
" sayang....sayang tunggu " kata ricko yang berusaha menghentikan nita yang berjalan agak cepat itu.
" ada apa ?" tanya nita.
" apa kau mendengar semuanya ?" tanya ricko.
nita menggelengkan kepalanya " aku tidak mendengar apapun disana , aku tidak mau tau urusanmu dengan nya aku akan bertanya jika itu menyangkut hal lain" kata nita.
***
" pulanglah besok jangan lupa bawakan aku notulen rapat tadi" kata aidan pada edisa.
" baik pak , saya pamit pulang dulu" ujar edisa.
"hmm" edisa mengangukkan kepalanya.
namun tidak dia sangka di depan perusahaan , tiara berdiri sambil memegang tas nya dan tersenyum padanya.
" tiara kau belum pulang?" tanya aidan
" hmm" sambil menggelengkan kepalanya.
" mau pulang bersama ? aku akan mengantarmu?" tawar aidan.
" eh ... sebenarnya aku ingin mentraktirmu makan malam , sebagai tanda ucapan terima kasih " ungkap tiara.
aidan terkekeh mendengarnya dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya " apa ini uang gajian pertamamu?"
" heheh iya " balas tiara.
" baiklah ayo " ujar aidan.
" tapi ... aku sudah memilih tempatnya " kata tiara.
" tidak masalah ! aku materials makan apapun bisa "
mereka sudah ada di tempat yang tiara pesan, mereka duduk berhadapan dan tak lama makananpun datang.
" maaf aku hanya bisa mentraktirmu makan di warung steak biasa " ucap tiara.
" ck tidak masalah kan aku sudah bilang makan apapun aku bisa " ujar aidan.
lalu dia segera memakannya dan menganggukkan kepalanya tanda jika dia menikmati makanan itu. tiara tampak tersenyum melihat respon aidan yang sangat menghargainya itu.
" kenapa dengan wajahku apa ada yang salah?" tanya aidan dia sadar jika sedari tadi tiara terus memperhatikannya.
" kau sudah besar tapi cara makanmu seperti anak-anak" kekeh tiara dia mengambil tisu dan mengelap pelan ujung bibir aidan.
aidan terdiam membisu ketika diperlakukan seperti itu , tiara juga langsung ingat atas apa yang dia lakukan sekarang. dia langsung menjauhkan tangannya dari aidan.
" maaf...maaf bukan maksudku untuk melewati batas " ucap tiara yang merasa tidak enak itu.
" eh tidak masalah tiara , aku suka " ucap aidan lembut.
" ha ?"
kedua mata mereka berdua bertemu , debaran jantung tiara tak berhenti berdegup. begitu juga dengan aidan tidak pernah ada wanita yang sebelumnya memperhatikannya seperti apa yang dilakukan tiara tadi. dia sangat menyukai sifat tiara yang sangat perhatian itu.
***
__ADS_1
didalam kamar yang gelap itu , sehabis pergulatan panas mereka. nita tidak bisa tidur padahal ini sudah jam 2 melihat kekamar anaknya yang masih tertidur pulas dia pun kembali kekamarnya.
dia berdiri di depan jendela " apa kau tidak ingin melihat bunda bahagia?" kata -kata aidan terus saja teringiang di pikirannya.
bayangan bunda yang terasa sangat senang dan nyaman bersama paman edward membuatnya sangat bingung apakah dia harus menerima kenyataan bahwasanya bundanya juga perlu sosok laki-laki untuk melindunginya dan menjaganya selain anak-anaknya.
***
ricko terbangun dari tidurnya , tapi dia melihat nita masih tertidur pulas dia tersenyum melihatnya diliriknya jam yang ternyata sudah jam 7 pagi dia bangun dari ranjang dan memakai kaos yang semalam dia pakai.
pertama-tama dia akan mengecek kedua bayinya terlebih dahulu, ternyata anak nya sudah bangun tapi tidak menangis hanya memainkan jari mereka.
" anak papa sudah bangun ya " ujarnya melihati satu satu box bayi itu . usia mereka sudah menginjak 6 bulan.
" papa siapkan air hangat dulu ya sayang " sambungnya lalu menciumi pipi bayinya.
dia pun kekamar mandi menghidupkan shower air panas dan mengisi nya di bak mandi anak lalu mencampur dengan air dingin.
serasa hangat kuku dia mandikan satu persatu anak-anaknya. setelah mandi dia pakaian baju yang serasi pada keduanya.
lalu menyiapkan bubur bayi untuk mereka.
" ricko kau sudah bangun ?" tanya nita yang membuka pintu kamar.
" iya . aku sudah mandikan anak-anak , sekarang sedang sarapan mandilah dulu kita gantian " ujar ricko.
" hmm " tapi sebelum itu nita menciumi pipi kedua anak-anaknya yang sudah wangi memakai bedak bayi.
" mama mandi dulu ya sayang " ucapnya.
" papanya ?" tanya ricko.
" lihat sayang mamamu akhir-akhir ini sangat manja dan penurut sekali " ucapnya.
kedua anaknya tersenyum seperti mengerti apa yang dikatakan ricko.
