Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
meragukan


__ADS_3

tok ...tok....tok


" bunda " ucap nita yang membuka pintu kamar bundanya , dia melihat bunda sedang membuka lemari pakaian.


" iya sayang masuklah"


nita pun berjalan mendekati bundanya " duduklah " ujar bunda.


" hmm baiklah "


" ada apa bun ?"'tanya nita .


bunda menutup pintu lemari lalu dia juga ikut duduk disebelah nita. nita menatapnya dengan seribu pertanyaan di matanya.


" bunda hanya ingin bicara berdua denganmu , bunda pikir sudah lama kita tidak bicara kan ? apa kau bahagia nak?" tanya bunda lembut.


" bunda kenapa bunda bertanya seperti ini ? tentu saja aku bahagia "


" bunda tau sayang bunda hanya ingin kata-kata itu keluar langsung dari mu "


" bunda katakan saja jika ingin bicara , jika ada masalah bunda katakan padaku. jangan memendamnya sendiri apa bunda lelah karena perusahaan ? bunda bisa berhenti dan membiarkan kakak yang mengurusnya "


" tidak sayang tidak ada masalah di perusahaan, sebenarnya bunda ingin bertanya bagaimana menurutmu tentang paman edward ?" tanya bunda dengan hati-hati.


deg


nita menatap bunda seperti dia ingin kejelasan dari bundanya.


" bunda tau , diusia bunda sekarang bukan waktu yang tepat membicarakan tentang ini. tapi bunda bingung ... kemarin paman edward mengatakan jika dia ingin melamar bunda, bunda tidak tau apa yang harus bunda lakukan "


" apa bunda mencintai nya ?" tanya nita dengan mata yang berkaca-kaca. lalu bunda bisa melihat mata nita yang akan mengluarkan cairan bening diapun menggenggam tangan nya.


" apa jika aku melarang bunda menerima lamaran paman edward , maka bunda akan menolaknya ?" tanya nita sekali lagi.


" sayang " lirih bunda.


" bunda bertanya padaku karena bunda yakin kak nathan dan kak aidan pasti menyetujuinya oleh sebab itu bunda tidak bertanya pada mereka berdua , tetapi bertanya padaku karena masih memikirkan diriku kan ?"


" bunda maaf aku juga tidak tau harus menjawab pertanyaan bunda bagaimana" sambungnya lagi.


" bunda memang sudah bicara dengan kakak - kakakmu mereka menyetujinya tapi bunda belum menerima lamaran nya " ungkap bunda.


" sayang jika kau tidak ingin maka bunda tidak akan memaksa, besok bunda akan datang dan menolak nya "


" Bunda aku keluar dulu , aku takut anak - anakku menangis "


nita pun keluar dengan air mata yang jatuh lalu dia menghapus nya , dia berdiri di depan pintu bunda yang telah tertutup.


didalam kamarnya bunda hanya bisa berdiam duduk di tempat tadi , dia tidak ingin melakukannya tanpa persetujuan anak - anak. dia harus menerima nya walaupun dalam hatinya dia merasa kalau edward akan bisa menjaga keluarganya dengan baik. tapi dia harus memikirkan anak- anak terlebih dahulu.


dia juga mengerti apa yang menyebabkan putrinya itu masih belum ingin menerima seseorang yang akan mengisi kehidupan bunda.


tidak ada yang instan , melupakan seseorang butuh waktu. tidak seperti awal perjumpaan yang tiba-tiba begitu saja tanpa kita pikirkan.


***


" ini sudah malam , pulanglah atau nanti keluargamu akan mencarimu " kata tiara.


mereka berada di dalam mobil setelah seharian berkencan untuk yang pertama kalinya.


" tiara " panggil aidan lembut.


" ya " tiara menoleh padanya.

__ADS_1


" maukah kau bertemu dengan keluargaku ? aku ingin mengenalkanmu " tanya aidan.


" secepat ini ?" ucap tiara dalam. sekejap tiara berpikir terlebih dahulu, aidan menunggu jawabannya lalu dia memegang tangan tiara.


" tiara " gumam aidan.


" oh maaf , baiklah aku akan menemuinya " kata tiara seraya tersenyum.


aidan sangat bahagia lalu dia memeluk tiara , tiara juga sangat bahagia akhirnya ada orang yang benar - benar mencintainya tanpa memandang statusnya sebagai anak simpanan.


" aku mencintaimu " ucap aidan.


" hmm aku juga mencintaimu " balas tiara.


lalu keduanya saling melepaskan pelukan masing - masing , tiara membuka selt belt nya dan menatap aidan.


" terima kasih " ucap tiara


" hmm masuklah , maaf aku tidak mengantarmu ke dalam " ucap aidan.


" iya , dah " tiara melambaikan tangannya dan diapun turun lalu menutup puntu , lagi - lagi dia tersenyum pada aidan , aidan membalasnya dengan angukkan pelan seraya tersenyum lalu tiara meninggalkannya untuk masuk kedalam apartemen.


saat akan menjalankan mobilnya, aidan menengok kebelakang dan dia baru ingat pesanan makanan adiknya , dia melihat jam tangan yang sudah jam 9 malam .


" ck aku benar - benar lupa " desisnya , lalu dia segera menyetir mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi karena jalanan juga sudah renggang.


***


nita dan ricko dari tadi sudah ada di rumah mereka , malam ini kedua anaknya tidur bersama mereka di tengah - tengah mereka berdua. karena menangis saat akan dipindahkan ke kamar jadi terpaksalah mereka menidurkannya di sini di kamar mereka.


nita sedang di kamar mandi mencuci wajah , dan ricko mengelus - ngelus lembut kepala vani yang ada di dekatnya. ranjangnya terlihat tidak cukup untuk mereka ber empat.


