Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
selamat bekerja


__ADS_3

" ricko ... jika boleh aku meminta sesuatu padamu maka aku hanya ingin satu , teruslah percaya padaku jika hanya ada dirimu didalam hidupku. dokter fahri dan laki-laki yang lainnya hanya orang luar bagiku. "


" terima kasih sayang , aku berjanji akan melindungimu sampai akhir nanti " janji ricko pada nita .


keduanya saling menatap penuh cinta satu sama lain dan nita menyenderkan kepalanya di dada bidang ricko.


" nanti malam ayo kita berkencan berdua , aku sudah memberitahu kakak jika akan menjemput sedikit lambat" gumam ricko.


" hmm baiklah "


***


malam harinya ricko mengendari mobilnya di jalanan mengajak nita untuk berkencan dan menghiburnya karena memang semenjak kelahiran putra putri mereka , ini adalah kencan pertamanya.


mereka kembali merasa sedang seperti berpacaran saja, ricko sangat bahagia bisa kembali melihat senyuman di bibir istrinya. baginya kebahagiaan istrinya adalah hal yang utama.


tak henti-hentinya di melirik ke kursi samping padahal dia sedang menyetir.


" hentikan , kau sudah melirikku sebanyak 20 kali dalam 2 menit " gumam nita.


ricko tersenyum mendengarnya.


".kau menghitungnya sayang " ujar ricko.


" aku tau kemana arah mata mu "


" aku senang karena istriku selalu memperhatikanku " gumam ricko.


Nita melirik ke arah ricko " aku akan terus memperhatikanmu " balas nita.


keduanya tersenyum bersama, hingga tak terasa mereka sudah sampai di tempat yang ricko tuju. memesan meja makan untuk makan malam di restoran yang bisa langsung melihat laut malam yang indah dan tenang itu, banyaknya lampu warna warni membuat tempat itu makin bercahaya.


" sayang apa kau suka ?" tanya ricko mereka bergandengan tangan walau sudah sampai di meja tempat ricko pesan.


" sangat suka , ini indah sekali" ucap nita kagum.


" duduklah makanan akan datang " ricko memberikan kursi untuk nita dan mendudukinya disana.


dia duduk dihadapan nita dan terus menandangi wajah nita yang tersenyum bahagia itu.


" silahkan " para pelayan datang membawakam berbagai macam hidangan makanan.


" terima kasih " ucap nita.


" ayo makan sayang" ujar ricko.


" hmm" nita mengangukkan kepalanya.


mereka pun makan dengan tenang disana , hingga selesai ricko mengajak nita berjalan-jalan di pesisir pantai sambil bergandengan tangan tak lupa mereka berfoto disana.


" akan sangat menyenangkan jika mengajak aanak-anak" ucap nita.


" tentu saja setelah besar nanti kita akan mengajaknya kesini "timpal ricko.


nita berhenti lalu menggengam kedua tangan ricko, nenatapnya dengan sedikit menjinjit karena tinggi ricko yang cukup jauh.


" ricko...aku ingin kita selalu bersama seperti ini , aku ingin terus menatap wajahmu dan terus memcintai mu. sungguh aku tidak pernah berpikir kita akan seperti ini dan bertemu lagi , berjanjilah sekali lagi jika kita akn terus seperti ini " kata nita dengan mata yang berkaca-kaca.


" sebelum berjanji padamu aku sudah lebih dulu berjanji pada diriku sendiri. jangan takut sayang aku akan selalu disisiimu" balas ricko.

__ADS_1


nita berjinjit dan menarik kerah baju ricko dan mencium bibirnya, dia menempelkan bibirnya dan menutup matanya.


akhrinya ricko pun membalas pelukan itu dan menekan kepala nita agar bisa memperdalam ciuman itu.


cukup lama mereka berciuman di bawah langit yang penuh bintang itu , hingga akhirnya kedua nya saling melepaskan dan memeluk satu sama lain.


***


dirumah bunda mereka sudah siap-siap akan membawa anak mereka yang kini sudah berusia 3 bulan lebih itu.


" nak bunda pikir kau tidak akan mengambilnya hari ini, sesekali biarkan cucu bunda menginap disini" ucap bunda.


" lain kali bunda, aku sudah sangat merindukan kedua bayiku ini " balasnya.


" iya bunda lagipula kami tidak enak merepotkan bunda dan kakak ipar seharian penuh " timpal ricko.


" eh tidak masalah , arga sudah satu tahun lebih dia susah bisa berjalan kakak hanya mengawasinya saja lalu sambil mengasuh bayi kalian" saut iren.


" tidak repot nak bunda malah senang karena disini banyak anak kecil " ujar bunda.


" baiklah bunda nanti kami akan menginap disini , kalau begitu kami pulang dulu karena sudah malam " ucap ricko.


" baiklah hati-hati ya " balas bunda.


" hati-hati dijalan" ujar irene.


" iya kak , terima kasih kak ... bunda " ucap nita.


" sama-sama " balas irene sedangkan bunda hanya mengangguk saja.


***


ketika dia memejamkan matanya dia kembali mengingat bahagaimana tiara memeluknya dengan hangat dan senyuman cantik tiara. seketika dia tersenyum.


