Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Nyanyian Untuk Aidan


__ADS_3

kini nita dan ricko masuk kedalam kamar yang ternyata vano sedang tidur nyenyak disana. nita segera mendekatinya dan membenarkan posisi selimut nya.


" sayang besok kita pulang ya " ujar ricko yang sedang membuka jaketnya itu.


" kan masih 1 hari lagi " kata nita.


" rasanya tidak enak jika rumah kita terus ditinggalkan, lagipula kak aidan sudah pulang "


" baiklah terserah kau saja "


" vani main dibawah aku mandi dulu ya , setelah itu aku akan membereskan baju kita " sambungnya .


" iya "


nita berdiri mengambil handuknya di dalam lemari dan segera masuk kedalam kamar mandi. sambil menunggu nita ricko tiduran di ranjang sembari memeluk vano.


tanpa terasa dia pun ikut tertidur , 15 menit kemudian nita sudah selesai mandi dan membuka pintu kamar mandi , kakinya berjalan mendekati ricko. mencium kepala ricko lalu menaiki selilmut itu.


" kau lelah ya " gumamnya.


tok...tok...tok


" Nita " panggil seorang perempuan dari luar.


nita pun membuka pintu dan ternyata tiara " kak tiara ... apa ada sesuatu ?" tanyanya.


" maaf kalau mengganggu , makan malam akan siap sebentar lagi " jawabnya.


" oh itu , baik kak sebentar lagi aku turun " balasnya.


" kalau begitu kakak turun ya " kata tiara.


" iya kak " nita mengangukkan kepalanya serasa tersenyum lalu menutup rapat pintu kamarnya.


nita pun mengganti baju dengan pakaian biasa , setelah mengeringkan rambut dia turun ke bawah tanpa membangunkan ricko , dia khawatir kalau ricko masih mengantuk jadi dia akan membawa makan malam ricko kekamar saja nanti.


" sayang dimana suamimu?" tanya bunda yang sedang menata makan malam di bantu tiara.


" Ricko tidur bunda " jawabnya dan duduk di kursi miliknya.


" bangunkan dia agar makan malam jangan makan dengan perut kosong " kata aidan.


" nanti saja aku bawakan makanannya ke kamar , dia kelihatan lelah " balas nita.


" bunda dimana vani ?" tanya nita yang tidak melihat anak perempuanya itu.


" sedang main di ruangan bermain sama bi inah "


" apa dia sudah makan ?" tanyanya lagi.


" tenang saja dia sudah kenyang " jawab bunda.


" besok ricko mengajakku pulang " kata nita.


" ada apa nak kenapa cepat sekali ?" tanya edward.


" tidak paman , hanya tidak enak saja dirumah kosong tidak ada orang. lagipula kakak sudah pulang jadi dirumah banyak orang " jawab nita.


" baiklah jika ricko ingin pulang, pulang saja bukankah istri harus mengikuti kemana pun suaminya pergi "


" i-iya bunda "


" sudah sayang ini sudah selesai duduk lah , mari kita makan " kata bunda pada tiara.


" iya bunda " tiara pun duduk disebelah aidan.


" makanlah aku akan mengambil sendiri " ujar aidan dengan lembut.

__ADS_1


tiara mengangukkan kepalanya , dan akhirnya merekapun makan malam dengan tenang.


setelah selesai makan , nita membantu membereskan makanan dan piring kotor juga mencucinya. dia berdiri di wastafel dengan tangan yang penuh sabun.


" Nita biar kakak saja sini " kata tiara.


" kakak istirahat saja , pasti lelahkan perjalanan pulang sangat jauh "


" tidak masalah , kakak tidak enak jika tidak membantumu " tolak tiara.


" begini saja , aku yang mencuci kakak yang membilas oke ?" tanyanya.


" hmm oke " keduanya pun mencuci piring bersama sambil bercerita kemudian tertawa bersama. dari belakang ada aidan yang memperhatikan keduanya.


dua wanita yang sangat ia cintai sedang bersenda gurau disana menunjukkan betapa cocoknya mereka berdua.


***


keesokan harinya


semuanya habis sarapan pagi nita bersiap memakai sepatu nya di sofa itu dia sedang memasang tali sepatunya. saat dia sedang fokus mengibat tali sepatu sebuah coklat yang amat terkenal di swiss itu berbungkus warna merah ada dihapannya.


" ambil " kata aidan.


" wah coklat ini ... kakak tidak lupa ya " katanya bersemangat.


" ini coklat kesukaanmu bagaimana mungkin aku lupa , ambillah. "


aidan menyodorkannya dengan cepat nita mengambilnya dan segera membukanya.


" hmm enak sekali " gumamnya sambil memakan coklat itu.


" sayang apa sudah siap ? " tanya ricko yang baru turun dari tangga.


" hmm sebentar lagi aku sedang memakai sepatu " katanya yang kembali melanjutkan kegiatannya itu.


" iya kak kami senang jika kakak datang" timpal ricko yang ikut duduk di sofa.


" baiklah nanti kakak ajak dia "


" anak - anak dimana ? " tanya nita.


