
keesokan harinya
aidan sedang menyiapkan beberapa berkas dikamarnya , ia menyusun kertas kertas itu ke dalam map. pakaiannya sangat rapi hari ini, tidak seperti biasanya yang selalu mamakai pakaian biasa.
tok..tok..tok
" masuk" ujarnya.
" sayang bunda bawakan sarapan "ucap hani dengan membawa nampan berisi sarapan.
" terima kasih bunda" ucap aidan tanpa menengok kearah bundanya , ia masih tetap fokus memilah berkas itu.
" sayang hari ini bunda lihat kau sangat rapi dan berkas ini untuk apa?" tanya bundanya nya .
" aku akan melamar pekerjaan bun" jawab aidan.
mendengar itu bunda taruh makanan itu di meja lalu ia ikut duduk di sebelah putranya itu.
" bunda yakin putraku ini sangat kompeten, semoga berhasil ya" ucap hani sambil mengelus kepala putranya.
" terima kasih bunda, aku hanya perlu restu dan doa dari bunda" titah aidan.
" tidak mau bekerja di kantor bunda?" tawar hani.
aidan menghentikan aktivitasnya itu lalu menatap wajah bundanya dan ia tersenyum.
" mengingat usia bunda yang sekarang, bunda pikir lebih baik untuk menyerahkan posisi bunda padamu. bunda ingin lebih fokus mengurus kalian semua juga kakak ipar kalian yang akan melahirkan nanti" sambung hani.
" tapi bunda aku tidak enak dengan kak nathan dan juga adik aku tidak mau dianggap hanya karena aku tidak memiliki sesuatu hasil kusendiri " ujar aidan.
" apa kau pernah lihat kakakmu dan adikmu begitu? mereka akan senang saat kau mengambilnya lagi pula kakakmu sudah ada usaha sendiri dan adikmu akan menjadi seorang dokter " pungkas bunda.
" aku memikirkan dulu bun, dan meminta pendapat kakak dan adik " balas aidan.
......
drrtt...drrtt...
ponsel nita bergetar tanda jika sebuah pesan masuk , iapun membukanya ternyata dari ricko.
Ricko
sayang ayah sudah dirumah sekarang jam berapa pulang? aku akan menjemputmu .
" ayah nya sudah di rumah, bagaimana ini apa yang harus aku lakukan. aku baru pertama kali " gumamnya.
ia sedikit berpikir bagaimana ia harus bertingkah lama ia berpikir namun masih juga sangat gugup ia pun memutuskan membuka handphone nya lalu mencari sebuah pencarian disana.
"bagaimana cara menyambut mertua yang datang kerumah " tulisnya di pencarian itu.
" oh disini kita harus membawa oleh-oleh saat pertama kali bertemu, bersikap sopan dan ramah, pakaian yang baik dan juga sopan dan ya ampun banyak sekali " gumamnya.
ia pun menatap tubuhnya sendiri , dari bawah hingga keatas memperhatikan penampilannya.
" pakaian ku sopan , apa aku sopan? juga oleh oleh apa?" tanyanya pada diri sendiri.
" dokter magang ada apa?" nita terkejut saat tiba tiba tangan mia menyentuh pundaknya.
" aish mia kau membuatku jantungan" ujarnya.
__ADS_1
" ada apa?" tanya suster mia.
" suster apa kau sudah menikah?" tanya nita.
" hmmm belum" jawab mia seraya menganggukkan kepalanya.
" apa menurutmu aku sopan?" tanya nita.
" kalau dilihat dari ujung kepala sampai ujung kaki kau selalu memakai pakaian yang tidak mencolok termasuk di sopan.dan juga untuk gaya bicaramu, kau termasuk orang yang sopan" jelas mia sambil wajahnya menatap nita seperti memperhatikan dengan intenst.
" hmm aku juga berpikir seperti itu" ucap nita dalam hati seraya ia tersenyum manis.
" eh kenapa dokter magang tersenyum sendiri" tanya mia
" terima kasih mia bye aku mau pulang" ucap nita lalu ia membawa tasnya dan berlari menuju ke parkiran rumah sakit.
hari ini nita tidak ingin merepotkan ricko, pasti ricko sangat lelah jika ia harus menjemput dirinya. ia pun memanggil taksi lalu ada taksi yang datang segera ia masuk ke dalam.
diperjalan itu banyak sekali toko-toko yang menjual makanan dan aksesoris ia terus memperhatikan dari kaca jendela mobil dan terus berpikiran apa yang harus ia bawa.
" pak stop " ucapnya.
" ada apa nona?"tanya sopir taksi itu.
" kita ke toko kue itu sebentar ya " tunjuk nita pada sebuah toko kue .
