
Sekarang nita sudah berada di podium panggung , dia berdiri seorang diri disana. banyak orang yang menghadiri acara itu dan juga dua host yang berdiri di samping kiri panggung.
ada ricko yang duduk di bangku tamu dengan bahagia dan bangganya bisa menyaksikan kesuksesan nita. Nita berdiri memegang bunga ditangannya.
sorak tepuk tangan terus bergemuruh dari bangku tamu dan para hadirin disana.
" sejauh aku melangkah sampai sekarang ... aku tidak akan kehilangan apapun dihidupku walaupun ada kewajiban lain yang aku tanggung , aku percaya ... keyakinan akan membawaku pada keberhasilan " ucapnya dalam hati dengan terus tersenyum menatap semua orang.
" Selamat untuk dokter Nita hari ini , semoga kedepannya kita selalu bisa hadir disini. dan ya ... saya perhatikan dari sini , suami anda ... Dokter Ricko Septian ahli bedah dan Akronotomi tak pernah menatap kearah lain kecuali padamu , tatapannya penuh dengan cinta. dimana kau mendapatkan pria seperti itu kalau boleh tau ?" tanya host itu yang sangat ramah dan tentunya penasaran akan hubungan nita dan ricko.
" ya , dia suamiku. hanya ada satu didunia dan aku telah mencurinya " katanya yang menatap ricko dengan penuh cinta.
ricko tersenyum lebar memandangnya , semua orang sangat iri mendengarnya.
" astaga aku jadi iri ... semoga hubungan kalian terus baik sampai kapanpun kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua " balas host itu.
setelah acara selesai , ricko menunggu nita di depan parkiran tak lama nita datang ke arahnya dengan senyuman lebar.
" hay pencuri cantik " goda ricko.
" pencuri ?"
" ya ! sayang kau tadi bilang kalau kau telah mencuriku dari dunia " jawab ricko.
" ya memang benar aku mengatakan itu, tapi kau juga menculikku dari orang tuaku " kekeh nita
" tapi bunda dan ayah sangat merelakannya waktu itu " timpal ricko.
" sudah ... sudah , aku akan selalu kalah berdebat denganmu " saut nita.
" ayo kembali kerumah sakit , anak - anak sudah dijemput kakak ..." ajak ricko yang telah menggandeng tangan nita itu.
" tunggu "
" ada apa sayang ?" tanya ricko.
" ehh sebenarnya ... aku sudah berjanji mengunjungi seseorang " jawab nita.
" sayang aku ada jadwal operasi nanti jadi harus cepat "
" tidak masalah , aku akan pergi menggunakan taksi saja. hanya sebentar jangan khawatir setelah itu aku langsung kerumah sakit " jelas nita.
" memangnya ... menemui siapa ? " tanya ricko
***
gerimis kecil - kecil sudah turun , saat nita turun dari taksi dia membuka payungnya. dia mendatangi makam yang pastinya akan menemui makam ayahnya.
dia sudah bisa melihat makam ayahnya dari jarak 5 meter saja , dia taruh payung di tanah kemudian menaburkan bunga di atasnya.
hampir 10 tahun yang lalu ayah adi sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya , rasa rindunya sangat besar. dia mengelus makam itu dan mencium batu bertuliskan nama ayahnya.
" Ayah , apa kabar ... ayah sudah bahagia kan disana , aku disini akan terus mendoakanmu. hari ini aku sendirian Mas ricko , vano dan vani tidak ikut. tapi aku tau .. mereka akan selalu mendoakan mu .."
" kau tau ayah , aku sangat bahagia sekarang , seandainya ayah disini ... tapi tidak apa , ayah akan selalu ada
dihatiku "
****
pukul 3 sore barulah nita sampai dirumah sakit , ketua alex dan beberapa dokter juga suster telah menunggunya di ruangan para dokter.
dia membuka pintu itu perlahan dan tak menyangka semua orang menyambutnya .
__ADS_1
" Dokter Nita selamat atas keberhasilanmu menjadi Dokter muda yang Berbakat " ucap dokter alex yang memberikan sebuah buket bunga kepadanya.
" terima kasih dokter , ini berkat bimbingan mu dan juga dukungan rekan - rekan yang lain " balas nita.
" lihatlah dokter ricko . istrimu selalu merendahkan diri " kata doktet alex.
Nita sangat malu dan tersenyum kecil mendengarnya , dan beberapa dokter juga suster mengerumuninya .
" selamat ya dokter Nita ..."
" selamat ya dokter , ya ampun cantik sekali dokter nita .."
" terima kasih ... terima kasih " balasnya.
setelah selesai acara penyambutan itu kini ricko dan nita berjalan berdampingan, sebenarnya nita tidak ada jadwal hari ini tapi ricko menyuruhnya kerumah sakit. dan ricko baru selesai mengoperasi pasien.
" sayang , aku belum memberikan hadiah khusus padamu. katakan hadiah apa yang istriku inginkan hari ini ?" tanya ricko yang menghadap nita itu.
" hmm tidak ada " jawab nita yang sedikit berpikir.
" ayolah minta sesuatu bukankah aku kaya" ujar ricko.
" sombong " ucap nita.
" aku memang tidak menginginkan apapun saat ini , hanya bersama kalian saja aku sudah sangat senang " sambung nita.
" Dokter Ricko ... Dokter Nita ..." panggil seseorang
membuat nita dan ricko menoleh ke arah sumber suara itu , nita terkejut bukan main melihatnya. sedangkan ricko dia juga agak tersentak tapi dia masih datar.
