
keesokan harinya , aktivitas kembali berjalan seperti biasanya , nita dan ricko kembali menjadi seseorang yang akan berdiri di garda terdepan menyelamatkan nyawa - nyawa seorang manusia.
sepertinya hari ini mereka harus bekerja dengan waktu kerja yang lama dan sangat melelahkan karena kabar kecelakaan beruntun telah diterima rumah sakit dan ada 50 korban yang akan ditangani rumah sakit.
mereka berlarian kesana - kemari membawa pasien ke ruang IGD , jas putih yang semulanya berwarna putih terang tanpa noda kini berubah menjadi warna kemerah - merahan karena terkena noda darah.
" pasien ini harus segera di tangani, pendarahan sudah menyebar ke paru - paru" kata suster dian.
nita segera berlari mengambil pasien itu " baiklah tolong ikut denganku kita harus membawanya keruangan CT-scan dulu" kata nita yang ikut mendorong pasien itu.
" dokter kau tidak ingin mengganti baju terlebih dahulu ? " tanya dian memperhatikan baju nita itu. nita pun baru menyadarinya .
" tidak perlu aku harus membawanya dulu"
" tolll...long , tolong selamatkan aku" kata pasien yang lemah itu berjenis kelamin perempuan.
" kami akan menolongmu " jawab nita.
pasien itu pun langsung dimasukkan kedalam CT - Scan, untuk beberapa saat nita memperhatikannnya dari interkom yang tersambung.
" kapan hasilnya akan keluar ?" tanya nita.
" 1 jam lagi " jawab dokter itu.
" apa tidak bisa segera ? masih banyak pasien yang harus kutangani diluar ?" tanya nita.
" 45 menit itu sudah paling cepat " jawabnya.
" baiklah segera berikan kepadaku , tolong nanti keluarkan pasien dan suruh dian bawa keruangan UGD "
" baik "
nita pun keluar dari ruangan itu lalu kembali menyambut pasien yang baru , pasien ini tidak terlalu parah dia segera membawanya keruangan umum disana banyak korban yang tidak terlalu parah sedang diobati.
setelah beberapa bergantian mengobati pasien kini nita bisa beristirahat sebentar di ruangannya , dia mengambil air minunm dan dalam sekali tegukan air itu sudah habis.
" ahh lega sekali " lirihnya , dia memperhatikan pakaiannya itu sejenak lalu dia membukanya dan menaruhnya di meja. untunglah dia punya jas cadangan tapi sebelum itu dia mengganti pakaian dalamnya dulu yang kini berubah menjadi baju kaos biasa berwarna hitam. lalu segera dilapisi dengan jas.
kini dia sudah siap untuk bekerja lagi dan mengikat rambutnya. saat berjalan di lorong dia melihat ricko yang juga membantu bagian departemen IGD dalam melakukan pertolongan.
" dokter ...dokter ini hasil ct scan nya tadi " suster dian menghampirinya dan keduanya berjalan beringan , nita terus berjalan sambil memperhatikan rekaman berwarna hitam itu.
suster dian membukakan pintu sebuah ruangan khusus dimana dia bisa melihat hasil CT - Scan , nita menempelkannya di layar putih. memperhatikan gambar itu dengan seksama.
" pasien juga punya riwayat divertikulitis " ucapnya.
" divertikulitis ?" ucap dian yang tercengang itu.
" ya ... divertikulis peradangan atau intefsi pada satu bahkan lebih kantong kecil di saluran pencernaan " jelas nita.
" lalu apa yang harus kita lakukan dokter ? "
" apa pasien sudah dibawa ke UGD ? "
dian langsung mengangukkan kepalanya " penyakit ini memang tidak terlalu parah tapi kita harus mengawasinya kasus yang parah memerlukan perawatan lanjut bahkan pembedahan"
" baiklah ayo kita temui dia dulu, beruntung kita sudah menghentikan pendarahan itu "
****
suasana perusahan sedang amat tenang dan sunyi , hanya ada suara ketikan jari pada tombol-tombol komputer. hari ini mendung sepertinya akan turun hujan , tiara melihat jam di tangannya ternyata sudah jam 3 sore bahkan dia belum makan karena kesibukannya.
dia tidak melihat aidan hari ini karena sedang berada di luar kota , dia agak lesu sebenarnya tapi tidak apa hanya satu hari pikirnya.
