Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
pegang tanganku


__ADS_3

masih dalam keadaan menggendong bayi itu sang kapten terus memandangi nita dam ricko yang sedang memeluk itu.


" apa dia kakaknya?" pikir nya.


" coba tebak pria itu siapanya dokter?" kata diko.


" aku tebak kakak" jawab felix.


" mana mungkin hehhe itu sudah jelas dia pacarnya" jawab ibram.


sedangkan dua orang yang sedang melepas rindu itu telah melepaskan pelukannya, nita menundukkan kepalanya betapa dia sangat merindukan pria yang kini ada dihapdannya itu.


" maaf aku tidak bisa membalas pesanmu.. aku telah membuatmu khawatir" lirihnya.


" aku memang mengkhawatirkan dirimu. aku takut sesuatu terjadi padamu. tapi aku tidak marah padamu ... aku juga sangat merindukanmu " ricko menggenggam tangan istrinya itu.


...


malam harinya masih di tempat yang sama para dokter dan anggota tentara itu telah menyiapkan makan malam seadanya. seperti biasa ada mie dan juga roti saja.


" sayang apa kau sangat lelah ?" bisik ricko ditelinga nya membuat semua orang bertanya-tanya kenapa ricko harus berbisik.


" kenapa dokter ricko berbisik-bisik seperti itu sedang mengatakan rindu ya. hmm aku iri padamu dokter nita" lirih dian.


" tidak dian . dia hanya bertanya apa aku lelah itu saja" jawab nita.


" dokter nita kau belum memperkenalkan pria itu pada kami" ujar ibram.


pertanyaan itu seolah-olah menjadi perwakilan untuk sang kapten yang bertanya-tanya siapa dokter itu.


" aku suaminya" jawab cepat ricko.


" apa?" jawab diko, felix dan ibram serentak, sang kapten juga terkejut tapi dia masih bersikap biasa.


" bagaimana bisa ? bukan pacar atau kakak melainkan suami" timpal diko.


nita hanya tersenyum menanggapinya , sedangkan ricko menatap seperti sedang memuja gadis disebelahnya.


" tentu saja bisa kenapa dokter ricko tidak bisa menikahi dokter nita, selain wajahnya yang tampan dia juga dokter populer dan ahli akronomi dan bedah saraf" timpal loli.


" iya sih dokter nita juga cantik baik lagi" puji ibram.


malam itu keduanya merasa sangat bahagia seolah olah perpisahan selama 15 tahun itu terulang kembali. keduanya saling menatap wajah satu sama lain disaksikan bulan yang terang yang menerangi hati dan pikiran mereka.


....


" jadi bagaimana tidurnya , kita bertambah 2 orang?" tanya diko.


" eh dokter ricko dan dokter nita kan suami istri berarti harus punya tenda sendiri. tapi kita mungkin kekurangan tenda" timpal felix.


" aku akan tetap tidur bersama suster loli dan dian kita akan tidur seperti biasa kalian para lelaki tidur sesama lelaki" jawab nita.


dari belakang tangan ricko menyentuh pinggang istrinya, nita pun menoleh mengetnyitkan dahi nya.


" ricko ini bukan rumah" bisik nita.


" baiklah semuanya tidur besok kita akan ke desa bawah " tegas kapten dirga.

__ADS_1


" siap" tegas semuanya.


nita melepaskan tangan ricko yang ada dipinggangnya tersenyum lalu meninggalkan ricko dia akan tidur seperti biasanya.


begitu juga dengan ricko didalam tenda itu mereka tidur berhimpit-himpitan ricko yang paling ujung disampingnya ada dokter fahri disamping dokter fahri ada kapten dirga.


ricko merasa tidak bisa tidur , diam-diam dia keluar dari tenda namun disaat yang bersamaan nita juga baru saja keluar dari tenda.


" sayang kenapa tidak tidur?" tanya ricko.


" aku ingin ke toilet " jawab nita.


" aku temani" ricko menggandeng tangan nita, hingga mereka sampai di toilet yang telah dibuat khusus itu ricko menunggunya di depan.


" sudah?" tanya ricko ketika nita keluar dari toilet.


" hmm , kenapa kau juga tidak tidur?" tanya nita.


" aku memikirkanmu" jawab ricko.


mereka berjalan bergandengan tangan dan duduk berdua di hadapan bara api yang menghangatkan tubuh mereka.


" sayang kau baik-baik saja kan ? pasti sangat lelah " gumam ricko.


" saat aku melihat begitu banyak orang yang menunggu untuk ku obati. aku berpikir apa aku sanggup ? aku bertanya pada diriku sendiri terus menerus. namun... saat aku selesai mengobati mereka , mereka selalu tersenyum dan berterima kasih padaku. itu membuat lelahku hilang" lirih nita yang telah menempelkan kepalanya didada bidang ricko.


