Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
aku melepaskanmu sekarang


__ADS_3

" dr. ricko" panggil seorang perempuan dari belakang.


ricko pun langsung menoleh kebelakang, sedangkan nita ia tidak mau menoleh karena ia tahu pasti itu staff rumah sakit.


" ada apa ?" tanya ricko , ternyata yang bertanya itu ia adalah suster mia


" siapa yang bersama dokter itu?" tanya mia sambil kepalanya berusaha menengok wanita yang berambut panjang itu.


" dia tentu saja pa..."


" eh kenapa aku seperti mengenal bentuk tubuh itu" gumam suster mia.


nita menundukkan kepalanya agar tak terlihat , melihat itu suster mia pun langsung pindah posisi ke hadapan kursi roda nita. ia mengamati wajah yang tertutup rambut itu.


" mia apa kau tidak punya pekerjaan?" tegas ricko.


angin pun berhembus kencang hingga rambut nita yang terurai itu pun bertebrangan , nita berusaha menutupinya tapi mia sudah melihat wajahnya.


" dokter magang?" ujar mia.


nita menggelengkan kepalanya , mia pun membuka rambut itu , betapa terkejutnya ia melihat nita seperti itu.


" dr. ricko" selidik mia.


" ada apa?" tanya ricko.


" kau berselingkuh dari istrimu kan?" tanya mia.


" tidaaak" jawab nita.


" aku meminta dokter ricko membawaku masuk ke dalam karena kakakku belum kembali" jelas nita .


" aku tidak percaya , waktu itu aku lihat dr. ricko dan dr. nita keluar dari ruangan kecil bersama " ucap mia.


" apa?" nita terkejut mendengarnya , ia sudah menduganya semua ini tidak akan bertahan lama.


" mia ... sebenarnya dia istriku" ujar ricko.


nita melototkan matanya mendengar ucapan ricko , begitu pun dengan suster mia, ia membuka mulutnya lebar.


" mia ...mia aku akan jelaskan tapi sebelumnya berjanji lah pada ku ya " ujar nita.


" apa aku tidak salah dengar dokter ? tapi kan usia dokter nita dan dr. ricko lumayan jauh" tanya suster mia lagi.


" eh itu .... kami ..." ucap nita terbata-nita.


" kami menikah karena kami saling mencintai , sudah kami akan masuk lakukan pekerjaanmu" ujar ricko dengan dingin.


ricko pun membawa nita pergi, tapi nita terus merasa khawatir bagaimana nanti jika mia mengatakan pada semua orang.


" ricko bagaimana jika mia mengatakan pada semua orang?" tanya nita.


" tenang lah dia tidak akan berani" jawab ricko.


.....


" aidan ayo kita pergi " ujar bunda yang baru selesai sarapan itu.


" baik bunda , aku akan panaskan mobil dulu" ucap aidan.


" bik, nanti tolong jaga rumah ya, karena nathan dan istrinya sedang di bandung jadi tidak ada orang nanti" ucap bunda pada bi inah yang sedang membereskan bekas sarapan itu.


" iya nyonya" jawab bi inah.


" nyonya bagaimana kabar nona muda ?" tanya bi inah.


" keadaannya mulai membaik, mungkin beberapa hari lagi akan pulang bi " jawab bunda.

__ADS_1


" syukurlah bibi sangat senang mendengarnya " ujar bibi.


bunda pun tersenyum lalu ia ambil tas di kursi sebelahnya " bi aku pergi dulu " pamit bunda.


" iya nyonya hati-hati" kata bibi.


bunda pun pergi ke halaman , bibi merasa sangat sedih atas apa yang menimpa keluarga ini, ia menatap nyonya nya itu dengan muka sedih.


" tolong berikan kebahagiaan untuk keluarga ini tuhan, lihatlah nyonya yang begitu sabar dan tenang walaupun ia sangat sakit hatinya " ucap bibi.


.....


