Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Hadiah


__ADS_3

" bagaimana dengan anak - anak apa mereka sangat merepotkanmu ? aku seharian terus memikirkan kalian " kata nita masih sambil makan.


" mereka tidak rewel sangat pintar , aku senang sekali akhirnya setelah sekian lama bisa memiliki waktu yang banyak dengan mereka, suatu hari nanti aku ingin berlibur denganmu dan anak kembar kita "


" kemana ? ngomong - ngomong liburan aku jadi teringat saat kita bulan madu kemarin, kita tidak jadi ke pantai berdua karena sedang hujan "


nita beralih memakan buah semangka yang telah ricko potong - potong sebagai pencuci mulut.


" mau bulan madu lagi ? dengan senang hati aku membawamu "


" tidak usah ricko kau bukan ingin liburan tapi ingin terus dikamar "


ricko terkekeh mendengarnya bagaimana tidak , nita tau sekali apa yang dia pikirkan.


" tidak masalah sayang itu artinya kita bisa punya banyak waktu. aku merasa akhir - akhir ini kita sering sibuk karena pekerjaan sangat jarang bersama kecuali malam hari. itupun kau sering tidur cepat selalu meninggalkan aku sendirian "


" heheh maaf , aku benar - benar lelah aku janji setelah bulan ini selesai aku akan punya banyak waktu untukmu. kau tau kan sekarang dokter haryadi sedang cuti jadi pekerjaanku double "


" baiklah aku akan tagih janjimu "


***


hari ini hari minggu tapi ricko tetap masuk kerumah sakit karena jadwal operasi pasien. sedangkan nita dia memang libur , untuk itu dia ingin kerumah bundanya saja dia sangat bosan jika hanya sendirian dirumah.


sebelum kerumah sakit ricko mengantar istrinya terlebih dahulu , kemudian dia langsung berangkat kerumah sakit.


saat nita akan masuk dia melihat aidan yang telah rapi menggunakan pakaian casual.


" kakak mau kemana ?" tanyanya.


" bertemu teman ada apa?"


" he tidak ada aku hanya merasa penampilan kakak sedikit berbeda " nita memperhatikan dari bawah sampai ke atas tubuh aidan.


" lebih tampan ?"


" lebih buruk "


" hari ini aku tidak akan meladeni mu bertengkar , aku sudah buru-buru menemui temanku"


" teman atau teman ?" goda nita


" ya ... teman , tapi setelah bertemu teman aku mau menemui pa.."


" dek vano menangis mungkin ingin menyusu" susul irene.


" iya kak aku segera datang "


" pergilah jangan lupa bawakan aku makanan setelah pulang , burger dan kentang ya "


" oke ...oke tenang saja kau akan dapat lebih banyak nanti "


aidan segera pergi menggunakan mobil nya , irene dan nita pun masuk kedalam. rumah yang tadinya sangat rapi itu berubah seperti taman bermain untuk anak-anak, vani dan arga sedang bermain di lantai . dan vano menangis nita segera mengambil.


" cup..cup...cup sayang kenapa nak haus ya " tanyanya.


" sebentar ya kita ke atas dulu " sambungnya.


" kakak aku titip vani ya " kata nita.


" iya cepatlah susui vano mungkin sangat haus " jawab irene.


nita pun menggendong vano untuk masuk kekamarnya dan menyusuinya. lalu dibawah itu irene bermain dengan vani yang sedang bermain boneka dan arga bermain mobil - mobilan dan robot robot kecil.

__ADS_1


***


dirumah sakit ricko telah selesai operasi dia keluar dari ruangan operasi sambil membuka masker mulutnya.


" ricko aku ingin mengundangmu ke acara pesta ulang tahun pernikahanku lusa nanti , datanglah dengan nita aku akan menantikan kalian " kata chandra .


" baiklah , aku duluan aku akan pulang sekarang "


" kau pulang ?"


" ya ... hanya ada satu operasi hari ini , aku ingin punya waktu dengan keluargaku. semangat kau harus bekerja sendirian hari ini " ricko menepuk bahu chandra sambil berjalan.


ditengah perjalan pulang , ricko melihat sebuah gaun berwarna cream yang sangat indah di salah satu butik kenamaan di jakarta. dia teringat sosok istrinya dan juga undangan dari chandra.


dia menepikan mobilnya dan masuk kedalam butik itu. disana dia memilih pakain lain dulu , namun dia akan tetap membeli baju yang pertama kali dia lihat itu.


" sepatu " pikirnya.


dia pun ke bagian sepatu dan mencari cari sepasang sepatu yang cocok , hingga matanya tertuju pada sebuah hiells yang tak terlalu tinggi berwarna putih dan ada berlian di talinya.


" permisi , apa boleh aku mengambil ini ?" tanya ricko.


" iya tuan , kebetulan ini hanya ada satu. sepertinya tadi tuan memilih gaun yang dipajang disana bukan ? ini sangat cocok untuk pacar anda " kata pelayan itu.


" istri " kata ricko.


