Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Impian Selanjutnya


__ADS_3

mendengar suara teriakan anak laki - laki itu membuat semua orang menoleh kearahnya.


" Rafaaaaa" ujar vano.


anak kecil menyengir menunjukkan senyum lebarnya itu , disampingnya juga sudah ada tiara yang kini sedang berdiri , ditanggannya ada beberapa paper bag yang ia bawa.


" Nita kalian apa kabar ?" tanyanya.


" kak tiara ... aku baik " jawabnya.


" bibi .. tadi aku melihat bibi di tv , sangat cantik " ujar rafa.


" benarkah ? wah kenapa anak dan papanya berbeda yang satu memuji dan yang lainnya berdusta " matanya memicingkan tajam kearah aidan.


" kau tidak tau saja dia itu friendly kesemua orang jadi suka memuji" kata aidan.


" mama kami sudah makan " kata vani.


" iya ma kami mau main " timpal vano.


" baiklah tapi ingat jangan keluar gerbang " balas nita.


" iya mama " jawab mereka.


" mama ... papa arga juga sudah selesai kami mau bermain bersama " saut arga.


" iya , jaga adik adikmu ya " kata irene.


" rafa ayo ikut " ajak arga.


rafa tersenyum menyengir lagi dan arga memegang tangannya , para anak - anak pun semuanya bermain diluar rumah.


" tiara kau sudah makan ?" tanya aidan.


" sudah kebetulan dijalan rafa ingin makan jadi sekalian , aku ke atas sebentar ya taruh barang - barang rafa dulu " jawab tiara.


" iya "


" mas ricko apa ada pasien lagi di rumah sakit ? jika ada tidak apa aku akan pulang nanti dengan anak - anak " tanya nita.


" ada , hanya satu . nanti akan operasi jadi mungkin pulang sedikit lambat" jawab ricko.


" kalau begitu aku akan mengantarmu kedepan" ujar nita.


" baiklah , bunda ... ayah .. kakak , aku pamit dulu " ucap ricko.


" iya hati - hati " jawab ayah dan bunda.


mereka berdua berjalan bersama untuk keluar rumah , karena nita hari ini sedang libur di rumah sakit jadi tidak kembali dan hanya ricko saja.


" mau panggil anak - anak dulu ?" tanya nita yang kini mereka sudah ada di halaman rumah dan didepan mereka mobil Ricko sudah terparkir.


" tidak usah biarkan mereka bermain , sayang nanti pulang pakai apa ? atau aku pakai taksi saja nanti bawalah mobil pulang " tanya ricko.


" tidak perlu ricko ... aku akan minta antar sopir bunda saja , pergilah atau kau akan terlambat "


" apa hari ini tidak ada ? " tanya ricko.


nita pun paham dengan kelakuan ricko dia segera berjinjit dan mencium kedua pipi ricko.


" satu lagi " ricko memajukan bibirnya.


nita menggelengkan kepalanya seraya tersenyum dan memenuhi permintaan ricko dia mencium sekilas bibir ricko. masih saja tidak pernah berubah setiap akan pergi harus berciuman terlebih dahulu.


" sudah pergilah " kata nita.


" sayang apa kau mengusir suami mu sendiri " ujar ricko.

__ADS_1


" bukan begitu kau akan terlambat nanti pergilah sekarang maka nanti malam kita bisa makan bersama nanti " balas nita.


" baiklah .. baiklah aku pergi sekarang ya , jaga dirimu baik - baik " katanya sambil mencium kening nita.


" hmm "


nita mengangukkan kepalanya , sebelum masuk kedalam mobil ricko mencium bibir nita sekilas lalu setelah itu dia masuk dan segera melajukan mobilnya.


nita hanya tersenyum melepaskan kepergian ricko itu , setelah dilihatnya mobil ricko sudah keluar dari gerbang utama dia pun masuk lagi kedalam.


***


didalam itu bunda sedang duduk bersama ayah yang mungkin sedang mengerjakan pekerjaannya, dari tangga aidan dan nathan turun kembali membawa tas mereka.


" mau kemana ?" tanya nita.


" kembali ke kantor , nanti jika kau pulang pakai mobil kakak saja mintalah kuncinya di kak irene " jawab nathan.


" iya "


" kalian berdua pergi sekarang ya , ayah juga ikut ya " sUt edward.


" iya ayah boleh " jawab nathan.


" Ricko sudah pergi ?" tanya aidan.


" barusan saja " jawab nita.


" sudah, mari kita berangkat " ujar ayah.


" iya ayo ayah " kata aidan.


" bunda kami pamit pergi ya " ucap aidan.


" iya nak hati - hati dijalan " jawab bunda.


" nita kemarilah duduk bersama bunda , kita sudah lama tidak berbincang berdua " ajak bunda yang memang sudah berapa lama keduanya jarang bicara banyak karena kesibukan nita.


kalau pun kerumah itu hanya menjemput dan mengantar anak - anak saja.


" iya juga ya bunda hmm apa bunda merindukan aku " goda nita yang memeluk bunda dari samping.


" bukan merindukan tapi sangat , oh ya sayang ... bagaimana keseharianmu pasti kelelahan bukan ?" tanya bunda.


" kadang bunda , tapi tidak masalah aku senang melakukannya. ricko juga membantuku soal mengurus rumah "


" bunda , bunda apa bunda pernah berpikir kita akan seperti sekarang ?" tanya nita.


