Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
psycho


__ADS_3

" kita kesini untuk menjenguk anak nathan bukan untuk mendengarkan kalian bertengkar" tegas adi.


" ayah dia yang melakukannya terlabih dahulu" sungut celine.


" nita ay...."


nita langsung pergi begitu saja sebelum adi ayahnya selesai bicara , ricko pun mengikutinya dari belakang.


" ayah sudah melihatnya kan, sekarang lebih baik ayah pulang nanti istrimu mencari kesini" kata nathan.


" ayah ingin mengucapkan selamat untukmu nak" ujar adi.


" aku berterima kasih. tapi silahkan pergi dan bawa anakmu itu. yang seharusnya keluar tadi bukan nita tapi kelian berdualah yang lebih tepatnya" desak nathan.


" hmm ayah mengerti" gumam adi.


" dasar keluarga tidak tau diuntung sudah dijenguk malah mengusir" maki celine.


***


" sayang ternyata kau sangat berani ya" ujar ricko yang duduk di atas meja sedangkan nita duduk di kursinya.


" hmm sesekali aku ingin membuatnya takut " jawab nita.


" tapi sayang, apa kau tau siapa ayah celine yang sebenarnya?" tanya ricko.


" tidak "


" lalu kenapa ta.."


" aku hanya menakut-nakutinya saja" kata nita.


" oh iya aku lupa memberitahumu, lusa aku bisa bekerja disini" jelas nita.


" hmm aku sudah mendengarnya dari kepala rumah sakit. ayo kita berbelanja aku akan membelikan baju " ujar ricko.


" oh astaga ricko! bajuku di dalam lemari sudah bertumpuk tidak perlu jangan menghabiskan uang hanya untuk pakaian" tolak nita.


" kenapa ? aku punya banyak uang kalau tidak untukmu lalu untuk apalagi? sia-sia saja aku bekerja sekeras ini" timpal ricko.


nita memicingkan matanya menatap ricko " apa kau sedang memamerkan kekayaanmu padaku?" tanya nita.


ricko terkekeh ia berdiri lalu dari belakang dia memeluk nita.


" rambutmu sangat wangi sayang" desis ricko saat mencium rambut nita.


" katakan apa yang kau inginkan?" tanya nita.


" hmm istriku sangat peka" ricko mengecup pipi nita.


" ayo kita berkencan besok...seperi rakyat biasa, tidak memakai mobil kita akan berjalan layaknya pasangan kekasih yang sehabis pulang bekerja mereka makan malam bersama direstoran kecil" ujar ricko.


" itu saja?" tanya nita.


" hmm apa ada hal lain yang istriku inginkan?" tanya ricko.


ceklek


" oh my ayes" dr. chandra masuk begitu saja saat ricko akan mencium bibir nita.


nita segera menutupi wajahnya karena malu , ricko menatap dingin dr.chandra " apa kau tidak bisa mengetuk pintu?" tanya ricko.


" lanjutkan ...lanjutkan aku tidak tau kalau ada istrimu heheh" ujar dr.chandra lalu menutup pintu itu.


" ada apa dok?" tanya suster mia.


" jangan masuk itu tidak baik untuk jomblo sepertimu" ujar dr. chandra.

__ADS_1


" memangnya kalau jomblo itu masalah ya ? he lagipula orang berpacaran saja selalu mengeluh tidak bahagia huu " ujarnya.


didalam ruangan itu nita terus menutup wajahnya menggunakan tangannya, ia benar-benar malu sekarang hingga rasanya ingin langsung menghilang saja.


" sayang chandra sudah keluar " ujar ricko.


" ah aku mau mengilang " rengek nita.


ricko tertawa kecil melihat tingkah lucu istrinya yang sedang malu itu.


***


" celine jangan melakukan hal bodoh , untuk apa kau melakukan itu? kau sudah tidak waras " geram karina.


" tidak waras? hahhah aku memang tidak waras bu, aku terobsesi dengan semua hal yang menyangkut tentang anak sialan itu. dan kau jangan pernah menyebutku tidak waras atau aku akan ( celine mengeluarkan pisau kecil di dalam laci meja kerjanya) " dia memegang pisau itu seperti akan mengolah sesuatu.


" celine letakkan itu" tegas karina.


" kenapa ? walaupun kau ibuku tapi aku tidak peduli padamu" celine molotkan matanya dan berjalan mendekati karina.


" celine... letakkan itu nak " ujar karina yang ketakutan.


celine tersenyum miring " kau takut?" tanya celine ia terus berjalan mendekati karina, sedangkan karina berjalan mundur.


" nak aku ibumu" kata karina.


" ibu yang telah melenyapkan ayahku" kata celine.


" celine.. ibu.. ibu tidak melakukannya nak" ujar karina hingga ia mentok di dinding.


" kau tau kenapa aku menginginkan kehidupan nita hmm? karena dia punya ibu yang sangat menyayanginya, keluarga yang utuh. tapi aku kau membuatku kehilangan ayah ku " kata celine raut muka nya berubah drastis.


