Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Jangan Membuatnya Sedih Lagi


__ADS_3

" ini sudah waktunya untuk mensholati jenazah" kata pemuka agama itu.


" sayang sudah ya" ujar ricko.


untuk terkahir kalinya nita memeluk ayahnya itu hingga beberapa saat , lalu dia menjauhi itu dan menunggu diluar ketika ayahnya sedang disholati. hanya para lelaki saja yang masuk didalam.


" dokter nita kami turut berduka ya , jangan sedih masih ada begitu banyak orang yang akan bersamamu" ucap suster mia dkk dari rumah sakit.


" terima kasih mia , dan juga teman -teman" ucap nita.


" sama-sama, kalau begitu kami pamit dulu kami hanya izin sebentar dokter " ucap perawat bimo.


" hmm "


" terima kasih sudah datang " ucap iren.


" iya kak" jawab mereka, iren tersenyum pada mereka.


setelah disholati jenazah adi dibawa keluar , nita memandangi keranda ayahnya yang akan dimasukkan kedalam mobil jenazah.


ricko kembali menghampiri istrinya , sedangkan aidan dan nathan membawa keranda itu masuk kedalam mobil jenazah.


" bunda naiklah kedalam mobil ambulance dengan kakak , kami berdua pakai mobil lain" kata ricko.


" baiklah nak hati-hati" ujar bunda.


" iya bunda" jawab ricko


ricko dan nita masuk kedalam mobil alphard itu , keduanya dibawa oleh sopir , ricko meletakkan kepala nita di bahunya. " tolong berikan kekuatan untuk nya dan berikan senyuman lagi untuk istriku, ketika dia sedih aku lebih sedih ketika dia bahagia aku akan lebih bahagia" doa ricko dalam hati.


sesampainya di pemakaman elite yang telah disiapkan , seluruh keluarga menyaksikan adi di makamkan, nathan mengumandangkan adzan di telinga adi, dia melakukan tugas terkakhirnya sebagai seorang putra tunggal, dia tidak mau menahan tanggis nya lagi maka dia menangis.


suara nathan yang terdengar bergetar itu , membuat iren juga ikut sedih , dia tidak pernah melihar nathan sebegitu sedihnya seperti hari ini. istri mana yang tidak sedih melihat suami yang biasanya tersenyum , marah-marah sendiri , kesal sendiri itu sekarang berubah menjadi menangis.


" kematian merupakan perpisahan yang paling menyedihkan untuk seorang anak, tidak peduli yang katanya anak laki-laki itu harus kuat ketika dilanda cobaan. namun anak laki-laki juga bisa lemah ketika orang terkasihnya pergi" ucap iren dalam hati dia menyeka air matanya.


setelah selesai nathan naik keatas yang disambut oleh tangan aidan, nathan , aidan dan ricko membantu menurunkan tanah itu. hingga terkubur dengan benar.


terkahir , nita dan keluarganya yang lain menaburkan bunga berwarna-warni dan air kepada makam itu.


" beristirahatlah dengan tenang adi' ucap hani.


namun dari belakang edward datang membawa buket bunga dia memakai pakaian serba hitam " hani" panggilnya.


semua nya menolah " edward" ucap hani


edward menaruh bunga itu di makam " aku turut berduka untukmu dan anak-anakmu" ucapnya .


" terima kasih" ucap bunda.


" paman edward?" kata aidan.


" aidan kau aidan kan ? suka bermain golf dan nathan suka bermain bola" ujar edward yang menoleh kearah aidan saat menyebut nama aidan , dan menoleh ketika menyebut nama nathan.


" dan dia dokter nita putri satu-satunya " kata edward.


satu per satu tamu yang hadir itu pergi meninggalkan pemakaman, hanya tersisa keluarga saja.


" paman mainlah kerumah " ajak aidan.


" ya tentu saja , setelah ini paman akan sering berkunjung" balas edward.


" hujan akan segera turun , lebih baik kita pulang" kata nathan.


" iya . kita harus menyiapkan pengajian untuk nanti malam" timpal bunda.

__ADS_1


" aku boleh ikut?" tanya edward.


" tentu saja kenapa paman harus bertanya" jawab nathan.


" iya paman , paman sudah kami anggap seperti ayah kami sendiri " timpal aidan.


edward pun tersenyum dan mereka semua meninggalkan pemakamam. di dalam mobil kepala nita terasa pusing " pak bisa berhenti sebentar ?"kata nita.


" pak berhenti , sayang ada apa?" tanya ricko lembut..


nita membuka pintu mobil dan mencari tempat sepi , dia mual ingin muntah " uwek"


" sayang minumlah" ricko memberikan botol air minum


" uwek"


" sayang kita kerumah sakit saja ya " kata ricko.


nita menggelengkan kepalanya dan menerima air itu dia minum hingga habis. " sayang aku takut terjadi sesuatu" timpal ricko lagi.


" ayo kita pulang saja , aku ingin istirahat " jawab nita.


" baiklah "


akhirnya ricko menyerah dia tidak mau membuat istrinya tertekan dan menyuruh supir membawanya ke kediaman bunda.


setelah sampai di menggendong nita yang tertidur itu dan menidurkannya di kasur , dia pun mengambil stestoskop dan memeriksa keadaan istrinya.


" bagaimana ricko ?" tanya bunda.


" dari kemarin malam dia tidak tidur dan makan , asam lambungnya kambuh " jawab ricko.


