Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
akhirnya kau datang


__ADS_3

" bundaaa ....bundaaaaa" teriak nathan dari luar.


" ada apa aidan kenapa kau berteriak?" tanya bunda.


" 4 hari yang lalu ayah ada di sulawesi, dan kata direktur keuangan diperusahaanya sampai sekarang ayah belum ada kabar . seharusnya pulang 2 hari yang lalu" jelas aidan


prang


gelas yang dipegang bunda terjatuh begitu saja " apa yang kau katakan?" tanya nathan.


" ayah ada di sulawesi" kata aidan.


" aidan cepat hubungi ayahmu sekarang , mungkin saja ayahmu baik-baik saja " kata bunda.


" iya bunda" dengan cepat aidan menelpon kenomor telpon ayahnya. berkali-kali dia menelpon namun hpnya tidak aktif.


" bunda " dia menggelengkan kepalanya.


seketika tubuh bunda terasa lemas , dia berpeganga pada sebuah meja.


" kita harus mencarinya kak" kata aidan.


" aku akan kekantornya" kata nathan.


" bunda tenanglah ayah tidak akan celaka" gumam aidan.


" kenapa rasanya sakit sekali mendengarnya seperti itu, apa aku masih mencintainya" ucap bunda dalam hati.


...


keesokan paginya kapten berusaha menusuri lorong yang telah digali itu, dari alat pendeteksi masih ada korban jiwa didalam bangunan , dengan dokter nita dibelakangnya mereka berjalan pelan. karena lorong sangat sempit tidak memungkinkan banyak orang untuk ikut.


" pegang bajuku , ini gelap " kata kapten.


" eh iya" nita pun memegang baju disebelah pinggang kiri, sekilas kapten itu melirik kearah remasan tangan nita,


bugh


banyak bebatuan yang runtuh dia pun melindungi nita " kapten hati-hati" kata nita.


kapten itu memegang tangan kanan nita dan berjalan didepan nita. " aku harus memegang tanganmu agar bisa segera melindungimu ketika ada yang jatuh" jelas kapten.


" aku tau"


" tolongg" lirih seseorang dengan suara yang lemah.


" kau dengar sesuatu?" tanya kapten.


" hmm" nita menganggukkan kepalanya.


" air...aku butuh airr" lirih orang itu.


" kapten disana" tunjuk nita didekat bebatuan yamg besar itu.


mereka pun segera menuju ke korban jiwa yang telah tertimpa batu besar dibagian perutnya.


" air... tolong " lirihnya lagi.


kapten segera memberinya air dan membantunya memasukan botol minum di mulutnya.


" perutnya tidak bisa menahan batu seberat itu terlalu lama lagi, bisakah kau angkat itu?" tanya nita.


" aku akan berusaha" kapten itu berusaha mengangkat batu , namun cukup besar , sebenarnya batu itu hanya menekan sedikit bagian perut itu karena ada sanggahan batu besar lainnya di sebelah kiri batu itu.


" ayo kita angkat bersama " nita pun ikut membantu menggeserkan batu itu.


sekuat tenaga dia menggesernya , tubuhnya dipenuhi keringat hingga akhirnya batu itu bisa tergeser.


" apa yang kau rasakan apa ini sakit?" nita menekan sedikit bagian perut itu.

__ADS_1


" ahhh" desis orang itu.


" perutnya terlalu kosong , apa kau bawa makanan ? " tanya nita.


" aku tidak bawa"


nita menyogoh kedua sakunya dan celana nya dia menemuka sebungkus roti kecil dan membukanya " makanlah ini untuk mengganjal perutmu " nita membantu memasukkan roti kedalam mulut.


dia menyuntikkan pereda rasa sakit pada korban itu, dan memperban kepala yang berdarah itu. " bisa kau bantu aku pegang infus ini?" tanya nita.


kapten itu langsung menerimnya, kemudian nita memasangkan jarum infus di tangan kiri pria itu." kita harus membawanya keluar disini tidak bersih dan tidak baik untuk lukanya"


" pak apa kau bisa menggerakkan kakimu?" tanya nita.


" bantu aku" lirih pria itu.


....


ricko telah sampai di tempat kejadian itu, dia mengedarkan pandangan kearah semua tempat untuk mencari sosok istrinya , namun dia hanya melihat fahri yang sedang membawa brankar pasien. dia mungkin akan menemukan jawaban dari fahri dia segera menghampiri fahri.


" fahri " kata ricko.


" dokter ricko apa kau bisa mengoperasinya ? kepalanya luka dalam ada kemungkinan pendarahan di otak" kata fahri.


" bawa dia masuk " kata ricko.


dibantu para polisi mereka membawa pasien seorang perempuan itu kedalam ruangan operasi, karena kekurangan suster hanya dokter ricko dan dokter fahri yang melakukan operasi itu.


" dokter denyut jantungnya melemah " kata fahri.


" defribiliator "


fahri memberikan itu dan ricko segera menempelkan itu pada tubuh pasien berulang kali hingga pasien kembali normal.


barulah mereka bisa memulai operasi , ricko memotong sedikit bagian rambut dikepala yang akan dia operasi kemudian dia melakukan oeprasi itu sesuai prosedur yang telah ada.


melihat fahri yang sedang mencuci tangan dia juga mencuci tangan " dimana nita ? kenapa dia tidak ada disini?" tanya ricko.


" dia ada didesa sebelah dengan suster loli dan dian , ada beberapa pasukan bersama nya. aku khawatir dokter nita hanya sendirian dia mungkin kwalahan menangani pasien " jelas fahri.


