
12 tahun yang lalu
" hiks...hiks...hiks " seorang anak kecil laki laki menangis saat ia ditertawakan oleh 4 orang anak laki laki lainnya.
ia terjatuh dari sepeda karena salah satu dari anak itu melemparkan batu pada rodanya hingga ia tidak bisa menyeimbangkan sepedanya.
" hahha begitu saja menangis dasar anak mama" ujar anak 1.
" iya jangan-jangan kau mau mengadu ya ?" ujar anak 2.
hingga membuat semua anak tertawa melihatnya.
" heiiiii" teriak seorang anak perempuan dari kejauhan sekitar 5 meter.
anak perempuan yang memiliki rambut panjang juga poni yang membentuk rambunya itu terlihat menatap anak anak itu dengan marah.
ia pun berjalan menghampiri anak itu.
" sok jagoan sekali dia" ucap anak 3.
anak perempuan itu langsung mendorong anak laki-laki itu satu persatu hingga terjatuh.
" bagaimana ? apa kalian ingin menangis?" tanya anak perempuan itu.
" kau itu perempuan tidak boleh mengganggu anak laki-laki" ujar anak 1.
" kenapa jika aku perempuan lihat ....ayo lihat ini otot tanganku " ujar anak perempuan itu sambil menggulung lengan baju nya dan memperlihatkan otot otot kecilnya.
" jangan mengganggu temanku atau aku akan memukul kalian hingga kalian menangis" ancam anak perempuan itu.
" hey ayo ayo kita pergi" ujar anak 4.
" huuuu" teriak yang lainnya.
anak perempuan itu pun tersenyum meremehkan kemampuan anak-anak itu, lalu ia berbalik dan jongkok dihadapan anak laki-laki itu.
" kau tidak apa-apa?" tanya anak perempuan itu.
" kaki ku sakit hiks..hiks..hikss.." isak anak laki-laki.
" jangan menangis aku akan membantu mu ayo bisakah kau berdiri?" tanya anak perempuan itu sambil mengulurkan tangan kecilnya.
anak laki-laki itu pun menganggukkan kepala dan menerima uluran tangan nya hingga anak perempuan itu membantunya untuk berdiri dan duduk di bawah pohon yang rindang itu.
" duduklah tunggu sebentar ya aku akan membawa sepedamu dulu" ucap anak perempuan itu .
anak lakilaki itu hanya menatap anak perempuan itu yang sedang menuntun sepedanya ke arah dirinya.
" dengkulmu berdarah" ucap anak perempuan itu ia pun segera membuka tas nya dan mencari sesuatu disana ternyata ia mencari sebuah plester.
anak perempuan itu berjongkok dihadapan dengkul anak itu lalu pelan-pelan ia memberi luka nya dengan plester.
" selesai" ucap anak perempuann itu.
" terima kasih" ujar anak laki-laki itu.
" ini aku ada roti makanlah " anak perempuan mengulurkan tangannya memberi roti itu.
" aku... aku haus" ucap anak itu.
" oh ini aku ada minum " anak perempuan itu pun memberinya botol minum yang ia bawa.
" terima kasih" ucap anak itu ia segera minum hingga botol berisi air itu habis.
" sudah tidak sakit kan ?" tanya anak perempuan itu.
" iya " jawab anak laki laki itu.
" aku pergi dulu ya, nanti bundaku sudah menjemput jika anak itu mengganggumu katakan padaku maka aku akan memukulnya " ujar anak perempuan itu dengan semangat.
__ADS_1
" hahahhahh " anak lakilaki itu tertawa melihat tingkah dari seorang anak perempuan itu.
" kenapa kau tertawa?" tanya anak perempuan itu.
" tidak kau sangat cantik " ucap anak lakilaki itu.
" aku memang cantik sama seperti bundaku " ujar anak perempuan itu.
" teman?" ulur tangan anak perempuan itu.
" teman?" tanya anak laki-laki itu.
" iya ... bagaimana jika kita berteman maka aku akan selalu bersamamu" uucap anak perempuan itu.
" ha iya teman" anak laki laki itu dengan cepat mengulurkan tangannya hingga mereka bersalaman dan saling tersenyum satu sama lain
............
" aku masih ingat saat pertama kali bertemu, kau membantu ku mengobati luka ku"
" maka sekarang waktunya diriku untuk mengobati lukamu" gumam ricko dengen pelan tangannya terus mengelus rambut istrinya yang lembut itu.
" apa maksudmu pertama kali bertemu?" tanya nita dibalik tidurnya.
" sayang kau sudah bangun?" tanya ricko.
" hmm ini sudah jam 7 aku harus mandi dan bersiap siap ke rumah sakit. sekarang katakan apa maksudmu tadi?" tanya nita dengan heran.
" maksudnya lihat ini matamu bengkak" tangan ricko menunjuk ke arah bola mata istrinya.
" aku tetap cantik" jawab nita lalu ia bangun dari ranjang dan mencari ponselnya.