" aku tau istriku sanggat tangguh , sayang kau tau ketika aku bangun pagi aku tidak melihatmu disebelahku ketika aku akan tidur kau juga tidak ada. rasanya aku seperti orang bodoh melakukan apapun sendiri tanpa ada yang harus aku tanyakan padamu"


" aku juga selalu memikirkanmu ... setiap detik aku selalu menyebut namamu dalam hatiku. aku baru sadar ketika aku merasakan ini langsung. dahulu kau yang selalu menungguku kini rasanya hanya 3 hari sudah membuatku seperti orang yang mau gila"


melihat tangan istrinya yang tak berkutik dia menggenggam nya, dia cium puncak kepala istrinya itu. " kita akan melewati ini bersama-sama" gumamnya.


" sayang apa tidur?" tanyanya lagi.


" hmm aku mengerti ...tidurlah selamat malam istriku"


" mereka sangat romantis sekali...rasanya aku ingin menikah" intip felix , ibram dan diko dari balik tenda. namun siapa sangka kapten dirga juga ikut melihat dan mendengar itu.


" kita masih muda yang seharusnya menikah dahulu itu kapten" kata diko.


" bukannya dia itu tidak suka perempuan" timpal ibram.


" kata siapa kau sembarangan saja! bukan tidak suka katanya impoten" saut felix.


" ehem....ehmm" dehem dirga.


" hehe kalian jangan asal berdehem itu tidak lucu , jangan mengikuti suara kapten" tuduh ibram.


" mana aku tau aku tidak berdehem " kata felix.


" aku juga" saut felix.


" ihhh" mereka sadar lalu pelan-pelan memutar kepalanya dan kaget sekali ketika kapten dirga ada dibelakang mereka.


" heheh kapten kami...kamii , kami hanya sedang anuu"


" aduh gimana ini ya tuhan lihatlah wajahnya itu" ucap ibram dalam hati

__ADS_1


....


keesokan harinya mereka telah siap-siap untuk melanjutkan mencari korban jiwa , hanya menunggu nita yang mungkin masih berberes-beres.


" maaf aku telat " kata nita yang berlarian itu.


" tidak apa ayo cepat " kata kapten adrian.


" ricko kau sudah makan ?" tanya nita.


ricko hanya menggeleng kemudian dia mengambil sebuah apel dari saku baju dokternya. " aku hanya ada ini makanlah" kata nita yang memberikan apel itu.


" kau bertanya tentang ku tapi kau sendiri bagaimana?" tanya ricko.


" aku sudah makam biskuit tenang saja" jawab nita.


" hmm baiklah kita bagi dua " ujar ricko.


" enak sekali ya kalau sudah menikah begitu" kata suster dian.


" kalau begitu kau menikah saja mudahkan" timpal loli.


" hey mana bisa begitu calonnya saja tidak ada mana bisa " kata dian.


" suster ada aku disini" kata felix.


" nah tuh dian udah dikasih kode sama tentara" timpal loli.


" memangnya berapa gaji seorang tentara?" tanya dian.


" kau ini belum apa-apa sudah bertanya gaji dasar tidak masuk akal" kata loli.


" kau tidak perlu khawatir walau pun gajiku kecil tidak mencukupi kebutuhanmu. aku rela tidak makan demi skincare mu suster " kata felix.


nita terkekeh mendengarnya , ricko mendapati istrinya tersenyum sangatlah cantik ucap batinnya. " setelah kita pulang ayo berlibur " bisik ricko di telinga nita.


" hmm terserah kau saja kau kan yang punya uang" jawab nita.


dua orang yang menyukai nita itu berada di belakangnya kapten dirga dan dokter fahri hanya dapat menikmati pemandangan sepasang suami istri itu.


" kita akan menyeberangi sungai ini , sebenarnya tidak dalam hanya 50 cm tapi harus hati-hati arusnya sangat deras" jelas kapten dirga.


memang benar arus sungai ini sangat deras walau tidak dalam mereka harus melewati sungai yang lebarnya sampai 15 meter itu .


" sayang pegang tanganku" ricko menjulurkan tangannya , nita pun menurut dia memegang tangan ricko.


" suster dia sini kau pegang tanganku " kata ibram.


" eh iya pegang yang erat aku tidak mau jatuh dan mati terbawa arus" kata dian.


" tidak suster tenang saja , laki-laki jantan sepertiku ini mana mungkin membahayakan seorang wanita cantik" ucapnya .


" suster loli pegang tanganku, kau juga tidak mau mati terbawa arus bukan" kata diko.


" tentu saja aku masih banyak hutang aku tidak mau mati membawa hutang" kata suster loli.


" yang benar saja kau masih muda tapi banyak hutang " kata dian.

__ADS_1


" yang penting kan dibayar " saut felix.


" ho ho ho ada apa ini ? apa ada kisah cinta segitiga disini?" goda ibram.


__ADS_2