Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
ricko yang perhatian


__ADS_3

dengan cepat ricko masuk kekamar nita terkejut lalu menghadapnya , segera ia berbalik mengingat kondisinya saat ini.


" tunjukkan wajahmu " ucap ricko.


" kenapa? aku tidak apa-apa?" ujar nita dengan kaku.


" aku bilang berbaliklah" teriak ricko.


ia terkjur mendengar nya baru kali ini ricko teriak begitu kuat dihadapannya.


" apa kau akan memarahiku lagi? lakukan saja aku akan mendengarnya" jawab nita ia masih tidak mau mebalikkan wajahnya.


dengan cepat ricko memutar tubuh istrinya dan memegang dagunya agar ia bisa melihat wajah istrinya. ia membelakkan matanya melihat darah yang masih keluar dari dari istrinya.


" sayang kau kenapa? ini kepalamu apa yang terjadi hmm? kenapa tidak menelpon ku jika terjadi sesuatu? aku tidak akan memaafkan diriku karena ini" ucapnya dengan cemas.


" bukankah kau pagi tadi marah padaku lalu kenapa kau sekarang peduli" teriak nita.


" sayang" ucap ricko dengan lembut.


" sayang aku tahu aku salah aku minta maaf aku hanya sangat emosi karena pekerjaanku maafkan aku ya aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi" pinta ricko.


" aku tidak suka orang yang selalu membentakku tanpa kau tau apa yang aku rasakan, kau sama seperti ayahku aku tidak suka kalian berdua" teriak nita lagi.


" sayang maaf " segera ricko menarik tubuh istrinya dan memeluknya.


nita merasa sakit saat ricko menyentuh tangannyanya yang terkena luka itu.


" ricko lepaskan tanganku sangat sakit" pintanya.


" sayang kenapa luka semua? tanya ricko ia melepaskan pelukannya dan melihat tangan kanan istrinya terluka cukup lebar karena gesekan lantai dan batu itu.


" ayo duduk aku akan mengobatimu" nita pun menurut saja ricko mengajak nya duduk di ranjang.


segera ricko ambil kotak p3k dan alat alat lainnya.


" aku akan mengambil air panas dulu tunggu disini ya" perintah ricko.


beberapa saat kemudian ricko sudah membawa satu wadah berukuran sedang ia duduk disamping istrinya dan mulai membersihkan luka di kepala terlebih dahulu.


" aw pelan-pelan sakit" nita meringis saat ricko menyentuhkan kapas di lukanya itu, dengan hati hari ricko meniup lukanya agar sedikit meredakan rasa sakitnya.


" sayang sebenarnya kemana tadi? aku menelpon mu tapi tidak diangkat" tanya ricko.


" tadinya aku ingin pulang kerumah bunda tapi sangar jauh dan juga aku sedang tidak ingin melijat ayah. lalu aku ke pusat perbelanjaan saja" jawabnya.


" sayang aku ingin yang detailnya" ucap ricko sambil masih terus mengurus luka istrinya itu.


" ah pelan pelan itu perih" ujar nita sambil meringis.


" iya sayang sedikit lagi tahan ya ini tidak lama kok" ucap ricko.


" ayo sayang jelaskan aku sangat khawatir" ujar ricko.


" aku membantu anak-anak waktu itu ia dituduh seorang wanita kalau mereka mencuri dompetnya padahal anakanak itu tidak melakukannya. wanita itu mendorong dan melakukan kekerasan pada ank itu aku mencegahnya dan aku membayar semua uang nya lalu wanita itu mendorong ku dan terbentur pot dan tanganku terkena goresan dinding dan batu" jelas nya.


" apa ? berani sekali dia menyakitimu, tapi kepalamu apa merasa sangat sakit? pusing atau merasa ada tonjolan sayang" ricko mengecek puncak kepala istrinya.

__ADS_1


" ayo kita periksa dirumah sakit" ajak ricko.


" aku tidak apa-apa aku hanya kebentur saja. lagipula aku tau cara penangannya" jawab nita.


" sayang kau itu dokter gigi bukan ahli saraf " ujar ricko.


" tidak hanya dokter gigi aku juga mempelajari bedah saraf dan otak" ujar nita.


" apa sudah selesai?" tanya nita.


" sebentar lagi" jawab ricko yang beralih membersihkan luka di tangan istrinya itu.


" lalu bagaimana dengan anak-anak itu?" tanya ricko.


" aku akan memutuskan untuk menaruhnya di panti asuhan milik bunda. mereka akan lebih terurus dan terjaga disana" jawabnya.


" sayang lain kali aku akan mengantar dan menjemputmu tidak ada penolakan lagi kali ini" tegas ricko.


" kenapa kau sama seperti ayahku ha?" tanya nita.


" memangnya kenapa ayah?" tanya ricko.


" sudahlah kau tidak akan tahu" jawab nita.


" sudah selesai" ujar ricko.


" terima kasih " ucap nita dengan tulus.


" sayang maafkan aku atas semua tindakanku pagi tadi, aku sadar aku tidak mengerti posisimu tapi aku akan.."


" sudahlah aku mau tidur lagipula aku sudah memberimu itu mau kau terima atau tidak itu urusanmu" nita memotong ucapan ricko lalu tertidur di ranjang dengan cepat.


ricko pun menyelimuti istrinya itu dan menatapnya.


