
tak lama setelah nita pergi aidan pun datang, ia disuruh nita untuk tidak kekantor , dia juga senang karena tidak ada pekerjaan yang berarti dia bisa main game seharian penuh.
" sepi sekali" gumamnya.
ia pun naik ke atas kekamar adiknya lalh masuk kesana.disana ia melihat ricko sedang tiduran, mendengar pintu terbuka ricko pun menoleh.
" kak aidan cepat sekali" kata ricko.
" jika aku terlambar istrimu akan mengubahku bangkrut besoknya. kau sudah sarapan kan aku mau main game dulu apa ada video game disini?" tanya aidan.
" ada di dalam dekat lemari tv" ricko memajukan wajahnya ke depan nya. karena disana ada televisi dan juga play station.
" bagus...bagus hari ini aku akan main sepuasnya" kata aidan.
***
nita masih didalam perjalanan mengemudikan mobilnya dia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. lalu lintas juga tidak terlalu padat dia jadi santai untuk berkemudi.
sesampainya dirumah sakit ia segera menangani pasien, keliling rumah sakit untuk melihat keadaan pasien.
" dokter nita ada orang yang mencarimu" kata suster.
" dimana?" tanyanya.
" diparkiran" jawab suster.
" kenapa disana?" tanyanya lagi.
" tidak tau katanya dia tidak bisa masuk" jawab suster.
" baiklah terima kasih" ucap nita.
dia menaruh kertas yang ia pegang di meja resepsionis lalu ia keluar menuju keparkiran tepat nya di bassment.
" dimana" pikirnya kepalanya terus celingak celinguk.
" ahhh" dia berteriak saat seseorang menariknya dan menekannya ke tembok tiang.
" siapa kau" tanya nita.
" aku orang yang telah menjebak hani priyanto dulu dan membuat adi meragukan nya , aku tidak tenang aku bisa gila karena ini tolong ...tolong aku" gusar pria itu yang kira-kira berumur 40 tahun.
" lalu dari mana kau tau aku?" tanya nita.
" aku terus mencari tahu tentang keluarga hani, aku terpaksa karena dulu karina mengancam ku" jelas orang itu.
" dan sekarang anak karina sudah tau kalau aku masih hidup tolong selamatkan aku. aku tidak mau membiarkan anak-anakku menjadi anak yatim , aku yakin kau orang baik seperti ibumu" sambung orang itu.
" siapa namamu?" tanya nita.
" namaku malik tolong aku , orang-orang punya anaknya karina sudah mengetahui tempatku" ujarnya.
" bagaimana ini , aku tidak mungkin membawanya kerumah " pikirnya.
" apa ini saat nya aku beri tau semua orang" pikirnya.
" maukah kau memberitahu ini pada keluargaku. aku...karena ulahmu ayahku tidak menyayangiku dia meragukan aku. jika kau mau aku juga akan menolongmu" kata nita.
" aku mau" jawab cepat orang itu.
" ayo cepat ikut aku" kata nita.
nita segera menuju ke mobilnya dia dan juga malik masuk kesana. dia segera meluncur membawa malik kerumah bundanya.
ditengah jalan ada beberapa mobil yang mengikutinya , dia sudah merasa curiga kalau ada yang mengikutinya, ia berulang kali melirik ke arah kaca spion.
" hati-hati itu mungkin anak buah karina" kata malik.
nita langsung menaikkan gasnya , ia sudah seperti kehilangan akal yang mengebut di tengah banyaknya mobil yang melintas.
" pak pegangan yang kuat" kata nita.
__ADS_1
" hati-hati nak ini berbahaya" kata malik.
" aku akan masuk kedalam pasar itu , kau turun dan tolong datanglah ke perumahan city garden akan ada rumah besar berwarna putih dan gerbang yang tinggi berwarna hitam tolong beritahu mereka aku akan mengelabuhi orang yang dibelakang" jelas nita.
" tapi nak kau sendirian itu berbahaya" kata malik.
" kau akan sangat membantuku jika melakukan itu" kata nita.
" baiklah sekarang cepat turun" nita menghentikan mobilnya di tengah pasar setelah malik turun dia mundur lagi dan terus melajukan mobilnya.
dari depan ada sebuah mobil yang berhenti , dia langsung mengerem ngejut hingga kepalanya terbanting terkenal stir mobil.
" aww" dia meringis saat terbentur, dia merasa kepalanya pusing lalu memegang keningnya tak ia sangka keningnya memgeluarkan darah segar.
" turun...turun" teriak para lelaki yang ingin membuka mobilnya.
dia melihatnya berusaha untuk tidak takut tapi walau bagaimanapun dia sendirian. ia tidak menghiraukan orang itu malahan dia ingin kembali melajukan mobilnya namun orang itu sepertinya bisa membaca pikirannya , dia menghadang ditengah tengah mobil dan menodongkan pistol.
" buka" teriak orang itu.
dia membuka pintu mobilnya secepat kilat orang itu menarik nya keluar mobil.
" siapa kalian? lepaskan aku" teriak nita.
" jangan berteriak atau aku akan membunuhmu disini" tegas orang itu.
" hey cepat mana ikatannya" tanya orang satu.
" ini " tangan nita diikat menjadi satu dia meronta-ronta.
" lepaskan aku akan melaporkan ini pada polisi" teriak nita.
