Taruhlah Hatimu Di Hatiku

Taruhlah Hatimu Di Hatiku
Hadiah Istimewa


__ADS_3

" hmm selamat ulang tahun istriku tercinta " ucap ricko lembut.


" ricko " lirih nita seraya dia meneteskan air matanya lalu dia menangis terisak disana " hiks...hiks " isaknya.


" sayang maaf bukan maksudku membuatmu marah tapi ini kejutan " gumam ricko yang menenangkan nita dalam pelukan.


" ricko kau membuatku takut hiks...hiks " isaknya dalam pelukan ricko.


" maaf ... maaf ya " ucap ricko.


sedikit demi sedikit nita berusaha tidak menangis lagi , dia menghapus air matanya sendiri lalu menatap kue itu.


" kau menyiapkan semua ini sendirian ?" nita mengedarkan ke arah kemar mereka yang telah dihias sedemikian cantiknya .


" ya " ricko mengangukkan kepalanya.


" tiup lilin nya sayang "


segera nita meniup lilin itu lalu dia beranjak berdiri untuk memeluk ricko " terima kasih... terima kasih " ucap nya.


" tidak perlu berterima kasih aku tulus dan senang melakukannya untukmu " ujar ricko.


" ayo duduklah disini ada kejutan lainnya " ajak ricko yang menyuruh nita duduk di depan sofa dan meja yang sudah dikeliling bunga itu.


" ada lagi ?" tanya nita yang penasaran.


" tentu saja , malam ini adalah malam milikmu akan ada banyak kejutan lainnya " timpal ricko.


nita diam menurut memperhatikan apa yang ricko lakukan , semua rasa kantuknya menghilang setelah mendapatkan semua ini , dia tidak habis pikir dia saja lupa hari ulang tahunnya. memang setiap tahun ricko akan merayakan ulang tahunnya tapi kali ini berbeda dari biasanya sehingga membuat nita merasa sangat kesal sebelumnya.


ricko membawa sebuah kotak kado , dia duduk disebelah nita dan memberikannya yang langsung diterima oleh nita.


" apa ini ?"


" bukalah dan lihatlah "


dengan hati - hati tanpa merusak sedikitpun kado itu dia membukanya. nita mengambil sebuah album lama yang seperti diperbaharui itu covernya, dia pun membukanya pertama kali dia bersikap biasa saja namun dalam lembaran kedua photo dia melongo tak percaya .


" ricko " ucapnya melirik ricko.


" ya... ini hadiah pertamaku, aku menyimpannya seorang diri selama belasan tahun sekarang ... ini milikmu "


ternyata ... ricko memberikan semua kisah dan kasih foto masa lalu mereka sewaktu kecil , sangat lucu dan menggemaskan dulu tubuh ricko kurus dan sangat tinggi berbeda dengan nita kecil yang berisi dan rambut yang panjang suka sekali di kepang.


" aku hampir melupakan ini , ternyata kau masih menyimpannya. ini kenanganku yang paling berharga " lirih nita.


" dan yang kedua " ricko mengeluarkan sebuah lembaran kertas dari samping meja di sofa itu dan memberikannya pada nita.


" apa ini ? surat pembagian rumah sakit " nita membaca surat pernyataan itu.


" ricko apa maksudnya ini ?" tanya nita yang belum mengerti apa maksud ricko.


" sayang ... selamat ulang tahun yang ke - 25 , semoga istriku selalu sehat dan terus bahagia bersamaku, dan semoga selalu sabar menjalani bahtera rumah tangga bersamaku yang sudah berusia 3 tahun ini dan semoga sampai ke tahun tahun berikutnya sampai usia kita 100 tahun bahkan lebih. usiamu sudah 25 tahun sekarang , sudah menjadi istri dan ibu ... aku tidak tau harus memberikan apa sebagai hadiah , aku terlalu bingung tetapi aku akan memberikan apa yang aku punya dan membaginya kepadamu "


nita dengan seksama dan mata yang berkaca - keca mendengarkan betapa halus dan lembutnya tutur kata ricko saat ini , matanya yang memancarakan ribuan cinta untuknya tak pernah berhenti menatapnya walau satu detikpun.


" surat ini ... aku ingin membagi rumah sakit kepadamu sebagai hadiah ku, kita berdua adalah pemilik rumah sakit jadi bukan aku saja tetapi kau juga nyonya ... Ricko. " ungkap ricko pelan.


" ricko apa itu tidak berlebihan ?" tanya nita.


" tidak sayang , aku sudah memikirkan hal ini sangat lama sekali. dan aku memutuskannya untuk memberikannya sekarang. kita sepasang suami istri , punyamu adalah punyaku dan punyaku adalah punyamu , tetapi aku ingin menyatakannya secara langsung " jawab ricko.


