersama ya " ujar ricko
" iya"
" ayo berangkat sekarang nanti macet " kata ricko.
" hmm sebentar aku pakai sepatu dulu " ujar nita.
setelah memasang sepatu yang memiliki hak tidak terlalu tinggi dia berangkat bersama ricko , ia mengunci pintu rumah terlebih dahulu.
setelah dirumah sakit mereka berjalan bersama , hingga mereka berhadapan dengan dokter fahri.
" selamat ya kau sudah resmi jadi dokter disini" ucap dokter fahri.
" terima kasih dok " balas nita.
" terima kasih dokter fahri atas ucapanya untuk istriku, ayo sayang kita ganti pakaian lalu keruangan tempat dokter berkumpul" kata ricko.
nita hanya tersenyum tipis pada fahri lalu ia kembali berjalan dengan ricko.
" fahri melihatnya tersenyum saja aku sudah bahagia" ucapnya dalam hati.
didalam ruangan para dokter , nita disambut dengan meriah disana. semua orang bertepuk tangan padanya.
" terima kasih untuk sambutannya aku harap kita dapat bekerja sama dengan baik khususnya para dokter dan suster dibagian UGD " ucap nita.
" dokter nita kau harus siap lelah karena UGD adalah perang yang nyata setiap hari" kata dokter hariyadi si dokter pria yang selalu berteman dengan perempuan tapi dia sangat baik.
" selamat datang dokter nita di bagian departemen kami " ucap para suster.
" terima kasih" jawab nita.
__ADS_1