" siapa yang menyuruhmu ha ? kalian akan menyesal nanti" sambungnya.
" diam.. kau menyusahkan saja cepat lakban tutup mulutnya " ujar orang satu.
penjahat yang satunya pun menutup mulut nita dengan lakban, lalu mereka mamasukkan nya kedalam mobil dan diampit oleh kedua orang itu.
" jembatan kemarin" kata preman itu.
nita menoleh kearah mobil ricko yang ia tinggalkan disana. air matanya mentes seolah ia meminta pertolongan.
" tolong aku...aku yakin kau bisa merasakan sesuatu terhadapku" gumam nya dalam hati sambil air matanya terus keluar.
....
" apa?" aidan berteriak saat ia mengangkat telpon dari rumah.
ricko yang sedang makan di sofa itu terkesima melihatnya.
" ada apa?" tanya ricko.
" ricko kita harus pergi. tapi kau sedang sakit" ujar aidan.
" ada apa?" tanya ricko sekali lagi.
" nita" gumam aidan.
" kakak ada apa dengan istriku?" tanya ricko yang mulai gusar.
" ayo kita pergi" aidan segera menarik tangan ricko , akhrinya mereka pun keluar rumah langsung mengemudikan mobil.
" jelaskan padaku ada apa kak ? " tanya ricko yang mulai marah.
sambil menyetir aidan menjelaskan dari apa yang ia dapatkan saat mendapatkan telpon dari rumah, muka ricko mulai marah.
" apa didalam mobilmu ada gps ?" tanya aidan.
" ada aku akan lihat" ujar ricko yang sudah melihat di handphonenya.
" mobilnya berhenti di dekat taman pemakaman" kata ricko.
__ADS_1
" aku tau itu" aidan menaikkan pedal gas mobil hingga kecepatan 100km/jam .
sementara itu juga bunda dan nathan sudah pergi menggunakan mobil bersama malik, bunda sudah menangis daritadi tidak tahu kemana arah langkah puterinya itu.
" nak cepatlah sediikit bunda sangat takut " isak bunda.
" iya bunda sabar sebentar lagi" ujar nathan.
" adik pasti baik-baik saja" ujar nathan.
***
orang-orang itu sudah sampai di dekat jembatan yang amat sangat sepi dan dikelilingi sungai. nita yang diikat dan disumpal mulutnya tidak bisa berbuat apa-apa.
tak lama kemudian datanglah mobil alphard berwarna hitam , hingga keluarlah orang itu yang tak lain adalah celine dan karina.
nita mengeram dalam hatinya ia menatap celine seperti seakan mau memangsanya.
" hay ! kita bertemu lagi" ujar celine.
" sayang kau tidak boleh seperti itu ibu takut dia nanti menangis " karina tertawa diatas ketakutan nita begitu juga dengan celine.
" kalian berdua menjauhlah dan awasi tempat ini" perintah celine.
" baik boss" jawab 2 orang itu.
celine tersenyum lalu mendekat ke arah nita, dia mengelilingnya dan membuka sumpalan mulut nita.
" kau bisa berbicara ?" ejek celine.
" kau wanita iblis" maki nita.
" he iblis? aku bukan iblis aku ketua iblis hahahha" celine tertawa begitu kuat.
" baguslah aku tidak perlu payah-payah untuk membuat keterangan kalau kau bukan manusia melainkan ketua iblis" timpat nita.
" jaga bicaramu" celine memegang bahu nita dengan kuat .
" kau tau kenapa aku membawamu kesini ha? dengarkan aku. kau membuatku marah adikku. ups apa kau anak ayahku? atau anak selingkuhan bunda tersayangmu" ejek celine.
" sekali lagi kau telah membuat darah ku mendidih. jangan pernah mendekati ayahku lagi atau makan bersama nya dia ayahku dia milikku" teriak celine.
nita tersenyum miring lalu terkekeh.
" kenapa kau tertawa ha?" tanya karina.
" yang seharusnya jadi pertanyaan itu sebenarnya kau anak siapa? kau bukan anak adi nugraha , apa kau anak hasil selingkuhan ibumu?" tanya nita.
" kau ingin merebut milik orang lain, yang tidak bisa kau miliki. lalu kau membuat sandiwara didepan ayahku, aku kasihan padamu kenapa orang sepertimu tidak punya ayah" sambung nita lagi.
plak
celine menampar nita hingga bibirnya berdarah, nita hanya tersenyum.
" kau pikir aku akan takut hanya dengan tamparanmu?" tanya nita.
" celine jangan ampuni dia" dorong karina.
" ya kau benar ibu! kita harus menghabisinya hari ini juga. karena wanita seperti tidak tidak berhak untuk bahagia" kata celine.
" ayahnya saja tidak pernah memerdulikannya , untuk apa dia hidup kan?" ejek celine.
" kau , kenapa kau mengambil ayahku ha ? kau juga punya ayah kenapa kau tidak dengan ayahmu jangan ganggu ayahku" teriak nita.
" kenapa kau sangat membenciku ? aku tidak pernah melakukan apapun pada kalian , kalian terus mencari gara-gara denganku" teriak nita lagi.
" kalian wanita tidak punya hati" maki nita.
celine monodongkan pistol tepat dikepala nita, dia akan menekan pelatuk itu.
" kau tau impianku selama ini ? impianku adalah menghabisi nyawamu" kata celine
__ADS_1