" Ricko , aku tidak pernah mengharapkan ini. tetapi , dengan tulus aku menerimanya. aku akan menjaga semua hal yang kau berikan dan kita akan menjaga rumah sakit bersama - sama "


" hmm terima kasih , dan maaf sudah membuatmu marah pagi tadi. aku hanya ingin membuatmu kesal dulu sayang , tapi mungkin aku terlalu berlebihan maaf ... maafkan aku " ricko memeluk nita lagi.


nita melepaskan pelukan ricko dia tersenyum dan menghapus air matanya yang tak berhenti lagi ingin teris berjatuhan karena rasa bahagianya itu.


dia memotong kue dan memberikannya kepada ricko " aku mencintaimu " ucapnya lalu mencium bibir ricko.


ricko dengan senang hati membalas ciuman itu , hingga menggulingkan nita di sofa memberikan seribu hujaman ciuman diwajah itu " bolehkan sayang ?" tanya ricko.

__ADS_1


nita tersenyum dan mengangukkan kepalanya , dengan cepat ricko mencium bibir nita lagi dan ********** terus hingga mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan sebagai pasangan suami istri.


***


keesokan paginya dirumah bunda dekorasi sudah terpasang dengan indah, semuanya tidak bekerja demi merayakan hari ulang tahun putri kesayangan rumah itu , ada tiara yang ikut membantu menata meja dan ada paman edward yang membantu memasangkan balon sebagai tambahan dekorasi.


aidan ? apalagi dia hanya membantu memakan saja , nathan ? dia kakak yang sigap sebab itu dia membantu paman edward. irene istri kesayang nathan ? menghias kue buatan bunda.


dan bunda juga bi inah membuat masakan lainnya , anak - anak tidur pagi dikamar mereka.


" hey aidan kau makan terus bantu kami " teriak nathan.


" ada ayah disitu kak jangan khawatir dia orang yang cepat " saut aidan yang sibuk makan itu.


" tiara apa kau tidak mau cari pasangan lain , lihat betapa menyebalkan pacarmu " timpal nathan.


tiara dan yang lainnya hanya tersenyum saja " tidak kak , aku rasa jika aku mencari yang lain dia akan mencegatku di halte bis " ujar tiara.


" tiara jangan terkena hasutan kakak , dia memang selalu iri padaku. hidupku memang selalu santai seperti ini " ujar nathan.


" nathan dimana tali yang baru , disini sudah habis " ujar paman


" akan aku ambilkan paman" kata tiara.


****


jam 9 pagi , nita masih belum bangun juga. masih dibawah kungkungan pelukan ricko , ricko sudah terbangun dari tadi karena dia selalu bangun pagi. sinar matahari yang masuk kedalam kamar mereka tak membuat tidur nita terganggu karena dihalang oleh tubuh ricko.


permainan semalam sangat memabukkan pikir ricko karena itulah nita kelelahan , dia tersenyum ketika mengingatnya.


drrtt....drttt


ponsel nita bergetar di samping nakas , dia pun mengambilnya dan melihatnya ternyata handphonenya tidak di kunci.


dia membuka semua pesan di aplikasi whatsapp milik nita , membuka grup bagian departemen bedah yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk nita , dia tidak ingin membalasnya lalu mengecek ponsel nita.


tidak terlalu banyak pesan chatting disana , membuka lagi galeri handphone nita tidak ada banyak foto hanya ada 50 gambar yang tersimpan itupun foto pernikahan dan anak - anak saja.


nita memang tidak terlalu suka berfoto dan tidak terlalu aktif di sosmed hanya kadang sesekali membuka untuk mengetahui informasi saja.


" selamat pagi " ucap nita serak.


" hmm selamat pagi sayang " jawab ricko lalu mengecup bibir nita.


" eh kenapa kau memegang ponselku ada yang telpon ya ?" tanyanya.


" tidak ada hanya ada pesan grup mereka mengucapkan selamat untukmu , lalu aku mengecek semuanya"


" tidak ada apapun disana kau takut aku selingkuh ya seperti ucapanku kemarin "


" berani selingkuh dariku hmm ?" ucap ricko yang mendekatkan wajahnya ke wajah nita tapi nita memundurkan wajahnya.


" ricko jangan mendekatiku kau pasti ada maksud. aku berani selingkuh tapi untuk apa ? aku sudah punya semua nya darimu " nita mengelus pelan pipi ricko .


