
tolong jangan marah padanya dia sudah sangat baik padaku " bela tiara pada aidan
aidan menoleh pada tiara dia tidak menyangka masih ada perempuan yang seperti tiara sekarang ini.
" kau sebaiknya masuklah , kau itu belum sembuh total" ujar aidan.
" ayo nak tante akan mengantarmu kekamar, aidan di mana kamarnya ?" tanya bunda.
" eh lurus saja bunda lalu belok kiri tepat ruang pertama "
bunda membawa tiara berjalan bersama dari belakang aidan memperhatikan tiara terus.
" bunda bagaimana nita apa dia sudah sadar?" tanya aidan.
" iya sekarang ada ricko yang menjaganya "
" siapa yang masuk rumah sakit ? " tanya tiara hati-hati.
" oh itu adiknya aidan baru saja melahirkan semalam" jawab bunda.
" ayo nak tidurlah kau harus banyak istirahat " bunda membaantu tiara tidur di brankar itu.
" terima kasih " ucapnya.
" iya sama - sama " ujar bunda lembut.
***
didalam ruang kamar nita , ricko sedang menggendong bayi perempuannya hingga saat ini kedua bayi mereka belum di beri nama.
ricko menatap wajah bayinya penuh cinta , menciuminya berulang kali membuat nita tersenyum.
" ricko dia sedang tertidur, dia akan bangun jika kau terus mengganggunya " kata nita.
" sayang aku baru pertama kali menggendongnya dari tadi mereka berdua terus saja tidur aku jadi gemas "
" setidaknya biarkan dia tidur di tempat yang empuk , kemarilah aku ingin berbicara padamu " ujar nita.
" apa sayang ?" ujar ricko sambil menidurkan kembali bayinya di ranjang.
" kau sudah memikirkan namanya kan ?" tanya nita.
" tentu saja aku sudah memiliki nama untuk kedua bayi kita "
" kakaknya laki-laki aku beri nama Revano Septian Dan adiknya perempuan Rivani Septian apa kau suka sayang ?" tanya ricko.
" hmm aku suka namanya aku akan memanggilnya Re dan Ri " ujar nita seraya tersenyum.
" hoak...hoak..hoak" bayi laki-laki mereka menangis , ricko dengan sigap menggendongnya tapi baby Re terus saja menangis.
" sayang sepertinya dia haus " kata ricko.
" haus ? sini kemarikan tolong kau buatkan susunya ya " ujar nita.
" sayang bayi yang baru lahir sangat bagus dikasih ASI , apa kau tidak mau ?" tanya ricko.
mendengar itu nita sedikit berpikir dan menatap bayinya
" kalau tidak mau tidak apa, aku tidak akan memaksa aku buat susunya sekarang" sambung ricko.
" hmm tidak masalah, tapi ricko apa yakin akan keluar ? " ujar nita yang tak percaya diri itu.
" coba saja dulu , apa payudaramu membengkak ?" tanya ricko.
__ADS_1
" iya ... aku merasa sakit dan penuh " jawab nita.
" kalau begitu coba saja "
nita mengambil alih baby Re dia menggendongnya namun saat dia akan mengangkat bajunya dia melihat ricko terus menatapnya " ricko... apa kau akan terus manatap ku seperti itu ?"
" iya kenapa aku mau memastikan " kata ricko.
nita tersenyum kikuk, dia malu sekali " ck sayang aku suamimu bukan orang lain , bukalah lagi pula aku sudah sering mem"
" eh sudah...sudah iya..iya jangan diteruskan dasar kau ini" gerutu nita memotong perkataan ricko.
nita mengangkat bajunya disebelah kiri , sepertinya baby Re benar-benar haus hingga dia meneguk ludahnya ketika baby re sangat cepat menyedotnya.
" sayang lihat dia sangat kehausan itu artinya air susunya ada " kata ricko.
" iya jangan menatap ku seperti itu " ujar nita.
ricko mengelus kepala bayi Re yang lembut itu , sesakali menatap nita " besok kita akan pulang " ujar ricko.
" benarkah ? " kata nita
" iya , dokter rania bilang kau sudah sehat. tapi tetap harus minum beberapa obat "
" ricko ... saat seperti ini rasanya aku sangat merindukan ayahku , jika saja ayah masih disini dia bisa melihat cucunya"
" hmm ayah pasti sangat senang " timpal ricko.
" oh ya apa kau sudah memberitahu pada ayah dan eyang ?" tanya nita.
" sudah dia mengucapkan selamat , bulan depan ayah akan menjenguk anak anak kita "
" syukurlah aku senang mendengarnya " timpal nita
" hmm " desis ricko.
" iya sayang aku tidur sebentar ya " ujar ricko.
nita menganggukkan kepalanya dengan sunyuman lalu ricko bangkit dari duduknya dan beralih duduk di sofa sembari menyenderkan kepalanya serta memejamkan matanya.
nita memandangi ricko yang sedang tertidur itu " aku bedoa agar aku selalu melihat kebahagiaan di wajahmu dan dihidupmu. dengan kedua anak-anak kita aku berjanji akan selalu berada di samping kalian dan mengurus kalian dengan baik " ucapnya dalam hati.
tak lama baby Re yang dia susui itu telah tertidur dia berusaha bangun dan menidurkannya di ranjang bayi, dia mengambil selimutnya dan menyelimuti ricko sampai keleher.
tak lupa sebuah ciuman cinta mendarat di kening ricko cukup lama.
