
" rickoo "
dia menepuk pelan bahu ricko hingga ricko mengerjapkan kedua matanya lalu terduduk.
" kenapa tidur dibawah?" tanya nita.
" tidak apa-apa hanya ingin tidur didekatmu" ujar ricko seraya tersenyum.
" apa sudah ketemu?" tanya nita.
" hmm ketemu" jawab ricko.
" ah syukurlah dengan itu kau bisa kembali kerumah sakit" ujar nita.
" sayang kenapa wajahmu pucat apa demam hmm?" tanya ricko lalu memegang dahi nita yang terasa panas itu.
" sayang kau demam" kata ricko yang panik itu.
" hanya sedikit pusing saja"
" tunggu sebentar aku buatkan teh hangat " kata ricko lagi yang kembali menidurkan nita di sofa.
disofa itu nita memejamkan matanya yang terasa pusing itu , dia tidak makan dengan benar kemarin mungkin itu yang menyebabkannya demam.
tak lama ricko kembali membawa teh hangat lalu membangunkam nita dan memberikan teh itu untuk diminum.
" tidak usah masuk hari ini , aku akan menelpon dokter alex" ujar ricko.
" hmm "
" ayo kita pulang saja aku ingin tidur di rumah" pinta nita.
" tunggu disini aku mau masukkan barang-barang itu dulu" kata ricko, nita hanya memandangi ricko yang tengah membereskan laptop dan semua cd itu.
lalu dia keluar restoran dan membuka pintu mobil. dia kembali masuk lalu menggendong nita , nita memandangi wajah tampan ricko saat digendong seperti itu dia merasa seperti seorang putri yang sedang digendong oleh pangeran tampan.
" sudah puas melihatku?"
" ck aku hanya lihat bentuk wajahmu itu saja" ujar nita.
" pasang selt beltnya aku mau membangunkan kakak aidan dulu " kata ricko.
" hmm"
....
setelah sampai dirumah nita sudah tertidur dikamarnya menghadap ke kanan, ricko sudah mandi lalu dia membawa sebaskom air hangat kuku dan handuk kecil dia ingin mengompres tubuh istrinya agar demamnya turun.
dengan telaten dan lembut dia mengompres nita seraya memandangi wajahnya.
drtt...drttt
" Bunda Calling "
📱 " halo nak apa demam istrimu sudah turun ?" tanya bunda di telpon.
" aku sedang mengompresnya bunda , mungkin sebentar lagi turun demamnya" jawab ricko.
📱" bunda kesana saja ya , kata aidan semalam buktinya sudah ketemu bunda akan menjaga nita dan nanti kau berikan bukti di pengacara" jelas bunda.
" baik bunda apa mau aku jemput?" tanya ricko.
📱" tidak usah nak nanti bunda pergi dengan sopir saja"
" kalau begitu aku tutup dulu bunda aku mau lanjut mengompresnya" ujar ricko.
📱" iya nak"
setelah sambungan telpon terputus kembali ricko mengompres nita. dia mengelus puncak kepala nita namun tak lama nita terbangun.
__ADS_1
" sayang"
" hmm ricko aku haus" kata nita
" tunggu sebentar" secepatnya ricko menuangkan air digelas lalu membantu nita untuk meminum air itu.
" hati-hati" saat dia akan menidurkan lagi nita
" sayang katakan bagian apa saja yang sakit?' tanya ricko
" jangan khawatir ini hanya demam biasa. kemarin aku telat makan jadi mungkin itu penyebabnya" jawab nita.
" lain kali makan tepat waktu , aku akan menyuruh dokter alex membuatkan jadwal istirahat yang benar nanti'ujar ricko.
" kau berlebihan sekali hmm aku baik-baik saja lagipula aku memang biasa seperti itu makan hanya disaat lapar " telak nita sembari tertawa kecil melihat betapa takut wajah ricko itu.
' tidak lucu ! aku tidak mau melihatmu terlalu lelah " timpal ricko.
nita tersenyum lalu dia mengambil tangan ricko dan menciumnya " terima kasih" ucapnya.