" ricko aku tidak apa-apa sendirian , pergilah memeriksa pasien lainnya " ucap nita.


ricko baru saja menyuapi istrinya itu sarapan, ia membereskan bekas makan mereka lalu menaruhnya ke dalam tas kecil.


" aku cuti 2 hari , jangan khawatir ada dokter chandra yang menggantikanku " ujar ricko.


" kenapa kau mengambil cuti?" tanya nita.


" karena aku ingin menemani istriku " jawab ricko.


nita merasa malu mendengarnya, tetapi sebenarnya ia sangat senang karena ricko bisa memiliki lebih banyak waktu dengannya.


" entah kenapa akhir akhir ini aku sangat senang saat kau ada disampingku, aku seperti tidak mau jauh darimu walau sedetikpun" ucap nita dalam hati.


ricko melihat istrinya yang menundukkan kepala itu merasa sangat curiga , mungkinkah istrinya menahan sakit .


" sayang ada apa? apa ada yang sakit?" tanya ricko sambil mengecek kepala istrinya.


" tidak hanya sedikit saja, mungkin efek bekas operasi. oh iya , apa aku boleh bertanya sesuatu? " tanya nita.


" katakan " jawab ricko.


" apa kau pernah berpacaran sebelumnya?" tanya nita , ia ingin tahu semuanya tentang ricko, segala hal.


" hmm aku pernah berpacaran tetapi hanya 3 bulan " jawab ricko.


ricko tersenyum mendengarnya , lalu menatap dalam wajah istrinya itu.


" aku hanya mencoba membuka hati untuk wanita itu tapi tetap aku tidak bisa mencintainya. aku hanya mencintaimu saja ' jelas ricko.


" mencintaiku? tapi waktu itu kau tidak mengenalku kan?" tanya nita yang heran akan jawaban ricko itu.


" karena wanita yang aku inginkan hanya seperti dirimu" jawab ricko.


" kenapa yang sepertiku?" tanya nita lagi.


" aku akan menjawabnya , tapi setelah waktu yang tepat " ujar ricko.


hufft ... nita menghembuskan nafasnya kasar ia sangat penasaran untuk jawaban ricko tapi ricko ingin menunggu sampai waktu yang tepat entah kapan itu.


" oh iya aku keluar sebentar ya , aku ingin mengambil obat untuk nanti siang, obat yang kemarin sudah habis" ujar ricko.


" hmm" nita tersenyum pada ricko begitupun ricko ia mengecup kening istrinya itu lalu nita memandangi tubuh suaminya itu yang tinggi, gagah dan tampan .


" kau sangat tampan" gumamnya.


.....


" nak ada apa?" tanya bunda pada aidan ,karena secara tiba-tiba aidan menghentikan laju mobilnya.


aidan terlihat sangat kesal , matanya menuju ke arah kanan , bunda memperhatikannya kemana arah mata aidan menuju, akhirnya ia tahu aidan menatap ayahnya yang sedang makan di restoran bersama keluarganya.


hati bunda sangat sakit melihatnya , keluarga itu terlihat sangat bahagia sekali. betapa ia juga ingin seperti itu , tapi sudahlah dia tidak mau berharap lagi sekarang. ia hanya ingin fokus pada anakanak nya saja.


" sayang kita pergi saja, biarkan mereka " ucap bunda.

__ADS_1


tapi aidan terus mengepalkan tangannya , lalu ia membelokkan mobilnya dengan cepat. bunda terkejut akan tingkah aidan , kemana aidan akan membawanya.


ternyaata aidan berhenti di depan restoran dan ia langsung turun begitu saja , ia terlihat sangat marah, bunda tau emosi aidan jika sudah marah akan seperti apa. ia pun ikut turun dan mengejar aidan.


" sayang" panggil bunda.


" ayah" teriak aidan.


semua orang yang ada didalam itu pun menatapnya.


" aidan" gumam ayah.


aidan segera menghampiri meja mereka dan menatapnya seakan ia ingin membunuh orang yang ada dihadapannya.


