
segera nita mengambil sabun itu dan ia mulai menggosok tangan ricko, ricko sangat senang melihatnya , namun ia melihat kedua gundukan itu pada diri nita , bra itu akan lepas sedikit lagi dengan cepat ia menariknya hingga terlepas.
" rickooo" teriak nita sambil menutupi kedua payudaranya.
" aku sudah melihatnya sayang tidak apa-apa ayo sabuni aku" ujar ricko.
" ricko kau mandi saja aku akan mandi dengan cepat" ucap nita.
" tidak bisa sayang ini tanggung , ayolah atau aku akan marah nanti" ujar ricko.
" ayo buka tangannya" gumam ricko lalu menarik tangan nita hingga terlepas dan terlihatlah kedua gundukan yang tidak terlalu besar itu.
" ayo lanjutkan sayang" sambungnya lagi.
dengan berat hati nita melanjutkannya , ia tidak mau mengulur ngulur waktu lagi atau ricko akan melakukan sesuatu .
nita menggosok badan nya hingga tak terasa ada sesuatu yang tegang dibawah sana, ia memejamkan kedua matanya untuk menahan gairahnya.
" baguslah dia tutup mata atau aku akan malu nanti" ucap nita dalam hati.
semakin menahannya ia semakin lemah saja saat melihat wanita didepannya apalagi seorang istri bertelanjang dada.
" maafkan aku tapi aku tidak bisa menahannya" ricko langsung ******* bibir nita dengan rakus , nita hanya diam saat ricko mencumbunya , dia sangat menikmati itu lalu tangan ricko naik keatas dan memegang kepala istrinya untuk semakin ******* bibirnya.
" aku menginginkan tubuhmu " ujar ricko dengan parau.
" dek" panggil seseorang dari luar
nita langsung reflek dan mendorong tubuh ricko .
" kak iren memanggil" ucap nita.
ricko hanya menghembuskan nafas kasarnya , sedikit lagi ia akan melakukannya tetapi suara itu membuatnya sangat kacau.
dibawah semua orang menunggu nita dan ricko tetapi dari tadi belum muncul juga hingga iren memutuskan untuk memanggilnya.
saaf mendengar suara gemercik air ia pikir seseorang sedang mandi didalam lalu ia segera turun kembali.
" sayang dimana mereka?" tanya nathan.
" sepertinya sedang mandi " jawab iren.
" mandi saja lama " ujar aidan.
" aku disini" ucap nita dari tangga.
semua orang melihatnya lalu nita menghampirinya begitu pun dengan ricko . mereka duduk di kursi makan yang bersebelahan.
" sudah ayo kita makan" ucap bunda.
" kenapa lama sekali apa kalian melakukan sesuatu?" selidik aidan.
" tadi kami mandi bergan..."
" kami mandi bersama" ujar ricko yang memotong ucapan nita.
nita menoleh padanya , tetapi semua orang tertawa dan tersenyum mendengar pengakuan ricko.
" tidak itu tidak benar" ujar nita.
" sudahlah aku tau kalian mau apa hahahha" aidan tertawa mendengarnya.
mereka semua pun tertawa puas melihat wajah nita yang merah itu. tetapi ricko juga tersenyum saat ia mengingat semua yang terjadi tadi.
.....
" bunda kami pamit pulang dulu ya " ucap nita.
" baiklah nak jaga dirimu dan ricko juga ya " ujar bundanya.
" iya bunda" nita menganggukkan kepalanya.
" bunda kami pamit" ucap ricko.
__ADS_1
" iya nak, jaga diri ya " ujar bunda.
" dah bunda " nita melambaikan tangannya sedangkan ricko ia mencium tangan bunda , melihat itu nita juga mengikuti ricko yang mencium tangan bundanya.
didalam perjalanan nita hanya memainkan ponselnya, lalu ricko menarik ponsel nita begitu saja.
" ricko ponselku" ujar nita.
" hari ini tidak ada ponsel hanya ada kita berdua " tegas ricko.
" huft " nita menghembuskan nafas kasarnya lalu melirik ricko .
" kenapa? aku memang tampan oh iya aku baru melihat tahi lalat kecil yang ada di dada kirimu" ceplos ricko.
" ricko" geram nita.
" jangan marah aku juga nanti akan mendapatkan itu jadi kau tidak berhak melarangnya " ujar ricko.
" ish kau ini mesum sekali" gerutu.
" kalau tidak mesum bagaimana bisa punya anak" ujar ricko.
" kau ini vulgar sekali" gerutu nita lagi.
" aku akan lebih vulgar nanti" bisik ricko di telinga nita lalu kembali fokus menyetir.
hari ini ia libur karena ingin berkencan dengan nita , lagipula nita sudah habis masa magangnya ia ingin memiliki banyak waktu bersama nita dan menumbuhkan perasaan cinta pada istrinya itu.
" kita mau kemana?" tanya nita.
" waktu itu kita mau menonton kan tapi tidak jadi " jawab ricko.
" nanti pilihlah filmnya aku akan membeli popcorn dan minuman" sambungnya.
" hmm " nita hanya berdehem saja.
hingga tak terasa mereka sudah berada di bioskop mereka sudah duduk didalam dan menikmati film itu , nita memilih film horor sedari kecil ia sangat suka komik horor.
" sayang kenapa memilih film ini ?" tanya ricko.
ricko hanya diam menatap nita yang sedang menikmati popcorn dan tersenyum saja, ia bahagia sekali hari ini bisa memiliki banyak waktu untuk istri dan sekaligus teman kecilnya.
ditengah tengah film , nita merasa takut karena film itu sangat menyeramkan , dia memegang tangan ricko yang sedang menikmati film itu , ricko segera menoleh.
