
jam 7 kemudian ricko menepati janjinya dia telah menunggu di depan rumah sakit , menggunakan pakaian casual celana jenas hitam dan kaos berwarna putih polos .
" tampan sekali sih pria itu " kata perempuan yang lewat.
" sayang" panggil nita dari belakang.
ricko memutarkan tubuhnya dan tersenyum kepada nita " sudah selesai?" tanya ricko.
" hmm"
" sudah punya pacar tidak jadi tampan" gumam wanita itu.
nita menoleh pada kedua gadis itu, ricko terkekeh melihat tingkah istrinya yang cemburu buta itu.
" sayang apa saat ini kau sedang cemburu? " ricko mengalungkan kedua tangannya di leher nita, nita mendongkkkan kepalanya untuk melihat ricko .
" tidak siapa yang bilang?" tanya nita pura-pura itu.
" ayolah akui saja kau cemburukan, aku memakai pakaian biasa saja sangat tampan bukan ?" kata ricko .
" narsis" nita mencubit perut sispack ricko .
" aww sayang nanti saja dirumah jangan sekarang" kata ricko.
" apa nya ?" tanys nita yang tak tau itu.
ricko sengaja karena banyak wanita yang melihatinya " ayo pulang sudah tidak sabar ya " gandeng ricko pada tangan nita.
" hmm apa maksudnya ?" tanya nita.
nita menoleh kebelang dia mengerti sekarang , ricko merasa risih karena diperhatikan oleh wanita-wanita .
....
sesampainya dirumah , mereka langsung masuk kedalam kamar untuk mandi , nita mengambil mantel yang baru di dalam lemari dia akan masuk kedalam kamar mandi namun langkahnya terhenti ketika melihat ricko yang berada didepannya.
" apa yang kau lakukan aku mau mandi" ujar nita
" mandi berdua " kata ricko seraya tersenyum.
" oh ayolah ricko ini sudah malam aku mau cepat " rengek nita.
ricko langsung menarik tubuh nita kedalam dan mengunci pintu kamar mandi.
" ricko" rengek.
ricko hanya tersenyum tanpa merasa berdosa , dia langsung membuka bajunya yang kini telah polos dan membuka celananya yang kini hanya memakai celana pendek saja.
" mandilah dulu aku tunggu disini" kata nita.
" katanya mau cepat ayo buka bajunya " ricko menarik blouse istrinya itu, nita hanya pasrah dibuatnya.
" buka semua ya " kata ricko.
" eh tidak...tidak seperti ini saja aku tau kau pasti merencanakan sesuatu kan "
" rencana apa ? ish pasti mesum kan pikirannya" ricko menyentil dahi nita.
" ish sakit ricko" gerutu nita yang mengelus keningnya.
" yasudah kalau tidak mau buka semua pakai dalaman saja"
" ish iya ...iya "
akhirnya nita menurut , ricko tersenyum mendengar tubuh istrinya sangat mulus dan putih dia menggendong istrinya dan membawanya kedaalam bathup.
mereka berendam berdua , nita merasa nyaman dan rileks berendam di air panas itu. " sayang " lirih ricko.
" hmm"
" sekali ya " gumam ricko.
" sekali apa ?"
" ayo lakukan disini" ricko mengedipkan matanya sebelah , nita baru paham apa yang ricko maksud itu.
" eh oh ya ampun perutku lapat sekali " nita memegangi perutnya.
ricko tau itu hanya akal bulus istrinya dia segera mencium bibir nita dan **********. nita tidak membalas karena terkejut ricko melakukannya tanpa dia siap
" sayang balas "gumam ricko.
__ADS_1
nita pun membalas ciuman itu hingga ciuman itu menjadi ciuman panas dan menggairahkan, ricko memegangi kepala nita untuk memperdalam ciuman mereka.
" nghh"
ricko tersenyum mendengarnya dia melepaskan ciuman itu dan beralih mencium leher dan dada istrinya dan terjadilah adegan panas diantara mereka.
" huft aku lelah sekali" gumam nita yang mengeluh dikasur itu , dia memijit kakinya sendiri.
" lelah ya ?" tanya ricko.
" kau yang membuatku lelah aww sepertinya kaki ku keram" ujar nita.
" tapi tadi kau menikmatinyaa bukan ? " goda ricko.
" dasar mesum , sudahlah aku mau tidur" kata nita yang menarik selimut itu.
" eh tunggu " cegah ricko.
" apalagi ricko ? aku sudah lelah sekali" rengek nita.
" aku mau memijit kakimu sayang jangan pikiran mesum terus " ujar ricko.
" hmm tidak usah kau juga lelah seharian bekerja. biarkan saja besok pagi juga sudah sembuh "
" kita tidur saja ayo sini aku mau memelukmu" sambung nita.
ricko tersenyum lebar mendengarnya lalu naik ranjang dan mendekati istrinya, dia segera merangkul nita dalam pelukannya dan keduanya tidur dengan lelap.
....
" dokter.....dokterrr tolong dia" teriak para tentara yang merupakan , ibram , felix dan kapten dirga.
" pasien kenapa?" tanya suster
" dia tertembak saat sedang bertugas tolong selamatkan dia " kata ibram.
" dokter nitaaa " panggil suster itu.
nita segera berlari menghampirinya " ada apa sus?" tanyanya, dia menoleh " kapten dirga " ucapnya.
" tolong selamartkan diko dia tertembak " kata kapten.
