
pagi ini xiaoqi ingin mengajak nita berkeliling di sekitaran kota jakarta. untuk itu nita izin pada dr. fahri untuk tidak masuk selama 2 hari. mereka berdua duduk di cafe rose tempat yang sangat nyaman sekali untuk minum teh dan juga sekaligus mengobrol.
" xiaoqi , apa yang akan kau lakukan disini?" tanya nita pada xiaoqi.
" ini uangmu , aku sudah mendapatkan uangku kembali" xioaqi memberikan sebuah amplop berisi uang yang pernah ia pinjam kemarin.
" xiaoqi bukankah kau tidak punya uang?" tanya nita.
" hmm tidak sebenarnya saat kau mengirimkan uang itu keesokannya ayahku menyurhku kerumah , ia memarahi ku dan menyuruhku tinggal bersama mereka lagi. aku tidak tahu harus apa karena jika aku tetap diluar aku tidak punya uang jadi aku ikuti saja kemauannya" kelas xiaoqi.
" apa kau baik-baik saja?" tanya nita dengan khawatir bertahun tahun mereka berdua selalu bersama, membuat nya sangat mengenal karakter temannya.
dia bilang seperti itu , itu artinya ada sesuatu hal yang ia sembunyikan.
" katakanlah aku paham kau mempunyai masalah kan ?" tanya nita lagi.
sedangkan xiaoqi ia menunduk tidak berani menatap nita.
" apa seorang anak boleh menentang perintah orang tuanya? " tanya xiaoqi.
" xiaoqi" panggil nita dengan lembut.
" sebenarnya aku kesini hanya untuk bertemu denganmu juga mengembalikan uangmu , terima kasih kau sudah jadi sahabat yang baik untukku. aku memutuskan untuk tinggal di dubai" jelas xiaoqi.
" apa yang akan kau lakukan disana ? kau sendirian tidak bisakah kau tetap tinggal apartemenku saja jika kau tidak ingin kerumah orang tuamu?" tanya nita.
" tidak bisa aku akan pergi dengan ibuku, ayah dan ibuku akan bercerai " jawab xiaoqi.
" bercerai ? tapi kenapa?" tanya nita lagi.
" ayah berselingkuh hiks....hiks...hiks..." xiaoqi menanngis dipelukan nita, nita berusaha menenangkan xiaoqi ia biarkan xiaoqi menangis dipelukannya.
" aku mengerti bagaimana perasaanmu" ucap nita
" ibuku ingin membawaku pergi bersamanya , aku tidak mau ibuku sendirian maka aku akan ikut dengannya " ucap xiaoqi.
" hmm lakukan apa yang kau inginkan aku akan selalu mendukung mu " ujar nita.
" sore nanti penerbanganku " ucap xiaoqi.
sore ini dikediaman rumah mewah milik adi nugraha sedang berkumpul di ruang tengah lantai bawah menunggu nita dan xiaoqi datang.
nita akan mengantarkan xiaoqi ke bandara sendirian walaupun ricko ingin ikut tapi dia tidak mau, nita hanya ingin menemani xiaoqi seorang diri sampai ia pergi dengan baik.
" sayang kalian sudah mau pergi ?" tanya bunda
saat ia lihat anak dan temannya keluar dari kamar tamu, membawa koper kecil di tangannya.
" hmm iya bunda aku akan mengantarnya sampai ke bandara" jawab nita.
" sayang aku juga ikut" ucap ricko.
" ricko ... hari ini aku hanya ingin berdua dengannya, aku akan mengantarnya seorang diri " tolak nita.
" tapi sayang" ujar ricko.
" biarkan aku dan nita pergi bersama hari ini " ucap xiaoqi dengan suara agak sedih.
" ya sudah tapi hati hati " ujar ricko .
akhirnya nita dan xiaoqi pun berangkat berdua, nita menyetir sendiri mobilnya ia meminjam mobil aidan untuk mengantar xiaoqi.