" kau takut?" goda ricko.
" haaaa" teriak nita yang spontan lalu memeluk ricko, hal itu membuat ricko ingin tertawa " bukankah tadi seseorang bilang kalau takut ada aku disampingmu , apa ..."
" aku tidak pernah membayangkan akan seseram ini" gumam nita yang memotong ucapan ricko.
" alasan " goda ricko.
setelah 2 jam akhirnya mereka keluar , sekarang sudah pukul 4 sore ricko mengajak nita untuk berkeliling kota jakarta berjalan kaki , lalu ada sebuah mall .
ricko menunjuk ke arah mall dan mereka pun berdua masuk ke dalam sana, sambil menggandeng tangan nita ia terus tersenyum saking bahagianya.
" disana ada ice cream apa mau beli? tunjuk ricko pada sebuh outlet ice cream.
" ayo aku ingin memakan ice cream yang banyak " nita sangat antusias sekali.
ricko dan nita pun menghampiri outlet itu, disana banyak sekali ragam jenis ice cream membuat mata nita berbinar layaknya seperti melihat berlian.
akhirnya nita memutuskan untuk membeli ice cream rasa vanila dan ricko rasa coklat mereka masih memakannya di tempat itu. saat nita menoleh ke arah lain ricko pun mencicip ice cream istrinya diam diam membuat pelayan itu tersenyum. saat nita kembali memakan ice cream nya ia terkejut ice cream nya masih sedikit.
ia pun menatap ricko , lalu ricko memberikan ice cream nya dan nita menerimanya akhirnya mereka bertukaran ice cream.
" kau harus membelikanku banyak ice cream untuk ganti ruginya" ujar nita.
" apapun itu sayang" balas ricko.
" nanti tolong bungkuskan semua jenis ice cream yang ada disini nanti kami akan kembali lagi kesini" ujar ricko.
" baik pak " jawab pelayan itu.
__ADS_1
" aku ingin melihat itu" tunjuk nita pada sebuah tempat aksesoris .
" ayo" nita langsung menarik ricko hingga ricko pasrah saja hari ini .
" apa ini lucu?" tanya nita saat ia memakai topi hewan.
" hmm cantik dan imutttt sekali" ricko mencubit pipi nita lalu ia mencium hidungnya.
" hey kau ini kenapa mencium ku disini , coba kau pakai" nita memberikan topi itu ke pada ricko , ricko yang mengerti istrinya tidak sampai untuk menggapai kepalanya ia pun membungkukkan tubuhnya .
" wah kau sangat lucu " ujar nita .
ricko hanya tersenyum dan memandangi wajah bahagia istrinya itu , ia rela menjadi bahan percobaan asalkan istrinya.
....
mereka kembali mengelilingi mall itu , lalu ricko melihat toko berlian disana , ia ingat kau belum pernah sama sekali membelikan benda itu pada nita . ia ingin membelikannya sekarang.
" sayang ayo ikut aku " ujar ricko.
" kemana?" tanya nita.
" eh tunggu sebentar aku ketoilet dulu ya, tunggu disini jangan kemana mana!" ingat ricko.
" hmm"
saat ricko baru pergi ia melihat jam tangan dibelakangnya , ia pun melihat itu lalu ia menghampirinya.
" bisa aku lihat ini?" tanya nita pada pelayan itu.
" bisa nona " ujar pelayan itu dengan ramah lalu memberikan jam tangan berwarna silver dan terlihat elegan itu.
" itu untuk pria nona , jam tangan itu banyak diminati oleh wanita sebagai kado " jelas pelayan.
" hmm aku tau, tolong bungkuskan ini ya , oh iya apa di kotaknya bisa diukir sebuah nama?" tanya nita.
" tentu bisa nona" ujar pelayan itu.
" hmm dimana pembayarannya?" tanya nita.
" disana nona" tunjuk pelayan pada bagian kanan toko.
setelah menunggu beberapa menit ricko pun kembali , nita tersenyum padanya " ayo ikut" ajak ricko.
nita hanya mengikuti ricko lalu ia terlihat bingung kenapa ricko mengajaknya ke toko berlian ini dan ia melihat wajah ricko.
" kenapa kita kesini?" tanya nita.
" aku ingat aku belum pernah membelikan istriku sebuah kalung atau mau yang lain?" tawar ricko.
" kau sudah memberiku ini ( nita memperlihatkan cincin nikah mereka) jadi tidak perlu lagi " ujar nita.
" sayang itu cincin nikah , tapi aku ingin membelikan kalung , aku akan memilihnya ya " ujar ricko.
lalu ricko melihat lihat semua kalung berlian yang sudah dipajang, nita hanya memperhatikannya saja. ia tau ricko akan tetap bersikeras walau ia menolak tetapi ia sangat bahagia karena ricko memperhatikan dirinya.
" yang ini" ucap ricko yang menunjuk pada sebuah kalung berlian yang berbandul mutiara kecil .
pelayan itu memberikannya pada ricko , lalu ricko memakaikan pada nita.
" cantik " ucapnya.
" bungkuskan yang ini" ujar ricko sambil membuka dompetnya dan memberikan kartu nya.
" cantik bukan?" tanya ricko.
" hmm sangat cantik" jawab nita.
lalu ricko mengelus pipi istrinya " mau dipakai langsung atau nanti dirumah?" tanya ricko.
" bungkus saja " jawab nita.
ricko pun melepaskan kaitan pada kalung itu dan memberikannya kepada pelayan untuk segera dibungkus.
__ADS_1
( aku beruntung memiliki mu sebagai teman dan suami, aku sadar selama ini aku tidak bisa kehilanganmu )
~nita