
" jangan berkata kematian dihari seperti ini, ini malam yang sangat spesial untuk kita berdua , aku mencintaimu dan saaaaagat mencintaimu " lirihnya dengan mata nanar dan berkaca-kaca.
" aku lebih mencintaimu " ricko mendekatkan bibirnya dan keduanya saling berciuman , nita memejamkan matanya menikmati perlakuan lembut ricko.
keduanya saling mengutarakan cinta lewat ciuman itu , hingga nita merasa sesak dan menyuruh ricko berhenti lewat genggaman tangannya.
ricko hanya tersenyum lalu mengecup sekilas bibir merah itu " ayo kita nikmati malam ini " ricko menjulurkan tangannya dan langsung diteriman nita.
ricko menuntun nita ke kursi yang telah dia siapkan dan mendudukkannya disana. nita tak pernah berhenti tersenyum dia melihat kue yang sangat cantik itu " kau membuatnya ?" tanya nita.
" yang ini aku tidak bisa , aku memesannya " jawab ricko.
" tapi aku tau kau yang memesan bentuk ini " timpal nita.
ricko terkekeh dan mengelus pipi nita " kau sangat cantik sayang dan ..."
" dan apa ?" tanya nita yang penasaran karena ricko menggantungkan ucapannya.
" dan sexy" timpal ricko.
" apa kau baru melihatku seperti ini ? bukannya aku pernah lebih dari ini ?" goda nita.
" oh begitu ? tapi setelah ini kau akan lebih sexy dari ini " goda ricko.
nita tertawa kecil begitu juga ricko yang ikut tertawa dalam hatinya dia merasa senang karena istrinya menyukai hal yang telah dia lakukan.
" ayo potong kuenya " kata nita.
" ayo " nita memotong kue itu , memberikan sati potong kue untuk ricko dan dirinya sendiri. dia menyendok kue punyanya dan mengarahkannya pada ricko
" aku ingin menyuapimu ... suamiku " ucapnya lembut.
ricko membuka mulutnya dan menikmati suapan itu , dia juga memotongkan kue dan memberikannya pada nita.
" enak?" tanya ricko.
" hmm sangat enak " nita menganggukkan kepalanya.
" ricko apa kau yakin bisa minum ini ?" tanya nita.
" aku yang seharusnya bertanya apa istriki sanggup ?" goda ricko.
keduanya terus saja saling menggoda dan tak pernah berhenti untuk tersenyum.
" baiklah demi mu hari ini aku akan minum " kata nita.
ricko membuka botol minuman dan menuangkan sedikit di gelasnya dan lebih sedikit untuk nita. mereka mengangkat gelas dan menyatukannya lalu meminumnya.
" ah " nita merasa sediki pahit dimulutnya.
" kita besok tidak akan masuk aku susah izin , malam ini dan besok kau akan terus berada di dalam dekapan suamimu " ucap ricko.
" ah kenapa aku merasa menjadi pengantin baru lagi , apa kita harus menikah lagi ? "
" baiklah malam ini kita menikah dan sekarang malam pertama kita " jawab ricko.
dia berdiri dan memandangi nita , wajahnya memandangi nita dari atas hingga bawah , dia terpesona akan kemolekan tubuh istrinya yang memakai gaun berwarna merah dan belahan yang cukup tinggi pada paha.
keduanya saling berhadapan menatap wajah berlawanan , ricko menarik tubuh nita , reaksi minuman di tubuhnya membuatnya sangat tak berdaya dia terpaku menikmati perlakuan ricko.
" maafkan aku sayang, aku harus melakukan ini " ucap ricko dalam hati.
" sayang berjanjilah untuk tetap bersamaku selamanya , kau hanya akan menjadi istriku dan tidak pernah meninggalkan aku walau sedetik pun " kata ricko.
" aku hanya mencintaimu dan akan tetap mencintaimu. jika kau pergi nanti apa yang harus aku lakukan disini sendirian ? aku bisa gila bahkan mungkin aku bisa mati " sambung ricko.
__ADS_1
" apakau mengetahuinya ?" tanya nita.
" aku tau semua tentang dirimu jadi jangan pernah menyembunyikan apapun " jawab ricko.
nita tersenyum , dia merasa pusing di kepalanya " aku akan melakukan segala hal yang aku bisa untuk tetap bersamamu, kau harus tau ricko, aku juga tidak ingin pernah pergi lagi dari hidupmu. tapi aku akan per... ah kenapa kita harus membahas ini bukankah ini hari jadi kita ?" ujar nita yang telah mabuk itu.
" akan apa ? sayang apa maksudmu?" tanya ricko.
nita memeluk tubuh ricko dan menciumi tubuh ricko, ricko tidak tahan dibuatnya dia mengangkat tubuh nita sambil terus berciuman dan masuk kedalam kamar dan akhirnya mereka melakukan hal panas itu.
keesokan paginya
cuaca pagi yang cerah dan kicauan burung yang berterbangan di langit , membuat kedua insan yang masih tidur itu tidak terganggu sedikitpun.
keduanya masih tidur berpelukan dibawah selimut yang sama. baju-baju berceceran di bawah lantai.
" drtt....drtttt"
ponsel ricko bergetar ada sebuah pesan masuk dari chandra , yang kemudian suara telpon. ricko masih mengantuk dan mengambil handphone di nakas tanpa membuka matanya.