" cepatlah besar nanti kita liburan dengan papa dan mama , bermain di taman bermain dan memakan ice cream kesukaan mama"
" aaa pintar sekali anak papa" ujar ricko yang menyuapi baby rivani.
lagi-lagi anak-anaknya tersenyum, bagaikan kebahagiaan yang tak pernah bisa dibeli apapun. sebagai orang tua dan papa untuk anak-anak ini adalah hadiah terindah yang diberikan tuhan termasuk istrinya.
tak lama nita pun kembali kekamar anak-anak sudah rapi mengenakan celana dasar dan kemeja panjang lalu rambut yang sedikit basah dan make up tipis di wajahnya.
" ricko aku sudah selesai , aku masak nasi goreng saja tidak apa kan " ujarnya.
" iya tidak apa . aku mandi ya " ujar ricko.
" iya "
cup
ricko mengecup pipi kanan nita lalu segera pergi
nita menggendong revano dan mulai menyusuinya secara bergantian dengan baby rivani.
***
sesampainya dirumah sakit mereka berdua keruangan para dokter terlebih dahulu untuk absen pagi. setelahnya kembali keruangan masing-masing.
__ADS_1
" Sayang jam 2 aku ada operasi sepertinya kita pulang agak terlambat" kata ricko.
" iya tidak apa , aku duluan ya" ujar nita.
" iya . eh sayang" panggil ricko yang mencegat tangan nita.
" ada apa ?" tanya nita.
" selamat bekerja , aku mencintaimu" ucap ricko.
" hmm apa ada udang dibalik batu kali ini ?" goda nita.
" tidak ada ... aku hanya ingin mengatakannya saja dan setiap hari aku akan mengatakannya agar kau terus ingat padaku " ujar ricko yang menggelengkan kepalanya.
" baiklah...baiklah aku juga mencintaimu , sudah ya nanti aku telat pemeriksaan pagi" ujar nita.
" hmm dah " ricko melambaikan tangannya melepaskan nita untuk bekerja.
hari ini juga dirumah sakit telah diumumkan bahwasanya dokter Fahri Wiratama lah yang akan melakukan pertukaran Kinerja Dokter Terbaik di Kanada dia akan bekerja disana selama 3 tahun.
banyak dokter yang mengucapkan selamat padanya, itu adalah hal yang membanggakan untuk para dokter lainnya tapi baginya itu adalah kehancuran karena dirinya harus berpisah dengan wanita yang dia cintai yaitu Nita.
banyak dokter yang memberikan bunga ucapan di dalam ruangannya hingga bertumpuk di sudut ruangan nya. memandangi semua itu rasanya dia sangat sakit dan semakin tidak menyukai ricko , karena dia pikir ricko lah yang membuatnya pergi.
dia mengepalkan kedua tangannya memandangi bunga-bunga itu. namun sore hari nanti dia akan diberikan ucapan secara resmi oleh seluruh dokter dan akan memberikannya sebuah.
" lihatlah sore nanti , aku akan melihat reaksimu seperti apa " ucapnya dalam hati.
....
" dokter nita apa kau sudah menyiapkan cinderamata untuk dokter fahri ? mulai besok dia tidak akan disini lagi " tanya suster dian yang kini sedang ada di kantin makan bersama.
" cinderamata ? apa perlu?" tanya nita.
" iya dokter , setiap tahun seperti itu. kita harus memberikan cinderamata apapun terserah sebagai tanda mempererat jalinan silahturahmi antar dokter dan pegawai lainnya begitulah peraturan dirumah sakit ini" jelas nya.
" aku beli bunga saja tadi didepan dan sudah aku berikan " ujar suster loli.
" iya aku juga sudah" timpal suster dian.
" oh begitu " nita menganggukkan kepalanya.
selesai makan dia pun berjalan seorang diri memikirkan barang apa yang harus dia berikan , dia sangat bingung karena tidak ada yang memberi tahu sebelumnya.
" mama coba lihat gelangku bagus kan ? kakak baik sekali aku sangat suka gelangnya " kata seorang anak kecil yang menunjukkan gelang itu pada mamanya yang duduk di depan ruangan pasien.
" iya sayang" jawab mamanya.
nita menoleh dan melihat anak itu sedang memainkann tangannya. " gelang " gumamnya.
dia pun segera berlari kedepan , karena didepan sebrang rumah sakit ada toko aksesoris dia pun ingin kesana. dia tidak enak dengan dokter lainnya ketika mengucapkan nanti tanpa ada yang dia bawa .
dia melepaskan jas dokternya dan menitipkannya pada satpam. dia menyeberangi jalan dan mulai masuk ketoko itu lalu memilih aksesoris gelang.
" gelang cople " dia sangat tertarik melihat tulisan itu , banyak sekali gelang cuople yang sangat bagus untuk pasangan. dia tertarik ingin membeli itu untuk dia dan ricko namun dia tertuju pada sebuah gelang couple yang bisa menulis nama disana.
dia pun memilih gelang tali berwarna hitam dan ada kotak silver untuk menulis nama pasangan , tidak terlalu berlebihan dan mencolok itu sangat elegan menurutnya.
lalu memilih gelang untuk membelikan fahri , lalu dia memilih gelang berwarna cokelat dan ada perekat bandul tersenyum , dia membeli itu saja.
__ADS_1
dia pun membayarnya dan kembali kerumah sakit. sore harinya tepat pukul 6 semua dokter berkumpul di ruang aula rumah sakit , ricko sudah ada didalam terlebih dahulu menengok terus kearah pintu menunggu kedatangan nita.