
" apa maksudmu?" tanya karina yang mulai takut itu.
" aku memberikan kesempatan untuk mu , bebaskan istriku sekarang atau aku bongkar semuanya" ancam ricko.
" celine cepat telpon polisi dan cabut semuanya " ucap karina.
" apa ? mencabut gugatan. aku tidak mau bu aku susah payah membuatnya masuk dalam jebakanku , sudah bertahun tahun aku ingin membuatnya mengikuti ku lalu membuat semuanya seperti sekarang dan ibu menyuruhku melepaskannya , aku tidak mau bu " tegas celine.
" kau menjebaknya?" ujar ayah.
" ya aku menjebaknya , dia terlalu polos hingga aku bisa menjebaknya aku tidak menyangka betapa bodohnya anak itu cuih" ucap celine.
" terima kasih karena kau telah menjelaskan nya padaku " ujar ricko.
" terima kasih?" gumam celine ia kebingungan kenapa ricko mengucapkan terima kasih.
" aku merekam semuanya dan lihat juga dengarkan " ujar ricko.
ia pun memutar semua percakapan yang ia rekam itu, membuat celine sangat marah dan juga karina yang mulai ketakutan.
" aku tidak harus bersusah payah lagi sekarang , aku beri kesempatan kalian untuk mencabut gugatan sendiri atau kalian yang akan masuk dalam sana jika aku beberkan bukti ini" ancam ricko lagi.
" kau" teriak celine.
" ayah aku mengerti kenapa nita sangat membencimu , aku tidak pernah melihat seorang ayah yang seperti dirimu. kau akan kehilangan putrimu satu-satunya mulai sekarang. tidak hanya putri tapi juga malaikat , kau tau apa yang aku bicarakan dengannya?" tanya ricko.
" dia tidak mau menyerahkan bukti pendorongan itu karena dia masih menganggapmu ayahnya dan juga menganggap kakak tirinya itu . tapi dia salah besar, ayahnya tidak mau menolongnya walaupun dia bisa" ucap ricko lagi.
iapun keluar dari sana tanpa pamit, yang hanya ia pikirkan adalah istrinya dan ia yakin istrinya akan sangat senang, ia segera melajukan mobilnya menuju ke kantor polisi.
sedangkan didalam celine merasa marah dan juga ia sebenarnya ketakutan karena ia bisa saja masuk penjara, ia mendekati ayahnya dan memohon pada ayahnya untuk membantu dirinya
" ayah tolong jangan biarkan aku masuk penjara , aku tidak mau ayah" ujar celine.
" bagaimana dengan nita ? dia masuk penjara karena ulah mu"
" seumur hidupnya ia tidak pernah menyusahkanku atau meminta ini dan itu tapi kau berbeda kau sangat jauh. nita lebih baik dari pada kau celine " tegas adi.
" telpon polisi dan cabut semuanya gugatannya, jika tidak ayah akan menceraikan ibumu dan kembalilah ke rumah kalian " sambung adi lagi.
" aku akan mencabut gugatannya ayah " ujar celine.
.....
" saudari nita kau bisa bebas sekarang" ucap polisi muda itu.
" bebas?" pikir nita.
ia pun segera berdiri saat polisi itu sedang membuka selnya.
" siapa yang membebaskanku ?" tanya nita.
" dia " tunjukknya pada ricko .
" rixko" gumam nita.
" ayo temui dia " ujar polisi muda itu.
" sayang " panggil ricko lalu ia hampiri nita dan memeluknya.
" aku sangat bahagia " gumamnya masih sambil memeluk nita.
" tapi bagaimana caranya? " tanya nita yang masih bingung.
__ADS_1
" jangan pikirkan itu, yang terpenting dirimu sudah bebas " ucap ricko lalu ia mengecup kening istrinya.
" ayo kita pulang" ajak ricko.
nita menatap ricko lalu tersenyum dan rickopun menggandeng tangan nita lalu membawanya pergi dari kantor polisi.
ternyata hari mulai malam, baru 2 hari disana tapi seperti satu minggu ia tidak keluar.
" ricko aku ingin kerumah bunda , pasti bunda disana kan ?" ujar nita saat masih didepan kantor polisi.
" sayang sebaiknya kita langsung pulang saja ya, bagaimana jika besok atau lusa saja karena aku sangat lelah hari ini" ujar ricko tapi sebenarnya ia tidak mau mempertemukan nita dan ayah mertuanya ia tidak akan membuat istrinya merasa sedih karena ucapan orang dirumah itu lagi.
" aku sudah sangat merepotkanmu. baiklah kita pulang saja " ujar nita.
didalam perjalanan pulang nita terus saja diam ia sangat pusing karena seharian ini dia belum makan , juga ia bingung tidak mungkin celine mengeluarkannya begitu saja semakin memikrkan itu semakin membuat kepalanya tambah pusing.
" sayang kau baik-baik saja?" tanya ricko yang sekilas melihat wajah istrinya itu.
" aku baik-baik saja , aku sangat senang " jawab nita sambil tersenyum.
ricko pun tersenyum sekilas lalu ia menambah keceparan mobilnya hingga setengah jam kemudia mereka pun sudah sampai di rumah.
" kita sampai" ujar ricko.
nita pun membuka selt belt nya lalu dari luar ricko sudah membukakan pintu untuknya. " terima kasih" ujar nita seraya tersenyum.
mereka pub masuk kedalam dan nita terkejut saat ia lihat seluruh kakaknya dan juga bundanya masih dirumahnya.