" apa ? baiklah suster dian cepat siapkan ruang operasi darurat" perintah nita.
saat pintu ruang operasi akan ditutup kapten dirga menoleh ke arah nita yang akan menutup pintu itu, wajahnya seperti menggambarkan kalau dia ingin anggota tim nya diselamatkan.
nita mengerti itu dia mengganggukkan kepalanya kemudian menutup rapat ruang operasi.
selama 2 jam akhirnya pintu itu terbuka, kapten dirga, felix dan ibram mendekati nita yang baru keluar itu.
" dokter bagaimana keadaan diko?" tanya felix.
" dia baik-baik saja. hanya menunggunya sadar , pelurunya sudah berhasil dikeluarkan" jawab nita.
" terima kasih dokter...terima kasih untuk usahamu, aku tidak tau jika harus kembali kehilangan anggota tim lagi" ucap ibram.
" kami akan membawanya keruang perawatan biasa" kata nita.
" kalau begitu aku permisi dulu " ucapnya lagi.
" hmm" semuanya menganggukkan kepalanya.
kapten dirga menoleh kemana arah nita pergi. " kapten dokter nita benar-benar keren tadi itu sepert di film-film" ujar felix.
" iya dokter nita sungguh berbakat dan cantik" timpal ibram.
" iya kan kapten" tanya ibram.
" ah iya " jawab dirga.
...
ketika nita sedang berjalan menyusuri lorong rumah sakit, dia melihat seorang anak laki-laki yang menangis di dekat kursi tunggu, dia pun mendekatinya .
" hey kenapa menangis?" tanya nita .
" hiks....hiksss.. aku mencari kakak" isak anak itu.
" apa kau tau namanya ?" tanya nita.
" dia seorang dokter yang tampan hikks namanya fahri" jawab anak itu.
__ADS_1
" dokter fahri"?
anak itu mengnggukkan kepalanya , " jangan menangis ada aku disini, ayo ikut aku dokter fahri sedang ada rapat diruang serba guna. bagaimana kalau kita beli ice cream mau tidak ?" tanya nita.
" mau " anak itu dengan cepat mengangukkan kepalanya.
" ayo " nita menjulurkkan tangannya dan bergandengan tangan dengan anak itu.
" oh ya nama kamu siapa ? dan berapa umurmu?" tanya nita.
" namu ku ivan umurku 5 tahun" jawab anak itu.
" ivan ? hmm namamu bagus sekali" puji nita.
" apa kakak pacarnya kakakku?" tanya ivan.
" bukan kakak hanya rekan kerjanya " jawab nita.
" nah itu dia ada tukang ice cream ayo kita kesana " tunjum nita di depan halaman rumah sakit .
...
sementara itu fahri kelabakan mencari sosok ivan, dia berjalan dengan pelan entah kenapa dengan wajahnya yang pucat itu.
" suster apa kau lihat anak yang aku bawa tadi ?" tanya nya.
" oh itu tadi ada bersama dokter nita di halaman rumah sakit" jawabnya.
" baiklah terima kasih" ucapnya.
dia pun segera mencarinya ke halaman rumah sakit, dia melihat betapa bahagiaanya ivan ketika bersama nita. ivan terus tertawa mendengar cerita dari nita.
dia tersenyum melihat nya namun kepalanya terasa pusing dan sangat berat.
" eh itu kan kakak " tunjuk ivan.
" iya itu dokter fahri " timpal nita.
" kakakkkk" ivan berlarian menuju ke arah fahri,
" ivan jangan berlari nanti jatuh" teriak nita.
ivan terus berlari hingga memeluk kaki fahri " kakak lama sekali untung ada dokter itu katanya dia teman kakak"
" maaf kakak tadi ada rapat , kita pulang ya sekarang" ujar fahri.
" dokter kenapa dengan wajahmu kau terlihat pucat apa kau sakit?" tanya nita.
" oh itu memang agak sedikit demam , tapi tidak apa aku akan pulang sekarang " jawab fahri
" terima kasih ya karena telah menjaganya" sambung fahri.
" hmm tidak masalah "
fahri berjalan bergandengan tangab dengan ivan namun kepalanya terasa sangat pusing " dokter" cegah nita.
" kenapa tidak dirawat dulu saja. maafkan aku tapi wajahmju benar-benar pucat kau tidak bisa menyetir" jelas nita.
" aku pulang saja. kasihan dia seorang diri disini tidak apa aku akan kuat kok" kata fahri.
" baiklah " balas nita.
" kakak kami pulang ya dadah " anak itu melambaikan tangannya kepada nita yang dibalas lambaian juga senyuman kecil dari pipi nita.
" kakak kenapa tidak membawa dokter cantik itu aku ingin main dengannya " kata ivan.
" ivan dokter itu tidak bisa dia masih banyak pekerjaan"
" tapi tadi bisa kok main dengan ivan , kakak bohong telus" katanya.
setelah di dekat mobil nya fahri memasukkan ivan terlebih dahulu , namun dia kembali merasa sangat pusing hingga berhenti di depan kap mobil.
nita masih terus melihatinya namun ketika melihat itu dia segera menghampiri fahri.
" dokter fahri apa kau yakin bisa menyetir dengan kondisimu kau sakit tidak baik menyetir " ucap nita.
" maafkan aku tapi ...bisakah kau menolongku kali ini" lirih fahri.
" ah aku.....(dia sedikit berpikir) bagaimana ini jika ricko tau dia pasti marah lagi tapi ini kan berbeda dokter fahri sakit" pikirnya.
" bisakah kau menyetir untukku?" lirih fahri.
__ADS_1
" hmm iya " jawab nita.
" bissmillah aku melakukan ini karena dokter fahri telah banyak menolongku" ucap nita dalam hati.