" maaf pak saya tidak tau, istri tuan pasti akan senang mendapatkannya "


" tolong cepat bungkuskan " perintah ricko.


setelah membeli untuk nita dia pun langsung kerumah bunda , tetapi paper bag itu tetap dia taruh didalam mobil.


" ricko kau sudah pulang nak ?" tanya bunda yang akan memgantar edward ke mobilnya.


" iya bunda kebetulan hanya ada satu operasi saja. apa paman akan pulang ?" tanya ricko.


" baiklah paman hati - hati " ucap ricko.


" terima kasih , hani aku pulang dulu kau tidak perlu mengantar sampai ke mobil " pamit edward.


" baiklah hati - hati " balas hani.


" bunda ricko masuk dulu "


" iya nak , nita ada dikamarnya sedang menidurkan anak - anak "


" iya bunda "


ricko pun segera masuk lalu dia langsung saja kekamar nita , tanpa mengetuk dia masuk kesana , nita sedang menepuk - nepuk pelan pantat anaknya agar tertidur.


dia tersenyum dan membuka jaket nya lalu mencium puncak kepala nita.


" hust anak - anak baru tidur "


ricko mengambil posisi duduk di sebelah nita dan memperhatikan cara nita yang akan menidurkan anak-anak.


" sayang dokter chandra mengundang kita besok malam "


" kalau begitu kita datang " timpal nita.


" hmm "


" kau sudah makan siang ? " tanya nita.

__ADS_1


" belum " jawab ricko.


" aku akan membuatkanmu makan, kau tunggu disini "


" eh aku ikut " ricko menarik tangan nita yang hendak pergi itu.


" baiklah ayo , dasar bayi besar "


" hmm dan dirimu sudah lama tidak memanjakan bayi besarmu ini "


dilantai dasar tepatnya di dapur nita memanaskan sisa makanan yang telah di siapkan sebelumnya untuk ricko hanya saja sudah dingin dan harus dipanaskan. sembari nita menghangatkan beberapa masakan , ricko memperhatian postur tubuh istrinya dari atas sampai bawah.


" semoga yang kubeli tadi dia menyukainya " pikir ricko.


" Ricko kau ingin minum apa ? akan kubuatkan nanti " kata nita yang masih stay di depan kompor.


" apa saja sayang tapi jangan jus pare " goda ricko.


" ricko aku sedang memegang spatula dan benda ini akan mendarat di wajahmu "


" sayang hahha tidak aku hanya bercanda. oh iya makanlah denganku lagi aku tidak mau makan sendirian "


" iya ... aku juga tadi hanya makan beberapa sendok "


kemudian nita menata semua lauk yang dia hangatkan dan mengambil 2 piring , 2 sendok dan 2 garpu. lalu mengambilkan makanan untuk ricko.


" lagi?" tanya nita yang baru mengambilkan satu centong nasi itu.


" hmm lagi "


nita pun menambahnya lagi , lalu memberikan beberapa lauk diatas nya kemudian dia duduk dan ikut makan di samping ricko.


" nak apa kalian sedang makan ?" tanya bunda yang baru melangkahkan kakinya ke dapur.


" iya bunda ada apa ?" tanya nita.


" hmm tidak , nanti setelah selesai datanglah kekamar bunda. bunda ingin bicara sayang "


" baik bunda " nita mengangukkan kepalanya lalu bunda tersenyum dan segera pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.


" apa bunda punya masalah ? sepertinya bunda sangat cemas " ujar ricko.


" entahlah aku juga berpikir begitu , aku akan bertanya setelah kekamarnya nanti "


" hmm sayang , bagaimana bunda jika akan menikah lagi dan dengan paman edward apa kau menyetujuinya ?" tanya ricko berusaha berhati-hati saat .


" Ricko makanlah dulu , kau pasti lapar kan " kata nita yang fokus menyendokkan nasi kedalam mulutnya itu.


ricko tak lagi bicara , jika bicara lagi mungkin nita tidak akan menyukainya pasti istrinya tersinggung. sebenarnya ricko bisa menebak kalau istrinya belum siap jika harus menerima orang lain sebagai pengganti ayahnya.


namun ricko mengerti selama ini bagaimana istrinya hidup, dia tidak akan banyak bicara hanya akan mengarahkan dan membimbingnya saja.


" aku sudah selesai , aku akan mencuci piringnya " nita pun berangkat dari duduknya menuju ke wastafel lalu dia mencuci piringnya.


ricko pun ikut berdiri dan menaruh piring di wastafel untuk dicuci , dia melihat wajah istrinya yang bersikap biasa saja dan datar itu.


" sayang aku ada hadiah untukmu " ujar ricko yang berusaha menghibur nya.


" apa ? " tanya nita tanpa menoleh ke ricko.


" aku akan mengambilnya di dalam mobil "


" nanti masuk kekamar saja aku akan kekamar bunda dulu "

__ADS_1


" iya "


ricko pun berjalan melangkahkan kakinya untuk mengambil hadiah itu.


__ADS_2