" bunda , kakak" panggil nita.
semua orang pun menoleh pada nita dan juga berdiri menatap nita.
" sayang kau pulang? " tanya bunda.
" sayang apa kabarmu, bunda sedih melihatmu nak apa kau baik baik saja disana ? " tanya bunda dengan banyak pertanyaan.
" aku baik baik saja bunda , jangan mengkhawatirkanku dan juga apa bunda tau siapa yang membebaskanku?" ujar nita.
" tentu saja kakak , pagi tadi kakak menghampiri kedua nenek sihir itu " ujar aidan.
" ricko yang membebaskanku " ucap nita.
" ricko" gumam mereka semua.
" iya , aku tidak tau bagaimana caranya tetapi ricko sudah menolongku " jelas nita lagi .
" nak ricko bunda sangat berterima kasih " ujar bunda.
" iya ricko , kami tidak tau harus apa lagi tetapi aku banyak mengucapkan terima kasih padamu" sambung nathan.
" ini kewajibanku sebagai seorang suami , tidak peduli seberapa sulitnya aku akan terus melindunginya" ujar ricko.
lagi lagi mendengar ucapan ricko itu , nita merasa tertegun dirinya menatap ricko dengan mata yang berkaca-kaca.
( aku pikir kebahagiaan itu terletak seberapa kita sukses tetapi aku baru tau letak kebahagiaanku sekarang yaitu ada orang yang benar-benar ingin melindungi ku dan selalu menjadikanku sebagai pusat kebahagiaan).
didalam kamar mereka ricko sedang mandi sedangkan nita ia masih duduk di ranjang nya menunggu ricko selesai dan bergantian mandi dengannya. perban yang dikepalanya masih belum dibuka jadi ia harus berhati hati saat melepaskan pakaian.
ceklek
pintu kamar mandi terbuka nita pun menoleh ke arah ricko ia langsung beralih menatap yang lain saat ricko hanya bertelanjang dada, ia sangat malu melihatnya dan menundukkan kepalanya.
" aku sudah selesai , mandilah" ujar ricko sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
__ADS_1
" pakaiah bajumu di dalam sana " ucap nita.
" oh jadi dia malu melihatku seperti ini" gumam ricko ia pun tersenyum lalu mendekati nita yang masih di ranjang itu .
" ricko aku menyuruhmu memakai baju didalam" ucap nita lagi.
ricko semakin mendekatkan tubuhnya dengan tubuh nita , nita menolak untuk melihat ricko " sayang apa kau malu?" tanya ricko tepat di telinga nita.
hal itu sontak membuat nya merinding dan sedikit memundurkan tubuhnya.
" kau tidak perlu malu , ini punyamu sayang apapun yang ada pada diriku itu semuanya untukmu kau berhak menyentuhnya" ucap ricko dengan gaya bicara yang sensual.
mendengar itu nita hanya menelan ludahnya " ricko kepalaku sakit" Ucap nita ricko pun segera bangun dan melihat kapala istrinya .
" apa sangat sakit?" tanya ricko yang khawatir.
nita pun segera berdiri dan berlari menuju ke kamar mandi.
" maaf ricko tapi kepalaku hanya sedikit sakit " ujar nita lalu ia segera masuk dan mengunci pintu kamar mandinya.
" kau sangat lucu ketika seperti " gumam ricko.
ia pun masuk ke dalam walk in closet lalu memakai pakaiannya setelah selesai ia pun menaruh handuknya lalu tanpa sengaja melihat pakaian istrinya .
ia berinisiatif untuk memilihkan pakaian yang akan dikenakan nita lalu ia mencari pakaian tidur disana , ia memilih baju tidur berwarna putih panjang.
" sekarang apa lagi " pikirnya.
" pakaian dalam?" gumamnya.
ia melihat ke arah laci tempat dimana nita menaruh pakaian dalamnya " apa aku harus memilihnya juga ?" pikirnya.
" ah tidak masalah dia kan istriku" gumamnya, ia pun mendekati laci itu dan mulai menarik laci dengan lambat.
disana tertata rapi pakaian dalam milik istrinya itu , melihat itu semua membuatnya menelan ludahnya " banyak sekali warnanya" pikirnya.
" samakan saja lah semuanya warna putih heheh" iapun terkekeh saat memilihkan pakaian dalam untuk istrinya.
" rickoo" ujar nita.
segera ricko membalik badannya lalu menatap istrinya yang sudah selesai mandi dan memakai mantel mandi.
" apa yang kau lakukan disana?" tanya nita.
nita pun melirik sedikit dan ia langsung melototkan matanya , ricko membuka lacinya itu. ia berlari lalu menutup lacinya itu . dan menatap ricko dengan tatapan tajam.
" ini privasiku " ujar nita
" aku malu " gumamnya.
" apa kau mau lihat koleksi punyaku juga?" tanya ricko.
" rickoooo" teriak nita.
" hehheh ini aku sudah memilihkan pakaian tidur nya kau harus memakaian nya" ujar ricko.
nitapun melirik ke tengah tengah meja itu " baiklah aku akan memakainya kau keluar dulu" ujar nita.
" hey sayang aku akan membantumu berpakaian kau tidaj lihat jika bekas operasi ini sedikit tertekan maka itu akan bahaya " pungkas ricko.
" membantu ku? hah tidak usah aku akan berhati hati" ujar nita.
" tapi sayang aku tidak mau terjadi apapa padamu , ayo cepat pakai ini" ricko memberikan ****** ***** padanya.
__ADS_1
" rickoooooo" teriak nita lagi.