" terima kasih untuk apa?" tanya ricko.
" terima kasih karena telah menjagaku dan mengurusku dengan baik. seharusnya aku yang melayanimu , mengurusmu dan mengerjakan semua pekerjaan rumah " kata nita
" aku tidak pernah merasa dibebani karena itu. kita menikah untuk saling melengkapi. saat seorang istri membersihkan kamar maka suami membersihkan ruangan tamu. saat istri memasak maka suami mencuci piring. apa gunanya kami kalau tidak membantu istrinya hmm?" ujar ricko dengan suara yang lembut.
" jika saja semua wanita mendapatkan suami seperti mu , mungkin tidak ada wanita yang mengeluh. kau tau aku sering berpikir kalau aku ini wanita terberuntung di dunia karena memiliki suami sepertimu " kata nita.
" maka aku adalah pria terberuntung di muka bumi ini yang mendapatkan istri secantik dan sebaik dirimu" balas ricko .
" gombal" goda nita.
" hmm tidak percaya? aku tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan wanita seperti dirimu. tetapi tuhan memberikan nya seorang wanita dari keluarga yang baik, mandiri, pintar , suka menolong dan kecantikanmu sebagai bonusnya" jelas ricko.
ting
suara bel berbunyi, itu artinya ada tamu yang datang " aku buka dulu ya " kata ricko.
...
" bunda ayo masuk" katanya sembari membukakan pintu.
" sama siapa bun?" tanya ricko.
" sopir. tapi bunda suruh pulang , dimana nita apa sudah bangun?" tanya bunda.
" iya ada dikamar . bunda naik saja dulu aku mau mengambil berkas dulu diruang kerja" ujar ricko.
" hmm " bunda menganggukkan kepalanya lalu naik tangga menuju kekamar putrinya.
tok..tok..tok
ceklek
" bunda" nita tersenyum dan bangkit dari tidurnya saat melihat wanita yang paling dia sayangi itu datang.
bundanya langsung memeluk dan menciumnya " bagaimana perasanmu? baik-baik saja kan nak?" tanya bunda.
" iya bunda aku hanya demam biasa karena telat makan" jawab nita.
" sayang lain kali kau boleh bekerja tetapi harus ingat kesehatanmu. sebelum pasienmu kau harus menjaga kesehatanmu dulu. karena jika dokternya sehat maka pasiennya juga akan sehat" jelas bunda.
" iya bunda " kembali bunda memeluk tubuh putrinya ini memang belakangan ini nita tidak pernah kerumah karena kesibukannya dan pekerjaannya. jadi bunda merasa sangat merindukan putri satu-satunya itu.
" sayang bunda sudah disini , aku pamit sebentar mau bertemu pengacara " kata ricko yang sudah rapi dengan pakaian biasa itu.
" hmm hati-hati aku yakin setelah ini kasusnya akan selesai" ujar nita.
" iya sayang terima kasih. bunda aku pamit dulu ya "
__ADS_1
" iya nak hati-hati"
...
satu jam berlalu ricko sudah pergi nita hanya duduk melihat bundanya yang memasak di dapur , lalu handphonenya berdering namun tidak ada nama disana.
" halo"
"......."
" apa? baiklah aku akan menemuimu kau tunggu aku" kata nita lalu menutup handphonenya.
bunda yang mendengar dan melihat raut muka anaknya itupun merasa curiga lalu menghampirinya.
" ada apa nak?"
" bunda aku harus pergi , tadi keluarga yang berseteru dengan pasien ingin bertemu denganku"
" tapi kau kan lagi sakit nak"
" tidak bunda aku ingin bertemu dengannya , ini untuk ricko aku tidak mau membuatnya sedih"
" baiklah...baiklah tapi bunda temani " tegas bunda.
