Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Jaga Dirimu Baik-baik, Aku Akan Merindukanmu


__ADS_3

dia mencari ricko diruangannya namun masih belum ketemu , dia ingat ricko pernah bilang kalau dokter bedah bisa diruangan operasi selama 24 jam. dia pikir ricko mungkin sedang melakukannya sekarang.


" kita harus bertemu ricko" gumamnya.


ia terus menunggu ricko selesai operasi namun sekarang sudah jam rombongan rumah sakit akan pergi sekarang, dia meninggalkan kursi tunggu itu lalu pergi sebelum pergi dia menengok kearah belakang.


" jaga dirimu baik-baik " ucap nita dalam hati.


dia pun sudah ada di halaman rumah sakit satu per satu anggota medis berjalan memasuki bus, dia masih berharap ricko datang namun sampai sekarang belum datang juga dia pun terpaksa naik dan duduk didekat jendela.


dokter fahri juga masuk , tidak ada kursi kosong lagi selain disamping nita dia pun duduk disampingnya.


nita terus memutar layar handphonenya. menunggu panggilan ricko.


" kau sudah pamit dengan ricko?" tanya fahri.


nita menoleh dan terkejut saat fahri ada disampingnya " eh dokter fahri aku ... itu belum" jawab nita.


mobil pun berjalan meninggalkan area rumah sakit, nita sungguh ingin bertemu ricko sebelum dia pergi tapi mungkin dia tidak bisa.


....


brakk


pintu operasi terbuka lebar operasi sudah selesai , ricko terlihat nampak kelelahan begitu juga dengan dokter chandra. namun ketika melihat para suster dan dokter gencar kesana kemari mereka berduapun bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.


lalu berita di tv depan mereka sedang menayangkan gempa di sulawesi yang berkekutaan 7.6 skala ritcher. ricko baru mengerti sekarang rumah sakit sedang mennyiapkan obat-obatan alat medis lainnya untuk membantu korban bencana alam.


" nita" gumamnya dia langsung teringat akan istrinya ini sudah hampir jam 12.


" apa kita juga akan dikirim kesana" gumam chandra.


" entahlah aku ingin menelpon istriku dulu" kata ricko yang berlalu begitu saja.


dia berlari menuju keruangannya lalu mengambil handphonenya , banyak sekali pesan masuk dari istrinya dia membuka itu


"my wife ❤ message "


" ricko apa kau belum selesai operasi ?"


" aku harus ke sulawesi , pihak rumah sakit mengirimku"


" aku ingin bertemu denganmu "


" apa belum selesai?"


" ricko aku pergi dulu ya, jaga dirimu baik-baik "


" aku mencintamu sayang"


^^^" sayang aku baru selesai operasi, apa masih dibandara?"^^^


balas ricko.


tanpa melepaskan pakaian operasi berwarna biru itu dia pergi bergegas begitu saja , dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi untung keadaan jalan sangat sepi.

__ADS_1


sedangkan nita dia tengah duduk menunggu untuk masuk ke pesawat, dari tadi fahri memperhatikannya dia tau nita sedang menunggu ricko. dia ingin membantunya tetapi waktu sudah mepet beberapa menit lagi mereka akan pergi.


" ayo ini tiketnya kita harus masuk sekarang" kata dokter andika yang menjadi ketua diantara mereka.


para medis berdiri untuk melanjutkan perjalanan , nita masih menghadap kebelakang berharap suaminya akan datang. namun lagi-lagi dia harus kecewa.


" nita" teriak ricko.


nita mendengar suara itu dia tau betul bagaimana suara ricko dia berbalik kebelakang , mendapati ricko yang sedang berdiri itu.


" ricko" gumamanya yang seakana tak percaya. ricko berlari berhambur ke hadapan nita.


" ricko aku harus pergi aku harap kau menjaga diri dengan baik" lirih nita.


" kau yang harus menjaga diri , aku akan merindukanmu" gumam ricko lalu memeluk nita


fahri menoleh untuk menunggu nita dia masih belum bisa melupakannya.


" aku juga merindukanmu" balas nita.


" dokter nita sebentar lagi kita akan berangkat" ujar dokter fahri.


ricko melihat fahri lalu semakin mengeratkan pelukannya, namun nita melepaskannya dan menatap sendu wajah ricko " aku pergi dulu, jaga diri baik-baik dah" pamit.


ricko memegang leher nita lalu mengecup kening istrinya cukup lama. setelah itu nita berjalan kearah fahri , ricko hanya menatap kepergian nita . saat melihat keduanya berjalan berdampingan dia tidak suka tapi dia harus merelakannya sekarang yang harus dia lakukan menyelesaikan pengobatan pasien dirumah sakit lalu menyusul istrinya.


di luar bandara ricko melihat pesawat yang baru terbang yang dia yakini itu adalah pesawat yang sedang dinaiki istrinya.


" tunggu aku disana" gumam ricko.