" ada di ruang bermain , tidak usah keatas atau nanti anak - anak tidak membiarkanmu pergi " jawab ricko


" yasudah ayo pergi , kakak aku pergi ya " pamit nya.


" oke hati - hati , ricko bawalah mobil dengan cepat ya sekitar ... ehmm 100 km/jam "


" dia suka yang seperti itu " timpalnya lagi.


" dasar tidak waras , mau kuberitau semua orang hayooo "


" ricko bawalah dia pergi aku bosan melihat wajahnya " kata aidan yang tidak mampu lagi berdebat dengan nita.


" Tanda cinta itu ... aku bisa melihatnya , sangat berkilau dan bercahaya membu...." nita bernyanyi dengan unsur yang membual itu membuat aidan merasa kesal


" diamm " teriak aidan


" apa ini aku hanya bernyanyi , kenapa kakak kesal "


" tidak ada lagu yang seperti itu "


" hahha dahhh sampai jumpa kakak sayang " dia melambaikan tangannya lalu menggandeng tangan ricko dan segera keluar rumah.


" sayang jahil sekali , aku kasihan melihat kakak " ujar ricko.


" tidak usah kasihan dia itu tidak kesal tapi menahan malu " jawabnya santai sambil terkekeh.

__ADS_1


" memangnya ada apa sampai kakak begitu ?" tanyanya.


" kau ingin tau saja atau ingin tauuuu sekali ?" tanya balik nita.


" hmmm " ricko menarik kedua pipi nita hingga nita merasakan sakit.


" aww sakit ricko " desisnya.


" gemas sekali , kau nakal juga ya sekarang katakan ada apa ?"


" tidak boleh ini kan aib " jawabnya.


" dasar nakal , ayo pergi nanti terlambat " ricko membukakan pintu mobil untuk nita , dan memasangkan selt beltnya lalu mentup pintu mobil.


brak


pintu mobil ricko tertutup saat dia sudah masuk kedalam mobil, dia menghidupkan mesin mobil dan melajukan dengan kecepatan sedang.


sesampainya dirumah sakit mereka masuk kedalam ruangan masing - masing , ricko mulai memakai jasnya dan dia sudah tampan dengan jasnya itu.


mengambil berkas dan keluar dari ruangannya , ada beberapa suster dan dokter magang yang telah menunggunya diluar.


" sudah siap ?" tanyanya.


" siap dokter " jawabnya serempak.


" baik kita mulai "


semuanya mengikuti ricko berjalan dari belakang , beberapa dokter dan suster menyapa ricko dengan ramah. pekerjaan seperti biasa kalau dipagi hari yaitu mengecek keadaan pasien.


sedangkan nita pagi sekali dia sudah berperang dengan pasien kecelakaan , dia mulai membersihkan luka di area tangan dengan teliti dibantu oleh suster nya yaitu suster loli dan dian.


" kapas " katanya.


dian memberikannya lagi - lagi nita menggunakan kapas untuk membersihkan lukanya itu , lalu memberikan suntikan di tangan dan memasangkan infus di tangan pasien.


setelah selesai dia menuju keruangan konsultasi untuk pasien yang sudah mengantri di depan ruangannya.


saat lewat ricko bisa melihat hari ini banyak pasien yang konsultasi pada istrinya , semua mata suster dan dokter magang itupun melirik kearah nita.


" mereka pasangan serasi sekali , aku jadi iri " bisik suster dibelakang.


" dokter ricko terus memandangi istrinya kelihatannya dia sangat mencintai dokter itu " jawabnya.


ricko berhenti berjalan dia sebenarnya mendengar percakapan kedua orang itu , satu persatu matanya melirik pada orang yang ada dihadapannya.


" apa dokter mendengarkan percakapan kita tadi , matilah kita " bisiknya.


" kurasa tidak " kata temannya.


" sekian dulu untuk hari ini , kalian bisa menemui pasien yang lain dan belajarlah untuk menjadi dokter yang mandiri dan mempunyai sikap suka mengambil keputusan yang bijak. karena yang kalian adalah manusia mereka memiliki seribu pertanyaan jika kalian hanya diam mereka akan meragukan kemampuan mu. lakukan apa yang menurut kalian benar " jelas ricko dengan tegas dan penuh wibawa.


" baik dokter , terima kasih " ucap mereka.


ricko mengangukkan kepalanya lalu pergi seorang diri entah kemana, dan para dokter magang juga suster itu bubar untuk membantu melayani masyarakat.


***


" terima kasih dokter " ucap orang yang habis konsultasi.


" sama - sama , semoga cepat sembuh " ucap nita.


ini sudah pukul 2 tadi adalah pasien konsultasi terkahirnya dia belum istirahat, dia keluar dari ruangan itu lalu kembali kedalam ruangan nya di lantai 5.


" sayang " dari belakang ricko datang tiba - tiba sembari memeluknya. nita pun menoleh dan menghembuskan nafas kasanya .


" ricko kau mengagetkan ku " lirihnya.

__ADS_1


" aku merindukanmu " bisiknya di telinga nita.


__ADS_2