Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
sangat kesal


__ADS_3

disepanjang lorong rumah sakit itu hampir tidak ada sama sekali seseorang yang lewat hanya nita sendirian saja , dia ingin keruangan ricko bertanya apa dia sudah makan atau belum. saat di kantin dia tidak melihatnya dia merasa ricko sedang marah padanya tapi tidak tau apa sebabnya.


tok...tok...tok


" ricko " panggilnya.


" ada apa " jawab ricko tanpa menoleh itu , dia sibuk dengan laptopnya , nita bisa merasakan hawa dingin dan marah ricko disana tapi entah karena apa pikirnya.


" suster loli atau dian sudah memberikan makanannya padamu kan ?" tanyanya hati - hati.


" hmm "


" kau sudah makan ?" tanyanya lagi.


" belum "


" ha kenapa ? kau belum sarapan dirumah apa kau sudah memakan semuanya ?" tanya nita yang kemudian berjalan ke hadapan ricko.


" apa sampai sekarang kau masih tidak tau tentangku ? aku sedang kesal sekarang , sudahlah aku ingin sendiri disini " ucap ricko yang suara nya agak tinggi tapi pelan diakhir.


" ricko " gumam nita pelan.


" memangnya apa salahku , kau bisa mengatakannya langsung " kata nita.


" kau kesal karena pekerjaanmu tapi kau memarahiku , baiklah aku yang salah tapi coba bicarakan baik - baik padaku. aku akan menebusnya... aku tidak pernah menyangka kau akan mengatakan ini " ucapnya parau lalu dia segera pergi dari tempat ricko , menutup pintu itu agak keras , rasanya dia ingin menangis matanya sudah mengeluarkan air bening tapi masih dia tahan.


sedangkan dalam diri ricko dia juga tidak seharusnya mengatakan itu dia merasa bersalah juga tapi karena dia ingin memberi kejutan mangkanya dia melakukan itu.


***


" bunda apa yang bunda lakukan disini ?" tanya irene yang melihat bunda duduk seorang diri memegang brosur itu.


" eh irene , ini nak besok ulang tahun adikmu jadi bunda ingin membuatkan sesuatu untuknya " jawab bunda.


" iya bunda aku lupa , bagaimana kalau kita belanja kita buat surprise nantinya , kita undang semua keluarga termasuk pacar aidan bagaimana ?" usul irene , bunda mangut- mangut untuk usul irene itu.


" iya nak ayo sekarang saja ,mumpung masih siang biarkan anak - anak dengan bi inah sebentar lagi anaknya datang jadi bisa membantunya "


" oke bunda aku ganti baju dulu ya " ucap irene semangat.


bunda pun ikut bersiap - siap dia memakai pakaian seperti biasa yang sopan dan membawa tas untuk dijinjing. setelah keluar nyatanya irene juga baru selesai dia terlihat cantik dengan gaun selutut berwarna putih.


" bawa sopir atau tidak ?" tanya bunda.


" tidak usah bunda hari ini aku saja yang menyetir sekalian kita keliling "


" baiklah "


mereka pun turun ke lantai bawah , kedekatan mereka bukan lagi sebagai menantu dan ibu mertua melainkan bagai seorang putri dengan ibunya sendiri. tidak ada rasa sungkan dan segan lagi bagi keduanya.


" paman edward tidak kesini bun ?" tanya irene.


" tidak nak besok saja " jawab bunda.


" bunda pasti bahagia kan , irene senang sekali rasanya melihat bunda tersenyum seperti dulu lagi " ucapnya sambil membukakakan pintu mobil.


" bunda sangat senang karena kalian semua " jawab bunda dengan lembut.


***


nita merasa kesal pada ricko , dia sudah sangat lelah tapi ricko masih saja memarahinya. dia ingin mendinginkan suasana hatinya yang panas itu dengan duduk di kantin rumah sakit sendirian dan hanya memesan jus alpukat , menyedot nya sampai habis tak tersisa hingga bersuara kosongnya sedotan itu.


semua orang keherenan atas apa yang dia lakukan tidak biasanya mereka melihat dokter nita yang seperti itu.


