
" huft " nita melepaskan nafas kasarnya lalu dia berbaring dikasur , saat menoleh dia melihat kedua anaknya yang sedang tertidur , dia pun memiringkan badannya dan mengelus pipi vano yang ada disebelahnya.
" pipimu besar sekali ... mama ingin memakannya kalau seperti ini " ucapnya gemas .
ricko tersenyum mendengarnya , dia baru tiba tapi sudah mendengar ucapan nita. " sayang malam ini kita tidur dimana ?" tanya ricko.
nita menoleh lalu dia bangkit dan memperhatikan kamarnya , kamarnya memang Luas tapi dia tidak suka ranjang yang besar karena itu hanya bisa ditiduri oleh 2 orang saja. berhubung sekarang ada anak - anak mungkin dia akan meminta diganti nantinya.
" mau bagaimana lagi kita tidak mungkin kekamar bawah" ujar nita.
" kalau begitu kita tidur dibawah bersama bagaimana ?" tawar ricko.
" setuju " jawab nita cepat.
ricko pun mengambil kasur lantai yang disimpan di dalam lemari , sedangkan nita dia memberikan bantal disekeliling kasur agar anaknya tidak terjatuh.
setelah kasur itu siap ricko tersenyum dan segera menarik nita untuk tidur bersama " ricko sabar dulu " kata nita.
" sayang anak - anak sudah tidur jangan diganggu lagi" ucqp ricko.
" iya...iya "
nita pun tidur terlentang di samping ricko , namun rupanya tangan ricko sangat jahil selalu merayap kemana - mana , nita masih membiarkannya dia masih memantau kemana arah tangan ricko tertuju.
" sayang" gumam ricko.
" hmm "
" ayo kita main " bisik ricko mendekati nita.
nita melirik ke arah ricko yang menatapnya sendu " ck ricko jangan membuat wajah seperti itu kau membuat aku terlihat sangat jahat " dia membenarkan wajah ricko agar tersenyum seolah olah wajah ricko itu bisa dibentuk apa saja.
" ayo lah " kata ricko lagi.
" besok saja ya , aku lelah sekali " tolak nita.
" huft sayang.... sekali saja , aku sudah beberapa hari tidak melakukannya " ricko semakin menjadi ketika di tolak dia sudah menciumi telinga dan apa saja yang ada di wajah nita.
" sayang kau sendiri kemarin yang bilang bukan ... dosa loh nolak suami apalagi suami seperti ku " lirih ricko.
" kau pintar sekali membuatku diam. heheh sayang ... suamiku yang baik.... besok saja ya " godanya dengan membuat wajah yang imut - imut .
tentu saja hal itu semakin membuat ricko mengeram rasanya dia ingin sekali menerbab nya tapi dia masih tenang dia ingin melihat bagaimana cara nita membujunya.
" aku janji besok , kau boleh melakukan apa saja ya... iya bolehkan sayang " goda nita lagi.
" tidak...tidak aku mau sekarang , sekarang diam saja biar aku yang bekerja " tolak ricko yang sudah tak tahan lagi padahal dia ingin tertawa melihat bagaimana wajah nita tadi.
" baiklah...baiklah hanya satu kali oke ... janji ?" ujar nita.
ricko diam saja tidak menjawabnya lalu segera menindih tubuh nita dan mencium bibir nita dan ********** hingga nita pun membalasnya. dia menyudahi ciuman itu lalu beralih ke leher dan memberi beberapa tanda kemerahan disana
" Ricko aku tidak akan bisa menemui semua orang jika kau membuat nya sangat banyak " gumam nita.
" besok tidak bekerja tidak akan ada orang yang melihat " jawab ricko.
nita tidak bisa lagi menjawabnya dia tahu betul bagaimana ricko yang tidak ingin ditolak ketika sedang melakukannya.
hingga beberapa jam kemudian mereka menyudahinya , ricko berada di samping tubuh nita dan memeluknya erat.