" apa kau sudah tidak punya hati ? kau bersenang-senang disini saat anak mu masuk rumah sakit" teriak aidan.


" nak hentikan ini tempat umum" ujar bunda.


" tidak bunda , jangan halangi aku kali ini" tegas aidan.


bunda hanya diam ia tau aidan tidak mau dicegah.


" aku tidak akan diam saat ada yang menyakiti bunda atau pun adikku termasuk dirimu, kau menghianati kami ayah. bertahun-tahun " teriak aidan.


semua orang menyaksikan itu , sebagai bahan tontonan gratis yang sayang untuk dilewatkan.


" demi wanita ini kau rela mendukan bunda. adikku hampir tiada karena wanita ini" tunjuk aidan pada celine.


" aku hanya mendorongnya tidak mati kan " tegas celine.


plakk


bunda menampar wajah celine, ia sangat marah mendengar ucapanya wanita itu. aidan tidak kaget karena ia tahu bunda tidak akan diam jika itu mengenai anaknya.


" heiiii berani sekali kau menampar anakku" teriak karina.


" kau" bunda menujuk jarinya ke hadapan celine.


" jangan berani berani menyentuh putriku, kau sudah mendorongnya hingga ia terjatuh. kami belum melaporkanmu, dan ingatlah putriku itu lebih baik dari mu " tegas bunda.


" hei wanita perebut suami orang, kau itu tidak sadar ya selama ini sudah merebut kekasihku tapi kau mau menyalahkan kami?" ujar karina.


" aku tidak merebut suami mu sama sekali tidak, kami menikah karena dijodohkan orang tuanya. aku menyetujui pernikahan itu karena aku pikir aku dapat membalas budi semua kebaikan ibunya "


" jika saja kalian mengatakan padaku , maka aku tidak akan menerima perjodohan itu. seharusnya kau berpikir siapa yang merebut suami orang lain. " tegas bunda.


" kau" teriak karina.


" aku akan mengambil suamimu dari mu , lihat saja" tegas karina.


" dan kau " bunda menatap ke arah adi , mereka berdua saling menatap satu sama lain.


" aku sangat mencintaimu, hingga aku dibutakan oleh cintaku, tanpa sadar aku menyakiti putriku sendiri. demi kebahagiaan dan rasa cintaku padamu. putriku itu rela pergi jauh dan membuat janji dengan ayahnya sendiri. ayah yang tidak pernah mengangapnya"


" aku berpikir apa yang salah dariku hingga kau menghianatiku. tapi tidak apa-apa setidaknya putra putraku dan putriku itu bersamaku. mereka sangat menyayangiku. aku sangat bahagia sekarang, aku akan melupakanmu dan semua tahun tahun yang pernah kita lewati" ujar bunda.


" hani" ucap adi dengan lembut.


" pergilah jika memang kau ingin bersama keluargamu itu , aku akan mengajukan perceraikan kita nanti" ujar bunda.


" hani maafkan aku" ujar adi.


" aku tidak memiliki dendam padamu, sudahi saja semua ini. kita akan hidup masing-masing" ucap bunda.


" ayah dengar kan betapa baiknya wanita ini, dengarkan aku ayah.... suatu saat nanti ayah akan menyesal karena sudah menyia-nyiakan wanita sebaik ini" tegas aidan.


" ayo sayang , adikmu pasti sudah menunggu" ujar bunda.

__ADS_1


" iya bunda , dan dengarkan ini ayah. aku bukan anakmu lagi sekarang, anggap aku sudah tidak ada, dan aku juga yakin, kak nathan dan adik pasti akan melakukan hal yang sama denganku" tegas aidan lagi.


adi hanya diam mendengarkan semua ucapan putranya itu, ia benar-benar sedih saat mendengar ucapan anaknya itu. padahal selama ini ia amat membanggakan putranya itu, tapi sekarang putranya lebih memilih bundanya.


__ADS_2