Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
ricko masih bungkam


__ADS_3

nita membuka ruangan suaminya itu setelah ia dapat waktu istirahat ia ingin melihat wajah ricko namun saat ia masuk dia melihat ricko yang tidur di sofa itu.


dia mengelus wajah ricko yang terlihat sangat kelelahan itu , " kau terlihat sangat lelah namun masih saja terlihat sangat tampan" ucapnya.


nita merasa sangat haus dia berdiri untuk mengambil air minum di dispenser yang tersedia itu , saat dia minum dia melihat surat yang tergeletak di meja ricko.


diapun mengambil itu lalu membacanya.


" ricko... kau menyembunyikan ini dariku" ucapnya.


melihar ricko yang akan bangun dia segera kembali menaruh surat itu lagi, tetapi tubuhnya masih tetap berdiri namun ia membelakangi ricko.


" sayang " panggil ricko.


" kau sudah bangun?" tanya nita raut mukanya datar.


" hmm aku sangat lelah seharian operasi " ujar ricko.


" istirahatlah dulu nanti aku suruh pelayan kantin untuk membawakanmu makanan, aku pergi dulu masih ada pasien" kata nita.


ricko hanya mampu melihat nita yang keluar seperti itu, dirinya masih belum memahami kalau nita sudah tau rahasianya sekarang.


***


sore harinya mereka pulang bersama-sama didalam mobil itu tidak ada sama sekali perbincangan diantara keduanya , ricko fokus menyetir sedangkan nita tenggelam dalam pikirannya sendiri.


drttt....drttt


ponsel nita berdering dia membuka tasnya lalu melihat siapa yang menelponnya.


"*bunda"


" halo nak , kau sudah pulang?" tanya bunda ditelpon*.


" iya bunda aku sedang dijalan , ada apa ?" tanyanya.


" bunda hanya mau bilang kalau bunda akan pergi ke singapure nanti malam bersama kakakmu aidan, ada pekerjaan disana. jaga diri baik-baik ya juga jaga ricko" kata bunda.


" oh iya bunda. bunda juga hati-hati nanti kalau sudah sampai kabari aku agar aku tidak khawatir"


" iya sayang bunda tutup dulu ya "


" iya bunda".


" kenapa bunda?" tanya ricko.


" bunda mau kesingapore urusan pekerjaan" jawab nya.


" sayang bagaimana kalau kita makan diluar saja malam ini jadi tidak perlu repot memasak" ujar aidan.


" hmm "


ricko menoleh sekilas ke arah nita melihar raut wajah nita yang datar saja. ricko pun menambahkan laju kecepatan mobilnya hingga jam 8 malam mereka sudah berada di restoran steak.


" mau pesan apa ?" tanya ricko.


" berbeque dan kentang goreng minumannya milshake coklat " jawab nita.


ricko pun memesankan pesanan nita lewat tablet yang telah disediakan disana , tablet itu akan terhubung dengan kasir dan koki restoran.

__ADS_1


" ricko apa ada yang ingin kau katakan padaku?" tanya nita.


" hmm tidak ada sayang, memangnya kenapa?" tanya ricko yang santai seperti biasa itu.


" tidak hanya ingin tau saja " jawab nita.


" kau berbohong ricko kau menganggap ku apa " ucap nita dalam hati.


setelah beberapa menit makanan pun datang 2 steak rasa berbeque , kentang goreng dan minuman. mereka nampak menikmati makanan itu tanpa bersuara sedikitpun.


" eh itukan anaknya hani" edward melihat nita yang sedang makan dengan seorang pria yang ia tidak tahu. kebetulan dia baru datang ke sana.


" dengan siapa dia?" tanyanya pada diri sendiri.


" ayo pak klien kita sudah menunggu" kata sekretarisnya.


" hmm baiklah " angguk edward.


ricko sudah selesai makan steak terlebih dahulu sedangkan nita masih memotong daging , dirinya tidak berselera makan karena ricko ingin rasanya ia bertanya sendiri tapi untuk apa dia juga tidak menganggap dirinya sebagai istrinya.


ricko menarik piring nita yang kesulitan memotong daging itu " sayang kenapa hari ini raut wajahmu terlihat tidak senang?" tanya ricko.


" bagaimana jika ada yang membohongimu atau merahasiakan sesuatu darimu apa reaksimu?" tanya nita.


" aku akan bertanya kenapa dia membohongiku " jawab ricko.


" lalu?" tanya nita lagi.


ricko mengerutkan kening nya lalu menatap wajah nita.


" sayang katakan ini bukan orang lain kan ? " tanya ricko.


***


" kita harus menuntut dokter itu, dia berlagak seperti dewa tapi nyatanya hanya menipu uang rakyat kecil" kata seorang pria bersama kedua orang wanita di rumah sakit.


" ibu itu baik-baik saja tidak perlu melakukan operasi hanya pusing saja , dokter sekarang ingin kaya lewat penipuan" sambungnya.


" kita harus meminta uang kita kembali juga tidak perlu membayar biaya perawatan segala , mahal sekali hanya satu minggu biaya sudah 25 juta" timpal seorang perempuan berusia 35 tahunan.


