
ting
suara bel rumah berbunyi, ketika ricko sedang turun habis mandi rambutnya pun masih basah dia segera keluar untuk membuka pintu.
" siapa?" tanyanya.
" ini mas ada paket dari fahri Aldian " jawab orang itu.
ricko mengernyitkan dahinya dan menerima paket " terima kasih" ucapnya.
terlihat dari paper bag nya saja sudah bermerk " Hermes" namun dia tidak tau isinya. dia ingin membukanya tapi nita telah turun " apa itu?" tanya nita.
ricko segera memberikannya " dari dokter fahri itu untukmu tidak mungkin untukku" jawab ricko kemudian berlalu ke arah dapur.
" kenapa dokter fahri mengirim barang mahal seperti ini" pikir nita.
dia pun membukanya ada kotak sedang didalamnya dan dia buka , ternyata sebuah jam tangan mewah yang harganya hampir 30 juta itu.
" kenapa fahri memberikanmu itu?" tanya ricko.
" aku tidak tau kenapa dia memberikan jam ini , adik nya hanya tak sengaja membuang jam tanganku tapi kan ini terlalu berlebihan" jawab nita.
" bukankah kau bilang hanya sebentar disana ? lalu kenapa bisa adiknya itu membuang jam tanganmu itu berarti kau lama disana " ucap ricko yang matanya berubah menjadi tajam setajam elang.
" iya aku memang sebentar tapi ak..."
" sayang aku sudah bilang kalau aku bukan membencinya. dia dokter yang baik dan kompeten tapi jika menyangkut denganmu aku tidak pernah menyukai itu , aku tau betul kau tidak suka memakai barang bermerk seperti itu"
" yang kau pakai hanya jam tangan biasa , lalu dia memberikan jam mahal itu kepadamu. apa aku pikir aku tidak mengerti maksudnya memberikan hadiah itu?" jelas ricko yang tadi memotong pembicaraan nita.
" sebagai apa posisiku di hatimu ? apa karena aku terlalu memcintaimu hingga aku selalu begini ? " sambung ricko lagi.
" ricko apa maksudmu, aku tidak pernah memikirkan siapapun kecuali dirimu " lirih nita.
" sudahlah lupakan saja " ricko berlalu dan kemudian naik keatas dia ingin menenangkan diri dan masuk kedalam kamar.
nita yang memegang jam itu pun segera menutupnya dan kembali memasukkannya kedalam paper bag itu. tanpa membawa jam itu nita naik ke atas untuk menyusul ricko.
ceklek
dibukanya pintu dan ternyata ricko sedang berdiri memandangi jendela luar .
" aku akan mengembalikan itu sekarang " kata nita.
" aku akan pergi kerumahnya dan menyuruhnya untuk tidak melakukan itu lagi" sambung nita.
ricko menoleh kebelakang menatap istrinya yang sedang berada di ambang pintu " aku yang akan mengembalikan itu jangan pernah lagi datang kerumah nya dengan alasan apapun" tegas ricko.
" apa yang akan kau lakukan disana ? tidak rikco aku tidak mau kau emo...."
" kau takut aku memukulnya ? kau pasti sangat mencemaskannya " potong ricko lalu kemudian dian berjalan ketika di samping nita dia berhenti " jangan keluar dari rumah saat aku belum kembali" tegasnya lagi.
nita tidak menjawab dan ricko sudah turun dia mengambil kunci mobil di meja makan dan membawa paper bag itu. secepatnya dia ingin mengembalikan barang itu.
shiiiittt
mobilnya telah sampai di depan rumah fahri, dia segera turun dan mengetuk pintu . sembari menunggu dia membelakangi pintu dan menatap kedepan.
" siapa?" tanya fahri.
__ADS_1
ricko segera berbalik dan menatap fahri yang mungkin juga baru habis mandi , ricko segera memberikan paper bag itu pada nya.
" ambil ini dan jangan pernah memberikan apapun untuk istriku, dia milikku hanya aku yang bisa memenuhi kebutuhannya " tegas ricko.
" aku memberikannya karena ini ganti rugi waktu dokter nita kerumah dan jam tanganya terbuang " tegas fahri juga.
" lalu ! apa harus memberikan jam tangan semahal itu ? istriku tidak membutuhkan itu , dia akan memintanya jika dia suka tapi harus kau tau istriku tidak suka bergaya mewah "
" aku tidak bisa menerima kembali barang aku berikan, berikan untuknya " fahri menyodorkan jam tangan itu.
" terserah kau mau memberikan jam ini pada siapapun tapi jangan ke istriku. aku masih mampu membelikan yang baru bahkan lebih dari ini. tolong menjauhlah darinya , kami akan segera memiliki anak. jangan mengusik rumah tangga ku atau aku tidak akan hanya bicara saja "
" kau harus tau aku mencintainya ! tidak peduli statusnya apa , tadinya aku memang akan melupakannya tapi tidak bisa dia akan selalu menjadi cinta ku " tegas fahri.
" kau hanya mencintainya tapi tidak bisa memilikinya " ucap ricko.