" apa kabar ?" tanyanya.
orang itu tak lain adalah dokter Fahri , dokter yang dulu sering membuat hubungan mereka berdua bertengkar sedang berjalan menuju kearahnya.
" dokter Fahri " gumam nita.
" sudah lama sekali " ucapnya.
" kau pulang " ujar ricko.
" ya , aku sudah kembali sekarang dan akan bekerja sebagai ahli jantung disini " jawab fahri.
ricko menggenggam tangan nita erat , membuat fahri melihatnya dan tersenyum kepada mereka berdua.
" dokter ricko ... dokter nita , aku minta maaf pada kalian berdua , karena ulahku dulu mungkin kalian sering salah paham "
" memang begitu " timpal ricko.
" Mas Ricko " gumam nita.
" jangan salah paham , aku memang kembali ke rumah sakit ini setelah 8 tahun aku pergi , tapi jangan takut ... aku tidak akan menggangu hubungan kalian lagi , aku sadar cintanya dokter nita hanya untukmu saja , aku bukanlah siapa - siapa " jelasnya dengan santai.
" baguslah kalau kau tau " ucap ricko dengan nada jealous.
" tidak masalah dokter , aku sudah melupakannya. walau bagaimanapun kita akan tetap bertemu dan bekerja di tempat yang sama , mari kita lupakan masa lalu dan bangun semua nya lagi. aku sangat menghormatimu karena dulu kau sangat berjasa untukku pernah menjadi pembimbingku " ujar nita dengan lembut , dia sudah tidak ingin memperpanjang marah nya dan hanya akan mengakibatkan luka hati saja nantinya.
" terima kasih doktet nita , aku tau kau akan mengatakan ini " ucap fahri.
" tidak perlu sungkan panggil saja aku seperti dulu , dokter fahri ... kami pamit dulu " ucap nita.
" baiklah silahkan "
nita menarik tangan ricko yang dari tadi mengenggamnya erat dan pergi meninggalkan fahri sendirian di sana.
fahri berbalik menatap kepergian dua pasangan itu.
" Selama bertahun - tahun aku pergi , aku belajar untuk mengikhlaskanmu. apa yang aku inginkan tidak harus menjadi milikku. aku akan selalu mencintaimu tapi melihatmu saja sudah cukup untuku , aku yakin ricko adalah pria yang bisa membahagiakanmu lebih dari diriku "
__ADS_1
***
dua minggu kemudian ,
mereka berempat sudah berada di california , ricko mewujudkan keinginan anak - anak untuk ke Disneyland tempat dimana dunia kartun seolah - olah nyata.
melihat vano dan vani bergembira saling mengambil foto bersama dengan para kartun membuat hatinya senang begitu juga dengan nita.
dari tadi mereka berdua terus saling merangkul satu sama lain.
" mama ... mama ayo kita berdua berfoto " ajak vani.
" vani memanggil biar aku mengambil gambar nya " kata ricko.
nita pun berlari kearah vano dan vani dan berdiri di tengah anak - anak berbagai macam pose foto mereka ambil dan yang paling bagus adalah ketika vano dan vani mencium pipi kanan dan kirinya.
" papa " panggil vano .
" ya " kata ricko.
" kemarilah dan kita berfoto bertiga , vani kita bergantian nanti " kata vano.
vano mengatur ricko berada di sisi kirinya dan nita berada di sebelah kanannya. dia ingin mengambil foto saat kedua orang tuanya mencium pipi nya.
" one.. two... three " ucap photographer.
foto berikutnya masih sama " one..two...three " vano memundurkan wajahnya hingga ricko dan nita saling berciuman di tengah foto itu.
" cekrek " sang photograper itu berhasil mengambil gambar yang bagus untuk mereka semua.
hari sudah sore , mereka berjalan bersama menuju kehotel dengan berjalan kaki.
" nakal " ucap nita yang mengacak - acak rambut vano.
" tapi vano suka , mama dan papa terlihat sangat romantis "
" masih kecil tau yang romantis , ini pasti papa yang mengajarinya kan " selidik nita yang menatap tajam ricko.
" aku ? sayang papa tidak mengajarinya kan" kata ricko.
" hahaha papa sangat lucu " ujar vani.
" mama ....papa , tetaplah seperti ini untuk selamanya " kata vano.
" sayang apa kalian berdua senang ?" tanya nita.
" tentu saja ... sangat ! sangat ! saaangat senang" kata vani yang melebarkan kedua tangannya.
mereka semua tertawa bersama.
" dan akan senang jika ada satu adik lagi " kata vano.
" adik ? vano mau adik ?" tanya ricko.
" iya.. vano mau adik laki - laki supaya nanti bisa menjaga mama dan vani bersama " jawab vani.
" baiklah ... akan dikabulkan " jawab ricko.
" kau dengar sayang , ada tugas baru untuk kita. malam ini ... malam yang panjang untuk kita " bisik ricko di telinga nita.
nita tersipu malu mendengarnya ricko terus menciumi pipinya tanpa malu ada begitu banyak orang yang berjalan bersama mereka. toh ini bukan negaranya jadi tidak ada yang mengenal mereka.
perjalanan mereka kali ini sangat berarti sampai langit akan menggelap karena kehilangan matahari yang akan terbenam mereka tetap berjalan bersama penuh dengan tawa.
dan perjalan kali ini membawa mereka ke puncak kebahagiaan , lengkap sudah kebahagiaan mereka. tidak ada kesalahpahaman lagi, kebahagiaan karena memiliki keluarga yang lengkap saling mencintai dan menyayangi. bahkan untuk mengucapkan seribu kali kata terima kasih kepada tuhan mungkin tidak akan cukup.
END
__ADS_1