" nak ibu tidak membunuh ayahmu... cepat taruh pisau itu" pinta karina.


" memohonlah padaku karina estelia"


" memohon atau aku bunuh kau" ancam celine.


" baik-baik ibu akan memohon padamu "


karina perlahan-lahan berjongok hingga ia terduduk dan ia satukan kedua tanganya untuk memohon pada celine anaknya sendiri.


ia menangis meratapi nasibnya sekarang ia terus memohon hingga menempelkan wajahnya di lantai.


prang


pisau yang celine pegang terhatuh , hingga membuat celine seperti tersadar , ia kemudian menatap kebawah dan melihat ibunya menangis.


" ibu... ibu kenapa menangis , duduk disini ayo bu bangun kenapa kau seperti ini?" tanya celine dengan raut muka sedih.


sungguh perubahan wajahnya sangat berubah drastis, dari yang awalnya terlihat kejam dan menakutkan tetapi sekarang menjadi sangat lemah.


" ibu bangun ayo berdiri" dia membantu karina untuk berdiri hingga ia mendudukkan ibunya di sofa.


dia mengambilkan air minum dan menyodorkan di ibunya.


" minumlah agar ibu tenang" sodornya , karina menerimanya tetapi matanya terus menatap wajah celine.


" aku telah membuatnya menjadi seperti seorang psycho ,adi tidak boleh tau tentang ini" ucap karina dalam hati.


" kenapa ibu menangis dilantai pasti karena anak itu kan? nita... awas kau aku akan menghancurkan hidupmu" tangannya mengeram sempurna.


***


dirumah mereka nita sedang mencuci piring sedangkan ricko mengelap meja bekas mereka makan. setelah selesai mereka duduk di ruang keluarga dan menonton acara televisi bersama sambil memakan ice cream.


" ricko apa kau mau keluar?" tanya nita.

__ADS_1


" kenapa?" tanya balik ricko.


" hmm itu , anu.. aku..."


ricko memicingkan matanya mungkinkah istrinya ini sedang berbohong lagi padanya pikirnya.


" aku keluar sebentar ya mau ke indomaret sebentar" izin nita.


" untuk apa? bukannya dikulkas banyak makanan?" tanya ricko.


" ah itu kau tidak mengerti " kata nita.


" aku mau membeli itu .... pembalut" sambung nita dan ia mengecilkan suaranya saat menyebut pembalut.


" pembalut?" tanya ricko.


" hhehe i..iya . aku sedang datang bulan" kekeh nita.


" aku keluar sebentar ya tidak lama kok " sambung nita.


" aku saja yang beli, tunggulah disini aku tidak lama" ricko menaruh ice cream nya dan berdiri.


" benarkah? eh aku akan ambil uangnya dulu" kata nita.


" ck duduk saja, katakan merk apa aku akan belinya sekarang" ricko mendudukan istrinya lagi.


" hmm merk apa saja yang penting harus panjang ya " kata nita.


" baiklah nanti aku fotokan saja " ricko mengambil kunci mobilnya lalu pergi.


nita tersenyum senang dia tidak habis pikir ada lelaki seperti ricko yang mau disuruh untuk beli pembalut.


ricko sudah sampai di indomaret dia mencari pembalut dan ketemu, berbagai merk tersedia dia bingung tapi ia lupa membawa ponsel.


" yang panjang" pikirnya.


" 32? 42? " ia melihat keduanya.


" ada apa tuan? bisa dibantu?" tanya pelayan itu.


ricko melihat keadaan sekitar yang sangat sepi jadi dia tidak sungkan bertanya.


" hmm yang mana yang pas kata istriku yang panjang " tanya ricko.


" oh biasanya perempuan suka memakai yang ini tuan, karena panjang bisa mengurangi kebocoran " pelayan itu memberikan pembalut berwarna navy.


" hmm baiklah aku ambil 10 " kata ricko.


pelayan itu tersenyum lalu memasukkannya kedalam keranjang. setelah memilih pembalut ricko melihat-lihat istinya sangat suka camilan dan susu kotak.


jadi dia memborong sampai 3 keranjang hanya untuk camilan dan minuman , setelah itu dia pun pulang setelah membayar semuanya.


didalam rumah nita menunggu ricko yang hampir satu jam belum juga kembali, dirinya sudah tidak nyaman lagi.


ceklek


dia segera menengok kearah pintu, dia lihat ricko membawa 4 kantong belanjaan.


" yang seperti ini?" ricko memberikan satu kantong besar khusus pembalut saja.


" banyak sekali? ini seperti aku mau buka warung" kata nita.


" untuk disimpan sekitar 1 tahun tidak beli aku sudah memperhitungkannya. namun kalau kau hamil itu bisa sampai 2 tahun" timpal ricko.


" baiklah baiklah suami ku sayang terima kasih " nita segera berlari menuju kekamar mandi setelah mengambil 1 bungkus pembalut.


drttt

__ADS_1


ricko menengok ke arah handphonenya yang ada di sofa ia membukanya , satria mengirimkan pesan video padanya.


__ADS_2