" eh nita apa yang kau lakukan ini sudah habis " ujar dokter hariyadi yang langsung menarik gelas itu.


" eh aku belum selesai " ucapnya.

__ADS_1


" ck ini sudah habis pesan saja yang baru kau ini , tumben kau terlihat seperti orang linglung kau punya masalah ? " celetuk nya karena memang dokter hariyadi terkenal dengan ceplas ceplos seperti wanita.


" tidak , aku heran kenapa lama sekali sorenya " ucapnya asal.


" hahha nita ... nita , mentang - mentang pasien sedang tidak ada mau pulang paling awal. ingat ya ada proposal yang belum selesai , kita baru setengah jalan "


" sudahlah kau saja yang mengerjakannya aku sibuk " nita meninggalkan dokter hariyadi sendirian , saat ditengah jalan dia berpapasan dengan ricko , dia berlaga tidak melihat ricko dan hanya melewatinya saja.


" eh tunggu " ricko memutar kepala nita hingga menghadap ke arah.


" apalagi " ujarnya.


" dari mana ?" tanya ricko.


" ayo ikut sekarang " ricko langsung menarik tangan nita


" lepaskan aku ricko kau akan membawaku kemana " ujar nita yang berusaha melepaskan cengkraman tangan ricko.


" lepaskan atau aku teriak " ancam nita.


ricko berhenti tepat diruangannya lalu menatap nita " oh sudah berani mengancam suami sendiri ya ? "


" eh aku ... aku , ah sudahlah memangnya ada apa ? kau marah padaku karena aku tidak membuatkanmu makanan kan sudahlah marah marah saja dulu aku mau pergi "


" masuk " ricko menarik tangan nita kedalam dan menguncinya disana lalu mendorong nita untuk duduk di kursi nya , dan diapun duduk dihadapan nita.



" lihatlah wajah itu , wajah yang selalu dibuat untuk menakutiku. tidak ricko aku tidak takut dengan wajah yang kau buat itu " umpat nita dalam hati seperti percaya diri sekali kalau dia tidak takut nyatanya dia sangat takut.


" kenapa melihatku seperti itu tidak suka karena dimarahi?"


" tidak untuk apa aku takut padamu " tantang nita.


" oh ( ricko mangut - mangut ) jadi kau sudah tidak takut lagi dengan mukaku seperti ini, tadi apa bicara berdua dengan dokter hariyadi jangan mentang-mentang aku menambahkan dokter lagi jadi tidak ada alasan untuk bermalas - malasan dan mengobrol dengan sembarang pria "


" ya , tentu saja bagaimana bisa aku membiarkan istriku mengobrol dengan pria lain dibelakangku "


" aku tidak selingkuh dengannya kalau mau selingkuh sudah dari dulu " jawab nita asal.


" selingkuh saja sana mau aku tuntut ? mau aku tahan dirumah tidak boleh keluar tidak boleh bekerja mau ? "


" ish kau ini bagaimana jika aku selingkuh beneran ? sudahlah aku pusing berdebat denganmu aku mau pulang kerumah bunda duluan jika kau pulang, pulang saja sendiri sana "


nita pun berdiri sesekali melirik ricko dan segera menepisnya , ricko sangat gemas melihat wajah nita ketika dia marahi dan dia tanya - tanya seperti itu.


dia biarkan nita pulang sendirian kerumah bunda karena nantinya dia akan pulang ke rumah sendirian untuk membuat kejutan disana.


dia akan menyuruh seseorang untuk menjemput nita dan anak - anak nantinya.


***


nita sudah sampai dirumah bunda mengenakan taksi , dia segera turun dan memasuki halaman. ada bi inah yang sedang menyirami tanamanan dan ada juga tukang kebun lainnya.


" bi apa bunda sudah pulang ?" tanya nita.


" nona sudah pulang ? bunda hari ini tidak bekerja ada dirumah " jawab bi inah.


" baiklah bi aku masuk dulu ya , terima kasih " ucapnya.


" iya nona "


nita kembali masuk kerumah dan dia mendapati bunda sedang bermain dengan anak - anaknya. dia pun menghampiri.


" bunda kenapa tidak bekerja sedang sakit ya ? " tanya nita.