__ADS_1
didalam mobil tidak ada sama sekali yang mengeluarkan satu kata pun hanya ada keheningan diantara mereka berdua.
sesekali nita melirik ke arah xiaoqi yang nampaknya sangat terpukul. ia juga ikut sedih saat sahabatnya sedih. ia bisa merasakan rasa sakit yang sahabatnya rasakan itu.
setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam akhirnya mereka sampai dibandara , nita mengantarkan nita hanya sampai di depan bandara.
" xiaoqi" nita pun memeluk xiaoqi dan tak terasa air matanya jatuh begitu saja.
" aku yakin kau perempuan yang kuat , jangan sedih ya " ucap nita yang menahan air matanya itu.
" aku tidak tau harus apa tapi yang aku pikirkan lakilaki itu sangat brengsek" makinya pada ayahnya.
" ibuku menangis sepanjang malam memikirkan nasib pernikahannya. kali ini aku tidak mau melihat ibuku menangis karena laki-laki brengsek itu" makinya lagi .
" he akhirnya kekuatan mu kembali lagi. aku lebih senang saat melihatmu tertawa. jangan sedih , bawalah ibumu pergi dan hiduplah berdua dengan baik " nita memegang tangan xiaoqi.
" kau juga ya , semoga pernikahanmu selalu langgeng sampai kakek nenek tidak seperti orang tuaku " ucap xiaoqi.
" hmm akan aku usahakan" nita menganggukkan kepalanya lalu memeluk xiaoqi lagi.
" baiklah aku pergi dulu ya " xiaoqi melepaskan pelukan nita lalu menarik kopernya dan melambaikan tangan pada nita.
nita hanya membalas lambaian tangan itu dengan lamban, hatinya sedih melihat kenyataan. xiaoqi orang baik tidak pernah menyakiti dirinya tapi kehidupan membuatnya menderita kehilangan keluarga yang harmonis.
" apakah aku akan mengalami semua ini?" tanyanya dalam hati.
lalu ia kembali menuju parkiran mobil , saat ia akan membuka pintu mobil ia lihat seorang wanita yang mungkin berusia 40 tahunan sedang bersama seorang wanita muda yang cantik.
dia mengingat siapa wanita itu.
" wanita itu" ucapnya dengan gemetar lalu ia ikuti kemana 2 orang itu pergi ternyata mereka masuk kedalam mobil berwarna hitam dan melaju dengan kecepatan sedang , mereka sedang tertawa bersama.
ia pun berjalan lesu ke arah mobilnya , berdiri didepan mobilnya meratapi apa yang ia sedang pikirkan. masalah 12 tahun lalu sepertinya akan kembali muncul dikehidupannya sekarang.
" aku tidak akan membiarkan bunda mengetahui ini" ucapnya .
iapun masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya diperjalanan pulang ia kembali melihat wanita itu sedang keluar dari sebuah cafe lalu ia berinisiatif untuk mengikutinya.
ia mengikuti dari belakang sampai mobil yang ia ikuti stop di sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun sangat elegan.
ia memberhentikan mobilnya lalu turun dan mengendap-endap mengawasi mereka berdua, dua wanita itu sedang turun dari mobil dan disambut oleh seorang laki laki , tetapi ia tidak bisa melihatnya karena tertutup oleh tubuh 2 wanita itu.
ia sedikit maju untuk melihat siapa laki-laki itu,
darrrr
bagai disambar petir laki- laki itu ternyata ayahnya sendiri , memeluk seorang wanita muda yang ia temui tadi sedangkan wanita paruh baya itu tersenyum melihat pemandangan itu.
mereka nampak bahagia bersama persis layaknya sebuah keluarga yang sangat bahagia.
hatinya hancur, remuk sejadi-jadinya melihat ayahnya begitu bahagia bersama wanita lain dibelakang bundanya juga dirinya dan kakak-kakaknya.
hujan nampak turun deras di sana ia berjalan lesu menuju mobilnya , tubuhnya sudah sangat basah karena guyuran hujan. hatinya menangis .
laki-laki itu begitu pintar berkhianat dibelakang keluarganya sendiri.
ia masuk kedalam mobil menatap depan dengan rasa tak ingin lagi melihat sesuatu.
drrttt.....drrrtt
telponnya bardering tanda sebuah telpon masuk yang ternyata dari ricko, tapi ia tidak mau melihatnya ia tidak ingin berbicara pada seseorang.
