Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Fahri mulai beraksi


__ADS_3

" aku masuk duluan " kata nita yang segera bergegas keluar dari mobil ricko, kini mereka ada di parkiran luar rumah sakit. ricko hanya mampu memandangi langkah kaki nita.


walaupun tau mungkin nita masih kesal dengannya , dia juga menyadari bahwasanya kata-katanya semalam mungkin sedikit melukai hati nita.


" selamat pagi dokter Nita" sapa para perawat.


" selamat pagi" balas nita dengan senyuman.


" dokter Nita aku sudah mengambil alih pasienmu tadi, jadi kau tidak perlu memeriksa nya sebaiknya langsung konsultasi saja " kata dokter obi yang kebetulan hari ini masuk shift pagi.


" baik terima kasih " ucap nita .


" tidak masalah" ujar obi.


" aku duluan ya " ujar nita.


" oke "


setelah sampai diruangannya nita segera memakai jas dokternya dan memakai name tag nya , lalu dia keluar dari ruangannya.


namun dia melihat banyak sekali para perawat yang berlarian, begitu juga suster loli dan dian.


" eh tunggu dulu ada apa ?" tanya nita.


" dokter ada korban kecelakaan beruntun jadi banyak korban" jawab dian


" baiklah aku akan kesana "


nita pun segera berlarian dan melihat ada 10 pasien yang terbaring di ruangan ICU , pertama-tama dia mengambil masker mulut dan mengobati pasien.


" dokter nita biar aku saja , kau dipanggil untuk melakukan operasi bersama dokter fahri" ujar dokter obi.


" ha ? eh baiklah " jawab nita.


karena ini urusan pekerjaan dia tidak boleh menolak, harus profesional tanpa melibatkan hubungan diluar peraturan rumah sakit.


dari jauh ricko melihat nita yang berlarian menuju keruangan operasi , dia tau kalau didalam ruangan itu juga ada fahri. dia hanya bisa melihatnya saja.


setelah berjam-jam lamanya di dalam ruang operasi akhirnya operasi selesai , pasien sudah selamat dan sedang dikeluarkan dari ruangan operasi.


nita merasa sudah lelah lalu dia pun keluar untuk membersihkan tangan dan wajahnya yang terkena semburan darah.


" Pakailah ini " fahri memberikan sabun cuci tangan miliknya karena di sebelah tempat nita tidak ada kebetulan di ruangan operasi ini hanya ada satu sabun.


nita menerimanya dan memakainya " ada apa dengan tanganmu?" tanya fahri yang berusaha memegang tangan nita.


nita melihatnya lalu segera menyembunyikan tangannya.


" apa ricko tidak mengobatinya ? kenapa kau terus membelanya " bentak fahri.


" maafkan aku tapi ini bukan urusanmu dokter fahri" telak nita.


" ini urusanku , aku tidak mau kau terluka" tegas fahri.


" dokter fahri... aku minta padamu jangan berbicara hal yang tidak penting kecuali soal pekerjaan. aku tidak mau membuat ricko salah paham padaku. lagipula ingatlah statusmu kau sudah menikah " ujar nita.


" aku sudah bercerai sekarang...dan aku ingin menunggumu"


" itu hal yang mustahil" nita segera pergi setelah mengatakan itu , dia kembali keruanganya untuk beristirahat.


dia duduk di sofa dan memejamkan kedua matanya " aku buatkan susu untukmu" kata ricko yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan nita.


nita membuka matanya dan membenarkan posisi duduknya " wajahmu pucat sekali apa kau sakit ?" tanya ricko yang mengecek pipi nita.

__ADS_1


nita mengambil susu itu dari tangan ricko dan langsung menegaknya hingga habis dan menyenderkan kepalanya di sofa.


" kenapa hmm ada yang sakit?" tanya ricko.


" tidak ricko , aku hanya lelah" jawab nita.


" yakin ? apa tadi fahri mengatakan sesuatu, aku tadi melihatmu masuk ke dalam ruang operasi itu " jelas ricko.


nita sedikit bangkit dari senderan nya dan menatap ricko.


" iya tadi aku memang ditugaskan mengoperasi bersama dokter fahri. tapi dia tidak mengatakan apapun" ungkap nita.


" kau tidak bisa berbohong dariku, raut wajahmu sudah terukir jelas kalau fahri mengatakan sesuatu" ucap ricko dalam hati.


" baiklah sekarang istirahat saja sudah tidak ada pasien lagi kan ?"


nita melirik ke jam tangannya " ini sudah jam 2, 1 jam lagi aku ada pemeriksaan dengan pasienku"


" yasudah istirahat saja aku ada pasien aku tinggal ya " gumam fahri.


" hmm" nita mengangukkan kepalanya , dan fahri memegang leher nita lalu dia mencium kening nita.


***


" sudah jelas sekali ada pertengkaran diantara mereka berdua, dan nampaknya nita sedang bersedih " pikir fahri.


kini dia sedang ada di ruangan nya sedang duduk mengecek laporan namun dia terus teringat akan nita.


" ricko kau memang cinta nya tapi kau tidak bisa melindunginya, aku akan menjaganya dengan caraku sendiri"


drt...drrtr


ponselnya bergetar dia langsung membukanya.