" tidak sayang bunda hanya ingin istirahat sehari dan bunda ingin bermain dengan cucu bunda "

__ADS_1


" kenapa denganmu sayang apa sedang ada masalah ? "


" tidak kok bun"


" bertengkar dengan ricko?" tanya bunda lagi.


" tidak bunda hari ini sangat panas jadi itulah aku sedikit kesal dan mukaku sedikit memerah "


" jika ada masalah selesaikan baik - baik ya sayang jangan selalu kabur dan menghindar. kalian sudah punya anak , tidak baik "


" iya bunda "


sekarang sudah jam 7 malam tapi ricko tidak menjemput nita menunggu untuk dijemput itu membuatnya tambah marah pada ricko. dia berlari menaiki tangga secepatnya lalu aidan keluar dari kamarnya.


" kau kenapa ?" tanyanya.


" sudahlah jika nanti dia datang bilang padanya aku tidak mau pulang" jawb nita acuh


" sayang hari ini biarkan anak - anak menginap disini ya , bunda masih ingin bermain dengan mereka sepertinya bunda besok masih tidak ingin masuk karena sedang tidak ada pekerjaan " kata bunda yang baru keluar dari kamar nya.


" iya bunda tidak apa , lagipula aku tidak akan pulang "


" eh kenapa ? ricko tidak menjemput ? sebaiknya kakakmu saja yang mengantar , aidan antar nita pulang "


" iya bunda " jawab aidan.


" tidak usah kak aku tidak mau pulang " tolak nita.


" eh ayo ayo pulang aku tidak mau kau meninggalkan ricko sendirian ayo kau mau jadi istri durhaka "


" ish iya...iya aku pulang "


nita pun masuk kedalam kamarnya untuk mengambil tas dan berpamitan pada anak - anaknya.


" heheh bunda kerja bagus " ujar aidan , mereka pun tersenyum menahan tawanya karena itu semua rencana ricko.


***


sesampainya di rumah nita segera turun tanpa pamit pada aidan , dia ragu untuk masuk tapi yasudahlah pikirnya tidak mungkin dia pulang kembali.


saat dia akan mengetuk pintu sudah terlebih dahulu dibuka , nita langsung masuk begitu saja " dimana anak - anak ? " tanya ricko.


" tidak ikut " jawabnya


" katakan yang benar , atau aku ...."


" aku apa ? memarahiku ... marah saja kau memang seperti itukan suka sekali mencari kesalahanku. aku duduk dengan pria salah aku tidak mengerjakan satu tugasku salah " potong nita yang sudah tak terima dengan ucapan ricko.


dia segera berlari keaatas kekamarnya dan dia langsung tidur dikasur , dia menangis didalam bantalnya dia sakit hati karena ricko terus berteriak padanya hingga dia tertidur karena kelelahan.


setelah dirasa nita sudah tidur dan berhenti menangis ricko membuka pintu kamar dan menemui nita , dia merubah posisi tidur nita agar terlentang dan segera menyelimutinya.


" maafkan aku sayang " ucapnya lalu mengecup kening nita.


dan dia mulai mengerjakan semua dekorasi dikamar itu berupa balon berwarna kuning keemasan dan putih. juga lilin - lilin yang mengeluarkan aroma semerbak wangi bunga mawar. kini kamar itu menjadi sangat romantis .


dia tersenyum melihat hasil karyanya yang dibilang cukup bagus " sentuhan terkahir " ucapnya. membuka kotak kue itu bertuliskan " happy Birthday Istriku " dan ditambah lilin angka yang kini usia nya tepat 25 tahun.


ricko terus melihat ke arah jarum jam yang berdetak itu , menunggu menit - menit akhir menuju jam 12 malam.


dia berjalan membawa kue itu ke arah nita yang masih tertidur nyenyak , dielus nya pundak itu dengan lembut sambil memanggil istrinya " sayang ... sayang " ucapnya lembut.


nita mengerjapkan matanya saat ada yang memanggilnya perlahan - lahan dia membuka matanya


" selamat ulang tahun yang ke 25 sayang " ucap ricko semangat.


" ricko " kata nita yang terkejut itu.

__ADS_1


__ADS_2