" halo" ujarnya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
📱" wah sepertinya ada yang habis menikmati malam pernikahan "
" hmm "
📱" baiklah aku tidak mau menganggu , aku hanya mau memberitahumu aku dengar istrimu yang mendapatkan kualifikasi ke jerman "
" apa? " ricko membuka matanya dan terkejut , dia baru ingat ada istrinya yang masih tertidur lelap.
📱" ya aku tau dari para perawat , sudah banyak orang yang tau apa kau belum tau ?" tanya chandra.
" dia tidak mengatakan apapun " ucap ricko yang menengok ke wajah nita.
📱" kau bicarakan baik-baik dengan istrimu , dia habis melayanimu jadi jangan terlalu marah ya "
" itukah yang ingin kau katakan semalam ?"
" apa kau ingin meninggalkan aku lagi ? "
itulah yang dia ucapkan , entah reaksi apa yang harus dia berikan ketika mita bangun nanti. " kualifikasi ke jerman 6 tahun " pikirnya.
" hal sebesar itu dia menyembunyikannya "
nita mengulet dari tidurnya perlahan-lahan matanya terbuka " selamat pagi" ucapnya serata tersenyum.
ricko tidak menjawabnya dia hanya menatapnya tajam, nita merasa aneh kenapa dengan raut muka itu.
" ada apa? kenapa ... mukamu ?" tanya nita.
" ah tidak aku mandi dulu " jawab ricko
" kenapa aku merasa dia menghindariku " pikir nita.
***
" kakak terima kasih banyak ya , aku akan membuatkan kakak makanan yang enak tunggu sebentar " ucap xiaoqi pada aidan yang tengah membantunya membersihkan restoran.
" hmm aku mau berbeque kalau tidak kau harus membayar pakai uang jasa servisku mahal " timpal aidan.
" kau boleh merampasku karena aku sedang banyak uang" pekik xiaoqi.
" sombong sekali" umpat aidan yang membersihkan meja itu.
tak lama xiaoqi sudah membawakan makanan dan menyajikannnya di meja " kakak sudah siap"
__ADS_1
aidan berhenti mengelap dan duduk lalu meminum air.
" ah leganya "
xiaoqi tersenyum menatap wajah aidan yang menurutnya tampan itu . " jangan menatapku aku tau aku tampan " ujar aidan sambil menikmati berbeque itu.
" kakak apa kau sungguh tidak mau menyukaiku ?" tanya xiaoqi.
" kan aku sudah bilang aku tidak mencintai orang yang berbeda denganku "
xiaoqi memanyunkan bibirnya " kenapa? kau tidak suka ?" tanya aidan.
" kalau begitu kenapa kakak tidak membawaku untuk bersama dengan kakak agar kakak menyukaiku ?" tanya xiaoqi yang polos itu.
" kau tau seumur hidupku aku tidak pernah menasihati orang lain tapi aku ikhlas untukmu kali ini. kau menyukaiku lalu kau ingin aku membawamu mengikutiku hanya agar aku menyukaimu "
" lalu jika kau mengikuti kepercayaanku apa kau akan menjalaninya dengan tulus ? ini menyangkut kepercayaan dirimu dengan tuhan bukan untuk dipermainkan" jelas aidan.
" bagaimana jika aku berubah dengan keinginan hatiku sendiri memilih tuhan , apa kakak mau menerima ku ?"
" tergantung" jawab aidan.
***
" ricko aku sudah membuat makanan kesukaanmu " kata nita .
" hmm terima kasih" jawab ricko seadanya.
nita merasa sangat tidak percaya jika ricko seperti ini, semalam dia sangat romantis dan pagi ini menjadi seperti orang yang berbeda.
" ricko apa ada sesuatu ?" tanya nita.
" tidak ada , sudah makanlah " jawab ricko.
keduanya pun makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun , sehabis makan ricko langsung berlalu menuju keruang kerja nya . nita membiarkannya saja dia masih harus mencuci piring , dia mengintip sekilas ricko sangat serius membaca buku.
tok..tok..tok
" apa aku boleh masuk?" tanya nita.
" hmm "
" kau baca apa ?" tanya nita.
" buku akronomi " jawab ricko singkat.
" aku mau keluar bolehkan kan?" tanya nita.
" hmm terserah asal janngan pulang malam." jawab ricko acuh.
" kau tidak mau melarangku?" tanya nya lagi.
ricko menaruh bukunya di meja dan menatap nita yang ada dihadapannya.
" jika aku menghentikanmu apa kau mau mendengarkan aku ?" tanya ricko.
" ahh iya baiklah aku hanya keluar sebentar saja" jawab nita.
dia langsung berlari keluar ruangan, ricko kembali membaca bukunya karena dia tahu nita masih dirumah dan memperhatikkanya.
setelah mengambil tas dan kunci mobil nita melirik ke arah ricko.
" maaf aku harus pergi ricko "
dia segera berlalu dan keluar dari rumah , ketika mendengar suara pintu tertutup yang ia yakini kalau nita telah pergi dia menaruh bukunya dan memegang kepalanya.
__ADS_1
" aku akan membiarkanmu kali ini, jika itu keputusanmu aku tidak berhak untuk merampas impianmu"