Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
ciuman tak terduga


__ADS_3

dimeja makan semua orang makan dengan lahap, kecuali ayah yang merasa sedikit khawatir juga ingin meminta maaf pada putrinya, tapi rasanya lidah nya itu sangat kelu.


ia hanya menyedok- nyedok nasi itu tanpa berniat untuk memakannya.


" tuan maaf apa makanannya ingin diganti?" tanya bi inah.


sekilas bunda meliriknya lalu kembali makan sarapannya ia masih belum bercara pada suaminya itu dia masih marah.


" tidak perlu bi " jawab ayah.


" dek bukankah hari ini kau magang. apa sepulang magang saja kita pergi?" tanya aidan sambil ia memakan nasinya.


" tidak kak , aku izin selama 2 hari " jawab nita.


" baiklah , ricko izinkan aku membawa istrimu. jika aku tidak menepati janjiku dia akan mengejarku seumur hidup" ucap aidan.


" hmm bawalah kak aku mengizinkannya, dan ya awasi istriku jika dia melihat lakilaki tampan selain diriku" ujar ricko sambil tersenyum .


" aku juga tampan kita berdua tampan " saut aidan yang tak mau kalah.


" hei hei ingat ada aku" saut nathan pula yang tak mau kalah.


" baiklah baiklah semuanya tampan mengerti" ujar nita yang bosan mendengar kata tampan itu.


ricko berdiri ia sudah selesai menghabiskan sarapannya.


" sayang aku pergi dulu ya" pamit ricko pada istrinya.


" tunggu ,aku akan mengantarmu kedepan" ucap nita lalu ia ikut berdiri, ricko merasa sangat senang dan bahagia karena istrinya sedikit demi sedikit mulai membuka hatinya untuk dirinya.


" hmm ayo" ricko dan nita pun berjalan berdampingan menuju ke halaman depan tempat ricko memarkirkan mobilnya.


setelah sampai di depan ricko memasukkan tas nya dan menatap istrinya.


" ada apa?" tanya nita.


" aku sangat senang dan bahagia karena istriku mengantarku " jawab ricko sambil memainkan rambut istrinya.


" jaga diri baik-baik ya , jangan membuat kesalahan lagi atau aku tidak akan diam kali ini" tegas ricko.


" iya tenang saja , oh ya aku hanya ingin bilang kau langsung pulang kerumah saja. aku akan minta kak aidan untuk mengantarku nanti jadi kau tidak perlu repot menjemputku" jelas nita.


" hmm baiklah, memangnya kalian berdua mau pergi kemana?" tanya ricko.


" kakak ingin mengajakku berbelanja" jawab nita.


" yasudah hati hati ya , aku berangkat dulu" pamit ricko iapun mendekatkan tubuhnya ke tubuh istrinya lalu mencium keningnya.


cup


saat ricko mengecup keningnya rasanya ia sangat nyaman sekali entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa jantungannya berdegup lebih kencang saat sedang bersama ricko.


" dah" ricko melambai kan tangannya lalu masuk kedalam mobil.


dari kejauhan bunda tersenyum melihatnya dari kaca ia sangat bahagia putrinya mulai membuka hatinya untuk ricko. ia yakin ricko akan menjaga dan melindungi putrinya itu.


nita pun berbalik ingjn masuk kedalam tetapi langkahnya terhenti saat ayahnya ada dihadapannya sekitar 5 meter didepannya.


ia menatap tajam ayahnya, sedangkan ayahnya berdiri mematung tepat dihadapan anaknya.


" tetap disitu. ada sesuatu yang ingin ayah katakan padamu" ucap ayah dari sana dan berjalan mendekat menuju putrinya.


" ayah minta maaf karena sudah memukulmu" ucapnya lagi.

__ADS_1


tapi nita sama sekali tak menggubrisnya ia tidak memiliki rasa peduli ataupun yang membuat nya ingin melihat wajah ayahnya.


" maaf karena telah membuatmu sakit , ayah menyesal " ucapnya lagi lalu ia berlalu meninggalkan nita menuju mobilnya.


" kenapa kau mengingkari janjimu " tegas nita tanpa menoleh ke arah ayahnya.


ayah menghentikan langkahnya dan berbalik melihat putrinya.


" maksudmu?" tanya ayah yang masih tidak mengerti.


" kau mengingkari janjimu padaku janji yang kau buat 10 tahun yang lalu" ucap nita .


" apa? apa dia melihatku?" pikir adi .


" sudahlah aku tidak mengharapakan apapun darimu. jangan buat bundaku menangis atau aku akan menghancurkanmu tidak peduli siapa dirimu bagiku" tegas nita lalu ia pergi masuk kedalam.


ayah hanya berdiri mematung tidak tau apa yang ingin ia katakan lagi. tubuhnya serasa kaku juga tak mampu untuk bergerak.


" anakku sangat membenciku" gumamnya.


aidan dan nita mereka berdua sedang manaiki tangga berjalan melihat lihat keadaan sekitar yang ramai akan pengunjung di mall tersebut.


ia mengajak kakaknya ke bagian aksesoris, dia melihat topi karakter dan memasaangkannya pada aidan. aidan terlihat nampak lucu dan mereka berdua tertawa bersama lalu mengganti topi lagi, mereka mengelilingi bagian aksesoris itu mencoba segala hal yang bisa dicoba. tertawa bersama bahagia bersama.


kemudian membawa kakaknya ke bagian fashion pria , ia membawa beberapa kaos pilihannya dan memberikannya pada aidan untuk dicoba satu per satu, aidan hanya menurutinya saja karena hari ini ia berjanji akan menuruti semua apapun yang adiknya inginkan.


berulang kali ia mengganti pakain hingga hanya bebrapa pakaian yang ia beli.