" sayang " panggil ricko.


" baiklah " balas ricko.


setelah menunggu 5 menit nita sudah siap untuk tidur tapi melihat ranjang yang hanya tersisa dikit untuknya , dia pun mengambil selimut di dalam lemari.


" sayang tidurlah di kasur bersama mereka , aku akan tidur di sofa " ujar ricko.


" badanmu akan sakit nanti , hmm kita punya kasur lantai kan ? itu cukup tebal jadi tidak khawatir sakit , kita gelar itu saja " ucap nita.


" oh iya aku baru ingat , aku akan mengambilnya " ricko pun berdiri dan masuk kedalam walk in closet mengambil kasur lantai.


dan dia menggelar itu tepat di sebelah nita biasanya tidur , dia tidak ingin berjauhan dengan nita lalu dia tiduran disana.


" sayang kemarilah tidur " perintah ricko.


" iya sebentar aku balas dokter obi dulu katanya dia besok tukaran shift " jawab nita.


setelah selesai membalas dia pun mematikan lampu lalu naik ke kasurnya. dia menghadap ke ricko dan begitu juga dengan memghadap ke nita.


ricko tidak bisa tidur tanpa memeluk nita , tapi dia punya ide dia akan menggenggam tangan nita saja sudah cukup untuk malam ini.


" sayang kau sudah tidur " gumamnya.


" belum ricko " lirih nita pelan , dia menikmati elusan di tangannya oleh tangan ricko.


" Ricko apa besok sehabis kerja aku boleh keluar sendiri ?" tanya nita.


" mau kemana ?" tanya ricko , dia terus memperhatikan wajah sang istri.


" aku hanya ingin berjalan - jalan saja bolehkan ?" tanyanya pelan.

__ADS_1


" tidak aku tidak akan mengizinkannya , pergilah denganku aku akan menemanimu kemana pun kau mau " tolak ricko.


" hmm " nita hanya menjawab nya dengan singkat itu saja , dia sudah sangat lelah memikirkan segalanya lalu dia memejamkan matanya , ricko bisa mengamati kalau nita sedang memikirkan masalah bundanya.


" selamat malam " gumam ricko lalu dia pun ikut tertidur.


***


karena hari ini pasien konsultasi hanya 10 orang nita sudah selesai bekerja padahal masih jam 2 siang. juga tidak ada jadwal operasi , dia segera membereskan tasnya lalu membuka jas dokternya.


telpon dari aidan terus berdering sedari tadi , mungkin aidan sudah ada di depan rumah sakit. mereka memutuskan untuk bertemu.


nita ingin mengabari ricko , saat dia akan menelpon ponselnya langsung mati. lalu dia segera keluar untuk mencari ricko di ruangannya. namun setelah dicari ternyata tidak ada.


" suster apa kau melihat dokter Ricko ? " tanya nita.


" oh dokter ricko baru saja masuk kedalam ruang operasi " jawab suster itu.


" baiklah terima kasih " ucap nita.


dia pun segera keluar untuk menemui aidan. berjalan dengan cepat menuju ke depan rumah sakit , melihat mobil aidan yang terparkir disana dia segera menghampirinya.


dari dalam aidan membukakan pintu , nita pun masuk segera memasang selt belt nya.


di restoran terbuka dekat pantai itu , ada banyak makanan yang tersaji, nita memandangi wajah aidan dengan tajam sedangkan aidan hanya tersenyum menangapinya.


" kau kenapa ? marah padaku ?" tanya aidan.


nita tidak bergeming dia hanya diam saja seperti patung.


" iya..iya dia pacarku , namanya tiara kami baru saja berkencan " jelas aidan.


" hmm aku tau , dari kemarin wajah kakak berbeda sangat cerah" tekan nita pada kata terakhir itu.


" yasudah kenapa memang ? aku juga ingin mengenalkanya pada semua orang tapi nanti tunggh sedang tidak sibuk " ungkap aidan lagi.


" kakak aku ingin menanyakan sesuatu " ujar nita.


" apa ?" sambil menyedot jus alpokatnya.


" paman edward "


" kenapa dengannya ? dia melamar bunda ?"


" kakak sudah tau kan "


" tentu saja aku dan kak nathan sudah tau kami sudah memberi restu " kata aidan santai.


" ck aku tau kau belum yakin pada paman edward karena tidak mau bunda merasakan pahitnya pernikahan dulu dengan ayah kan ? jujur saja aku bisa melihat itu dari matamu. kau memikirkan bunda "


" kenapa kakak menerimanya ? " tanya nita.


" apa ?" aidan memasang wajah serius sekarang.


" kau mau tau ? ... akan kuberitahu , mungkin kau baru mengenalnya tapi aku sudah mengenal semenjak kecil dulu. dia orang yang baik , menghormati wanita dan sosok yang menyayangi keluarga tidak ada alasan untuk menolaknya menjadi suami bunda "


" apa kakak melupakan ayah ?"


" ayah ? aku tidak bisa melupakannya karena dia ayahku. ayah kita bertiga tapi mengingat perbuatannya dulu hal itu membuat kakak menyetujui pernikahan bunda dan paman edward "


" lalu apa kakak bertanya apa bunda mencintai nya ? apa bunda menerima itu hanya karena kak nathan dan kakak setuju ?" hardik nita lagi.


" Nita kenapa kau begini ? jangan khawatir semua akan baik - baik saja kau katakan saja iya maka semuanya selesai bunda akan bahagia "

__ADS_1


" ini tidak akan selesai hanya karena itu , aku tidak akan menerimanya sebelum aku yakin padanya " kukuh nita.


__ADS_2