" terima kasih " bisik ricko.
" kau selalu seperti itu , bilang satu tapi minta lebih " gerutu nita.
ricko tersenyum mendengarnya lalu semakin mengeratkan pelukannya.
" maaf ... suruh siapa tubuhmu sangat candu. sayang ... "
__ADS_1
" hmm "
" kau belum mengantuk ?" tanya ricko.
" entahlah tadinya aku mengantuk " jawab nita.
" jika nanti aku tidak bisa memenuhi semua kebutuhanmu dengan baik apa kau bisa menerimaku sayang ?"
mendengar semua itu tentu saja membuat nita merasa aneh dan curiga, kenapa ricko mengatakan itu ... apa ada masalah? atau ricko akan pergi meninggalkannya ? pikirannya langsung melayang kemana - mana.
" ricko kenapa bicara seperti itu ? bukankah sudah pernah aku katakan , kita akan melakukan apapun bersama - sama. aku tidak pernah meminta untuk memenuhi semua kebutuhan hidup ku dengan baik , aku hanya meminta mu untuk selalu bersamaku " kata nita yang menatap wajah ricko , begitu pun sebaliknya tatapan itu sangat dalam.
" aku tau sayang , aku tau kau akan menerimaku apa adanya. hanya saja aku takut kau tidak bahagia nanti tapi aku janji aku akan selalu membuat mu dan anak anak bahagia " ucap ricko yang penuh percaya diri.
" hmm aku percaya padamu " balas nita.
" ayo tidur , aku sudah lelah dan mengantuk" kata nita yang menyelipkan kepalanya di dada bidang ricko. ricko mengelus kepala nita .
" aku dan wendy ... semuanya akan terbagi lagi nanti. aku tidak takut kehilangan hartaku tapi aku takut kehilanganmu dan anak - anak " ucapnya dalam hati.
***
keesokan harinya
" jagoan papa ! ayo sini nak " nathan membentangkan tangannya lalu arga berlari menuju kearahnya.
" astaga anak papa semakin berat " nathan menggendongnya dan menciumi wajah arga.
" papa berangkat kerja dulu ya , jaga mama ya nak . cup " sekali lagi dia mencium pipi arga.
lalu irene datang membawakan bekal " ini makanlah untuk nanti siang " ujar irene.
" terima kasih , oh ya hari ini aku pulang telat jangan menungguku. makanlah lebih dulu nanti atau kau akan sakit " kata nathan.
" hmm papa sayang" ujar irene yang membuat suara seprti anak - anak dan sebelah tangannya menggendong arga.
" aku pergi dulu ya " pamitnya.
cup
nathan mencium kening irene untuk beberapa.
" ehem...ehem cium terosss" ujar aidan dari atas tangga yang akan menuruni anak tangga itu.
" mangkanya cepat nikahi tiara , kalau pengen bilang saja maka aku akan melamar tiara untukmu" kata nathan.
" sorry ya kakakku tersayang , aku tidak iri. aku sih lebih ke.... hmm curiga . biasanya laki - laki sangat romantis ada sesuatu dibaliknya hahahha " ejek aidan dengan puas sambil tertawa.
" gilak kamu ya aidan emang kamu pikir aku pria play boy. aku ini pria yang setia iya kan sayang " nathan menyenggol - nyenggol lengan irene sambil menaik turunkan alisnya.
" he setia ... " kekeh aidan.
" selamat pagi kak " ucap nita yang keluar sendirian dari kamarnya. dia melihat ketiga kakaknya sedang berdrama pagi hari ini.
" hey adikku sayang , baru bangun ya ? apa tidurmu nyenyak semalam ? oh ya kakak dengar kau setuju bunda menikah dengan paman ?" kata aidan dengan merangkul pundak nita.
" hmm bahagia sekali kakak hari ini , pasti ada sesuatu iya kan ?" selidk nita.
" iya ... iya benar sekali pasti ada sesuatu " timpal nathan.