" lihat ibu , hanya diiunfus saja " timpal saudara lainnya.


suster mia hanya menggelengkan kepalanya saja saat mendengar percakapan keluarga itu.


***


sesampainya dirumah nita segera masuk kedalam kamar mandi disana ia merendamkan diri didalam bathup , dia memejamkan matanya menikmati air hangat itu.


dia langsung membuka matanya ketika dia mengingat surat itu itu lalu tangannya bermain di pinggiran bathup.


" selama aku mengenalmu kau tidak pernah mau untuk membebaniku , tetapi sekarang status ku sudah berubah aku istrimu kenapa kau masih tidak mau terbuka padaku" gumam nita.


" banyak sekali rintangan kami , saat aku kecil aku ingin dewasa agar hidup bisa dapat aku raih sesuai kemauanku. tetapi setelah dewasa kadang-kadang menjadi anak kecil yang tidak tau apapun itu lebih baik " gumamnya lagi.


tok..tok..tok


" sayang kenapa lama sekali?" ketuk ricko dari luar.


" iya sebentar lagi" kata nita.

__ADS_1


dia pun segera menyelesaikan mandinya itu karena sudah 1 jam berada di dalam kamar mandi, dia memakai mantelnya berwarna putih lalu keluar dengan rambut yang basah.


dari belakang ricko memeluk tubuhnya , dan menciumi lehernya yang wangi itu.


" sayang aku mau " ujar ricko dengan parau seraya menciumi leher nita.


" ricko aku habis mandi menyingkirlah dulu " kata nita.


" apa tidak ingat puasaku sudah berapa lama? ayolah sayang" ricko membalik tubuh nita hingga menghadapnya. wajah mereka saling berhadapan satu sama lain, ricko mengelus wajah polos nita. walaupun tidak memakai make up tetapi tetap cantik natural.


" iya aku tau tapi a..." belum sempat nita menyelesaikan perkataannya ricko telah membungkam bibirnya nita dengan bibirnya, nita pun hanya diam saja atas perilaku ricko.


ricko tidak henti-hentinya menciumi bibir nita , lalu mendorong tubuh nita keranjang tanpa melepaskan ciumannya.


" wangi sekali" gumam ricko saat mengecup dada nita.


" ricko " panggil nita.


" hmm " dia terus menciumi dada istrinya itu .


" jangan melarangku sayang aku tidak dapat menahan ini lagi" sambung ricko lalu ia kembali mencium bibir nita dan **********.


hingga terjadilah pergulatan panas diantara keduanya hingga beberapa jam lamanya. setelah selesai , nita masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri tubuhnya sangat lengket karena keringat sedangkan ricko masih berada di kasur.


nita memandangi leher dan dadanya yang banyak sekali bekas gigitan ricko, dia menyabuni tubuhnya lalu setelah selesai ia keluar kamar mandi ia sudah memakau baju kaos berwarna hitam dan celana panjang berwarna cream.


" sayang " panggil ricko.


" sudah ricko aku sangat lelah" kata nita yang duduk di depan meja rias .


" iya sayang maaf karena membuatmu lelah , hmm besok aku libur " kata ricko.


" aku tidak libur kau sendirian dirumah nanti" balas nita.


" libur saja ya besok aku akan menelpon ketua alex" kata ricko.


" tidak ricko besok dokter haryadi tidak masuk jadi hanya ada aku dan dokter obi" ujar nita.


" yasudah aku antar saja ya besok , ayo kita tidur " ajak ricko.


" kau tidak mandi?" tanya nita.


" sudah lelah sayang ayo sini aku ingin memelukmu" katanya dengan manja.


nita pun menurut dan ikut tidur dalam pelukan ricko.


keesokan paginya ricko sudah mengantar nita ke rumah sakit namun , dia melihat orang yang berurusan dengannya itu sedang membawa orang tuanya keluar.


" kalian mau membawa pasien kemana?" tanya ricko.


" oh jadi kau libur ya hari ini, aku mau membawa ibuku keluar dari sini kami tidak mau bayar kami sudah rugi besar kalian sudah menipuku" ujar pria itu.


" maaf tapi rumah sakit tidak pernah menipu , pasien ini menderita tumor otak stadium 3 kalau tidak segera dioperasi akan berbahaya untuk pasien" tegas ricko .


" hey jangan sok tau kau bukan dewa, sudah menipu uangku puluhan juta masih saja tunggulah kami didepangadilan nanti kau siap siap di keluarkan dari rumah sakit ini" ancam pria itu.


" maaf tapi anda tidak bisa membawa pasien karena belum melunasi biaya kamar dan perawatan" kata si suster yang baru datang mengejar mereka bertiga.


dari kejauhan nita melihat ricko bersama keluarga itu dan suster dia merasa aneh apa yang terjadi , hingga dia mau mendekatinya tetapi jam sudah menunjukkan pukul 8 dia harus mengecek pasiennya .

__ADS_1


" mundur sana atau kami akan menuntut mu juga" ancam pria itu pada suster.


__ADS_2