" ayo kesana belilah apapun yang kau inginkan hari ini kakak yang akan mentraktirmu" tunjuk aidan ke arah fashion wanita.


dengan senang hati nita mengikuti kakaknya lalu mencoba semua pakaian yang ia sukai akhirnya ia membeli 5 baju sekaligus, tapi aidan tidak mempermasalahkannya dengab senang hati ia membelikan nya untuk adiknya itu.


hingga mereka lupa sekarang sudah hampir malam , aidan melihat jam tangannya.


" aku sudah bilang pagi tadi, ayo kita beli itu dan makan dirumah ku bagaimana kak?" tanya nita .


" baiklah ayo pesan" jawab aidan.


hanya menunggu selama 7 menit akhirnya pesanan mereka datang lalu mereka turun untuk menuju parkiran karena hari mulai malam ia langsung pulang saja.


merekapun sampai dirumah nya ricko dan nita. nita turun dan membawa barang belanjaannya sedangkan aidan membawa makanan yang ia pesan.


" sayang sudah pulang?" tanya ricko yang langsung membuka pintu setelah ia lihat dari kamar nya kalau aidan sudah tiba.


" iya , oh ya kami membeli makanan daging panggang juga ayam krispi ayo kita makan" ucap nita .


" sini biar aku yang bawa " ricko mengambil barang belanjaan nita yang cukup banyak itu.


" apa istriku menghabiskan begitu banyak uangmu kak?" tanya ricko.


" tentu saja , jika berbelanja dengan ku dia akan menghabiskan uangku , tapi dengan orang lain ia tidak mau sama sekali." jawab aidan.


" kalian bergosip tentangku ya?" tanya nita yang membawa beberapa piring dan gelas untuk ditata di meja makan.


" hahahha lihatlah dia selalu tau saat orang membicarakannya" ejek aidan.


" hati hati atau mulut kakak akan berbuih jika terus bergosip" ejek nita.


" apa sudah izin dengan bunda sayang jika hari ini kita pulang?" tanys ricko yang ikut membantu nita menyusun makanan.


" iya sebelum berangkat aku izin pada bunda " jawab nita.


" kakak ayo kita makan" teriak nita dari arah dapur

__ADS_1


" ternyata kau bisa mengatur rumah juga ya, aku sangat nyaman disini, apa boleh aku menginap jika aku bertengkar dengan orang rumah nanti?" tanya aidan.


" tidak boleh kakak hanya akan membuang kulit kacang juga menaruh kaleng minuman sembarang" tolak nita.


" tentu saja boleh , istriku ini seperti ini keras diluar lembut didalam" ujar ricko.


" ayo kita makan" sambung ricko lagi .


merekapun makan bersama sambil keduanya bersenda gurau kecuali nita yang tidak mengerti pembicaraan laki-laki hanya diam menikmati kulit ayam yang gurih dan renyah itu.


........


" baiklah aku pamit ya " ucap aidan pada psangan suami istri itu.


" iya hati hati kak" ujar nita.


mereka berdua pun masuk kedalam setelah mengantarkan aidan kedepan. hari ini ia begitu lelah saat mengelilingi mall kakinya terasa sangat sakit karena menggunkan hills yang tinggi . sesampainya di kamar ia duduk di sofa sambil memijit kakinya didepan tv.


" kemarikan " ricko mengambil kedua kaki nita , nita terkejut lalu mencegah ricko.


" eh jangan , aku... aku tidak sopan" ucap nita.


" diam aku akan memijitnya" tolak ricko.


" tapi ricko, aku akan rerlihat seperti apa itu namanya durhaka? atau apa ya . pokoknya begitulah" jelas nita.


ricko tersenyum simpul dan kembali membawa kedua kaki istrinya berada di paha nya


" sayang apa kau lupa kita suami istri, aku ingin mengobati kaki istriku dan lihat ini begitu merah" ujar ricko sambil mengelus kaki istrinya dan memberinya salep.


" aww sakit pelan pelan'" desis nita.


" lain kali gunakan sepatu tanpa hills atau sneakers saja agar tidak bengkak " ucap ricko.


" aku ingin tapi aku hanya membawa satu kemarin" jawab nita.


" kalau begitu besok aku akan membelikanmu sepatu tanpa hills dan juga sneakers" ujar ricko.


" eh tidak usah kau tidak lihat di lemari dalam sana , sudah begitu banyak . buang -buang uang saja" jelas nita.


mendengar itu ricko menatap barang belanjaan yang baru istrinya itu bawa hampir ada 10 paper bag besar. nita yang heran bertanya pada ricko" kenapa melihat paper bag itu?" tanyanya.


" bukankah harus hemat?" tanya ricko.


" he" nita tersenyum simpul.


" itu beda , dibelikan kakakku. aku harus menggunkan kesempatan itu untuk menghabiskan uanganya. lagipula kakak tidak punya istri iika tidak kuhabiskan maka untuk siapa uangnya " jawab nita.


" kau nakal ya" ricko menggelitik perut istrinya hingga tertawa.


" ricko ampun lepaskan hahah ini geli hahhha ricko" ujarnya mereka tertawa bersama ricko masih menggelitik perut istrinya itu.


" hahah ricko ampun" pinta nita.


" aku geli hahhaha , lepaskan aku akan memberimu hadiah'" ujar nita.


mendengar kata hadiah ricko langsung menghentikan aktivitasnya.


" cup" nita mencium pipi ricko lalu berlari menuju ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.


ia sangat malu pada ricko, sedangkan ricko ia tidak percaya nita melakukan itu tanpa ia suruh.


ia terus tersenyum memegang pipinya itu rasanya ia ingin memberhentikan waktu untuk saat ini menikmati lebih lama apa yang barusan ia alami itu.

__ADS_1


__ADS_2