" astaga apa yang aku pikirkan " pikirnya.


dia menetralkan pikirannya dan membuka dasinya. melirik jam yang sudah sangat larut , dia pun memutuskan untuk mandi.


setelah selesai mandi dia merasa lapar , diapun turun kebawah untuk mencari makanan. didapur dia menemukan makanan yang sudah dingin dia ingin memanaskan lauk itu.


" aidan sedang apa nak ?" tanya bunda yang kebetulan turun dengan membawa teko kosong


" aku lapar bunda " jawab aidan.


" duduklah bunda yang akan menyiapkannya. apa diperusahaan sedang ada masalah hingga harus pulang malam ?" tanya bunda sambil memanaskan makanan dan menyiapkan piring untuk aidan.


" tidak ada bunda hanya sedang menyiapkan proyek baru jadi banyak laporan yang harus dibuat " jawab aidan.


" jangan terlalu dipaksakan , kesehatan yang utama" ujar bunda.


" iya bunda "


seketika suasana menjadi hening , tidak ada percakapan lagi. akhir-akhir ini aidan menjadi lebih pendiam dari biasanya bunda dapat melihatnya dengan jelas bagaimana suasana hati putranya itu walaupun dia sibuk bekerja tapi soal anak dia tetap tau.


" aidan " panggil bunda lembut.


" iya bunda " jawab aidan.


" apa kau sudah menemukan perempuan yang membuatmu jatuh hati?" tanya bunda.

__ADS_1


" kenapa... bunda bertanya seperti itu ?" tanya balik aidan.


" nak , bunda tidak akan memaksamu. tapi melihatmu seperti ini kau butuh seorang istri , bunda sangat sibuk dengan pekerjaan hingga tidak punya banyak waktu untuk memperhatikanmu. jika kau punya istri bunda akan senang karena akhirnya anak bunda yang memperhatikannya bahkan lebih memperhatikan hal sedetail apapun dari bunda " jelas bunda.


" bunda bagaimana jika aku mencintai orang biasa ? apa bunda akan setuju?" tanya aidan.


bunda tersenyum padanya " apa bunda terlihat seperti orang yang mementingkan jabatan ? harta dan kekuasaan?" ujar bunda.


" tidak" aidan menggelengkan kepalanya.


" itu dia , bunda tidak akan melarangmu untuk jatuh cinta kepada siapapun. kecuali dengan laki-laki ya " ujar bunda sambil tertawa kecil diikuti oleh aidan yang juga ikut tertawa.


" bagi bunda kebahagiaanmu adalah hal yang utama, lagipula bunda lebih mementingkan tingkah lakunya daripada statusnya. dulu juga bunda wanita biasa , tidak punya orang tua bahkan saudara pun tidak ada "


" berarti bunda tudak melarangku kan ?" tanya aidan.


" tidak... bunda yakin padamu , siapapun pilihanmu nanti semoga dia wanita yang baik dan mencintaimu apa adanya " ujar bunda.


" terima kasih bunda " ucap aidan seraya tersenyum , begitu juga dengan bunda yang tersenyum bahagia melihat putra keduanya itu.


***


dengan senyuman dan semangat yang dimiliki tiara dia berjalan menuju kekantor aidan, menggunakan pakaian formal yang rapi. dia sangat cantik dengan rambut yang dia urai dan lipstik pink dibibirnya.


seperti ada pelangi yang hadir setelah mendung , dia sangat bahagia setelah mengalami ketidakadilan dalam hidupnya. yang dia punya sekarang hanyalah tekad dan impian.


" selamat pagi , apa presdir aidan sudah datang ?" tanya tiara pada resepsionis.


" nona tiara ya ? presdir aidan sudah menunggu diruangannya " jawab resepsionis bernama Lila itu dengan ramah.


" terima kasih saya permisi " ucap tiara.


" sama-sama" balas nya.


kembali dia berjalan memasuki lift dan akhirnya sampai di dalam ruangan aidan.


mereka saling berbagi senyuman satu sama lain, hari ini aidan tampak pangling melihat tiara yang rapi dan cantik menggunakan pakaian formal berwarna hitam itu.


" ayo aku akan mengantarmu ke mejamu " ujar aidan.


" terima kasih " ucap tiara.


" hmm"


aidan membawa tiara ke lantai 19 dan berhenti pada meja kosong berwarna putih lengkap dengan peralatan kantornya.


" ini mejamu , kau bekerja di bagian pemasaran akan ada rekanmu yang akan membantu. semoga kau suka " ucap aidan.


" aku sangat suka , ini sangat bagus " jawab tiara antusias matanya tak henti mengeluarkan cahaya berbinar dari matanya , aidan nampak tersenyum kecil melihatnya.


" kekanak-kanakan" ucapnya dalam hati.


" jika kau ada kendala bisa bertanya padaku atau yang lainnya " ujar aidan.


" iya "


" baiklah aku kembali kekantorku dulu , selamat bekerja! " ucap aidan yang mengyemangati tiara.


" hmm semangat! " ucapnya mengangkat tangan.

__ADS_1


tiara menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu menyentuh meja itu menyentuh barang-barang yang ada disana seperti tidak percaya akan nasibnya itu.


__ADS_2