__ADS_1
dia berdiri memasuki dapur perusahaan dan membuat mie saja disana. dia memutar - mutarkan sendok itu di mangkuk entah pikirannya dimana.
" ehem...ehem "
tiara tidak menoleh dia fokus ke mangkuk itu , aidan tersenyum melihatnya lalu menaruh makanan yang dia bawa di sebelah mangkuk tiara. tiara melirik nya tapi tidak tau jika itu aidan.
" kau sedang apa ?" tanyanya dari belakang.
" apa kau tidak lihat aku sedang mengaduk mie" jawab tiara.
" mengaduk ? "
krik...krik...krik
mengaduk apanya pikir aidan , mie nya saja masih direbus sedangkan tiara hanya mengaduk bumbu disana.
" ehem...ehem tidak mau melihat kebelakang?" tanya aidan.
dengan malas tiara pun menengok kebelakang lalh dia melongo melihat aidan berdiri disana.
" aidan " ucapnya.
" hmm "
" kenapa kau ada disini?"
" apa kau tidak ingin aku kembali hari ini ?
" tidak . eh maksudku tidak begitu , sebenarnya aku... aku .."
" aku apa ?" aidan melangkah mendekatkan diri ke tubuh tiara.
" aku merindukanmu " gumam pelan tiara.
" sekarang aku ada didepanmu " jawab aidan lalu dia memeluk tiara , tiara langsung membalasnya , aidan mengelus lembut kepala tiara.
ceklek
pintu dapur itu terbuka , membuat orang yang membuka pintu itu membulatkan kedua matanya , begitu juga yang lainnya yang ada dibelakangnya. yang dibelakang jadi terheran kenapa beberapa orang itu mematung di depan pintu. hingga mereka penasaran lalu ikut melihat apa yang sebenarnya terjadi.
tiara membuka matanya dan tersenyum tetapi alangkah terkejutnya dia mendapati teman sekantornya melihat nya berpelukan dengan aidan.
dia melepaskan pelukan itu lalu menutup matanya " tiara kenapa ? kau bilang rindu aku kan ? " tanya aidan yang masih tidak tau.
tangan tiara menunjuk kearah pintu , berbelok lah dia . mendapati karyawan yang memergokinya sedang berpelukan dengan tiara.
" apa kalian akan terus berdiri disana ?" tanya aidan.
" oh ehhehe tidak pak , maaf ayo...ayo bubar " kata salah satu karyawan pria nya.
aidan juga sebenarnya malu tapi apalah daya semua sudah terjadi. dia membawa tiara keluar dan membuat semua karyawan memperhatikannya.
" saya , saya akan memberitahu kalian semua agar tidak salah paham " kata aidan yang berdiri menggenggam tangan tiara , dan tiara hanya bisa menundukkan kepalanya.
" saya dan tiara sudah berpacaran , ingat jangan ada yang mencelanya dan mengatakan hal yang tidak baik padanya. dia calon istri saya , sekali saya dengar maka saya akan memecat orang tersebut "
tiara terperangah mendengarnya , membuat semua karyawan tersenyum menahan tawanya.
" oh pak apa dari kami terlihat suka bergosip ? kami senang karena akhirnya bapak laku juga hehe "
" apa kau sudah gila mengatakan itu ha " bisik temannya.
" woy mulutku kenapa lebos sekali sih " kata pria itu yang memang dia sedikit melambai.
__ADS_1
" jadi kau bilang saya tidak laku begitu ?"
" eh tidak...tidak pak maafkan saya , saya hanya hanya bilang kami sangat senang mendengarnya dan kami mendukung hubungan kalian . iya kan teman - teman ?" teriaknya.
" iya pak" jawab yang lain.
aidan melirik ke tiara dan tersenyum , sudah tidak ada yang harus ditutup- tutupi toh mereka sudah bukan remaja lagi. aidan juga senang karena para karyawan tidak akan mencaci tiara.