....


nita sungguh merasa mengantuk membutuhkan waktu hampir 4 jam untuk sampai ke wilayah itu , dia tertidur di bis bersama fahri dia menempelkan kepalanya di kaca namun kadang-kadang kepalanya terbentur.


fahri memperhatikan itu dia jadi tidak tega lalu dia memberanikan diri untuk menaruh kepala nita di sandaran bahunya. dia tahu nita tidak akan suka tapi dia bisa melihat kapala wanitanya terus terguncang itu akan menyebabkan pusing.


namun jauh dalam hati kecil nya dia sangat bahagia bisa sedekat itu dengan pujaan hatinya, walaupun dia tau wanita itu tidak bisa dia miliki.


hingga jam 6 pagi mereka telah memasuki wilayah gempa itu seluruh bangunan hancur, banyak rumah yang roboh dan para tentara,polisi dan medis lainnya telah bersiap-siap untuk mengevakuasi korban akibat gempa kemarin sore.


nita terbangun ketika mobil bus itu melewati jalan yang berlojak dia terbangun dari pundak fahri. dia sadar telah tertidur di pundak fahri.


" oh maaf dokter aku tidak tau kalau aku ketiduran " ucap nita penuh penyesalan.


" tidak apa" jawab fahri seraya tersenyum.


nita menguap kecil lalu mengucek kedua matanya fahri memandanginya wanita itu seperti dewi yang memiliki cahaya yang bersinar terang.


" andai aku jodohmu aku akan terus melihat pemandangan ini setiap hari" ucap fahri dalam hati.


shitttt


mobil bus pun berhenti membuat semua orang bertanya-tanya kenapa bus berhenti? lalu dokter andika pun berdiri.


" semuanya tolong diperhatikan. mobil kita tidak bisa masuk lebih jauh karena jalan tertutup oleh tanah yang longsor, kita harus berjalan kaki. bawa semua barang kalian dan kita akan briefing dulu dibawah" jelas dokter andika.

__ADS_1


" baik dokter" jawab semua orang serempak.


nita pun tetap duduk dia akan turun setelah semua anggotanya turun, begitu juga dengan fahri ketika hampir tidak ada orang barulah mereka turun.


melihat nita yang sedikit keberatan pada tasnya dia menarik tas itu dari tangan nita " dokter biar aku saja" ujar nita.


" turunlah " kata fahri.


" tapi dok" lirih nita.


" aku akan memberikannya ketika sudah turun" balas fahri.


" hmm terima kasih" ucap nita.


mereka berdua pun turun, para suster dan dokter lainnya telah berdiri untuk mendengarkan dokter andika.


" baiklah semua melakukan perjalanan lebih jauh , kita akan membangun sebuah tim , setiap dokter adalah ketuanya akan memiliki 2 orang suster yang mengikutinya apa kalian mengerti?" tanya dokter andika.


" iya dok" jawab mereka serempak.


" karena jumlah korban yang belum bisa dipastikan banyak atau tidaknya. kita harus tetap menjaga dirikita sendiri karena keselamatan mereka penting tapi lebih penting adalah seorang dokter karena kalian akan menyelamatkan setiap korban"


" para tentara dan anggota polisi akan membangun tenda tempat tidur dan untuk ruangan perawatan kalian tidak perlu khawatir semua sudah disiapakan jadi mari kita lakukan perjalanan selanjutnya" jelas dokter andika.


kemudian mereka semua berjalan menyusuri jalan yang agak licin itu , sebelum mengikuti rombongan nita mengganti sandal dengan sepatu berwarna. itu akan membuatnya nyaman dan berjalan dan berlari. melihat nita yang masih mengganti sepatu fahri menunggunya.


" ayo " kata fahri.


nita mengangguk kemudian mereka berdua berjalan mengikuti para rombongan diluar. nita memperhatikan area sekitar nya yang hampir rata dengan tanah. dia tidak membayangkan bagaimana waktu kejadian itu pasti semuanya sangat panik.


" kau baru pertama kali melakukan ini yang terpenting kau harus tetap tenang karena nanti bukan hanya satu pasien tapi puluhan bahkan ratusan pasien yang mengantri untuk kau tangani" ujar fahri .


" oh iya dokter terima kasih untuk penjelasannya" ucap nita.


sudah hampir satu jam mereka berjalan , nita mulai kelelahan tapi dia berusaha menutupinya dengan terus menyemangati dirinya sendiri kalau ada begitu banyak orang yang membutuhkan pertolongannya.


" kau lelah?" tanya fahri.


" sedikit dok tapi jangan khawatir aku baik-baik saja" jawab nita.


" ini minumlah" fahri memberikannya sebotol air minum dari tasnya. nita langsung mengambilnya .


" terima kasih" ucapnya yang langsung membuka botol itu dan menelannya habis.


beberapa saat kemudian mereka telah sampai di pengungsian, nita menaruh barang-barangnya di tendanya dengan suster loli dan dian. mereka satu tenda.


" dokter pakailah jaket ini" ujar loli.


" ini? untuk apa?" tanya nita.


" ini jaket tim kita , berwarna biru. ada begitu banyak tenaga media itu akan membedakan dengan medis lainnya ketika ada sesuatu nanti akan mudah mencarinya" jelas suster loli.


" ah ya terima kasih loli" ucap nita dia segera memakai jaket itu ternyata sangat pas, lalu dia menguncir rambutnya. dan memakai jubah dokternya .


" tolong beri aku kekuatan agar aku dapat menyelamatkan nyawa manusia lainnya" doanya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2