
" ha?" nita terkaku saat fahri mengatakan itu , ia merasa salah tingkah dibuatnya.
" hahah aku hanya bercanda" ucap fahri.
" he" nita hanya tersenyum kecil mendengarnya .
" aku akan memberikan kejutan yang spesial saat sudah tiba waktunya" ucap fahri dalam hati sambil matanya terus tertuju ke arah wanita nya itu.
sekarang sudah pukul 8 malam nita sudah ada di sebuah kamar hotel, ia merendamkan dirinya disana. memejamkan matanya dan merelakskan diri.
ting
kamar hotelnya itu ada yang datang , ia pun terbangun dari matanya yang tertutup itu.
" siapa yang menggangguku di jam seperti ini" gerutu nya masih terus di dalam bathup.
ia keluar dari kamar mandi memakai mantel mandi lalu ia membuka pintunya.
" siapa?" tanya nita
" ricko" gumamnya.
ia membelalakkan matanya saat ricko tengah berdiri di hadapannya dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca, ia seperti marah namun juga tidak.
ia langsung merasakan hawa dingin di sekitarnya, lalu tersenyum kikuk pada ricko.
" apa suamimu tidak boleh masuk?" tanya ricko.
" eh oh iya ayo masuk" jawab nita , rickopun langsung masuk begitu saja. nita menutup kembali pintu kamar itu lalu menghampiri ricko yang berdiri di jendela kamar.
" kenapa kau kemari?" tanya nita dengan nada pelan.
" apa aku harus bicara dulu untuk menemui istriku sendiri? istriku juga sepertinya sangat senang disini bersama laki laki lain hingga melupakan suaminya sendiri" jelas ricko dengan nada yang dingin.
" ricko , aku kan sudah bilang kalau...." belum sempat nita menyelesaikannya ricko langsung menatap istrinya dengan kesal.
" kalau apa? kau mematikan ponsel karena sengaja tidak ingin diganggu oleh ku kan? atau kau ingin menghindar dariku?" tanys ricko dengan nada yang tinggi.
" Ricko " gumam nita dengan mata yang berkaca-kaca, ia tidak pernah mendengar ricko berteriak seperti itu sebelumnya dihadapannya.
" apa kau tau aku begitu marah saat kau memuji pria lain dihadapanku. dokter fahri itu menyukaimu apa kau tidak mengerti ? dia sengaja mendekatimu dengan cara seperti ini. aku tidak suka milikku diganggu oleh orang luar " tegas ricko lagi.
" ricko " gumam nita lagi.
" sayang mengertilah aku sangat tidak menyukai ini, apa kau tau siapa aku ? aku anak laki laki yang jatuh dari sepeda dan kau menyelamatkanku dari olok-olakan anak lain" jelas ricko.
" apa?" nita merasa terkejut dan tak percaya apa yang dikatakan ricko itu.
" aku anak laki-laki yang dulu selalu bersamamu, aku anak laki-laki yang selalu kau beri roti setiap pagi, aku anak laki-laki yang ingin terus bersamamu setiap waktu. kita dulu berjanji untuk menikah kan , kita sudah menikah sayang kau ingat itu kan ?" ungkap ricko semuanya ia tidak mau lagi mengambil resiko untuk semuanya , sudah cukup selama hampir 10 tahun ia kehilangan anak gadis yang selalu cintai.
dan sekarang sudah wakunya, ia ingin jadi lakilaki yang dicintai istrinya itu.
nita menatap ricko dengan lekat seakan ia terpaku pada ucapan ricko, anak lakilaki itu ada dihadapannya sekarang yang ia ingin temui, yang selalu dia rindukan. ia meneteskan air mata kebahagiaan dan juga kesedihannya.
ia sangat bahagia karena sekarang dia tau anak lakilaki itu siapa dan ia juga sedih karena ricko baru memberi tahunya sekarang.
" ricko kau anak itu" gumamnya .
"hmm" ricko menganggukkan kepalanya lalu ia membawa nita dalam pelukannya , nita hanya diam saja sambil matanya mengeluarkan air mata.
begitu pun ricko ia sangat lega karena sudah mengungkapkan siapa dirinya yang selama ini ia sudah sembunyikan ia menutup matanya merasakan kehangatan dan juga kelegaannya.
__ADS_1
" kenapa kau baru memberitahuku sekarang ?" tanya nita dalam pelukannya.
" aku sudah lama ingin memberi tahumu tetapi aku ingin menunggu terlebih dahulu, kau memilih anak itu atau diriku. kau memilih diriku walau kau sangat menginginkan anak itu. aku sangat bahagia tetapi banyak sekali masalah yang datang karena itulah aku baru sekarang mengungkapkannya " jelas ricko.
ia melepaskan pelukannya lalu memegang bahu istrinya yang masih meneteskan air matanya.
" aku sangat bahagia bersamamu, sekarang ataupun selamanya kau akan tetap jadi milikku" ujar ricko.
nita hanya menatap ricko dengan dalam , dirinya sangat bahagia sekarang karena tuhan telah mempersatukan dia dan ricko.
" aku ingin menjelaskan yang tadi" ujar nita.