***
sesampainya di sebuah cafe nita masuk sendirian disana tadinya bunda ingin memaksa ikut masuk tetapi nita melarangnya. dia tidak mau membuat bunda merasa khawatir ketika nanti berhadapan dengan keluarga itu.
dia melirik keujung cafe seorang pria dan wanita duduk disana memakai pakaian mewah lalu dia menghampirinya.
" permisi tuan prima " kata nita.
" akhirnya kau datang" ujar prima suaranya begitu sombong.
" langsung saja apa yang kau mau" tanya nita.
" sudah kami pertimbangkan lagi , aku hanya ingin suamimu mengembalikan setengah saja uang kami. maka kami akan menyabut gugatan itu" ujar pria itu.
" iya dengan begitu masalah selesai , suamimu kembali bekerja dan kami mendapatkan uang kelar kan?" timpal adiknya.
diam - diam dari bawah nita mengaktifkan perekam suara.
" kau mau memerasku?" tanya nita.
" memeras ? hahha tentu saja tidak bu dokter, kami hanya memberi penawaran saja " jawab pria itu.
" jujur saja sebenarnya apa yang akan kalian lakukan dengan mendapatkan uang itu ?" tanya nita.
" he itu bukan urusanmu dokter, lagipula kami ini masih ada niatan baik. kembali setengah uang itu saja" kata pria itu yang kukuh.
" sebaiknya kau juga pikirkan bagaimana jika kami menang suamimu akan dihiatus dari rumah sakit manapun" timpak adiknya.
nita tersenyum mendengar tipuan dua beradik itu membuat dua orang itu merasa aneh.
" sebenarnya uang bukan masalah yang besar untuk kami. mau setengah atau full kami mau memberikannya" kata nita membuat kedua orang itu tersenyum.
" tapi jika suamiku salah. namun nyatanya aku tidak melihat kesalahan itu pada diri suamiku. kau tau berapa waktu yang dia punya dirumah? dia hanya memiliki waktu sedikit saja. dirinya terus berada di garda terdepan untuk menyelamatkan pasiennya. termasuk ibu kalian, dia telah membuat hasil pemeriksaan yang benar , untuk apa kami menipu seorang pasien hanya demi uang yang tidak seberapa itu"
" jujur saja kalian ingin mengambil uang itu untuk mengirim ibu kalian yang sakit-sakitan ke panti jompo bukan? dan setengah nya akan kalian gunakan untuk berinvestasi" kata nita.
" apa ? kau tau dari mana ?" tegas pria itu.
" aku memang tidak tau sebelumya. namun ibumu sendiri yang mengatakannya kepadaku"
" ya kami memang ingin menaruh nya kedalam panti jompo karena dia terus sakit sedangkan kami , kami punya keluarga sendiri anak yang akan kami urus. bukan hanya mengurusi orang tua yang sakit-sakitan dan terkadang buang air besar di kasur hingga aku dan adikku harus membersihkannya" tegas pria itu.
" kau harus tau kami memiliki bukti rekaman disaat kau memulai perkelahian , hasil pemeriksaan yang benar dan video kau mendorongku kau kan itu termasuk tindakan menyakiti dokter hukumannya bisa diancam 2 tahun penjara" jelas nita.
" kau " desis adik pria itu.
__ADS_1
" apa kalian tidak pernah berpikir bagaimana cara ibu kalian membesarkan kalian hingga sebesar ini ? dia memberi kalian nasi dan kasih sayang melebihi dirinya sendiri. namun saat dia sakit-sakitan kau malah ingin membuangnya ke panti jompo apa kau tidak malu sebagai anak nya yang kalah dengan orang tua? mungkin kalian sedang menggilai harta namun kalian tidak paham bagaimana nanti kehilangan orang yang sudah kalian sia-siakan"
" kita sama-sama berperan sebagai seorang anak. aku hanya ingin menasehati kalian walau umurku mungkin masih jauh dibawah kalian. uruslah ibumu dengan baik karena tidak ada yang tau kapan nyawa seseorang akan lenyap. pikirkan ucapnku kau cabut tuntutan itu dan hapus semua nama yang membuat suamiku tercoreng"