" apa dokter chandra tidak ikut?" tanya fahri.


" istrinya sakit dia tidak bisa" jawab ricko.


" aku akan menemuinya sekarang juga " ucap ricko dalam hati.


" aku akan ikut dengan mu , jangan salah paham disana banyak korban jiwa disini ada banyak dokter" jelas fahri.


" hmm "


...


setelah berhasil mengeluarkan pria itu, kapten dan nita kembali masuk kedalam, lagi-lagi kapten memegang tangannya, " apa kau lapar ?" tanya kapten.


" iya .. tapi nanti saja kita harus mengeluarkan korban lainnya dulu itu yang penting "


kapten itu menarik kepala nita dan memeluknya lalu menggulingkan badannya namun tangannya melindungi kepala nita , ada batu besar yang runtub tepat dikepala mereka kapten itu menyadari dan sangat jeli, nita memjamkan matanya dia takut dia tidak pernah seperti ini.


kapten masih memeluknya entah kenapa dia merasa nyaman sekali memeluk wanita itu, melihat wajahnya yang tertutup rapat karena ketakutan saat ini wajah mereka begitu dekat.


" cantik sekali" gumamnya yang tanpa ia sadari itu.


" aku tidak mau mati... aku ingin menemuinya dulu " rengek nita.


" hey buka matamu " gumam kapten .


" hey nita kita tidak mati " sambung kapten.


nita membuka matanya pelan-pelan " benar aku belum mati syukurlah terima kasih tuhan " ucap nita dalam hati.

__ADS_1


" kau tidak apa-apa kan?" tanya kapten.


" aku baik-baik saja terima kasih" ucap nita.


" eh kapten apa kau bisa bangun? tubuhku kecil" sambung nita.


langsung saja kapten itu berdiri dia merasa salah tingkah dibuatnya. " ayo kita lanjutkan lagi" kata nita.


semakin jauh mereka berjalan semakin dalam terowongan semakin gelap. kapten itu seperti sedang kesusahan nafas , nita mengerti dia membuka tas medisnya lalu mendudukkan kapten di bebatuan.


" duduklah dulu, hirup ini" dia memberikan alat bantu oksigen pada kapten.


dia juga merasa sesak namun dia harus menahannya , tetapi dia mendengar suara bayi tangisan bayi itu sangat dekat.


" pegang ini dan tahan aku akan mencari bayi itu" sebelum nita pergi kapten menahan pergelangan tangannya.


" bantu aku berdiri... aku tidak bisa membiarkanmu sendirian berbahya... namaku Dirgantara panggil akuu...panggil aku dirga " walaupun dia berkata dengan nada ngos-ngosan dia berusaha menyelsaikan perkataannya dia ingin dokter didepannya ini tau siapa namanya .


" kapten dirga kau tidak bisa pergi tunggu disini aku ...aku akan baik-baik saja" ujar nita yang suara juga ngos-ngosan.


dirga tidak mampu lagi untuk menghentikan nita , nita berjalan kira-kira 10 meter dia menemukan bayi yang tergeletak di bawah meja untunglah meja itu sangat kuat jika saja itu rentan anak ini bisa meninggal.


bayi itu terus menangis , pakaiannya kotor terkena debu , dia menarik dan menggendongnya


" cup..cup...cup jangan menangis " dia mengendong bayi


nita merasa sangat lemas dia hampir tidak bisa bernafas , namun bayi ini juga sudah lemah dia harus bisa keluar.


dia berjalan kearah kapten dirga , dia lihat jam tangan menggunakan senter sudah jam 4 sore.


" kapten dirga apa kau bisa berdiri... kita harus menyelamatkan bayi ini" kata nita.


" iya" kapten berusa berdiri namun ketika melihat wajah pucat nita dia paham dia juga butuh oksigen dia memberikan oksigen itu kepadanya .


nita menghirupnya sebanyak mungkin " ayo aku bantu " kapten itu memapah nita dan juga bayi itu.


....


" loli dimana dokter nita ?" tanya fahri.


" disana dokter dan kapten masuk kedalam bawah tanah" tunjuk loli pada lubang yang telah ditungu oleh 3 tentara itu yang berjarak sekitar 50.meter darinya.


ricko segera berlari untuk menemui istrinya secepat mungkin , dan didalam nita sudah merasa lemas begitu juga dengan kapten bayi ini terus menangis karena sesak.


" kau harus kuat hanya 10 meter lagi" ujar kapten.


" pakailah oksigennya" nita memberikan oksigen itu pada kapten.


" apa yang kau lakukan pakailah aku tidak mau kau kenapa-kenapa" tolak kapten dirga.


" tidak kau sangat pucat" lirih nita.


" aku seorang kapten tubuhku terlatih" saat nita akan terjatuh kapten itu menopangnya dan membantu memegang bayi itu.


" bisa kau berdiri hanya beberapa meter lagi" kata kapten.


" aku akan berdiri" dia berusaha berdiri lagi karena sudah hampir dekat dia bisa menghirup oksigen.


kapten menyentuh bahunya memapahnya dan menggendong bayi itu, akhirmya mereka bisa keluar.


" kapten ...dokter kalian laama sekali" kata diko.


nita merasa dadanya sesak , namun dari jarak 5 meter dia melihat ricko.yang berdiri disana. seketika air matanya jatuh " ricko" gumamnya.


ricko membentangkan tangannya nita pun berlari berhamburan ke dalam pelukan ricko.


membuat kapten dan teman-teman tentara lainnya kaget.


kecuali suster loli dan dian jugo dokter fahri. yang sudah tau identitas mereka.

__ADS_1


__ADS_2