" apa sayang?" tanya ricko.
" aku mematikan handphone karena sedang di panggung seharian, aku baru ingat saat sedang makan dengan dokter fahri tadi" jelas nita.
" berarti kau memanggilku bunda karena sedang bersama fahri" ucap ricko.
" iya , maaf " nita menundukkan kepalanya, dirinya merasa benar-benar sangat bersalah.
" sayang sebenarnya aku tidak marah, aku marah pada diriku sendiri karena aku terlalu posesif padamu " ucap ricko lagi.
" aku mengerti tetapi aku sangat cemburu hingga mengalahkan rasa percayaku padamu " sambung ricko lagi.
" itu berarti kau tidak marah lagi denganku kan?" tanya nita.
" tidak " ricko menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada nita.
" apa kau sedang mandi?" tanya ricko.
" iya aku sedang berendam tadi aku terkejut aku pikir siapa" jawab nita.
" tidak sudah selesai " jawab nita.
" ayo kita berkeliking kota, gantilah baju mu" perintah ricko.
" hmm" nita menganggukkan kepalanya.
langit malam dikota bandung itu sangat indah dihiasi lampu berwarna warni, ricko dan nita berjalan bersama beriringan , ricko pun menuju ke arah tangan istrinya lalu ia menggenggam tangan nita.
nita tidak merasa keberatan lalu mereka kembali berkeliling di kota bandung itu.
ricko melihat istrinya hanya memakai kemeja saja , ia pun memberikan jaket jeansnya yang besar itu pada nita karena malam ini hari sangat dingin.
" ricko kau akan kedinginan nanti" ucap nita.
" tidak tubuhku itu sangat kuat jadi tidak mudah sakit " ujar ricko.
nita hanya tersenyum mendengarnya , entah kenapa ia merasa benar-benar bahagia malam ini.
" ayo kita makan disana?" tunjuk ricko pada sebuah tempat makan pinggiran.
merekan pun mampir ke sana lalu duduk sambil menunggu makanan mereka datang.
" sayang apa kau tidak nyaman makan seperti ini?" tanya ricko.
" eh tidak apa-apa ini sangat bagus , aku suka seperti ini " jawab nita.
akhirnya makanan mereka pun datang , mereka makan nasi goreng disana . ricko menyendokkan nasi goreng itu lalu ia mengarahkan nasinya ke mulut nita.
" buka mulutnya" ujar ricko.
__ADS_1
nita pun tersenyum lalu ia menerima sendokan nasi itu untuknya, begitupun juga dengan ricko yang tersenyum bahagia.
........
keesokan paginya ricko bangun lebih awal dari nita , ia tersenyum memandangi wajah polos istrinya yang sedar tertidur pulas itu. ia pun menyentuh pipi, hidung dan yang terakhir ke mulut istrinya ia mengusap lembut dibagian itu.
" sangat sempurna " gumamnya.
drrtt....drtttt
ponsel nita bergetar, ricko pun mengambil ponsel istrinya lalu ia buka , karena ponsel nita tidak pernah dikunci ia pun tidak susah susah untuk membukanya.
Dr. Fahri
" ***nita kita akan pergi ke gedung seminar untuk menandatangani beberapa surat, aku akan menunggu mu dibawah 1 jam lagi "
" selamat pagi***"
" oh begitukah caramu dokter fahri" gumamya.
" aku akan lihat siapa saja kontak di handphone nya " ujar nya lagi.
ia membuka kontak nya , hanya sedikit nama disana lalu ia lihat namanya hanya tertera "Ricko"
" dia menyimpannya begini?" ujarnya.
ia pun mengedit nama itu menjadi " Suamiku 😘"
" ini baru bagus " gumamnya sambil tersenyum
ia pun menaruh ponsel itu lagi lalu memeluk nita " aku benar benar menyayangimu" gumamnya lalu ia kecup singkat bibir merah muda istrinya itu.
" enghhh" nita merasa ada seseorang yang menggangunya perlahan-lahan ia membuka matanya .
" selamat pagi" ucap ricko.
" selamat pagi" jawab nita sambil menguap.
" kau masih mengantuk?" tanya ricko.
" jam berapa ini? tanya nita.
" jam 7 , mandilah aku aku akan pesan makanan nanti " jawab ricko.
" hmm" nita menganggukkan kepalanya lalu ia bangun masuk kekamar mandi.
ricko menelpon restoran untuk membawakan makanan mereka berdua.
setelah 15 menit nita pun keluar dari kamar mandi , lalu ia duduk di sofa , ia masih mengantuk tetapi ia harus kembali bekerja.
melihat istrinya itu ricki sedikit kasihan karena dia harus bekerja, ia sebenarnya ingin nita hanya dirumah saja tanpa bekerja menguras tenaganya , tetapi ia tidak bisa menghentikan mimpi istrinya itu.
" aku mandi dulu ya, nanti makanan akan datang , berikan uangnya di dompetku " ucap ricko.
" hmm iya " ujar nita.
ting
" itu pasti makanan" ucapnya .
iapun berdiri lalu membuka pintu itu, ternyata yang berdiri di ruanganny adalah dr. fahri.
__ADS_1