" baik nona" ujar sopir itu.
sopir itu pun memutar balikkan mobilnya lalu berhenti di depan toko kue,nita pun turun lalu masuk kedalam.tak lama kemudian ia masuk lagi kedalam setelah membeli sebuah kue , segera mobil itu pergi.
setengah jam kemudian akhirnya ia sampai didepan rumah , ia lihat mobil ricko sudah terparkir rapi didepan halaman nya. ia pun menutup pagar rumahnya lalu masuk kedalam rumah.
tak lama kemudian akhirnya pintu utamanya terbuka, yang membuka pintunya ialah ricko ia pun tersenyum pada ricko.
" sayang kenapa tidak menelpon aku bisa menjemputmu?" tanya riicko.
" kau pasti lelah , lain kali saja aku akan memintamu untuk menjemputku" jawab nita seraya tersenyum
" baiklah ayo masuk " ricko pun menggandeng tangan istrinya itu .
" ayah" panggil ricko.
ayahnya langsung menoleh, lalu menatap anak dan menantunya itu dengan senyuman lebar.
" menantuku sudah pulang" ucapnya.
nita tersenyum pada mertuanya itu , lalu ricko membawa istrinya kedekat ayahnya.
" sayang ini ayahku" ujar ricko.
" selamat datang paman " ucap nita ia pun menjulurkan tangannya ingin mencium tangan ayah ricko.
dengan senang hati ayah ricko memberikan tangannya.
" jangan panggil paman , panggil aku ayah " ujar ayah ricko.
" iya , a...yah" ujar nita.
" nah kan kalau begitu enak didengarnya " ucap ayah ricko.
__ADS_1
" oh iya , tadi sebelum aku pulang aku ingat dirumah sedang tidak ada makanan jadi aku membeli kue, aku akan menghidangkannya " ujar nita dengan lembut.
ia pun meminta izin pada ricko lalu masuk kedalam dapur , disana ia membuka kotak kue itu. ia membeli kue coklat namun rasanya tidak terlalu manis karena untuk usia lanjut tidak baik memakan makanan yang manis.
ia memotong kue itu menjadi beberapa bagian lalu menaruhnya di piring kue , ia mengambil nampan lalu ia membawa nampan itu ke ruang tamu. sesampainya disana ia menaruh kue itu di atas meja.
" maaf ayah hanya ada ini" ucapnya
" tidak masalah nak , ayah sangat senang walaupun begini" ujar ayah ricko.
ricko tersenyum bahagia melihat nita yang begitu menghormati ayahnya, walaupun dia tahu selama ini jika menyakut perihal ayah istrinya itu tidak pernah bertindak dengan lembut. tetapi ia bangga pada istrinya yang bisa menerima kehadiran ayahnya.
" sayang duduklah" perintah ricko.
nita pun segera duduk di samping ricko , ia merasa sangat salah tingkah saat seperti ini ia merasa gugup sekali.
" apa ricko memperlakukan mu dengan baik nak?" tanya ayah ricko.
" hmm iya ayah , ricko sangat baik padaku" Jawab nita.
" jangan menutupi nya nak , kadang-kadang sifatnya itu sangat buruk" ujar ayahnya.
" ayah" ucap ricko.
nita tersenyum mendengarnya " tapi dia sangat bertanggung jawab padaku " ucap nita.
" benarkah? kalau begitu ayah tidak akan memarahinya " ucap ayah mertuanya itu.
" berapa lama ayah disini?" tanya ricko.
" ricko itu tidak baik, ayah mertua baru saja datang kau malah bertanya kapan pulang" gumam nita pada ricko.
" itulah nak kebiasaan ricko, saat ayah datang ia selalu bertanya kapan ayah pulang, kapan ayah pulang" ejek ayah ricko.
" maafkan dia ayah , aku akan berbicara padanya nanti" ucap nita.
" hmm tidak perlu nak, ricko berkata seperti itu karena ia ingin menyiapkan semua kebutuhan ayah dengan baik" ucap ayah lagi.
" ayah bagaimana keadaan nenek?" tanya ricko.
" nenekmu sangat sehat dan segar bugar, dia selalu bertanya tentangmu dan juga istrimu" jawab ayah ricko.
" nanti mainlah ke sana nenekmu pasti akan senang" ucap ayah.
" ajaklah menantuku yang cantik ini" sambung ayah lagi.
" ayah terlalu memuji" ucap nita.
" istriku memang cantik, tidak hanya cantik tapi juga baik hati istriku seperti malaikat " ujar ricko dengan lantangnya, seperti ia ingin memamerkan pada dunia siapa istrinya itu.
" ricko" guman nita karena ia malu saat seseorang memujinya ia tidak suka dengan pujian yang berlebihan.
" ayah akan menginap disini kan?" tanya nita.
" iya nak " jawab ayah ricko.
" baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan malam dulu , temani ayah disini aku akan memasak didapur " jelas nita .
" aku akan membantumu" ujar ricko.
__ADS_1
" duduklah disini dan temani ayah!" ujar nita .