" hmm bunda tau betul maksudmu. tapi bunda akan jawab , bunda tidak pernah menyangka akan sejauh ini. sebagai seorang wanita kita tau kan pada akhirnya impian kita itu hanya melihat anak - anak tumbuh besar dan menikah lalu punya cucu "


" bunda memang benar , sekarang aku hanya menginginkan satu impian lagi. aku ingin anak - anakku tumbuh besar dengan baik dan punya keluarga yang bahagia nantinya " ucapnya matanya berkaca - kaca karena dalam hidupnya tidak pernah dia sangka akan menjadi seorang ibu dari anak - anak kembar dan kini sudah berusia 8 tahun.


" mama ... mama " teriak vani.


" sayang ada apa ?" tanya nita.


" ma aku lupa , ada PR yang belum ku kerjakan " jawab vani.


" sekarang bawa tasnya kesini dan kita kerjakan bersama , apa kak vano juga ada ?" tanya nita.


" ada ma tapi katanya mau main sebentar lagi " jawab vani.


" yasudah bawalah bukunya kemari "


" sayang dia sepertimu saat kecil dulu , sangat takut ketika belum menyelesaikan PR "


" dan vano seperti papanya , setiap gayanya aku tau betul dari pakaian sampai ke gaya rambutnya harus sama dengan mas ricko , tapi tidak apa aku senang melihatnya begitu . dia akan menjadi seorang lelaki yang akan menghormati wanita dan para orang tua "

__ADS_1


" semua anak - anakmu terlihat sangat sopan kalian sudah mengajari yang benar, jangan takut mereka sangat menyayangi mu dan ricko "


" iya bunda aamiin "


" mama ini bukunya "


" ma vano juga mau menulis PR kita kerjakan bersama saja " kata vano yang berlarian dari depan.


" sayang dimana kak arga dan adik rafa apa kalian berdua meninggalkannya sendirian ?" tanya nita.


" kami disini bibi " jawab arga yang datang dengan rafa


" ayo kemari "


***


" iya mas ... kami dijalan , ini sedang lampu merah anak - anak sudah tertidur karena kelelahan bermain aku matikan ya sebentar lagi lampunya akan hijau " kata nita yang sedang menelpon ricko itu


📱" hati - hati ya , aku juga mau pulang dah sayang "


" dah "


nita pun mematikan handphonenya melirik ke arah belakang terlihat vano dan vani tertidur pulas, lampu lalu lintas yang tadinya merah berubah menjadi hijau. kini dia melanjutkan perjalanan pulangnya.


tak butuh waktu lama berselang 15 menit kemudian dia telah sampai di depan rumah , dia turun terlebih dahulu untuk membuka pagar setelah itu kembali masuk kemobil dan memasukkan mobil kedalam halaman.


" bagaimana ini , aku tidak mungkin menggendongnya satu - satu " pikir nita.


" astaga aku lupa menutup gerbangnya " dia membuka selt belt nya dulu lalu kembali untuk menutup pagar rumah.


dan kembali lagi ke mobil nya dia membuka pintu belakang memandang kedua anak nya yang terlihat kelelahan dia tidak tega untuk membangunkannya.


tin ... tin


" mas ricko " ucapnya


dia segera berlari lagi kedepan gerbang untuk membukakan pintu setelah mobil ricko masuk dia menguncinya karena sudah tidak ada lagi yang akan keluar.


dia berlari untuk menemui ricko yang sudah turun dari mobil.


" mas anak - anak tertidur aku tidak kuat menggendongnya, jika aku bangunkan mereka pasti sangat mengantuk karena tidak tidur siang tadi " jelas tadi.


" benarkah , kalau begitu aku gendong mereka satu - satu"


nita pun mengangukkan kepalanya , ricko segera menghampiri mobil yang dibawa nita karena posisi vani yang paling dekat dia gendong terlebih dahulu anak perempuannya itu.


" awas hati - hati kepalanya " nita menyangga atas mobil dengan tanggannya agar kepala vani tidak terbentur.


" aku tunggu disini " sambungnya.


ricko pun masuk dan membawa vani kedalam kamar dulu yang dia gunakan saat masih kecil , dan sekarang sudah berubah menjadi kamar anak - anak biasa yang dipenuhi oleh buku.


setelah membaringkan vani dikasur dia turun lagi untuk membawa vano , dia ambil vano dan membawanya kedalam. nita membawa tas anak - anak dan menutup pintu mobil juga ikut masuk kedalam.


tak ada yang barubah dalam rumah itu, posisi barang - barang masih sama hanya saja ada beberapa barang baru yang dulu mereka tidak punya.


didalam kamar anak - anak ricko menyelimuti tubuh vano dan vani dengan selimut kemudian mencium kening nya satu - persatu. dia mematikan lampu dan keluar dari kamar.


" mandilah dulu aku akan menyiapkan makan malam " kata nita.


" aku membeli makanan tadi , ayo kita mandi bersama " ajak ricko.


" eh tidak tidak kau saja mas kita bergantian saja " tolak nita.


" ayolah sayang masih saja malu kita sudah hidup bersama bertahun - tahun. sudah ayo kali ini aku memaksa aku sudah sangat lapar dan ingin makan bersamamu " ujar ricko dengan manja.


" bukan begitu ... baiklah " kata nita yang akhirnya pasrah itu. mereka berdua pun masuk kedalam kamar mandi bersama.

__ADS_1


__ADS_2