" dia mencintaiku dia tidak bisa jauh dariku. jangan membuang waktumu dan pikirkan hidupmu selanjutnya , aku dan nita hanya sedang menunggu anak kami. setelah itu dia tidak pernah bisa pergi karena ada alasan untuk dirinya tetap tinggal bersamaku" sambung ricko.
setelah mengucapkan itu ricko segera pergi tanpa pamit lalu menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang.
ketika ricko sudah sampai dia tidak mendapat istrinya dirumah, dia menelpon juga tidak diangkat , dia menghempaskan handphonenya ke ranjang.
....
sementara itu sekarang nita sudah berada di cafe milik xiaoqi, dia duduk seorang diri mengerjakan laporannya. sambil menunggu xiaoqi yang akan tiba sebentar lagi dia meminum americano kesukaannya namun dia mengingat kembali tentang surat itu.
" aku bisa gila memikirkan ini" ucapnya.
" apa ricko akan mengizinkan aku ? tapi 6 tahun bukan waktu yang singkat"
dia terus saja memikirkan tentang pendidkan itu , dia pun membuka situs rumah sakit yang ada dijerman membaca sertifikasi dan fasilitasnya.
" kakak juga kenapa kesini ?" tanya nita balik.
" terserahlah kan tidak ada yang melarangku" jawab aidan.
" kau bertengkar ya dengan ricko? tidak biasanya kau sendirian " selidik aidan.
" dari dulu juga sendiri"
" nita ...nita kau memang tidak berubah, katakan apa masalahnya ?" tanya aidan dia mengambil surat yang terbalik itu dengan cepat nita mengambil.
" kakak ini punyaku jangan dilihat "
" apa itu kau menyembunyikan sesuatu ya ? " tanya aidan.
" kakak .... biarkan aku mengerjakan laporanku dengan tenang aku tidak bertengkar dengan ricko juga ini bukan apa-apa " jelas nita yang kembali fokus mengetik.
" aku telpon ricko ya biar dia kesini"
" eh jangan jangan, biarkan dia istirahat dirumah aku tidak mau mengganggu istirahatnya " cegah nita.
" tuhkan pasti bertengkar " kata aidan.
" ah sudahlah nanti juga aku pulang hanya masalah kecil saja biarkan aku bekerja "
" nita " gumam aidan.
" hmm "masih tetap fokus di layar laptop
__ADS_1
" apa pandanganmu terhadap orang yang saling mencintai tapi mereka berbeda ?" tanya aidan.
" berbeda apanya yang satu hantu yang satu manusia begitu?"
" ck kakak serius , teman kakak dia akan menikahi pacarnya orang tuanya menentang tapi dia tetap akan menikah"
" teman kakak atau kakak ?" selidik nita .
" apa kakak menyukai wanita?" tanya nita.
" katakan saja bagaimana menurutmu "
" mau bagaimana lagi agama kita tidak memperbolehkannya , agama mereka juga sama tidak memperbolehkannya namun jika tetap tidak mau berpisah harus ada salah satu nya yang mengalah. salah satu dari orang itu harus menghianati tuhannya atau mereka harus berpisah "
" jujur lah kakak menyukai siapa?" tanya nita.
" sudah kubilang teman kakak kau tau kan si kevin itu dia menikah minggu depan " jawab aidan.
" oh kak kevin "
" kau sendiri coba pikir punya masalah dengan ricko bukannya diselesaikan malah kabur. kau mau berdosa sepanjang hari pada ricko ? " kata aidan.
" aku tidak kabur aku masih dijakarta lagipula aku hanya mengerjakan ini" kekeh nita.
" terserahlah "
drrtt ....drtt
ponsel nita kembali bergetar dia memang sengaja mematikan suara ponsel nya , aidan melirik sekilas dia bisa melihat itu dari ricko .
" angkatlah jangan membuatnya cemas ini sudah hampir malam " kata aidan.
" hanya misscall , kakak nunggu siapa disini ? ini sudah malam" kata nita.
" aku sudah pulang kalau kau pulang, aku akan mengantarmu nanti "
" aku bisa pakai taksi "
" tidak aku tidak akan membiarkanmu "
....
ricko sudah tidak tahan lagi dia harus mencari istrinya hampir 100 kali dia menelpon sms pun sudah sering tapi tidak satu pun dijawab , dia menuruni anak tangga dan memakai jaketnya namun ketika turun dia melihat nita yang baru pulang sepertinya diantar seseorang karena ada suara mobil.
" darimana saja ? aku menelpon dan memberi pesan tapi tidak ada satupun yang dibalas ?" tanya ricko.
" mengerjakan laporan" kata nita yang berlalu tanpa menghiraukan ricko.
" kenapa tidak dirumah mengerjakannya aku sudah bilang kan jangan keluar rumah ketika aku belum pulang ? " tanya ricko.
" dan mobil siapa tadi , haruskah sampai malam mengerjakannya bahkan diluar tanpa sepengetahuanku"
" aku lelah mau tidur " jawab nita.
ricko berusaha menenangkan dirinya agar tidak terlalu emosi lagi, dia melepaskan jaket dan menyusul istrinya ke atas .
" ceklek "
ada suara air yang bunyi itu tandanya nita sedang mandi ,hpnya bergetar ada sebuah pesan yang masuk.
__ADS_1