
"kak aidan message"
" nita bersamaku di cafe seharian dia mengerjakan laporan , aku tau kalian bertengkar tapi coba carilah sesuatu di tasnya atau laptopnya mungkin ada sesuatu yang disembunyikannya. dia tidak akan pergi hanya karena bertengkar , aku tidak menelpon karena nita akan mendengarnya nanti "
dia merasa lega karena telah mengetahui kemana istrinya pergi dan siapa yang mengantarnya tadi. pintu kamar mandi terbuka nita keluar menggunakan mantel mandi dan rambut yang basah dia tidak menghiraukan ricko yang melihatinya dia masuk kedalam walk in closet .
mencari baju tidur yang nyaman untuk dia gunakan.
" katakan sesuatu" kata ricko yang masuk begitu saja.
" kau ! keluarlah aku akan memakai baju" kata nita.
" aku yang seharusnya marah , aku sudah menemui fahri jadi jangan pernah berurusan dengannya lagi aku sudah memperingatinya " tegas ricko.
" apa kau pikir aku senang menemuinya ? hentikan ini aku sudah lelah kau selalu mencurigaiku apa kau tidak mempercayaiku ? bukankah kita pernah berjanji untuk saling mempercayai satu sama lain ?"
" dan kau pikir waktu kau bersama dokter edisa dan dia memelukmu aku tidak tau ? hatiku sakit ketika aku melihatnya aku ingin marah waktu itu tapi aku meredamnya karena aku harus mempercayaimu aku harus yakin padamu karena aku istrimu "
" tapi kau ! kau berbeda ketika menyikapi ku , kau langsung cemburu ketika dokter fahri hanya bicara sedikit saja kenapa ? kenapa kau tidak mempercayaiku ?" lirih nita panjang lebar itu.
" karena aku sangat mencintaimu , aku sangat egois ketika menyangkut dirimu , aku tidak bisa melihat itu, aku tidak mau kau pergi dariku aku bisa gila jika itu terjadi bahkan ketika kau keluar tanpa sepengetahuanku aku selalu merasa takut "
" sudahlah aku tidak mau memperpanjangnya lagi , tidurlah kau akan bekerja besok" kata nita yang berlalu dan mengambil pakaian yang telah dia siapkan tadi.
setelah berpakaian nita masuk kedalam selimut dan tidur , dia memejamkan matanya tanpa makan sedikitpun dan disampingnya ada ricko yang masih belum tidur juga , kadang ricko melirik ke arah nita yang tidur membelakanginya.
" maafkan aku .. aku memang harus egois seperti ini" ucap ricko dalam hati.
berjam-jam berlalu nita masih belum bisa tidur dia meluruskan tubuhnya dan menoleh kearah ricko yang sudah tertidur lelap itu. kata-kata ricko tadi terus berdengingi di telinganya .
" karena aku sangat mencintaimu , aku sangat egois ketika menyangkut dirimu , aku tidak bisa melihat itu, aku tidak mau kau pergi dariku aku bisa gila jika itu terjadi bahkan ketika kau keluar tanpa sepengetahuanku aku selalu merasa takut "
" aku tau kau mencintakui karena itulah kau selalu melakukan itu , maafkan aku ricko, jika nanti aku harus memilih salah satu hal yang ada dihidupku maafkan aku jika kau harus sakit "
" tapi aku tidak akan pernah membiarkanmu sakit , jika pun aku harus pergi aku akan tetap mencintaimu" ucapnya dalam hati seraya terus memandangi wajah ricko yang tertidur pulas menghadapnya itu.
lambat laun dia pun tertidur dan terlelap hingga pagi menjelang, ricko terbangun lebih dulu ketika pertama kali dia bangun wajah cantik itu selalu pertama kali yang dia lihat ketika bangun di pagi hari.
melihatnya tertidur seperti itu dia merasa kasihan karena telah membentak istrinya semalam, seharusnya dia lebih memahan emosinya.
" sayang bangun ini sudah jam 7 " kata ricko yang menepuk lembut pipi istrinya.
" sayang "
nita mengerjapkan kedua matanya perlahan-lahan , " apa?" tanya nita khas suara orang yang baru bangun tidur.
" ini sudah jam 7 kita akan telat " jawab ricko.
nita segera berdiri begitu saja , memakai sendalnya dan mencari handphonenya.
" maafkan aku " ucap ricko.
" aku salah , tolong maafkan aku sayang" sambung ricko lagi.
" sudahlah lupakan saja , aku akan membuat sarapan untukmu hari ini aku tidak masuk " kata nita yang kemudian berlalu meninggalkan ricko keluar kamar.
didapur dia membuka lemari kulkas dan mengambil beberapa bahan makanan berupa sayur dan ikan gurame.
dia memberi bumbu dan menggoreng ikan dan disebelahnya, dia membuat tumis bayam. setelah selesai dia menatanya di piring lalu menaruhnya di meja makan , dia juga membuatkan teh untuk ricko.
__ADS_1
" hoam... aku masih mengantuk" gumamnya.
" sayang" panggil lembut ricko dari belakang.
" aku sudah menyiapkan sarapan aku akan mandi" kata nita tanpa melihat ricko.
" katakan dulu jika kau telah memaafkan aku" tahan ricko dia memegang tangan kanan istrinya.
" iya sudahlah aku mau mandi " kata nita.
nita segera berlari sehabis mengatakan itu , dia tidak siap melihat wajah ricko karena telah menyembunyikan kualifikasinya itu.