📱" datanglah ke restoran yang kemarin , kau harus mendandatangani surai cerai kita "


dia hanya membaca pesan itu dan menaruh kembali ponselnya.


" ibu kau membuatku menikahi wanita yang tidak sama sekali mencintaiku. kini aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai dan pilihanku sendiri"


***


" hani aku sudah memesan makanan untuk acara besok , juga sudah mengundang anak yatim dan panti asuhan apa ada lagi?" tanya edward.


" hmm mungkin itu saja sudah cukup. aku tinggal membelikan beberapa peralatan dan kebutuhan untuk mereka " jawab hani.


" baiklah sore nanti aku temani , kita selesaikan pekerjaan ini dulu oke"


" iya terima kasih" ucap hani.


" makanlah kau butuh energi untuk bekerja kan " kata edward.


hani melihat wajah edward yang menurutnya tak sama sekali berubah itu, dari dulu wajah itu tetap sama.


edward yang tersadar kalau hani terus melihatnya itu , dia sangat bahagia namun dia tidak mau menunjukkannya dia ingin bersikap biasa dan tidak mau membuat hani merasa canggung kepadanya.


***


diluar rumah sakit nita tengah menunggu ricko keluar, dia berdiri di depan mobil ricko sesekali melirik kearah jam tangan nya.


tin...tin...


nita segera menoleh kearah mobil berwarna putih BMW itu , ada fahri didalamnya lalu dia memutar wajahnya malas.

__ADS_1


" dimana ricko apa dia sudah pulang?" tanya fahri.


nita tidak menjawabnya dia sangat kesal dan marah pada fahri. entah kenapa akhir-akhir ini setiap ada kata-kata yang tidak dia suka dia sangat kesal.


fahri melepaskan selt belt nya lalu keluar untuk menghampiri nita.


" kau tidak bahagia menikah dengannya lalu kenapa kau masih bersamanya. dia selalu marah padamu saat ada pria yang mendekatimu dia tidak pernah memberimu kebebasan"


" kenapa kau bicara tanpa tau yang sebenarnya ? aku sangat menghormati dan menghargaimu sebagai pembimbingku dulu. tapi dengan sikapmu yang terus ikut campur kehidupanku ... apalagi , kehidupan rumah tanggaku dengan ricko aku tidak menyukainya " ucap nita yang masih bersabar itu.


" dengar nita... walaupun kau terus mengatakan hal yang membuatku sakit tapi aku akan terus mencintaimu dan akan melindungimu dengan caraku sendiri walaupun kau tidak menyukai nya "


" pergilah sebelum ricko melihatnya atau kau akan membuatku terkena masalah "


" baik aku akan pergi tapi camkan baik-baik. jika ricko menyakitimu aku tidak akan segan-segan untuk memisahkanmu dengannya " ancam fahri.


lalu dia segera bergegas dan pergi menggunakan mobilnya.


setelah 5 menit akhirnya ricko terlihat sedang berjalan kearahnya. " ricko kenapa kau lama sekali? aku sudah menunggumu dari tadi " tanya nita.


" maaf sayang tadi aku lupa membuat jadwal anak-anak magang jadi aku buat sebentar " jawab ricko.


melihat nita yang hanya diam lalu ricko menarik tangan nita dan langsung memeluknya.


" maaf ... jangan marah ya , aku tidak suka melihat wajahmu yang diam seperti ini " gumam ricko.


" tidak , ayo kita jemput anak-anak aku sudah merindukannya " ujar nita.


" lalu ... apa istriku merindukan suaminya juga ?" goda ricko.


nita tersenyum pada ricko " aku juga merindukanmu" ucap nita.


mereka berdua sama-sama tersenyum bahagia.


***


" ya ampun dimana lagi aku harus tinggal , ya tuhan apa kau sekejam itu padaku " rengek tiara yang bicara sendiri itu.


" kenapa dia sangat kejam sih malah memberikan rusun pada orang lain " timpalnya.


" tiara kau belum pulang?" tanya aidan lalu melirik ke semua area kantor sudah tidak ada orang lagi.


" eh itu aku sedang lembur pak" jawab tiara yang langsung berdiri dari duduknya.


" kau kenapa apa ada sesuatu?" tanya aidan.


" hmm tidak ada kok pak " jawab tiara cepat.


" baiklah ini sudah jam 7 pulanglah kantor akan segera dikunci" ujar aidan.


" iya pak "


tiara pulang dengan raut wajah lesu sembari menenteng tas nya dan satu koper. dirinya harus berpikir kemana dia tidur malam ini, pemilik rusun telah mengosongkan kamarnya karena sudah ada pemilik baru yang membayar lebih mahal.


disampingnya dia melihat motel yang namun dia tau motel itu digunakan untuk orang melakukan prostisusi , itu tempat yang murah untuk menginap satu malam biasanya hanya mengeluarkan uang 100 ribu rupiah saja.


berulang kali dia berpikir, melangkah maju dan melangkah mundur beberapa kali.


" tidak apa kan ? lagian aku tidak melakukan apapun hanya menginap seorang diri" gumamnya.


" iya...iya tiara kau harus memberanikan diri" ucapnya.


" aish tapi kan jika ada apa-apa aku sendiri yang repot" sambungnya.

__ADS_1


" mau masuk bersama?" tanya seorang pria. dan tiara segera menoleh kearah sumbee suara itu.


__ADS_2