***
" aidan bagaimana dengan keluarganya apa mereka tau apa yang menimpa tiara ?" tanya bunda.
saat ini aidan dan bunda berada di kantin rumah sakit memesan 2 minuman kesukaan masing-masing.
" dia tidak mau mengatakannya bunda , aku pikir dia sedang ada masalah " jawab aidan.
" tapi bunda rasa dia anak yang baik dan juga pintar "
" iya aku juga berpikir seperti itu . tapi mau bagaimana lagi bunda , dia tidak mau mengatakannya " timpal aidan.
" oh ya bunda lupa selama 3 hari kedepan bunda ada perjalanan bisnis ke thailand , tadinya bunda ingin mencari waktu lain karena takut adikmu kerepotan menjaga dua bayinya tapi tidak bisa"
" dengan siapa bunda kesana ?"
" edward "
__ADS_1
" pamam edward ? aku sudah lama tidak melihatnya " ujar aidan.
" iya beberapa hari yang lalu dia ada perjalanan bisnis ke kalimantan selatan , usaha nya sedang berkembang pesat sekarang. banyak orang yang ingin menamkan investasi "jelas bunda.
" paman edward memang luar biasa dari dulu dia memang yang terbaik soal pekerjaan " puji aidan.
" aku akan meminta bertemu dengannya nanti , untuk mengajariku cara berbisnis yang hebat "
" dia tidak punya rahasia khusus , dia selalu memakmurkan karyawannya dahulu daripada keuntungan nya jadi dia bisa sehebat itu " ujar bunda.
" pasti paman edward banyak memberi tahu bunda kan " kata aidan.
" hmm seperti itulah yang bunda tau nak"
" sepertinya paman edward masih terus menunggu bunda"
" aidan apa yang kau katakan kami hanya sebatas teman dari dulu "
" tidak apa bunda, paman edward orang baik. aku setuju saja jika suatu waktu nanti bunda dan paman edward berjodoh"
" bunda sudah punya 3 cucu sekarang mana mungkin bunda berpikir seperti itu "
" kenapaa tidak masalah. kebahagiaan seseorang bukan diukur dari usia " timpal aidan.
bunda hanya tersenyum menanggapi putra keduanya itu ,yang dari dulu memang sangat dekat dengan edward.
***
" wah ! banyak sekali hadiah nya " gumam nita yang tercengang melihat tumpukan kado di kamar bayinya.
" kalau begini kita tidak perlu membelikan pakaiann anak - anak selama 5 tahun kedepan" sambung nita.
ricko terkekeh mendengarnya " ini dari semua karyawan , dokter, suster dan staff rumah sakit mereka banyak memberi kado dan ucapan selamat untuk kita " jelas ricko.
" ayo masuk, tidurkan anak-anak di ranjang nya , kau harus minum obat " ujar ricko.
nita dan ricko pun menaruh kedua bayinya di ranjang masing-masing. dimana baby Revano ditaruh diranjang berwarna ungu sedangkan baby Rivani ditaruh di ranjang berwarna kuning.
" tidur yang nyenyak sayang" bisik nita yang mengelus pipi putrinya.
" tunggu disini ya aku akan mengambil obatnya " ujar ricko.
" hmm "
setelah ricko keluar , nita melihat tumpukan kado yang sangat banyak itu. diantar semua kado itu nita tertuju pada sebuah kado berkotak cukup besar dia mengambilnya mencari sebuah nama disana.
" dokter fahri " bacanya.
dia membuka perlahan-lahan kado itu agar tidak menyobeknya dengan lebar. dia membuka tutup kota disana ada 2 buah pasang baju anak laki-laki dan 2 pasang baju anak perempuan lengkap dengan topi dan sepatu terlihat sangat lucu.
dia tersenyum melihatnya " bagus sekali" gumamnya.
" sayang apa yang sedang kau lakukan ?" tanya ricko yang masih memegang nampan susu dan beberapa obat.
" ini aku melihat kado dan tidak sengaja membuka kado dari dokter fahri, lihatlah sangat lucu bukan " ucapnya.
ricko sedikit tidak suka ketika nita menyebut dokter fahri namun dia harus tersenyum karena tidak mau membuat pertengkaran toh itu hanya sebuah hadiah untuk anak mereka bukan apa-apa.
" ayo minum dulu obatnya " ujar ricko.
" ah iya " nita kembali menaruh hadiah itu dan mendekati ricko.
" apa kado dari dokter fahri begitu bagus ?" tanya ricko.
__ADS_1
" hmm sangat lucu untuk anak-anak kita. mungkin istrinya yang memilihkannya " jawab nita.
" untunglah sekarang dokter fahri sudah menikah" ucap ricko dalam hati.