" heheh ehmm jadi bagaimana menurut kalian tentang tiara ? dia baik kan ? " tanya aidan.
" iya iya dia baik tapi sebaliknya dia yang tidak baik jika bersamamu , dia bisa ikut tidak waras nanti denganmu " ledek nathan.
" cucu mama alga mau minum cucu " rengek arga pada irene.
" eh iya sayang haus ya " kata irene.
__ADS_1
" paman aidan aku mau mobil - mobilan balu " ujar arga pada aidan.
" apa ? oke baiklah ponakan paman yang tampan tunggu sore nanti ya "
" kau lihat kak anakmu minta mainan denganku jadi jangan meledekku atau aku hitung nanti jumlah setiap bulannya "
" perhitungan ! baiklah sayang aku pergi ya. bisa - bisa aku ikut gila nanti "
" ya... ya pergilah nikmati pekerjaanmu " timpal aidan dengan senang.
" ish kakak kau suka sekali meledek kakak "
" kenapa ? kau mau kuledek juga ? " sambung aidan.
" hmm awas saja , ricko tidak bekerja hari ini aku akan mengadukanmu nanti " mereka berdua turun dan tangan aidan masih di pundak nita.
" kakak berapa usia kak tiara ?" tanya nita.
" hmm berapa ya ... oh iya usianya 26 tahun "
" owh benarkah ? berarti aku masih muda setahun darinya "
" eh oh kakak tau sengaja bertanya karena kau ingin tau ingat atau tidak usiamu bukan ? kau tenang saja mana mungkin aku melupakan hari ulang tahunmu ... kau mau minta apa ?" tanya aidan.
" ck aku tidak mau apapun , lagi pula semua sudah aku dapatkan "
" dapat ayah baru juga bukan ?" ledek aidan.
" ish terserahlah aku mau makan pergilah sana "
" dimana bunda ?" tanya aidan.
" bunda sudah pergi sangat pagi tuan katanya mau ke makam tuan adi dulu " jawab bi inah yang sedang membersihkan piring di meja makan.
" makam ?" ujar aidan dan nita bersamaan.
" dengan siapa bi ? " tanya nita.
" tuan edward menjemputnya nona , bunda juga berpesan agar nona membawa masakan yang sudah dibuat bunda untuk dibawa pulang nanti"
" baiklah kalau begitu , kakak pergi dulu ya, bi aku pergi" pamit aidan.
" iya tuan hati - hati " jawab bi inah.
***
" hani aku parkir mobilnya dulu , kau duluan saja " kata edward yang masih didalam mobil bersama bunda.
" baiklah " bunda pun keluar dari mobil.
setelah hani keluar edward mencari tempat parkir sedangkan hani berjalan seorang diri menuju kemakan mantan suaminya itu.
dia membawa bunga ditangannya , lalu tak lama ketemulah makam itu yang terawat dan rapi karena memang dia menyuruh penjaga makam untuk membersihkan makam tiap hari.
" adi aku datang" ucapnya.
dia menaruh buket bunga itu tepat di depan nama yang tertera di batu nisan. dia mengelus lembut batu nisan itu.
" maaf karena sangat lama tidak datang kesini "
" aku datang untuk memberitahumu , kalau aku akan menikah dengan edward"
daribelakang edward berdiri dia mendengarkan semuanya dengan jelas.
" aku ingin mengucapkan terima kasih karena sudah memberikan aku kebahagiaan dulu , walau itu semua palsu. tapi tidak masalah... aku sudah melupakannya , aku hanya berdoa semoga kau mendapatkan kebahagiaan disana"
" aku ... dan anak - anak kita akan tetap mendoakanmu dari sini"
__ADS_1
kemudian edward ikut berjongkok di sebelah makam dan mengelus pundak hani , hani meliriknya dan tersenyum padanya.
" menangislah jika ingin menangis, aku tidak akan marah. aku tau, dulu ... dialah yang membuatmu bahagia. " kata edward.