__ADS_1
" kenapa kau tega mengkhianati janjimu padaku" gumamnya sambil menangis.
lalu ia lihat mobil ayahnya keluar dari rumah itu, menuju kearah pulang.
" seperti inikah kau diluar tertawa bersama keluargamu " gumamnya lagi.
ia juga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , untung jalanan sangat sepi tetapi jalan sedang licin karena guyuran hujan yang sangat lebat, tidak peduli apa resikonya ia terus berkendara dengan kecepatan tinggi.
dia pun sampai kerumah dengan selamat , ternyata ayahnya sudah sampai terlebih dahulu. ia hapus air matanya agar tidak seorang pun tahu jika ia habis menangis.
ia turun dari mobil dibawah guyuran hujan tidak peduli bajunya kembali basah.
ia masuk ke rumah dalam keadaan basah.
" sayang" panggil ricko lalu memeluknya dengan erat.
" kenapa sangat lama? bukankah seharusnya pulang 2 jam yang lalu? kenapa kau tidak menelpon jika akan pulang terlambat? " tanya ricko dengan begitu banyak pertanyaan tapi nita tidak menggubrisnya, ia lihat ayahnya sudah berganti pakaian ia menatapanya seolah -olah ia ingin membunuhnya.
" sayang tubuhmu basah , ayo mandi dan ganti pakaian" ajak ricko.
" iya sayang cepatlah lalu turun untuk makan malam" perintah bunda.
nita pun menuruti perintah bundanya berjalanan disamping ricko yang menuntunnya, lagi-lagi ia harus kembali merasakan pahit nya kebenaran ini , harus seberapa sering lagi ia mengalami rasa sakit ini.
" ayo sayang kekamar mandi ini handuknya " ricko memberikan handuk pada nita, lalu ia terima dan masuk kekamar mandi
ricko pun menutup pintu nya dan menunggu istrinya selesai mandi. sambil menunggu ia duduk di sofa sedikit berpikir tentang istrinya.
" aneh sekali " pikirnya.
tak lama kemudia pintu kamar mandi terbuka nita segera keluar menggunakan pakaian hangat nya. lalu menuju ke arah meja riasnya dan menaruh handphonenya.
" sayang ada sesuatu?" tanya ricko.
" ayo kita pulang besok" ucap nita tanpa menggubris pertanyaan ricko.
" baiklah , ayo kita makan dulu" ajak ricko.
akhirnya mereka berdua turun , semuanya sudah menunggu mereka .
" kenapa lama sekali ? aku sudah sangat lapar? " tanya aidan.
" maaf kak tadi istriku mandi dulu" jawab ricko.
" kau tidak bersalah , tapi nita yang salah " kata aidan.
" kenapa ? apa yang salah dariku? apa aku bukan anak seperti yang kalian inginkan? " teriak nita.
" sayang kakak mu hanya bercanda" ujar bunda dengan lembut.
" aku selalu salah , salahkan saja aku sesukamu" teriak nita lagi.
" sayang ? hentikan " ucap ricko dengan pelan.
" biarkan saja lagi pula aku tidak selalu bersama kalian kan ? jadi kalian teriasa tanpaku , makan saja jangan menunggu ku " teriak nita lagi.
" kakak bercanda tapi kau ...."
" cukuppp" teriak ayah lalau berdiri dengan muka yang kesal.
membuat semua orang kaget dan berdiri.
__ADS_1