" jika kau selingkuh maka aku akan membuatmu tidak bisa berjalan karena perbuatanku seperti semalam yang lebih ganas mau ? "


" ish kau memang seperti itu seperti singa yang lapar, huft kita harus menjempu anak - anak ricko aku takut mereka mencariku "


" tidak akan sayang mereka tau mama dan papanya sedang membuatkan mereka adik "


ricko terus saja memeluk, mencium nita seperti bantal guling bahkan mereka seperti pengantin baru.


" apa adik ? mereka masih kecil ricko " ujar nita.


" iya sayang aku juga tau , kita akan jemput mereka jam 11 ya , ini baru jam setengah 10 masih lama. bagaimana kalau 1 permainan lagi ? " ricko menaik turun kan alisnya dan mengedipkan satu matanya menggoda nita.


" tidakkkk , tubuhku sangat remuk akibat ulahmu kau akan membuatku habis energi nanti sudah sana mandilah aku akan membereskan kamar dan mengganti sprei "


" ayolah sayang sekali ya "


" tidak ricko ! "

__ADS_1


" sekali "


" tidak "


" sekali "


" tidak ! "


ricko tertawa terbahak - bahak setelah itu wajah nita terlihat kesal dan sangat imut kalau seperti itu " iya..iya aku mandi sekarang " ujar ricko.


***


nita dan ricko sudah tiba dihalaman rumah bunda , semua orang didalam menyadari kehadiran dua orang itu dari suara mobil ricko.


" ayo... ayo semuanya berkumpul mereka sudah didepan " kata aidan.


semuanya mengatur posisi , mereka sudah memakai topi ulang tahun dan membawa pegangan balon dan terompet.


" kenapa sepi sekali ya , apa semuanya bekerja " ucap nita dari dalam luar.


ceklek


" selamat ulang tahun nitaaaaa" ucap semua orang yang ada didalam, ada suara terompet dan pecahan balon yang dipakai aidan dan juga nathan.


" astaga .... kalian membuatku terkejut " ucap nita yang melongo karena perbuatan keluarganya.


nita dan ricko pun mendekati semua orang , ada 2 buah kue ulang tahun yang dibuat dan dipegang oleh irene dan satunya tiara.


dia mulai meniup satu persatu lilin itu " hmmm terima kasih , kalian membuatku ingin menangis" ucapnya.


" hey tidak boleh menangis percuma aku buat ini ujung - ujungnya menangis " ledek aidan.


" aidann " semuanya menatap aidan dengan tajam


" heheh aku seperti ini ditusuk belasan jarum sekarang " gumam aidan.


" terima kasih bunda , kakak , paman" ucapnya terharu.


" selamat ulang tahun sayang " ucap bunda lalu memeluk nita erat dan mencium kening nita.


" terima kasih bunda " balasnya.


" mama ... pappa " ucap vano.


" hay sayang sini sama papa " ricko mengambilnya dari gendongan paman edward , sedangkan vanny ada di gendongan nathan.


" sini kak " kata nita yang mengambil fanny.


semuanya bergantian mengucapkan selamat ulang tahun pada nita , saling berpelukan dan ciuman penuh cinta dari kakak - kakaknya. lalu kini paman edward ingin mengucapkan selamat kepada calon anak sambungnya itu dan ada hadiah di tangannya.


" nita " panggil nya.


nita pun menoleh padanya dan tersenyum tipis " selamar ulang tahun ya , semoga umurmu panjang dan terus diberkahi kebahagiaan selalu. paman tidak bisa memberikan apapun selain hadiah kecil ini "


" paman ini ..." nita mengambil pemberian edward , nathan tahu nita kesusahan lalu mengambil vany dari gendongan nita , nita membukanya dan betapa terkejutnya dia satu set perhiasaan mahal ada dihadapannya.


" wah nita kau mimpi apa semalam dapat hadiah begitu mewah " ujar nathan.


" bagaimana aku bisa bermimpi kalau aku tidak tidur semalam " saut nita.


" paman , ini terlalu mahal untukku , aku tidak bisa menerima ini "


" tidak... jangan menolaknya nak , paman sangat menyukai ini karena itulah paman membelikan ini untukmu , terimalah dan pakailah akan terlihat sangat cantik padamu "


" bunda " nita menoleh kearah bunda , bunda mengangukkan kepalanya seolah memberi isyarat kalau nita harus menerimanya.


" terima kasih paman " ucap nita.


" nita ... bolehkah paman memelukmu ?" tanya edward hati - hati.


" ha ?" ucap nita kecil.

__ADS_1


dia sedikit berpikir lalu mengangukkan kepalanya , edward tersenyum senang dan secepatnya memeluk nita.


bunda terlihat sangat bahagia melihat penampakan itu , seperti ayah dan anak sungguhan.


__ADS_2