" saat kau tidur dengan lelap begini, rasa bersalahku semakin besar. tapi aku juga beruntung karena memiliki istri yang berhati malaikat seperti mu" ucap ricko lalu ia mengecup kening istrinya itu.


keesokan harinya untuk menebus semua rasa bersalahnya ricko akan memasak untuk istrinya itu, mungkin karena kelelahan sampai saat ini istrinya itu belum bangun juga. dan pagi ini ia memakai dasi pemberian nita dan sangat cocok untuknya.


ia memasak beberapa olahan daging dan juga sayur untuk meningkatkan imunitas tubuh istrinya agar tidak mudah lelah.


" jam berapa ini ? apa dia tidak masuk?" pikir ricko sambil melihat jam tangannya.


didalam kamar nita sudah bangun ia merasa sedikit pusing di kepalanya tapi ia tidak mau merasakannya terlalu dalam karena akan membuat dirinya malas saja. ia bangun dan membasahi rambutnya.


setelah siap ia turun ke bawah untuk memasak tetapi ia lihat meja makan sudah tertata rapi makanan itu.


" kau memasak?" tanya nita.


" iya hari ini aku memasak ini, sup daging dan beberapa lauk lainnya" jawab ricko dengan semangat.


" tidakkah ini terlalu banyak?" tanya nita lagi.


" bawalah ini kerumah sakit jangan makan di kantin, makanan disana hari ini tidak bagus untuk kesehatanmu" jelas ricko.


" hmm baiklah terima kasih" ujar nita


nita akhirnya memakan masakan buatan ricko yang cukup enak itu sedangkan ricko ia sedang menyiakan bekal untuk istrinya dan juga dirinya.

__ADS_1


" oh ya hari ini sepertinya aku lembur jadi aku akan pulang pukul 7 malam" ucap nita.


" sayang kau masih sakit atau aku akan menuliskan surat izin saja ya" tawar ricko.


" eh jangan aku ingin tetap magang" tolak nita.


" baiklah tapi jangan terlalu lelah" ucap ricko.


setelah sampai dirumah sakit dr.fahri melihat nita dan dr.ricko turun dari mobil bersama ia merasa curiga kenapa bisa nita ikut dengan dr.ricko karena ia tahu dr.ricko tidak suka membawa seorang wanita dan yang ia tahu dr. ricko sudah menikah tapi tidak mungkin jika nita istrinya pikirnya itu.


" aku duluan ya " ujar nita.


" hmm ini bekalnya makan tepat waktu ya" ricko memberikan rantang itu pada istrinya.


nita hanya menganggukkan kepalanya dan masuk terlebih dahulu.


" nita" panggil dr.fahri


" eh dokter selamat pagi" ucap nita.


" hmm itu kenapa dengan kepalamu? apa kau baik-baik saja?" tanya dokter fahri sebenarnya ia sangat khawatir tapi ia hanya bertanya biasa saja ia tidak mau berekspresi berlebihan karena ini rumah sakit tempatnya bekerja.


" oh ini... ini hanya terbentur tapi tidak apa-apa dok" jawab nita sambil memegang kepalanya.


" tadi aku lihat kau turun dari mobilnya dr.ricko bagaimana kalian bisa bersama?" tanya dr.fahri.


" ehmm itu aku, aku memaksanya ikut karena hampir telat aku melihatnya di ujung sana saat dokter ricko turun aku memaksanya untuk mengajakku" jawab nita ia tidak tau harus beralasan apa selain ini.


" oh begitu... jaga jaraklah darinya dia sudah punya istri" ucap dokter fahri.


" berarti semua orang tahu jika ricko sudah menikah. tapi untunglah mereka tidak tau siapa istri nya" pikir nita.


" hmm iya dokter" jawab nita.


di dalam ruangannya nita merasa bosan karena hari ini pasien nya sudah habis, ia hanya membaca buku dan juga membuat laporan tapi sudah selesai.


" lebih baik aku berkeliling saja" pikirnya.


ia keluar untuk melihat-lihat keadaan rumah sakit itu melihat dokter yang sedang menangani pasien juga ia melihat ricko habis dari ruang operasi.


" apa kau tidak punya pekerjaan lagi?" tanya ricko yang menghampiri nita.


" hmm sepertinya aku tidak jadi lembur karena ada beberapa pasien yang membatalkan janji" jawab nita.


" kenapa berjalan sendirian?" tanya ricko lagi.


" eh itu aku ... aku hanya merasa bosan diruanganku , dokter fahri sedang berada di ruangan ketua aku hanya ingin melihat sekeliling nya saja" jawab nita.


" ayo aku akan temani" ujar ricko.


" eh tidak usah kau kan habis dari ruang operasi istirahatlah dulu" nita tau jika ricko sangat lelah ia dapat melihatnya dari raut wajah ricko.


" aku sudah terbiasa seperti ini, tapi sekarang aku tidak takut jika aku pegal ada istriku yang akan memijitku" goda ricko.


" sakit dokter" rintih seorang wanita dari balik kamar itu.


" aku tidak tahan lagi kenapa ini sangat sakit" ucap wanita itu.

__ADS_1


nita penasaran dengan suara itu ia pun segera mencari sumber suara itu lalu ia berdiri tepat di depan pintu kamar wanita itu.


__ADS_2