" maafkan aku ricko" katanya dibalik pintu kamar.
dibawah itu ricko makan sendirian tanpa ditemani nita , dia tidak semangat makan pagi ini tapi dia senang karena nita sudah menyiapkan makanannya.
" sayanggg" teriaknya.
" aku pergi dulu jaga diri baik-baik ya " sambungnya.
ricko pergi tanpa ada jawaban dari nita , nita turun ketika ricko sudah pergi. melihat makanan yang masih dikit dia tersenyum kecil karena ricko telah memakannya.
***
siang harinya nita sedang menyirami tanaman yang ada dihalaman rumahnya, tak lama handphonenya bergetat.
" dian calling "
" *halo dian "
📱 " dokter kau harus kerumah sakit sekarang dokter ricko sakit "
" apa ? bagaimana bisa tadi dia baik-baik saja " tanya nya.
" ah baiklah aku segera kesana* "
nita segera mematikan keran dan bergegas mengganti pakaian , dia memakai dress berwarna peach dan mengambil tasnya dan juga kunci mobil.
ia melajukan mobilnya sedikit cepat dan hanya menempuh setengah jam dia sudah sampai di parkiran rumah sakit dan berlari masuk kedalam.
" suster dian dimana ricko?" tanya nita yang panik itu.
" dokter ricko belum sadar dia ada di lantai 6 " jawab suster dian .
" terima kasih" ucapnya.
dia pun berlari lagi menuju lift rumah sakit, ia menekan dengan cepat dan masuk lalu menekan tombol angka 6.
tak butuh waktu lama dia sudah berada di lantai 6 dia mengintip di setiap jendela " ricko dimana kau " gumamnya dalam hati.
"dokter chandra dimana ricko ?" tanyanya ketika melihat dokter chandra baru keluar dari ruangan
" itu dia ruangan 620"
" terima kasih dokter " nita berlari lagi dengan cepat dan sampai di nomor 620.
brakk
dia membuka kuat pintu dan mendapati ricko yang terbaring di ranjang itu , dia menghampiri dengan wajah sendiri dan menyentuh tangan ricko dia genggam tangan itu.
__ADS_1
" ricko kanapa kau bisa seperti ini , bangunlah aku mencemaskanmu aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu " lirihnya.
" ricko aku sudah memaafkanmu aku juga mengaku salah tolong bangunlah jangan buat aku menangis aku mohon"
" aku berjanji tidak akan membuatmu marah lagi tapi bangunlah aku tidak bisa melihatmu seperti ini ricko... sungguh maafkan aku"
ricko langsung metanya dan nita berada di sampingnya terus menciumi tangannya.
" sayang kau sudah memafkan aku kan ?" tanya ricko.
nita menatap ricko dan melihat betapa segar sekali ketika bangun " ricko apa kau sakit?" selidik nita.
ricko menggelengkan kepalanya " aku tidak sakit , aku hanya ingin maaf darimu aku sengaja melakukan ini " jawab ricko.
" hikss...hikkss kau jahat aku benci aku tidak suka itu " nita memukul dada ricko , kemudian ricko memeluk tubuh nita " maaf sayang aku sudah membuatmu khawatir aku hanya ingin kau memaafkan aku , aku tidak bisa terus kau diami " gumam ricko terus memeluk nita.
" aku sudah memaafkanmu kenapa kau harus melakukan ini" rengeknya.
" hust jangan menangis maaf-maaf aku tidak akan melakukannya lagi" ucap ricko dengan lembut.
nita bangkit dari pelukan ricko dan menatapnya sendu.
" tidak marah lagi kan ?" tanya ricko.
nita menggelengkan kepalanya , ricko menarik tubuh nita dan memeluknya lagi " jangan pernah tinggalkan aku , aku tidak bisa hidup tanpamu " ucap ricko.
mendengar itu nita tidak kuasa menahan air matanya , dia menyeka air matanya agar ricko tidak mengetahuinya.
sore harinya nita tengah menunggu ricko keluar di tempat tunggu dekat resepsionis itu . dia menundukkan kepalanya memainkan jari tangannya.
" dokter nita " panggil suster mia.
nita berdiri dan tersenyum kepadanya " suster mia apa kabarmu?" tanya nita.
" wah wah lihat ! dokter nita tambah saat mengenakan dress selutut seperti ini " puji mia.
" terima kasih, apa kau belum selesai prakteknya?" tanya nita.
" belum aku lembur masih ada 3 jam lagi " jaawab mia.
" ah begitu baiklah semangat" kata nita.
" semangat ! yasudah aku permisi dulu ya dokter " pamit mia.
" iya "
" sayang ayo pulang " ajak ricko
" sudah selesai ? tapi aku bawa mobil sendiri " kata nita.
" tinggal saja , berikan kuncinya aku akan menyuruh seseorang membawanya nanti"
" baiklah "
ricko menggenggam tangan nita dan keduanya berjalan berdampingan. " sayang bagaimana kalau kita berjalan-jalan bukankah sudah lama kita tidak melakukannya ?" tanya ricko dia menghadap nita seraya tersenyum.
" hmm ide bagus , oh ya ayo kita makan diluar aku yang akan mentraktirmu" ajak nita.
" apa ini ? apa istriku sedang kaya ?" goda ricko.
__ADS_1
" tentu saja kan istrimu habis menjual apartemen satu-satunya " jawab nita.
mereka tertawa bersama " ayo " mereka bergegas menuju ke tempat yang mereka inginkann.