" dimana ponselku?" tanya nita.
" aku tidak melihatnya " jawab ricko.
" ha? lalu dimana aku menyimpannya " pikirnya sendiri.
" sayang kita bisa membeli yang baru " ujar ricko.
" uangku tidak banyak sepertimu , ish kemana lagi itu ponsel pagi-pagi begini buat orang pusing saja" gerutunya lagi.
" tunggu sebentar" ricko meninggalkan nita sendirian mencari ponselnya dikamar itu.
nita pun membuka sprei , lemari, laci juga tas nya tapi tidak ketemu. ia merasa lelah lalu duduk diranjang.
" astaga ponselku untuk pertamakalinya aku memenangkan permainann dan aku dapatkan handphone itu " gerutunya.
" sayang lihat ini" ricko memberikan ponsel nita yang telah rusak kacanya.
" astaga handphone ku kenapa kau jadi seperti ini , bagaimana aku bisa menelpon xiaoqi juga yang lainnya kalau begini" ucapnya dengan sedih.
" sayang kita tinggal beli yang baru" ujar ricko.
" huu sudahlah aku harus membuang uangku lagi " ucapnya.
.................
dirumah sakit
" nita apa kau sudah menyelesaikan laporan minggu lalu?" tanya dokter fahri.
" iya dokter" jawab nita.
" bagus , jika kau mau pulang tidak apa-apa ini sudah jam 6 " ujar dr.fahri.
" iya dokter terima kasih, apa dokter akan lembur sendirian?" tanya nita.
" iya aku harus menyelesaikan beberapa pasien ku yang lain" jawab dokter fahri.
__ADS_1
diparkiran ricko sudah menunggu nita hampir satu jam ia mulai khawatir pada istrinya itu.
" dokter fahri selalu saja memberinya banyak tugas" gumam ricko.
" eh itu dia" ujar ricko yang melihat istrinya sudah berada di depan rumah sakit. ia tersenyum melihat istrinya.
" kenapa istriku sangat cantik" ucapnya.
" maaf ya tadi aku baru selesai menulis laporan" ujar nita yang langsung masuk ke mobil ricko.
" iya sayang aku paham" jawab ricko.
" hmm bisakah kau mengantarku ke tempat penjualan ponsel?" tanya nita.
" kenapa bertanya sayang tentu saja aku selalu siap kemanapun istriku menginginkannya maka aku siap" jelas ricko.
" hmm terima kasih" jawab nita.
setelah sampai di pusat penjualan handphone mereka berdua melihat lihat ponsel yang dijual disana.
" sayang sebentar ada yang menelpon " ucap ricko.
" iya" ucap nita.
ricko pun meninggalkan nita sendirian, sedangkan nita ia terus melihat lihat ponsel itu dan ia melirik merk handphone yang lamanya itu.
ia terkejut melihat harganya yang sangat mahal.
" ada yang bisa di bantu mbak? ini ponsel keluaran terbaru semua orang kalangan atas selalu memakai brand ini" jelas pelayan itu.
" eh iya hanya melihat lihat saja dulu" jawab nita.
" iya silahkan" ujar pelayan itu.
" ternyata harga disini sangat mahal, jika disana maka aku lebih bisa hemat" pikirnya.
iapun segera pergi lalu menghampiri ricko.
" eh sayang sudah selesai?" tanya ricko yang baru saja menutup telponnya.
" iya " jawab nita.
" dimana ponselnya?" tanya ricko.
" eh itu... nanti saja, lagipula tidak ada yang penting aku bisa menggunakan laptop saja" jawab nita.
" kenapa ?" tanya ricko.
" sudahlah ayo kita pulang" ajak nita.
akhirnya ricko pun mengikuti kemauan istrinya untuk pulang kerumah. diperjalanan pulang nita hanya diam menyenderkan kepalanya di samping jendela.
" berapa sisa uangku ya ? aku pikir aku sudah berhemat selama " pikirnya.
iapun membuka tasnya dan melihat buku tabunganya.
" hanya 5 juta, jika aku beli ponsel maka hanya tersisa sedikit bagaimana ini" pikirnya.
" kenapa sayang?" tanya ricko yang masih dalam keadaan menyetir.
" eh tidak apa-apa " jawab nita sambil memasukkan buku tabungan itu.
" apa aku pinjam di bunda ya ? tapi aku tidak mau merepotkan bunda. ah kenapa aku sangat bodoh hingga menjatuhkan ponsel sih" gerutunya dalam hati.
" sayang ayo turun" ujar ricko.
" ha ? sudah sampai?" tanya nita.
" iya sayang... apa yang sedang kau pikirkan ? apa ada sesuatu yang tidak ku ketahui?" selidik ricko.
__ADS_1
" he aku hanya sedang ingin diam saja, sudahlah aku ingin mandi sudah gerah" segera ia meninggalkan ricko dan masuk kedalam.