" kau bilang tadi dia muntah-muntah coba kau panggil dokter kandungan. kalian hampir satu tahun menikah " usul iren.


" sepertinya belum kak " jawab ricko.


" kalian bukan dokter kandungan jadi tidak tau apa-apa" timpalnya lagi.


" iya nak ricko , bunda juga berpikiran yang sama " timpal bunda.


," baiklah aku akan menelponnya sekarang" kata ricko.


hanys menunggu satu jam dokter perempuann bernama karunia telah datang ricko sengaja memilih dokter perempuan karena dia tau saat mengecek kehamilan harus meraba perut.


" apa dokter ricko tau tanggal berapa dokter nita menstruasi?" tanya nya .


" hmm seingatku bulan kemarin tanggal 20" jawab ricko .


dokter karunia menganggukkan kepalanya " dan kapan pertama kali kalian berhubungan badan?" tanya dokter karunia.


" apa harus disebutkan?" tanya ricko.


" ah baiklah semuanya ayo kita keluar dulu, biarkan ricko mengurus masalah ini" kata nathan .


semuanya pun menurut dan keluar , lalu aidan nenutup pintu kamar


" setelah malam pernikahan" jawab ricko.


" aku belum yakin saat memeriksa tadi tapi seperti ada tonjolan di perutnya , ini coba pakai tes pack dulu kita akan tau dari ini atau langsung cek dirumah sakit " jelas dokter karunia.


" dokter istriku baru saja terpukul karena kehilngan ayahnya. aku tidak mau membebaninya jika hasilnya nanti membuat dia kecewa , aku akan memastikan dulu kondisinya setelah benar-benar pulih kami aksn memeriksakanya " balas ricko.


" kalau begitu pakai tes pack saja lakukan diam-diam kau tau kan cara pakainya?" tanya karunia.


" iya " jawab ricko.

__ADS_1


" baiklah aku permisi anakku sudah menungguku dirumah , semoga ada kabar baik setelah semua ini" ucap dokter karunia.


" terima kasih dokter" ucap ricko.


" sama-sama"


" eh tidak masalah kalau tidak kuantar aku ingin menjaganya" kata ricko.


" tidak masalah aku mengerti " jawab dokter karunia, dia pun membereskan alatnya dan keluar dari kamar.


ricko menggenggam tangan nita yang tertidur itu lalu mengecup tangannya.


tok..tok..tok


" masuk"


" ricko makanlah dulu kau juga belum makan, kakak bawakan ini untuk kalian berdua " kata iren yang membawa nampan makanan.


" terima kasih kak taruh saja di sana" tunjuknya di atas nakas itu.


" bagaimana apa kata dokter tadi?" tanya iren.


" dia bilang harus mengecek ke rumah sakit, namun dia memberikan tes khamilan ini" jawab ricko.


" tapi dengan kondisi ini..."


" aku mengerti kak , aku tidak akan membawanya kerumah sakit. aku akan melakukan tes diam-diam , dokter karunia belum yakin kalau nita hamil tapi seperti ada tonjolan diperutnya " jawab ricko.


" hmm baguslah , kita harus memantau kondisinya. kakak juga merasa sangat sedih untuknya begitu juga dengan nathan kakak tidak pernah melihatnya menangis seperti tadi"


" oh iya ini kak bisakah kakak memberikan cincin ini pada bunda, ini ayah pakai saat disana .aku pikir jika istriku yang memberikannya dia malah akan semakin sedih" ujar ricko.


" baiklah sini, kakak turun dulu. dan makanlah untuk mengisi perut jam 7 nanti akan ada pengajian" kata iren.


" iya kak"


....


dibawah itu semua pelayan memasang karpet ambal didalam rumah , semua nya sedang mempersiapkan pengajian.


namun lain halnya dengan bunda , dia tidak terlihat dibawah. itu berarti dia sedang berada di dalam kamarnya.


irene membuka pintu kamar itu perlahan-lahan , dia ingin masuk tetapi ketika melihat mertuanya sedang mengelus pakaian adi itu.


" ketika pertama kali aku jatuh cinta , aku pikir hidup akan indah. namun aku tidak pernah berpikir kalau suatu saat akan ada yang pergi diantara kita "


" terima kasih telah membalas cintaku. walau aku tidak pernah mendengar langsung darimu. aku tidak akan menangis lagi sekarang, aku hanya akan melakukan semua hal yang membuat anak-anak kita bahagia. aku tidak punya apapun selain baju yang kau pakai saat menikah dulu"


irene menyeka air matanya ketika mendengar curahan hati mertuanya itu,


tok..tok..tok


" bunda apa aku boleh masuk?" tanyanya.


hani menutupi baju itu menggunakan selimut " masuklah nak" jawab hani.


irene tersenyum kepada bunda " bunda sudah makan?" tanyanya.


" sudah nak , ada apa ?" tanya hani.


" ricko menyuruhku memberikan cincin ini untuk bunda. ini ada ditangan nita tapi dia tidak ingin membuat nita tambah sedih" jawabnya yang memberikan cincin itu lada hani yang langsung diterimanya.


" bunda apa aku boleh mengatakan sesuatu?" tanya irene.


" katakan "

__ADS_1


" eh nanti saja bunda , aku turun dulu ya mau mengecek persiapan" kata irene.


" hmm baiklah bunda akan menyusul nanti"


__ADS_2