***
sore harinya , ricko baru makan hari ini tidak ada waktu saat siang tadi. diruangannya dia bisa makan sedari tadi mencari nita tapi tidak ketemu mungkin diruang operasi pikirnya.
membuka handphonenya sesekali, dan dia diingatkan oleh handphone kalau lusa adalah ulang tahun nita. betapa senangnya dia. dia melihat - lihat akun penjualan online untuk membeli hadiah.
" ehmm tapi hadiah apa " pikirnya.
dia pun memutuskan untuk membuka google terlebih dahulu mencari di pencarian " hadiah untuk istri saat ulang tahun "
sekejap semuanya langsung terbuka " 13 ide hadiah ulang tahun " gumamnya , sekali klik langsung terbuka.
" lingerie? " dia pun memasang muka seperti membayangkan bagaiman nita memakai itu , dia langsung membuyarkan pikiran itu. dia hanya melihat nita pertama kali memakai baju kurang bahan seperti itu saat bulan madu dulu.
" huft " pintunya langsung terbuka dimana nita masuk begitu saja dengan nafas yang terengah - engah.
ricko segera menyembunyikan ponselnya " sayang duduklah " kata ricko, lalu dia menutup makanannya dan beralih ke sofa. nita pun duduk " ricko ... aku lelah berlarian terus " ucapnya.
" pulang jam berapa ? " tanya ricko sambil tangannya memijat leher nita. nita melirik ke arah jam dinding ternyata sudah jam 5 sore.
" sepertinya aku akan pulang sehabis maghrib , aku masih harus mengawasi pasien ku dulu"
" dimana obi ? dokter haryadi ?" tanya ricko.
" semua nya masuk shift pagi , aku tidak tahu siapa diantara mereka yang lanjut shift malam. departemen kami sangat kurang dokter apalagi sedang seperti ini, kasihan mereka berdua jika terus bergantian shift malam berdua. sedangkan aku tidak bisa membantunya"
" berapa kurang nya ? " tanya ricko.
" setidaknya ada 2 atau 3 dokter lagi, kau tau kan departemen kami yang pertama sekali menerima para korban manapun lalu baru dialihkan ke departemen tertentu setelah didapatkan hasilnya"
" baiklah kalau begitu nanti aku bicara dengan dokter alex untuk menambah beberapa dokter lagi "
" ricko aku ingin bertanya , benarkah ini rumah sakitmu ? " tanya nita.
" kenapa ? tidak percaya ?" tanya balik ricko.
" hmm bukan begitu , hanya saja kau tidak pernah menceritakan sebelum nya bagaimana rumah sakit ini bisa menjadi milikmu. aku ingat sekali dulu kau hanya menjawab kepo ya hmm kau tau aku ingin memukul mu saat itu juga "
ricko terkekeh mendengarnya hingga dia berdiri dan seperti mengambil sesuatu di dalam lemarinya itu, nita hanya memperhatikan gerak gerik ricko.
" lihat foto ini ... ini foto kakek dulu , saat pertama kali membangun rumah sakit ini hari dimana pengesahan rumah sakit " nita mangut - mangut dan memperhatikan foto yang sudah usang tapi masih utuh dan rapi.
" kakek dulu seorang dokter keturunan ibunya , dan ayahnya kakek seorang pengusaha. aku kuliah dokter karena kakek menyemangatiku dan aku menjadi dokter , kakek memberikan rumah sakit ini sebagai hadiah kelulusanku sebagai lulusan terbaik waktu itu "
" oh begitu berarti kau sudah kaya dari dulu "
" kenapa kau tidak memberitahu semua orang kalau ini rumah sakit mu ?" tanya nita lagi.
" untuk apa ? agar semuanya menghormatiku dan menundukkan kepalanya padaku? hmm tidak sayang , aku tidak suka. semuanya sama , bagiku tidak ada bedanya orang tau atau tidak karena kesetaraan dimataku adalah yang utama"
" sama sepertimu dulu yang tidak ingin tau kalau kau istriku bukan , aku juga seperti itu cukuplah kita yang tau "
"tapi sekarang semua orang tau kalau aku istrimu "
" itu beda sayang semuanya sudah lewat kau berjanji akan memberitahu semua orang setelah lulus. itu kan sudah lewat . lagipula jika terus ditutupi maka istriku ini akan dikelilingi oleh pria - pria licik diluar sana "
__ADS_1
" kau juga licik ya ?"
" sayang"